A Psychopathic Man 1

A Psychopathic Man 1
Episode 04. penghianatan, terganti dengan kematian part 2


__ADS_3

sedangkan Jimmy dengan perasaan marah, ia pun tidak perduli dengan teriakan temannya. bukannya menghentikan aksi, Jimmy malah semakin brutal. setelah memotong benda berharga Bobby, Jimmy langsung menyayat mulut Bobby menggunakan gergaji pemotong rumput itu. bahkan sekarang, kepala Bobby kini terpisah dari tubuhnya. tanpa rekayasa, darah segar kini mengalir di rumah itu. bahkan baunya sangat menyengat, namun Jimmy sama sekali tidak terusik dengan darah tersebut. setelah memotong habis tubuh temannya, Jimmy langsung menguburnya dengan lubang yang sudah di persiapkan. bahkan aksi brutalnya barusan, dengan sengaja Jimmy rekam?? untuk di perlihatkan ke Windy, sebagai hadiah spesial.


sebelum meninggalkan tempat, Jimmy terlebih dahulu mempersiapkan sesuatu untuk menyambut ke datangan Windy. setelah itu, Jimmy segera meninggalkan tempat?? di mana jasad temannya, kini terkubur di sana


***


beberapa saat kemudian, akhirnya jam menunjukkan pukul 06.30 sore. dengan baju kaos berwarna merah muda, serasi dengan celana jeans berwarna hitam?? dengan penampilan sederhana, Jimmy pun sampai di rumah Windy untuk menjemput.


sesampainya di rumah, Jimmy langsung menghubungi kekasihnya.


" hmm... ada, apa " tanyanya setelah menjawab telepon


" Win... udah siap belum, aku udah di depan rumah mu nih " ucap Jimmy memberitahu

__ADS_1


" iyya... tunggu aja aku di sana, sebentar lagi aku keluar " jawab Windy, dengan suara ketus


" oke, aku tunggu di sini " ucap Jimmy, kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


dan tak perlu menunggu waktu lama, Windy pun segera melangkah keluar dengan penampilan anggunnya. sedangkan Jimmy, semua rasa cinta dan kagumnya untuk kekasihnya kini hilang entah kemana. padahal dulu, jika melihat Windy berpenampilan demikian?? Jimmy langsung terkagum-kagum, dan terpesona dengan keindahan tubuh kekasihnya. namun kali ini, Jimmy hanya merespon penampilan Windy dengan tatapan dingin dan kosong. dan sikap Jimmy pun seperti itu, sampai di sebuah restoran yang terkenal cukup mahal.


sebagai seorang Windy, ia pun sama sekali tidak perduli dengan apa yang di rasakan Jimmy. mau itu buruk atau baik, Windy sama sekali tidak perduli. sikapnya cuek, dan semakin sombong dan angkuh.


Jimmy yang berpura-pura bersikap santai, ia pun segera menawarkan sesuatu kepada Windy.


sedangkan Windy??


" aku... maunya sih, terserah?? tapi... aku juga tidak mau makan, yang biasa-biasa saja. aku... cuma mau makan, makanan yang paling mahal yang ada di restoran ini. bagaimana... apa kau, sanggup " ucap Windy dan semakin membuat amarah Jimmy menjadi-jadi

__ADS_1


" Ya... sanggup tidak sanggup, sih?? tapi... kalau buat kau, apapun akan aku lakukan " ucap Jimmy yang berusaha meresahkan emosi


" oke... tapi, jangan sampai malu-maluin aku ya?? kalau... sampai, kau tidak akan mendapatkan maaf dari ku " ucap Windy


" iyya... Windy, sayang?? aku... janji, kali ini aku tidak akan mengece---- "


" aakh... udah aakh, mau muntah aku dengar gombalan murahan mu itu " sela Windy, sambil berdiri dari kursinya. membuat Jimmy semakin hilang kesabaran, namun dengan segala cara Jimmy lakukan untuk merendahkan emosi


" lah... Win, kau mau kemana " tanya Jimmy, kembali melanjutkan ucapan yang sempat terpotong


" kau... pesan makan saja dulu, aku mau ke toilet " ketus Windy memberitahu tahu, dengan memperlihatkan sikapnya yang semakin angkuh. membuat Jimmy semakin menaruh kebencian, kepada dirinya


Bersambung

__ADS_1


...Terima kasih 🙏🙏🙏...


__ADS_2