Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 14


__ADS_3

Aku pun mendengar suara langkah kaki lagi dan spontan langsung menarik tangan Rachel untuk bersembunyi di balik tumpukan kristal.


"Itu salah satu goblin, Sherryl!!"


"Benar, kita beruntung"


"Maksud mu?"


"Kita akan mengikuti nya!"


"Apa kau sudah gila?"


"Tidak, aku masih waras tapi hanya itu satu-satunya harapan agar kita tau tempat mereka yang sebenarnya"


Rachel pun setuju dengan pendapat ku, kami pun mengikuti goblin itu perlahan dan setelah dia berjalan kurang lebih 10 menit dia pun berhenti di depan kristal putih besar runcing.


Goblin itu pun menekan kristal itu dan....syeketika tanah di samping nya berdiri, terbelah membentuk anak tangga.


Goblin itu pun turun.


"Itu dia markas mereka, ayo Rachel!"


"Kau memang benar, tapi apa kita tidak akan ketahuan jika kita berjalan di belakangnya"


"Ayolah!!! Bagaimana kalau tanah itu tiba-tiba tertutup"


"Baiklah, kau sudah seperti pemimpin ku. Aku akan menuruti mu"


Aku dan Rachel pun berjalan tepat di belakang goblin itu, dan semakin turun ke bawah mulai terdengar suara bising.


~


Ketika sudah sampai aku pun melihat para goblin sedang berkumpul, untung saja ada ada batu yang tinggi di setiap sudut ruangan. Jadi memudahkan ku dan Rachel untuk sembunyi.


"Ternyata ruangan kristal itu hanya jebakan, di sinilah mereka semua berada"


"Kau benar Rachel"


"Iuhhh, lihat lah Sherryl mereka memakan kelelawar itu sangat menjijikkan!!"


Aku juga melihat mereka memakan nya tapi aku tidak terlalu peduli dengan hal itu karena sedang memperhatikan hal lain.


"Rachel, lihatlah arah jarum jam 9"


"Memang nya ada apa?"


Aku pun menunjuk hal yang kuperhatikan sejak tadi.


"Itu para pemimpin!!"


"Stttt....Apa kau sudah gila, kecilkan suaramu kita bisa ketahuan!" Ujarku


"Maafkan aku, itu refleks. Mereka ada di dalam sel aku rasa dengan menggunakan petir Eric saja bukankah itu akan hancur"


"Itu bukan sel biasa, kau lihat di sekeliling nya ada cahaya yang berpendar pendar dan tidak ada lubang kunci untuk membuka nya"


"Wah kau sangat pintar dan teliti , bagaimana kau bisa mengetahui hal seperti itu?"


"Entahlah aku hanya menebaknya karena aku rasa ini seperti adegan yang ada di film "


"Kau selalu berkata seperti itu di setiap kau mengatakan sesuatu dari tadi, emangnya ada film yang seperti itu?"


"Mungkin ada beberapa yang mirip , aku itu sangat suka menonton film barat terutama genre fantasi"

__ADS_1


"Benarkah!!"


"Tentu, seperti Harry Potter, fantastic beast, the Hobbit, Percy Jackson, dan byk lagi favorit ku😆"


"Itu seperti nya keren"


"Kau benar, tapi apa kau tidak mengenal film yang kukatakan "


"Tidak"


"Bagaimana mungkin? Setidaknya kau pasti sudah pernah mendengar nya bukan?"


"Yah... Aku bahkan baru pertama kali mendengar nya, pasti di dunia mu banyak film kerennya"


"Apa maksudnya?? Jangan bilang kita berbeda tempat tinggal maksudku ...."


"Tentu saja berbeda, saat kau ke sini kau pasti melewati pohon besar dengan cahaya di batang nya bukan? Itu adalah perbatasan masuk ke dunia ku"


"Jadi maksud mu kita sedang berada dimensi lain tidak maksudku dunia yang berbeda?"


"Benar"


"Kau lahir di sini?"


"iya, oh ya! Aku lupa mengatakan di balik academy terdapat perkampungan, di situlah aku dan semua yang ada di academy itu dibesarkan"


"Jadi maksud mu hanya aku yang berasal dari luar?"


"Aku rasa iya"


"Apa?? Bagaimana mungkin? Oh...Astaga!!!!!"


"Ada apa Sherryl?"


"Benar!! Tapi bagaimana kita melakukan nya?"


"Kita harus mendekati mereka tapi sebelum itu kita harus memberitahu mereka kalau kita berada di sini"


Aku pun menggunakan teknik Telekinesis ku menggerakkan kerikil ke arah sel itu. Saat kerikil yang ku gerakkan sudah di depan sel, perlahan aku membuat kerikil itu mengambang agar dapat dilihat oleh mereka dan untungnya mereka cepat menyadari nya.


"Hei ada batu yang mengambang!" Ucap Kevin


"Batu ini digerakkan dengan telekinesis, siapa yang melakukan nya?" Tanya Gabriel


Aku pun perlahan melambaikan tanganku dari sela sela bebatuan tempat ku dan Rachel berada.


"Sherryl?"


"Apa? Siapa?"


"Itu Sherryl dan Rachel"


"Apa yang mereka lakukan di sini?"


"Aku rasa untuk menyelamatkan kita Zwetta"


"Gabriel, emangnya mereka bisa apa? Bahkan kita saja tertangkap seharusnya mereka kembali dan meminta bantuan"


"Tapi itu tidak akan sempat Zwetta, karena sebelum bala bantuan datang kita mungkin sudah mati. Kalau aku jadi Sherryl aku juga pasti akan melakukan hal yang sama"


"Kau terus saja membela nya apa jangan-jangan kau..."


"Berhentilah berdebat dan kita lihat apa yang bisa mereka lakukan"

__ADS_1


"Baiklah Eric"


"Kalau sudah Eric yang bicara cepat sekali kau bungkam"


"Gabrielllll"


~


~


~


"Bagaimana kita ke sana Sherryl?"


"Kita akan melewati setiap bebatuan di ruangan ini "


"Baiklah kau duluan saja, aku akan menyusul mu dari belakang"


Aku pun mengendap endap dari satu batuan ke batuan lainnya untuk sampai ke sel tempat para pemimpin ditahan.


Semuanya berjalan lancar dan ketika hampir sampai sedikit lagi tidak ada satupun batuan untuk bersembunyi, kalau ada pun itu berada tepat di belakang sel dan jaraknya 5 meter dari tempat ku berhenti.


"Ada apa Sherryl? Mengapa kau malah berhenti?" Sahut Rachel yang sudah ada di samping ku.


"Tidak ada lagi batu Rachel"


"Apa? Astaga padahal tadi setiap 1 meter sudah ada batuan tapi kenapa sekarang malah tidak ada"


"Aku juga tidak tahu"


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?! Padahal tinggal sedikit lagi"


"Sepertinya aku tau 1 cara tapi kita harus cepat melakukan nya"


"Apa itu?"


Aku pun menggerakkan tangan ku dan melayangkan beberapa kerikil menuju anak tangga dan menjatuhkan nya yang membuat nya menggelinding ke bawah. Dan tentu saja hal itu sontak membuat kaget para goblin dan memperhatikan ke arah sumber suara.


"Sekarang Rachel, ayoo!!"


Rachel pun terbang dan segera memegang tanganku agar cepat sampai dan untung saja cara itu berhasil.


"Cara yang cukup bagus" Ucap Kevin ketika kami sudah berada di balik batu tempat sel mereka ditahan


"Itu paling cuma keberuntungan kalian saja sampai ke sini tanpa ketahuan" Ujar Zwetta


"Zwetta kau harusnya bersyukur kami masih mau datang menyelamatkan mu" Ucap Rachel


"Huh🙄"


"Sudahlah kalian jangan berdebat lagi Rachel, itu hanya akan membuat kita ketahuan"


"Tapi Sherryl, huft.... Baiklah"


"Jadi bagaimana cara membuka sel ini?"


"Goblin itu sendiri" Jawab Eric


"Maksudmu kami harus menyuruh goblin itu untuk membukanya?" Tanya Rachel bingung


"Kau sangat bodoh, itu sama saja memberitahukan pada mereka kalau kau ada di sini" Ucap Zwetta


Aku pun langsung berbicara agar Zwetta dan Rachel tidak memulai pertengkaran lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2