
" hahaha, liat lah penjara yang di tempati kekasihmu kini hangus di lalap api". ucap Rico yang menunjuk berita di tv.
" ti...tidak mungkin, tidak mungkin Jimmy mati begitu saja". gw tidak percaya". sontak Jihan dengan wajah panik dan cemas.
" hahaha, sudah lah...? mungkin ini karma nya, dia sudah membunuh orang begitu banyak". sahut Rico dengan muka penuh kebahagiaan
" apa...! penjara yang di tempati Jimmy kebakaran...??". sontak Sintia dan Marta mendengar ucapan Rico dari luar rumah.
" bagus lah, jadi saya tidak susah² lagi untuk membunuh nya". kata Rico sambil berjalan keluar meninggal kan Jihan yang merasa sedih.
" ini tidak mungkin, Jimmy tidak mungkin...??". tangis Jihan pecah dan tidak bisa menyelesai kan ucapan nya.
" tinggal satu orang lagi, harus aku lenyapkan..?". gumam Rico yang melangkah ke arah gudang tempat Gilang di sekap dan di siksa.
" ya ampun, Mar...?! Gilang... Gilang, akan di lenyap kan Rico". kita harus tolongi dia". ucap Sintia mendengar perkataan Rico
" udah, loh gak usah panik...??". biar gw cari solusi, mana polisi belum nyampe² lagi". kata Marta untuk menenangkan teman nya.
" Dring...Dring...Dring...!! " hmm, nmor siapa ini..?". kata Marta melihat nomor yang tak di kenal
__ADS_1
" angkat aja, mungkin ini penting...??". sahut Sintia
" hallo, siapa ini..?".
"......."
" kau...?". ucap Marta
" Jihan, di culik Rico...?". jawab Marta
"......."
"......" " tuutt...!!
" siapa, Mar...?? ko muka loh kek gitu". tanya Sintia
" loh pasti gak percaya, siapa yang tadi menelpon ku". kata Marta yang seakan tidak percaya
" siapa, Emang...?". tanya Sintia
__ADS_1
" Jimmy...?? ucap Marta
" apa...!! bukan kah dia...?? Marta langsung menutup mulut Sintia agar tidak berisik
" huusf, kalo ngomong jangan berisik..? loh mau kan orang loh sayang, gak jadi mati". timpal Marta berbisik kepada Sintia
" oke²...?". sahut Sintia setelah bekapan mulut nya di lepas Marta
" ini, rahasia Jimmy...?? untuk menyelamat kan Jihan, dan kita juga harus manfaat kan ini". jadi loh gak usah cemas lagi". ucap Marta
" oke, Mar...?". saru Sintia
" ya udah, kita pantau aja dulu keadaan di sini..?". sampai Jimmy datang". sambung Marta
" oke, Marta...??". timpal Sintia yang tidak banyak bicara.
Bersambung...
...terima kasih🙏🙏🙏...
__ADS_1