
Sebut saja namanya Jimmy, laki-laki berusia 23 tahun. sebelum orangtua Jimmy meninggal, Jimmy sempat di titipkan dan di urus oleh seorang Paman. di mana keadaan Jimmy saat itu, masih membutuhkan kasih sayang.
namun di usia Jimmy yang beranjak 13 tahun, orangtua Jimmy kecelakaan dan meninggal dunia.
sedangkan Paman Jimmy dalam memenuhi kebutuhan, sangat susah?? membuat Jimmy sulit untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam hati Jimmy berpikir??
sebagai balas Budi, Jimmy tetap akan melanjutkan sekolah. tapi sambil sekolah, Jimmy juga akan membantu Pamannya untuk mencari uang. Jimmy akan membagi waktu sekolah, dengan waktu kerja meskipun hanya sebagai kuli bangunan.
setiap hari Jimmy berangkat pagi, untuk sekolah. dan pulang sekolah, Jimmy pergi menjadi kuli bangunan. meskipun di tempat kerja cuma Jimmy yang berusia muda, namun Jimmy tak perduli. walaupun teman-teman Jimmy di sekolah suka menghina dan membully, Jimmy tetap tidak perduli?? yang terpenting dalam hidup, Jimmy hanya ingin membantu
pekerjaan kuli bangunan bagi setiap orang, memang susah. tapi bagi Jimmy, itu adalah pekerjaan yang sangat mulia.
usaha Jimmy, memang tak semudah membolak-balikkan telapak tangan. namun berkat kerja keras, Jimmy berhasil mengumpulkan uang. sebagian untuk memenuhi kebutuhan, dan sebagian lagi Jimmy tabung untuk biaya sekolahnya.
namun tanpa terduga, suatu malam Jimmy baru menyadari?? kalau kesibukan dan keseharian Pamannya hanya menjudi dan mabuk-mabukan. bahkan semua uang jari payahnya, malah di rampas oleh Pamannya.
" Lah... Paman, kok uang ku di ambil semua " tanya Jimmy dengan kaget
" uang... ini untuk Paman, dan kau bisa cari lagi " ucapnya tak perduli
" untuk... apa sih, Paman " tanya Jimmy
" Ya... untuk judi lah, emang menurutmu buat apa "
" apa... jadi selama ini, Paman main judi " tanya Jimmy
" emang... kau pikir, selama ini kau hidup dari uang apa?? gue... seorang pengangguran, dan cuma judi yang bisa menghasilkan uang " jawabnya memberitahu
" tapi... Paman?? setidaknya Paman sisahkan sedikit buat aku, untuk sekolah " ucap Jimmy
" aahh... tidak, kau kan bisa cari lagi?! dan... uang ini, untuk Paman " ucapnya tak perduli sambil menghempas kasar tangan Jimmy
" astaga... Paman, Paman bau alkohol juga " ucap Jimmy yang tak sengaja mencium bau tubuh Pamannya
" iyya, emang kenapa " jawabnya tak perduli, sambil mata melotot
" udah... Paman, sekarang uang itu kasih aku?? aku... tidak mau, uang itu di habiskan cuma untuk judi dan mabuk-mabukan " ucap Jimmy sedikit menegaskan ucapannya
__ADS_1
BRUK!!
" uang... ini sudah di tangan Paman, jadi semua uang ini milik Paman " ketusnya sambil mendorong keras tubuh Jimmy, sampai jatuh tersungkur di lantai kemudian melangkah pergi
" tapi... kalau uangnya di ambil semua, nanti Jimmy pakai apa " teriak Jimmy
" gue... gak perduli, yang jelas?? kau tidak berhak lagi menggunakan uang ini. mau... usaha apapun, dan kau mau cari di mana pun gue tidak perduli " namun Pamannya tetap tidak perduli, dan setelah mengambil semua uang keponakannya?? Paman Jimmy langsung pergi meninggalkan tempat
" Ya... Allah, jadi selama ini Paman ku suka menjudi dan mabuk-mabukan. bahkan... uang yang selama ini aku kumpulkan, di rampas hanya untuk di pakai judi " batin Jimmy menatap punggung Pamannya melangkah masuk ke dalam kamar
sedangkan Pamannya??
" oiiyya... satu lagi, besok kerja keras lagi ya?? cari... uang, nanti uangnya untuk Paman lagi. selama... ini kau kan hidup dari uang hasil judi, jadi kau harus menggantinya. kalau... tidak, kau tahu sendiri akibatnya " sambungnya tanpa malu-malu, kemudian masuk kamar sambil membanting pintu
Bahkan setelah kejadian malam itu, perubahan sikap Pamannya semakin menjadi-jadi. ia semakin kasar, dan semakin memperlakukan Jimmy semena-mena. Bahkan Pamannya tak sungkan-sungkan melarang Jimmy untuk pergi sekolah, agar Jimmy bisa fokus mencari uang untuk di pakai judi
sampai suatu hari, Jimmy bolos kerja karena urusan mendesak di sekolah?? Jimmy tidak bisa menghasilkan uang, namun tanpa pikir panjang. Pamannya malah tak perduli dan bahkan tega memukuli Jimmy hingga membuat perubahan sikap Jimmy semakin hari semakin berubah sampai hilang kesabaran. sejak Jimmy menggantikannya mencari uang, Pamannya itu malah kesenangan dan malah memanfaatkan Jimmy untuk di jadikan sumber penghasilan. dan secara tidak langsung, Jimmy yang banting tulang?? Pamannya yang kesenangan menghabiskan uang. kalau Jimmy tidak bisa menghasilkan uang, maka Jimmy harus siap terima hukuman.
namun kali ini, Jimmy tidak bisa tinggal diam. rasa kecewa dan marah, kini menjadi satu. Jimmy gelap mata, sampai nekat merencanakan pembalasan untuk Pamannya. bukan hanya pembalasan, namun Jimmy juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membunuh Pamannya jika Pamannya mencoba untuk melakukan perlawanan
sore itu, semua urusan di tepis oleh Jimmy. yang ada dalam hati dan pikirannya, hanya balas dendam dan balas dendam. dari jam enam sore sampai sebelas malam, Jimmy terus menunggu Pamannya pulang dari perjudian. dan ketika suara motor Pamannya sudah terdengar, Jimmy langsung bersembunyi di belakang pintu sambil semua lampu sengaja di matikan
BRUK!!
" Jimmy... hai Jimmy, di mana kau " teriaknya setelah menendang pintu
ia akan meminta uang ke Jimmy, dan melampiaskan semua kekesalan kepada Jimmy. namun karena tak mendapatkan jawaban, sontak Paman Jimmy semakin emosi.
" Hai... Jimmy, di mana kau bangsat " teriaknya
BRAK!!
BRUK!!
apapun yang di tangannya, ia ambil dan di bantingnya. ketika ia berniat menghidupkan lampu, Jimmy langsung menghantamkan benda keras tepat di belakang kepalanya
" mati, kau!! " ucap Jimmy setelah melihat Pamannya tergeletak di lantai
" hmm... tadi kau mengatai aku bangsat kan, tapi sekarang kau apa?? kau... sangat pecundang, memanfaatkan diriku untuk memehuni kesenanganmu " ucap Jimmy kembali, sambil menyeret tubuh Pamannya keluar dari rumah dan langsung membawa Pamannya ke suatu tempat yang sangat terpencil
__ADS_1
***
Beberapa saat kemudian, Jimmy pun sampai. dan ketika sampai, Jimmy langsung menyiram wajah Pamannya untuk membuat Pamannya terbangun dari pingsannya
BIURR!!
" Hai... bangun kau, pecundang " ucap Jimmy setelah menyiram wajah Pamannya
sedangkan Pamannya, langsung terbangun setelah mendapat perlakuan demikian. wajahnya pucat, dan menampakkan ekspresi wajah yang sangat bingung
" Hai... bangsat, tempat apa ini?! kenapa... kau membawa gue, kemari " teriaknya dengan mata melotot
" selama... ini, aku sudah cukup sabar menerima semua perlakuan mu Paman. tapi... malam ini, sudah cukup-sudah cukup " ucap Jimmy
" memang... kau mau, apa " tanyanya dengan mata melotot
" nyawamu " jawab Jimmy dengan ekspresi dingin
" hahahaha... leluconmu sangat bagus, dan gue sangat terhibur " ucapnya meremehkan
" Hai... Paman, siapa yang bercanda?? kau... tidak bisa melihat, benda apa yang aku bawa " ucap Jimmy sambil menunjuk benda tanjam yang sengaja Jimmy siapkan. yang tidak lain dan tidak bukan, adalah gergaji pemotong rumput
" meskipun... benda ini kecil, tapi ini cukup untuk mencabit-cabit tubuhmu " sambung Jimmy memberitahu
" kalau... kau memang berani, lepaskan gue. kita... duel satu lawan satu, kita tentuin siapa yang hidup dan siapa yang mati " ucapnya menawarkan sesuatu, namun
" hahahaha... kau pikir, aku bodoh Paman?? kau... bukannya bermain adil, yang ada kau pasti melakukan kecurangan. tapi... jika untuk mendapatkan keadilan, benda inilah yang akan membuktikan " ucap Jimmy memberitahu
" kau... memang anak bangsat, tidak tahu diri?! jadi... begini balasanmu, yang katanya mau balas budi " ucapnya dengan wajah terlihat sangat marah dengan mata melotot
" tadinya... aku memang berniat membalas semua, kebaikanmu Paman?? tapi... niat ku untuk membantu, malah Paman manfaatkan. semakin hari Paman semakin memperlakukan aku semena-mena, dan kali ini aku tidak bisa tinggal diam " ucap Jimmy dan perlahan menghidupkan gergaji pemotong rumput tersebut
" Hai... bangsat, mau ngapain kau!! menjauh dari ku, jauhkan benda terkutuk itu dari ku---- "
Tanpa membuang-buang waktu, Jimmy langsung menghantamkan benda tersebut ke seluruh tubuh Pamannya. sedangkan Pamannya, dalam keadaan tangan dan kaki terikat. memperlihatkan ia seperti, hewan yang akan di cingcang habis, yang siap untuk di rebus ataupun di goreng namun tidak untuk di makan
Bersambung
...Terima kasih🙏🙏🙏...
__ADS_1