
" lapor bos, kantor suplai non Jihan kini mulai bangkit lagi.?? kita harus buat apa, untuk rencana selanjut nya". ujar salah satu anak buah Rico yang datang memberi info pada tuan nya.
" kurang ajar...!! gimana bisa kantor pacar psikopat itu bisa bangkit lagi..??". ujar Rico sambari menepuk meja karena kesal.
" sepertinya ada orang pintar di balik ini semua bos, dia yang bikin masalah rumit jadi mudah". sahut mereka lagi yang berbicara
" kurang ajar...?!! cari tau siapa orang itu, dan terus awasi kantor pacar psikopat itu?? jangan biarkan mereka berhasil..?!!. seru Rico yang semakin emosi, sembari meminta anak buah nya untuk mengawasi kantor suplai Jihan dan teman² nya.
__ADS_1
" baik bos, kami segera berangkat..??". sahut mereka serentak pada perintah Rico, sembari melangkah pergi melaksanakan tugas.
" hmm... tak akan ku biarkan kalian bahagia, sebelum dendam ku terbalas??. kalian semua terlibat dalam pembunuhan saudara kembar saya Reno, maka kalian semua harus terima akibatnya". gumam Rico setelah anak buah nya pergi.
" paka Rico memang jauh berbeda dengan Reno, dia lebih sadis dan mengerikan..??". kalo seperti ini terus, dunia benar² akan hancur". batin Anton yang merasa takut pada Rico yang di kuasi amarah karena balas dendam.
" ti...tidak pak..?? saya cuma berpikir, mereka memang pantas menerima pembalasan dari pak Rico?? karena perbuatan mereka sendiri". jawab Anton sedikit gugup karena takut salah ngomong, dan berusaha mengelak dari tatapan Rico pada nya yang seperti ingin memakan orang.
__ADS_1
" hmm...". dehem Rico yang mendengar ucapan Anton berusaha tenang di depan tuan nya itu.
" baik Anton, ikut saya sekarang ke kantor polisi..??" saya akan menemui psikopat itu, saya ingin buat kejutan pada dia". sambung Rico lagi yang mengajak Anton untuk menemui Jimmy di kantor polisi.
" ba...baik tuan". jawab Anton yang merasa ketakutan. " astaga, perang dunia kedua akan segera terjadi". kenapa pak Rico tiba² ingin menemui Jimmy, pak Rico seperti nya ingin membangukan singa yang sedang tidur". batin Anton yang semakin ketakutan dan khawatir, sembari mengikuti Rico yang melangka keluar kantor.
...terima kasih🙏🙏🙏...
__ADS_1