
Tanpa membuang-buang waktu, Jimmy langsung menghantamkan benda tersebut ke seluruh tubuh Pamannya. sedangkan Pamannya, dalam keadaan tangan dan kaki terikat. memperlihatkan ia seperti, hewan yang akan di cingcang habis, yang siap untuk di rebus ataupun di goreng namun tidak untuk di makan
Tak lebih membingungkan, ada suatu hal yang sangat aneh dalam dirinya. setelah mencingcang habis semua tubuh Pamannya, dan memasukkan potong-potongannya kedalam kepor?? Jimmy sama sekali tidak nampak bersedih, ataupun menyesali semua perbuatannya. melainkan ia semakin aneh, dan semakin mengerikan dengan senyuman-senyuman yang tak jelas
Wajahnya nampak sangat bahagia dan lega, karena Pamannya sudah mati dan tewas di tangannya. sepanjang jalan, sorotan mata Jimmy terlihat kosong dengan pandangan lurus ke depan di sertai senyuman yang sangat mengerikan
Bahkan ketika Jimmy sudah melempar koper tersebut ke dalam sungai, wajah Jimmy semakin mengerikan dengan ekspresi dingin. melihat koper tersebut hanyut karena terbawa arus sungai, Jimmy pun sempat berteriak
" hahahahaha... bagaimana Paman, apa kau sudah bahagia di neraka. inilah... balasan karena kau, selalu merendahkan ku?? apa... kau pikir, aku tidak bisa melawan mu. dan... lihatlah jangankan hidup di dunia, bahkan sekarang tubuhmu pun tak ada yang tersisah. kalaupun... ada yang menemukanmu, mereka pasti sulit untuk mengenali mu. hahahahaha " teriak Jimmy dengan ekspresi wajah terlihat sangat mengerikan di sertai senyum devil
" bahagialah... di neraka, bahagialah di neraka " sambungnya dengan ekspresi wajah terlihat sangat mengerikan, lalu perlahan melangkah pergi meninggalkan tempat
***
satu minggu kemudian, setelah Jimmy membunuh Pamannya?? Jimmy menjalankan aktivitas seperti biasa, tanpa ada rasa penyesalan. ia berangkat sekolah, dan sore ia berangkat kerja menjadi kuli bangunan. Jimmy terlihat sangat bahagia, hidup tanpa beban, meskipun cuma tinggal sendiri
kalau pun ada orang bertanya, kemana Pamannya pergi?? Jimmy terlihat santai, menjawab semua pertanyaan mereka.
" Hai... nak Jimmy, Paman mu kemana?? udah... satu minggu, kok Paman mu gak kelihatan " tanya seorang wanita yang merupakan warga tempat Jimmy tinggal
" hmm... ini Bu, mungkin Paman saya nginap di rumah temannya?? biasalah... Paman saya kan, orangnya pengangguran. di tambah... Paman saya suka menjudi, suka mabuk-mabukan jadi wajarlah kalau Paman saya nginap " jawab Jimmy dengan santai
" nak... Jimmy nak, Jimmy?? Paman... gak pulang-pulang, kamu kok terlihat santai aja. gak... takut apa, kalau Pamanmu kenapa-kenapa?? nginap di rumah teman, gak mungkin juga kali sampai satu minggu " ucap seorang wanita kedua yang merupakan tetangga dan warga tempat di mana Jimmy tinggal
" duh... mak-mak ini mulutnya pada bawell banget sih, orang udah mati aja pake di tanyain. wajarlah... kalau pecundang itu gak pulang-pulang, karena emang udah mati " umpat Jimmy dalam, yang merasa geram dengan pertanyaan kedua wanita tersebut
" iyya... Bu, kalau Paman saya belum pulang?? nanti, saya berusaha nyari deh " jawab Jimmy dengan suara terdengar kesal
" astaga... nak Jimmy, kamu kok di bilangin malah seperti itu?? kami... tuh berusaha membantu, walaupun cuma ingatin?? kamu... bukannya berterima kasih, kamu kok seperti gak suka " ucapnya semakin membuat wajah Jimmy memerah, karena berusaha menahan emosi
__ADS_1
" iyya... ibu-ibu, saya sangat berterima kasih?? tapi... untuk sekarang saya mau ke sekolah dulu, kalau urusan Paman nanti saya cari " ucap Jimmy dengan wajah memerah, karena berusaha menahan emosi. kemudian tanpa menunggu ucapan kedua wanita itu kembali, Jimmy pun bergegas meninggalkan tempat. namun
" nah... begitu dong, kalau di kasih tahu ya dengarin?? bukan malah ngetusin, orang tua " sambung wanita kesatu itu kembali. sedangkan Jimmy, meskipun emosinya sudah meledak-ledak. dengan tatapan dingin melirik kedua wanita tersebut, ia hanya melewati mereka sambil menahan emosi
***
satu bulan kemudian, hal serupa yang di alami Pamannya kini terjadi kembali. namun kali ini sedikit berbeda, Jimmy membunuh karena sakit hati karena cintanya di tolak. satu bulan belakangan ini, sekolah tempat Jimmy menimbah ilmu ke datangan seorang murid baru.
Ya memang gak salah, karena wajah murid baru tersebut juga terlihat cantik dan merupakan dari keluarga yang serba berkecukupan. sebut saja namanya Windy karisma putri, memiliki paras cantik, anggun, dan pintar. memiliki usia 12 tahun, namun karena ia berasal dari keluarga terhormat?? sikap dan perilakunya pun, sangat sombong dan angkuh.
sejak pertama kali gadis itu menginjakkan kaki di sekolah, Jimmy sudah menaruh hati kepadanya. bukan cuma Jimmy yang memiliki perasaan kepada gadis tersebut, bahkan senior dan teman sekelasnya pun memiliki perasaan yang sama. dan secara tidak sengaja, perasaan Jimmy untuk gadis tersebut semakin dalam?? karena ternyata, gadis tersebut juga merupakan teman kelas Jimmy.
sebelum melakukan pembunuhan, tiga hari sebelum kejadian?? Jimmy mendapatkan tantangan, untuk memperbutkan gadis tersebut. meskipun Jimmy serba ke kurangan, namun di sekolah Jimmy merupakan anggota basket yang sangat berpotensi. kalau Jimmy berhasil mengalahkan ketiga teman dan satu kakak seniornya, gadis itu bisa Jimmy memiliki seutuhnya tanpa ada yang mengganggu. namun Jika Jimmy yang kalah, Jimmy harus mundur dan melupakan gadis itu selamanya.
mengetahui dirinya di perebutkan, sontak Windy merasa bangga. demi mendapatkan cinta, kelima laki-laki yang baru beranjak dewasa itu pun rela taruhan untuk mendapatkan seorang gadis. karena tidak ingin ketinggalan, Tak lama kemudian Windy pun bergegas ke lapangan basket untuk menyaksikan pertandingan mereka
sedangkan Jimmy, dengan perasaan yang semakin dalam. tanpa membuang-buang waktu, Jimmy pun langsung menerima tantangan itu. dan sebagai hasil, Jimmy lah yang keluar menjadi pemenangnya.
meskipun Jimmy memiliki kepribadian yang sangat buruk, namun yang namanya manusia pasti masih mudah untuk di dustai. sama halnya dengan Jimmy saat itu, hatinya benar-benar terhanyut dalam cinta. Jimmy tidak bisa membedakan antara tulus dengan yang sengaja menipu. padahal Windy meneriman cinta, cuma untuk memanfaatkan. apapun yang di minta dan di lakukan, pasti Jimmy turuti. meskipun harus cungkir balik, Jimmy pasti lakukan agar kekasihnya itu bahagia. untuk mendapatkan penghasilan tambahan, setiap malam Jimmy terpaksa ke tempat pertarungan ilegal agar bisa memenuhi dan membahagiakan kekasihnya.
Namun suatu ketika, cinta Jimmy malah di khianati. bertepatan dengan hari ulang tahun kekasihnya, Jimmy membela-belakan waktu untuk menyiapkan hadiah spesial?? namun di hari itu, perasaan Jimmy juga hancur. secara tidak sengaja Jimmy mendapati kekasihnya sedang berhubungan intim, dengan seorang laki-laki. yang tidak lain dan tidak bukan, adalah teman Jimmy pula.
melihat hal itu, seketika perasaan yang di miliki Jimmy untuk Windy menghilang. perasaan kecewa, marah dan hancur, tercampur menjadi satu. dengan perasaan yang menggebu-gebu, Jimmy meninggalkan rumah Windy dengan perasaan hancur dan kecewa sambil menggepalkan kedua tangannya.
beberapa saat kemudian, Jimmy langsung mengobrak-abrik semua isi rumah setelah sampai. ia merusak dan membanting barang-barangnya, untuk meluapkan kemarahan. Bahkan wajah yang semula biasa-biasa saja, kini berubah menyeramkan. Jimmy tidak terima, dengan perasaan marah dan hancur, Jimmy akan membalas mereka dengan setimpal. Jimmy merencanakan pembalasan, bertepatan jam 10.40 malam. setelah rasa kecewa dan marah menjadi satu, Jimmy pun langsung menghubungi kekasihnya untuk bertemu. sedangkan Windy, setelah melakukan hal demikian. ia sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan ia menjawab telepon dengan santai sambil berbasa-basi
" hallo... Jim, ada apa " jawabnya
" kau... di mana, Win?? aku... boleh kesana gak, nanti malam " ucap Jimmy dengan suara santai
__ADS_1
" astaga... Jim, seharusnya kau datangnya hari ini bukan nanti malam?! lagian... kau di mana sih, aku tunggu dari tadi kok gak datang " ucapnya tanpa rasa bersalah, dan malah berbasa-basi
" iyya... Win, aku minta maaf?? hari... ini aku masih ada kerjaan tambahan, dan aku tidak bisa datang hari ini. tapi... nanti malam, kita bisa ketemu kan " jawab Jimmy berbohong, namun berusaha menahan emosi agar kekasih itu tidak curiga
" Ya... ampun Jim, weekend begini kau masih saja sibuk. kau... sebenarnya cinta sama aku, atau tidak. di hari ulang tahun saja, kau tidak punya waktu " gumal Windy memberitahu, membuat Jimmy semakin di sulut emosi
" iyya... Win, sekali lagi aku minta maaf?? dan... sebagai gantinya, malam nanti aku teraktir kau deh makan di restoran " ucap Jimmy menawarkan
" serius... punya uang gak, awalnya teraktir nanti ujung-ujungnya aku juga yang bayar " ucap Windy sedikit menghina, membuat Jimmy semakin di sulut emosi karena tersinggung
" Ya... punyalah, sayang?? gak mungkin juga kan, aku ajak kau makan kalau aku gak punya uang " jawab Jimmy
" oke... kali ini aku percaya, tapi ingat jangan malu-maluin aku " ucap Windy
" iya iya, sayang?? nanti... malam kau mau aku jemput, atau mau datang sendiri " sambung Jimmy menawarkan diri
" Ya... jemput, dong?!! kau... ini mau di maafkan, atau tidak sih. aku... lagi marah nih, sama kau. kalau... nanti malam kau gak jemput, aku bisa tambah marah sama kau " ucap Windy dengan suara meninggi, sambil membentak dan memarahi Jimmy
" iya iya, sayang?? nanti... malam aku jemput, tapi aku minta kau jangan marah lagi ya " ucap Jimmy pura-pura menenangkan kekasihnya, agar rencana pembalasan untuk Windy berhasil
" hmm... nanti malam jangan lupa, jemput aku di rumah. Ya... walaupun motor kau, butut?? setidaknya kau harus menembus kesalahan, dengan menjemput ku di rumah " ucap Windy semakin merendahkan, membuat wajah Jimmy semakin memerah karena menahan amarah
" Ya... sudah, sayang?? aku... kerja lagi ya, dan aku tutup teleponnya dulu " sambung Jimmy
" hmm!! " dehem Windy menjawab ucapan Jimmy, dan tanpa menunggu lama Windy langsung menutup telepon membuat Jimmy semakin hilang kesabaran
sedangkan Jimmy, setelah menghubungi Windy?? ia langsung mendatangi rumah temannya. sebelum membunuh Windy, Jimmy akan terlebih dahulu melakukan pembalasan kepada temannya. rasa sakit yang di rasakan, kini terganti dengan rasa benci. dan tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya Jimmy sampai di rumah temannya
Bersambung
__ADS_1
...Terima kasih 🙏🙏🙏...