
" di... di sana, Gilang di sekap...? ucap Sintia yang segera berlari untuk menolong Gilang yang di sekap dalam gudang.
" Dooorr....!! tiba² suara tembakan terdengar, Sintia langsung mati seketika karena di tembak oleh anak buah Rico.
" Sintia...!! teriak Jihan dan Marta melihat teman nya sudah tak bernyawa.
" hiks hiks hiks...?? kau telah membunuh teman ku, liat saja kau...??". amarah Jihan meladak² karena teman nya mati tepat di hadapan nya.
" diam, kau..!! hahaha....?". bentak mereka sambil tertawa
" apa kau, juga ingin seperti dia...??". tenang, asal kau melayani kami du....??". ucap salah satu dari mereka terhenti ketika Gilang tiba² datang menggorok leher nya dengan golok runcing.
" kau...!! berani nya kau membunuh teman....?". ucap laki² itu terhenti lagi ketika salah satu teman Jimmy datang menolong mereka.
" kalian ikut lah dengan ku, kita aman jika lewat sini". ucap Zam teman Jimmy
sementara Jihan, Marta dan Gilang hanya mengangguk dan segera mengikuti Zam dari belakang, di mana Gilang menggendok tubuh Sintia juga pergi dari tempat itu".
" Sin, aku harus bawa kamu juga pergi dari sini". ucap Gilang sambil menggendong tubuh Sintia yang sudah melemas
__ADS_1
kedua teman Zam sudah mati terbunuh oleh orang² Rico, jadi hanya Zam yang bertahan dan sebisa mungkin membawa mereka pergi dari tempat.
" Jim, saya mohon jangan bunuh saya...? maaf saya Jim, maaf kan". kata Rico yang pura² menyerah sambil berlutut di bawa kaki Jimmy
" kau pikir, gw akan terpengaruh...??". Engga...! semakin kau merengek, samakin gatal tangan gw untuk bunuh loh". kata Jimmy
" tapi, sayang aakhh...? kalo kau mati secepat itu, baik lah..?? kita akan bertarung memakai tangan kosong, dan loh jangan sampai curang". sambung Jimmy sambil meletak kan senjata nya di bawa pohon, dan mulai mengambil ancang².
Jimmy dan Rico berkelahi habis²an dengan tangan kosong, pada saat itu juga Jihan tidak sengaja melihat Jimmy hampir mengalah kan Rico. namun karena teriakan Jihan, Jimmy jadi teralihkan. dan Rico langsung mengambil kesempatan untuk menyerang balik Jimmy dengan pisau lipat nya.
SRET
SRET
SRET
tubuh Rico di cincang habis, di mana Jimmy mengingat semua orang² yang telah di bunuh dengan sadis. dengan sisah napas nya dia berhasil melumpuhkan Rico dan Jimmy pun langsung menjatuh kan diri ke tanah.
sementara Jihan hanya bisa memangkuh kepala Jimmy dengan air mata yang tak bisa di bendung lagi. Gilang, Marta dan juga Zam melangkah mendekati Jihan yang sudah menangis terisak.
__ADS_1
" Jim, kenapa loh harus beakhir seperti ini...?". gw sangat merindukan mu, sangat benci". ucap Jihan dengan perasaan kacau
" gw sangat benci loh, karena loh seorang pembunuh". tapi kenapa, loh harus meninggal kan gw seperti ini". sambung Jihan
" Han, gw bahagia bisa melihat loh bahagia...??". tapi gw tidak bisa menghindar lagi". ucap Jimmy dengan napas terputus²
" gw cinta dan sayang loh, tapi gw tidak bisa hidup dengan loh". gw bahagia, karena gw sempat merasakan kasih sayang loh". sambung Jimmy yang dengan napas masih terputus²
" hai kau..!! kemari, mendekat lah". ucap Jimmy menanggil Gilang
" a...aku...?". sahut Gilang
" gw mau loh jaga Jihan, untuk gw...??". jangan kau sakit dia, atau pun.... aaakhh...?". kata Jimmy yang sudah skarat
" Jim, gw tidak ingin loh meninggal kan gw seperti ini". timpal Jihan
" terima kasih Jihan, terima kasih sayang...?". kata terakhir sebelum Jimmy meninggal di pangkuan Jihan.
" Jim, aku janji...?? aku akan lindungi Jihan, seperti kamu melindungi nya". tak akan ku biar kan siapa pun melukai nya". janji Gilang setelah Jimmy meninggal
__ADS_1
Bersambung...
...terima kasih🙏🙏🙏...