Zeano Transmigrasi

Zeano Transmigrasi
6


__ADS_3

"YO, MORNING SEMUA!" teriak Zeano saat sudah memasuki kelasnya, yaitu kelas 11 IPS 2.


"Morning too, dedek gemes!" balas Vika sambil tersenyum manis.


"Morning.." balas Gio si wakil ketua kelas singkat.


Dan begitu lah seterusnya, sampai..


"Vika, Arya gak sekolah?" tanya Zeano saat melihat kursi yang di tempati Arya, yaitu kursi yang berada di sebelahnya kosong.


"Kayak nya sih kaga sekolah ye, tapi gatau juga lah" balas Vika ikut bingung.


"Ohh yaudah deh!" balas Zeano.


Kalian tau lah kan, Kalau temen sebangku atau semeja kalian kaga sekull?


Nah, sepi bett kan rasanye? Begitu pula lah dengan Zeano, ia lagi galau.


Gak tau mau ngapain, kaga ada yang bisa di ajak ke kantin bareng etdah.


Gibah juga kaga bisa,


Jadi saat jam istirahat Zeano pun memutuskan untuk mengajak Vika untuk menemaninya ke kantin, istilahnya kayak makan bareng atau ngantin lah ye.


"Vika! Temenin gue ke kantin yuk!" ajak Zeano pada saat jam istirahat.


"Kuy!" balas Vika menyetujui,


"Eh tapi gue ajak yang lain dulu ye, bentar. 2 orang lagi aja kok, ga banyak banyak" ucap Vika kemudian, dan Zeano hanya mengangguk kan kepalanya kecil.


"Oyy cugg! Mau ngantin bareng kaga? Ada Zean juga loh!" ajak Vika ke salah satu temannya; Caca, tau lah ya si Caca yang pernah muncul namanya di chapter chapter sebelumnya.


Kalau gak salah di chapter 3 kan?


"Kiw lah kalau ada si Zean mah!" balas Caca semangat. "Yaudah, entar gue ngajak si kulkas dulu" ucap Vika setelahnya.


"Oii kulkas! Mau ngantin bareng gue, Caca, sama Zean Kaga?" tanya Vika pada si kulkas; Gio.


"Hm" balas Gio dengan anggukan kecil, tak lupa masih tetap dengan tatapan datar khas nya ini.


"Oke, yuk! Keburu bel ntar!" ucap Vika, kemudian ia menggandeng tangan Zeano.


Dan tentu nya Zeano tak keberatan,


#skip kantin..


"Di sono ada meja yang kosong noh, di situ aja lah kite duduk" ucap Caca sambil menunjuk ke salah satu meja kantin yang kosong.


"Hooh" balas Vika yang masih setia menggandeng tangan Arsel, di gandeng sampai pelaminan pun gaoaoa kok.


Asalkan Vika jadi top nya, and Zeano bottom nya. Dasar kaum kaum penyuka pelangi! Halu lu!


"Pesen apaan nih?" tanya Vika ketika mereka sudah duduk di kursi yang berjejer panjang di sebelah meja kosong itu.


Tau kan, kursi kursi panjang yang ada di tempat abang abang jualan Nasgor?


Nah kek gitu! Kalau kaga tau parah sih kalian.


"Gue pen pesen Bakso!" ucap Caca dengan semangat 45 nya.

__ADS_1


"Gue Mie Ayam" kali ini Gio yang berbicara.


"Gue pen Batagor!" ini Zeano yang ngomong.


"Ohh oke, bentar gue mau apaan ya?" tanya Vika pada dirinya sendiri bergumam. "Emm, gue pen Nasi Goreng aje deh!" seru Vika yang sudah memikirkan mau pesen apaan buat dirinya sendiri.


"Ogheyy, sapa nih yang bakalan pergi buat pesen pesenan kita ke mbak kantin nye?" tanya Caca bingung.


"Gio aja!" ucap Vika sekenanya.


"Kok gue?" tanya Gio memprotes tak terima.


"Kan badan lu yang paling gede dari kita semua, jadi bisa sekalian buat ngebawa pesanan kite" balas Vika dengan watados nya.


"Iye deh" balas Gio tak mau memperpanjang pembicaraan tak berguna mereka ini,


Baginya Vika itu sangat cerewet ketika berbicara, jadi kalau dia mau ngebalas omongannya Vika pasti tak akan ada ujungnya pembicaraan mereka.


"Seperti kereta api saja, nyerocos terus" batin Gio saat pertama mengenal Vika.


"Nih pesenan kalian" ucap Gio sambil membawa nampan berisi pesanan mereka masing masing.


"Ogheyy, makasih ye bebz" balas Vika sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Gio.


"Bebz mata mu" ujarnya membalas dingin.


"Aelah bejanda doang anjir!" ucap Vika sambil mendengus sebal.


"Gak lucu" ucap Gio sambil menatap wajah Vika yang kini sekarang tengah menatap Gio balik tajam.


"Yang bilang lucu saha?" tanya Vika malas.


"Ca, memang begini kah mereka kalo saling ketemu?" tanya Zeano sambil berbisik pelan ke Caca.


"Iye bjir, selalu kek gini bah. Ntar juga lu terbiasa kok kalau ngelihat mereka baku hantam" balas Caca sambil berbisik juga.


"Heh! Gue denger ye!" seru Vika menatap Caca tajam.


"Eh? Kegedean kah suara gue?" tanya Caca sambil mengerjapkan matanya gugup.


"Au ah, pikir aja sendiri!" balas Vika yang udah ngambek.


"Ketua ngambekan ih!" ucap Caca sambil merengut kesal.


"Biarin!" balas Vika.


"Bodo ah, mending gue makan dulu. Baru nyimak ini pertengkaran, asik juga sih mereka tengkar nye" batin Zeano sambil memakan batagornya.


"Kira kira siapa ye yang menang dalam acara lomba adu bacod ini?" lanjut Zeano berbatin.


"HORE! JAMKOS!" teriak seorang siswi senang saat mendengar guru yang akan mengajar di jam mata pelajaran kali ini sekarang lagi terkena demam, jadi guru tersebut pun tak masuk ke kelas mereka, alias tidak mengajar.


"YEYY!" teriak siswa yang lainnya.


"Heboh ih" ujar Zean pada Ivan; si bendahara kelas yang sukanya nagih nagih uang sosial.


"Hooh" balas Ivan sambil mengangguk kan kepalanya setuju.


"Terus sekarang enaknya ngapain ya?" tanya Zeano setelahnya.

__ADS_1


"Hmm, nyanyi aja kuy!" seru Ivan semangat.


"Kuy!" balas Zeano, kemudian ia mengeluarkan hp nya dan menyetel sebuah lagu.


"Give me that broom, please!" pinta Zeano pada seorang siswi yang tengah melakukan aktivitas piket kelas.


"O-okeyy" balas siswi tersebut kemudian segera


memberikan sapu yang ia pegang pada Zeano.


"OKE SEMUANYA, KALI INI KARENA JAMKOS GUE MAU NGADAIN KONSER DADAKAN YGY!" teriak Zeano sambil memegang tangkai sapu tersebut sebagai mic nya.


"KIW NYANYI AJA DEK!" teriak Vika sambil memberikan acungan jempol pada Zeano, ingat teman acungan jempol bukan OFF JUMPOL.


"AYO! NYANYI AJA!" teriak beberapa siswa/i lainnya.


"Ogheyy!"


"Three!"


"Two!"


"One!"


"SAMBALA SAMBALA BALA SAMBALADO!" nyanyi Zeano yang masih setia dengan mic sapunya.


"TERASA PEDAS, TERASA PANAS!" sambung seorang siswa yang tadinya mojok di pojokan; Dika.


"SAMBALA SAMBALA BALA SAMBALADO!!" ulang Zeano lagi.


"MULUT BERGETAR! LIDAH BERGOYANG!" kini Vika yang nyambung lagunya.


"CINTA MU SEPERTI SAMBALADO, AH, AH!" sambung seorang siswi; Salsa sambil mengipas ngipaskan tangannya di dekat mulutnya, biar kena vibes nya.


"RASANYA CUMA DI MULUT SAJA, AH AH!" nyanyi semua yang berada di dalam kelas; kecuali si kulkas.


"JANJI MU SEPERTI SAMBALADO, AH, AH!" sambung Ivan sambil berteriak.


"ENAKNYA CUMA DI LIDAH SAJA!" sambung Zeano menyanyikan lagu tersebut sambil memegang mic nya, dan tentu saja micnya adalah sapu yang sebelumnya.


"COLEK COLEK SAMBALADO! YEAHH!!" teriak seisi kelas; kecuali si Gio.


"OGHEYY, TERIMA KASIH SUDAH MENONTON SERTA MENDENGARKAN SUARA ZEANO ARSYAKALA YANG INDAH INI, JIKA SUARA SAYA MENGGANGGU MOHON SAJA DI MAKLUMI. ARIGATO ~" ucap Zeano sambil memberikan kembali sapunya kepada siswi yang sedang menyapu tadi.


"Wihh gile, konser bah yang tadi itu!" ucap Caca berteriak kagum.


"Ahaha seru juga!" teriak seorang siswa sambil tertawa pelan.


"Hm, mengganggu" gumam Gio sambil menatap tidak suka pada Zeano.


"Ck" decak Gio kemudian, lalu ia pun melanjutkan tidurnya yang terganggu karena konser dadakan yang di buat oleh Zeano itu.


.


.


.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2