A Psychopathic Man 1

A Psychopathic Man 1
Episode 05. Kemarahan Yang Tak Berbendung


__ADS_3

Selesai dari toilet. Dengan sikap angkuh Windy perlahan duduk, dan langsung menyantap makanan yang sudah di pesan Jimmy. Namun tak berselang beberapa menit, perasaan Windy mulai tidak enak. Kepalanya tiba-tiba pusing, dan mulai mengantuk. Dan tak cukup lama ia merasakan hal itu, Windy pun tertidur akibat pengaruh obat yang telah di campurkan ke dalam minumannya. Karena Jimmy memang sengaja mencampurkan obat tersebut, agar mempermudah dirinya untuk membalaskan dendamnya. Dan setelah melihat Windy tak sadarkan diri, Jimmy segera membawa Windy ke suatu tempat setelah membayar makanan dan minuman yang sudah ia pesan.


Malam semakin larut. Dengan susah paya Jimmy pun akhirnya sampai di suatu tempat, yang hanya bermodalkan motor bututnya. Dalam perjalanan, Jimmy pun berusaha bersikap manis agar tak ada orang yang mencurigai dirinya. Namun setelah sampai Jimmy pun kembali ke sikap awalnya. Dingin, datar dan tak kenal ampun. Siapapun yang berani mengusik dirinya, Jimmy tak akan memaafkan orang tersebut sebelum mereka meregang nyawa di tangannya.


Dan seperti halnya Windy, gadis itu benar-benar sudah mengusik kemarahannya. Cinta dan kesetiaan yang ia berikan, malah di balas penghianatan dan sakit hati. Setibanya di sana, Jimmy terlebih dahulu memarkir motornya di pinggir hutan. Kemudian tanpa belas kasihan, Ia langsung menyeret tubuh Windy masuk hutan. Di mana keadaan Windy saat itu sangat menyedihkan. kepalanya tertutup kain, sampai tangan dan kaki dalam keadaan terikat.


Sebelum di bunuh, Jimmy terlebih dahulu menyekap Windy di ruang kosong yang ada di rumah itu. Kemudian Jimmy melangkah pergi, menyiapkan sesuatu, di ruangan lain. Di ruangan itu, Jimmy mulai menyiapkan senjata-senjatanya yang akan ia pakai membunuh. Bahkan Jimmy tak lupa menyiapkan video, di mana ia merekam dirinya sendiri dalam membunuh Bobby temannya.


Orangtua gadis itu mulai cemas, karena sampai sekarang putrinya belum kembali. Apalagi saat Windy pergi, ia sama sekali tidak meminta izin kepada orangtuanya. Yang membuat pihak keluarga, terutama orangtua semakin cemas dalam memikirkan putrinya yang belum kembali. Untungnya ponsel milik putrinya masih bisa di hubungi.


Sedangkan Windy yang semula tak sadarkan diri, mulai membuka mata dan perlahan menggerakkan tubuhnya karena sudah terasa kaku akibat ikatan Jimmy yang terlalu kuat.


"Astaga... apa yang terjadi, kenapa kaki dan tangan ku terikat" umpat Windy dalam hati, setelah terbangun.

__ADS_1


Setelah sadar, Windy berniat menerima telepon tersebut. Namun ia tidak bisa, karena tangan dan kakinya keadaan terikat. Bahkan Windy sangat bingung, karena penglihatannya gelap karena tertutup kain. Mendengar ponselnya terus berbunyi, Windy semakin berusaha melepaskan diri.


"Ini.... apa lagi ini, kain apa ini?? kenapa kepala ku di tutup kain, bikin orang gak bisa lihat saja" gerutu Windy berusaha melepaskan diri, namun tidak bisa.


Namun Jimmy, selesai dengan kegiatannya. Ia pun kembali ke ruangan itu, di mana ia menyekap Windy kekasihnya. Dan melihat Windy terbangun dan berusaha melepaskan diri.


"Dasar... perempuan ******, akhirnya kau bangun juga"


"keterlaluan... apa-apaan sih kamu Jimmy, apa yang kamu lakukan. sebelum teriak, cepat lepaskan aku"


"******! gak punya malu??" gumam Jimmy dengan tatapan penuh kebencian, menatap gadis yang ada di hadapannya itu.


"apa sih maksud kamu Jimmy, kenapa kamu tiba-tiba seperti ini. cepat lepaskan aku, jika tidak jangan harap kamu dapat maaf dari ku" ucap Windy, yang masih menggunakan bahasa tubuh karena tangan dan kakinya masih dalam keadaan terikat.

__ADS_1


"Terserah?? karena yang aku butuhkan saat ini bukan maaf, tapi kematianmu" gumam Jimmy sambil mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya.


"Astaga... Jim, gak usah banyak tingkah. leluconmu gak menarik, dan cepat jauhkan pisau itu dari ku" Sontak Windy meronta-ronta ketakutan, melihat Jimmy tiba-tiba menggenggam pisau yang terlihat sangat tajam dan runcing.


"Aku tidak bercanda, karena pisau ini sebentar lagi akan bermain-main dengan mu?? ia akan merusak wajah mu yang cantik, dan mengoyak hatimu yang angkuh" gumam Jimmy semakin lepas kendali, sambil menggoyang-goyangkan pisau lipatnya di depan wajah gadis itu.


"Jim... tolong lepaskan aku, dan kalau aku punya salah tolong maafkanlah aku. Jimm maafkan aku, ampuni a----------"


Tubuh Windy mulai gemetar, dan dalam ketakutan Windy berusaha memohon dan meminta maaf. Namun Jimmy, tanpa ampun. Ia langsung menarik rambut Windy, dan menyeretnya ke ruang sebelah yang sudah ia persiapkan untuk menyambut kematian Windy yang sebentar lagi.


"Jim... ampuni aku, maafkan aku Jimm"


Bersambung

__ADS_1


...terima kasih 🙏🙏🙏...


__ADS_2