A Psychopathic Man 1

A Psychopathic Man 1
Rencana rahasia Part 1


__ADS_3

" hahaha, liat lah penjara yang di tempati kekasihmu kini hangus di lalap api". ucap Rico yang menunjuk berita di tv.


" ti...tidak mungkin, tidak mungkin Jimmy mati begitu saja". gw tidak percaya". sontak Jihan dengan wajah panik dan cemas.


" hahaha, sudah lah...? mungkin ini karma nya, dia sudah membunuh orang begitu banyak". sahut Rico dengan muka penuh kebahagiaan


" apa...! penjara yang di tempati Jimmy kebakaran...??". sontak Sintia dan Marta mendengar ucapan Rico dari luar rumah.


" bagus lah, jadi saya tidak susah² lagi untuk membunuh nya". kata Rico sambil berjalan keluar meninggal kan Jihan yang merasa sedih.


" ini tidak mungkin, Jimmy tidak mungkin...??". tangis Jihan pecah dan tidak bisa menyelesai kan ucapan nya.


" tinggal satu orang lagi, harus aku lenyapkan..?". gumam Rico yang melangkah ke arah gudang tempat Gilang di sekap dan di siksa.


" ya ampun, Mar...?! Gilang... Gilang, akan di lenyap kan Rico". kita harus tolongi dia". ucap Sintia mendengar perkataan Rico


" udah, loh gak usah panik...??". biar gw cari solusi, mana polisi belum nyampe² lagi". kata Marta untuk menenangkan teman nya.


" Dring...Dring...Dring...!! " hmm, nmor siapa ini..?". kata Marta melihat nomor yang tak di kenal

__ADS_1


" angkat aja, mungkin ini penting...??". sahut Sintia


" hallo, siapa ini..?".


"......."


" kau...?". ucap Marta


" Jihan, di culik Rico...?". jawab Marta


"......."


"......" " tuutt...!!


" siapa, Mar...?? ko muka loh kek gitu". tanya Sintia


" loh pasti gak percaya, siapa yang tadi menelpon ku". kata Marta yang seakan tidak percaya


" siapa, Emang...?". tanya Sintia

__ADS_1


" Jimmy...?? ucap Marta


" apa...!! bukan kah dia...?? Marta langsung menutup mulut Sintia agar tidak berisik


" huusf, kalo ngomong jangan berisik..? loh mau kan orang loh sayang, gak jadi mati". timpal Marta berbisik kepada Sintia


" oke²...?". sahut Sintia setelah bekapan mulut nya di lepas Marta


" ini, rahasia Jimmy...?? untuk menyelamat kan Jihan, dan kita juga harus manfaat kan ini". jadi loh gak usah cemas lagi". ucap Marta


" oke, Mar...?". saru Sintia


" ya udah, kita pantau aja dulu keadaan di sini..?". sampai Jimmy datang". sambung Marta


" oke, Marta...??". timpal Sintia yang tidak banyak bicara.


Bersambung...


...terima kasih🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2