
sementara Jihan mengalami amesia namun ditampat lain ada Jimmy yang sangat kacau ditambah Jimmy sudah mengetahui Jihan sedang hilang hingga suatu malam Jimmy berniat untuk mendatangi rumah Sintia bersama dengan Marta sebagai sangraan Jimmy
" ayo teriak?!! panggil teman loh keluar?!! kata Jimmy sambil mengancam senjata pada Marta membuat Marta semakin ketakutan
" Sin.... Sintai?!! buka pintunya?!! teriak Marta memanggil temannya dari luar.
dor
dor
dor
__ADS_1
"siapa sih...?!! gak sopan banget deh?!! gedor2 pintu segala'. teriak Sintia dari dalam
" ini gue Sin...?!! Marta teman loh?!! teriak Marta
"iyya2 sebentar??!! Mar..!! ucap Sintia
" loh, kenapa sih gedor2 pintu kaya gitu?!! kaya kebelet pipis aja deh?!! ucap Sintia sebelum membuka pintu, namun Marta tidak menjawab karna sudah dilanda rasa takut.
" loh berdua harus ngaku sekarang?!! siapa orang yang membuat Jihan menghilang?!! atau gue bunuh loh sekarang juga?!! kata Jimmy sambil mengancam mereka berdua.
" heeeemmm.....heeeemmmm....??!! bukannya menjawab mereka berdua malah menangis karna ketakutan.
__ADS_1
" hai hai?!! kalian gak usah menangis?? hahaha, gue tidak butuh air mata kalian?!! yang gue butuhkan adalah Jihan, mengerti?!! kata Jimmy
" Jim... loh harus tenang dulu?? kami ini, teman Jihan pacar loh?? kenapa sekarang loh jadi kaya gini??? kata Sintia sambil menenangkan Jimmy yang mengamuk.
" hahahah, gue tidak akan kaya gini?? kalau tidak ada sebabnya?? kalian semua selalu memancing emosi gue??!! sekarang jawab, siapa orang yang membuat Jihan menghilang?!! atau loh yang jadi korbannya.
" baik Jim...?? gue akan kasih tahu loh, tapi loh harus tenang dulu?? cara loh ini, cuma buat kita takut saja?? jelas Sintia berusaha menenangkan Jimmy, sehingga Jimmy bisa lebih tenang sekarang. lalu Sintia melepaskan Marta dan menjelaskan semua kejadian yang membuat Jihan menjadi menghilang.
tetapi setelah Sintia menjelaskan Jimmy kembali kacau lalu pergi meninggal mereka berdua yang masih ketakutan.
...terima kasih🙏🙏🙏...
__ADS_1