A Psychopathic Man 1

A Psychopathic Man 1
Episode 03. penghianatan, terganti dengan kematian part 1


__ADS_3

sedangkan Jimmy, setelah menghubungi Windy?? ia langsung mendatangi rumah temannya. sebelum membunuh Windy, Jimmy akan terlebih dahulu melakukan pembalasan kepada temannya. rasa sakit yang di rasakan, kini terganti dengan rasa benci. dan tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya Jimmy sampai di rumah temannya


Tok... Tok... Tok!!


ceklit.


" Hai... Jim, kau di sini?? " tanyanya setelah membukakan pintu untuk Jimmy


" iyya... aku di sini, emang gak boleh " jawab Jimmy sambil melangkah masuk


" Ya... boleh, tapi bukannya kau harusnya di rumah Windy " ucapnya bertanya


" mau... ngapain ke rumah Windy, mending aku kesini " jawab Jimmy dengan santai, sambil menahan emosi


" emang... kau gak tahu Jim, kalau Windy ulang tahun hari ini " ucapnya memberitahu


" hhaaa... yang benar kau, Bob?? tapi... masa Windy, gak kasih tahu aku. kalau... tahu kan, aku bisa beliin hadiah " ucap Jimmy pura-pura tidak tahu


" astaga... Jim, masa hal seperti itu harus Windy yang kasih tahu?? sebagai pacar, ya kaulah yang harus beranisiatif untuk membelikannya hadiah?? bukan... malah, kau lupa dengan hari ulang tahunnya " gumal Bobby untuk memberitahu, membuat wajah Jimmy memerah karena menahan amarah


" iya iya... ulang tahunnya kan hari ini, dan nanti malam aku akan mengajak Windy ke restoran " ucap Jimmy


" untuk... apa, udah telat kali?? harusnya... kau ucapin hari ini, bukan nanti malam?? lagian... kau mau ajak dia ke restoran, emang kau punya uang " sela Bobby sedikit merendahkan temannya


" Ya... kalau aku ajak dia ke restoran, ya pasti aku punya uang lah. lagian... Windy itukan pacar ku, usaha dikit gak apa-apalah " jawab Jimmy melanjutkan ucapannya yang sempat terpotong


" hahahaha... kau gak tahu aja Jim, kalau tadi aku habis ke rumah Windy. selain... miskin, ternyata kau juga sangat bodoh " umpat Bobby dalam hati, dengan wajah berusaha menahan tawa


" karena... aku tahu, maka dari itu aku datangi rumahmu bangsat?! kau... udah kalah taruhan, dan kau adalah teman ku. tapi... ternyata kau, malah main belakang. dengan kematian mu, itu adalah hadiah spesial ku untuk Windy " gerutu Jimmy dalam hati


" oiiyya... ngomong-ngomong, kau datang kesini buat apa " sambung Bobby bertanya


" aku... bosan di rumah terus, apa lagi ini kan hari minggu dan aku tidak kerja hari ini. tapi... untuk mengisi waktu, bagaimana kalau kita jalan-jalan " ucap Jimmy memberitahu, dan tanpa banyak pertimbangan Jimmy langsung menawarkan sesuatu kepada temannya


" emang... kita mau, kemana " tanya Bobby


" akhir-akhir ini kan, aku juga sibuk kerja malam?? biasalah... pertarungan ilegal, dan kebetulan aku juga punya beberapa teman cewek. daripada kita di rumah terus, bagaimana kalau kita main bareng mereka " ucap Jimmy memberitahu


" maksud... kau, teman-teman seksi gitu " tanya Bobby dengan mata melotot karena belum percaya kalau Jimmy memiliki teman selain Windy


" iyya... dan kau mau, tidak?? kalau tidak mau, hmm bisa rugi nanti " ucap Jimmy semakin memancing, sedangkan Bobby dengan susah payah menahan salivanya karena mendengar ucapan temannya itu


" emang... udah berapa kali, kau main sama mereka. dan... apa Windy tahu, dengan hal ini " tanya Bobby semakin bernafsu


" aku... pernah di tawarin, sih?? tapi... aku gak pernah terima, karena ya aku punya Windy?? tapi... untuk mengisi kekosongan, gak salah kan kalau kita coba " ucap Jimmy, sedangkan Bobby tanpa membuang-buang waktu ia langsung menarik tangan Jimmy lalu segara mengajak temannya ke tempat itu


" hahahaha.... dasar, otak mesum?? dengar cerita soal cewek seksi aja, nafusnya langsung naik. tapi... gak apa-apa, setidaknya rencana untuk memancing bajingan ini berhasil. dan... bukannya cewek seksi yang akan dia dapatkan, tapi kematiannya " umpat Jimmy dalam hati, kemudian menghidupkan mesin motor?? lalu segera membawa Bobby, ke suatu tempat.

__ADS_1


dan tak perlu menunggu waktu lama, motor yang di kendari Jimmy pun sampai. Jimmy langsung memarkir motornya, kemudian mengajak temannya masuk ke dalam hutan.


" Jim... tempat apaan sih, nih?? kau... bukannya membawa ku ke tempat yang paling bagus, untuk bersenang-senang?? Eekh... kau malah membawa ku, ke dalam hutan " gerutu Bobby sambil mengikuti langkah temannya dari belakang


" namanya... juga pertarungan ilegal, ya pasti tempatnya terpencil?? kita... harus melewati beberapa hutan, baru kita sampai. lagian... kalau mau bersenang-senang, inilah tempat yang paling bagus. terpencil, dan tidak banyak orang " ucap Jimmy memberitahu, membuat Bobby semakin bernafsu


" oiiyya ya, ucapan kau benar juga?? kalau... begitu, aku bisa jalan duluan kan " ucap Bobby semakin bernafsu


" lah... kok gitu, emang kau tahu tempatnya " tanya Jimmy


" Ya... kau tetap di belakang, tapi kasi tahu aku di mana jalannya " ucap Bobby


" oh yayaya, aku ngerti sekarang?? dan... karena kau pertama kali kesini, jadi aku tempatkan kau sebagai tamu spesial. aku... biarkan kau jalan duluan, dan aku ngikutin kau dari belakang " ucap Jimmy bersikap seolah-olah tidak mengerti masuk ucapan dan tujuan temannya


" nah... itu tuh, yang aku maksud?? kalau... begitu, aku di depan dan kau di belakang " sambung Bobby dengan percaya diri


" oke " sambung Jimmy menimpali


Namun, setelah beberapa saat mereka berjalan masuk ke dalam hutan?? mereka sama sekali tidak menemukan sesuatu. Bobby mulai sedikit curiga, namun dengan cepat Jimmy mengalihkan perhatiannya. dan di saat Bobby mulai kelelahan, dan tanpa di sadari oleh Bobby?? tanpa membuang-buang waktu, Jimmy langsung memukul pundak Bobby menggunakan sebatang kayu. dan secara tidak langsung, Bobby refleks menjatuhkan tubuhnya ke tanah.


setelah menyadari temannya tak sadarkan diri, Jimmy langsung menyeret Bobby masuk ke rumah?? Ya tepatnya di dalam hutan. pada saat Jimmy membunuh Pamannya, Jimmy sempat membangun rumah di hutan itu?? kemudian alat yang dulu di pergunakan, Jimmy sembunyikan di rumah itu. dan sekarang, rumah itulah yang akan menjadi saksi?? di mana Jimmy akan membalas mereka dengan setimpal, atas penghianatan yang mereka lakukan


Jimmy mengikat kaki dan tangan Bobby, seperti hewan yang akan di sembeli. dan setelah menunggu beberapa saat, Bobby sekarang tersadar dari pingsannya


sesaat Bobby memutar bola matanya, untuk mengingat kejadian sebelum ia tak sadarkan diri. pundak bekas pukulan Jimmy, sangat terasa sakit. namun Bobby tidak bisa menyentuhnya, karena kaki dan tangan dalam keadaan terikat. Bobby berusaha melepaskan ikatan tangannya, namun ikatan Jimmy terlalu kuat hingga Bobby susah melepaskan diri.


" woow... kau udah sadar, teman?? aku... kira tadi, kau udah mati " ucap Jimmy yang melangkah masuk, setelah mendengar suara temannya


" apa-apaan ini Jimmy, dan apa maksud kau " tanya Bobby dan berusaha melepaskan diri


" kau... akan mati, kau harus membayar mahal atas penghianatan mu " gumam Jimmy dengan ekspresi dingin menatap temannya


" Jim... jangan bercanda, ayo cepat lepaskan aku?? katanya... tadi mau main, lalu di mana teman-teman mu " ucap Bobby


" ini... teman-teman ku, mereka lah yang akan bermain-main dengan mu " ucap Jimmy setelah mengambil dan menghidupkan gergaji pemotong rumput tersebut


" aakh ummkh... Jim-Jim jangan main-main, benda itu sangat berbahaya. kalau... mau bercanda, jangan berlebihan " ucap Bobby


" siapa... yang bercanda, aku memang ingin bermain-main dengan mu?? tapi.... bersenang-senang menggunakan, benda ini " sambung Jimmy sambil menggoyang-goyangkan benda tersebut di depan wajah temannya, sedangkan Bobby tidak berdaya karena tidak bisa melepaskan diri


" Jim... aku bilang jangan main-main dengan, benda itu!! tahu gak sih, meskipun benda itu bentuknya kecil?? tapi... asal kau tahu, itu sangat berbahaya. kau... ini kalau bercanda, suka ke---- "


" siapa... yang, bercanda!!! "


" aaukh... Jim, sakittt "


Dengan amarah yang semakin menjadi, Jimmy langsung menggores lengan Bobby menggunakan benda itu. sedangkan Bobby langsung berteriak kesakitan, karena tidak menduga Jimmy akan melakukan hal itu

__ADS_1


" apa... kau bilang, sakit?? sakit... mana antara di khianati teman, atau goresan itu " ucap Jimmy bertanya dengan ekspresi wajah semakin mengerikan


" Ya... sakitan inilah, bodoh banget sih kau?! udah tahu sakit, masih aja bercandanya suka kelewatan " ketus Bobby menjawab pertanyaan Jimmy, namun


BRUMM!!


" aaukh... Jim, sakitt. kau... kenapa sih, kesambet!! " teriak Bobby karena Jimmy kembali melukai wajah temannya


" jangan... banyak basa-basi, dengan ku?? penghianatan mu dengan Windy, belum seberapa dengan apa yang aku rasakan " ucap Jimmy dengan ekspresi wajah semakin mengerikan


" wah... benaran kesambet nih, anak?? kalau... gak kuat, ngapain main-main di hutan " ucap Bobby


BRUMM!!


BRUMM!!


" aaakh.... to--- long, aaakh Jim kau benar-benar sudah gila " teriak Bobby


" iyya... aku memang sudah, gila!! dan aku akan lebih gila, kalau aku membiarkan kalian hidup " teriak Jimmy menimpali, setelah kedua lengan Bobby terpotong habis sampai terlepas dari tempatnya


" kau... kenapa sih, Jim. tadi... kau baik-baik saja, dan sekarang kok tiba-tiba aneh gitu " tanya Bobby


" dalam... membunuh seseorang, aku tidak pernah main-main?? jadi... kau jangan pernah mengira, kalau aku bercanda " sambung Jimmy dengan ekspresi dingin menatap temannya


" wah... psikopat kau Jimmy, kau benar-benar psikopat " teriak Bobby


" kalau... kau dan Windy tidak menghianati ku, aku pun tidak akan melakukan hal ini. Windy adalah kekasih ku, tapi kau malah bermain di belakang ku. dan... kau bilang Windy ulang tahun hari ini, dan kematian mu adalah hadiah spesial yang akan aku persembahkan "


BRUMM!!


BRUMM!!


ucap Jimmy, dan semakin mendekatkan benda tersebut ke arah wajah Bobby


" jangan... Jim, jangan bunuh aku "


melihat perilaku Jimmy yang semakin berubah, sontak Bobby semakin histeris ketakutan. namun tanpa banyak pertimbangan, Jimmy langsung mengarahkan gergaji pemotong rumput itu ke bagian bawa Bobby. Jimmy memotong dan menyayat benda berharga Bobby, karena mengingat alat itulah yang barusan bermain dengan kekasihnya


" aaakh.... Jimmm aaampunn, aaampuni aku " lirik Bobby semakin merasa kesakitan.


sedangkan Jimmy dengan perasaan marah, ia pun tidak perduli dengan teriakan temannya. bukannya menghentikan aksi, Jimmy malah semakin brutal. setelah memotong benda berharga Bobby, Jimmy langsung menyayat mulut Bobby menggunakan gergaji pemotong rumput itu. bahkan sekarang, kepala Bobby kini terpisah dari tubuhnya. tanpa rekayasa, darah segar kini mengalir di rumah itu. bahkan baunya sangat menyengat, namun Jimmy sama sekali tidak terusik dengan darah tersebut. setelah memotong habis tubuh temannya, Jimmy langsung menguburnya dengan lubang yang sudah di persiapkan. bahkan aksi brutalnya barusan, dengan sengaja Jimmy rekam?? untuk di perlihatkan ke Windy, sebagai hadiah spesial.


sebelum meninggalkan tempat, Jimmy terlebih dahulu mempersiapkan sesuatu untuk menyambut ke datangan Windy. setelah itu, Jimmy segera meninggalkan tempat?? di mana jasad temannya, kini terkubur di sana


Bersambung


...Terima kasih 🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2