
"Cepat sekali Rachel mengambil obat nya walaupun menggunakan ability nya dia tidak akan secepat ini" Gumamku
Aku pun membuka pintu.
"Cepat sekali kau sampai Rac.... Eric?"
"Ah, iya ini aku"
"Maaf aku pikir kau Rachel"
"Emangnya dia ada dimana?"
"Dia sedang pergi mengambil obat untuk ku"
"Oh seperti itu ya, apa benar yang dikatakan Rachel tadi?"
"Soal apa?"
"Soal kau menyelamatkan ku"
"Haha..Jangan bilang kau jauh-jauh ke sini karena kepikiran hal itu"
"Tidak 🙁, aku hanya ingin memastikan saja"
Karena melihat nya tersipu malu aku pun lanjut menggodanya.
"Benarkah😏??"
"Baiklah kalau kau tidak mau jawab, bagaimana pun juga aku tidak mau berutang budi pada orang lain"
"Kau sudah ku anggap temanku, walaupun aku tidak suka dengan sikap mu sejak pertemuan pertama kita di rumah kaca. Jadi kalau seorang teman dalam bahaya tentu saja kita harus membantunya, bukan?"
"Bahkan jika itu melukai diri kita sendiri?"
"Soal itu tergantung diri kita masing-masing yang mengartikan sebuah pertemanan"
"Kau terlalu naif"
"Benarkah! Aku juga tidak menyangka cowok cuek seperti mu juga peduli pada hal seperti ini"
"Huh.. Aku tidak punya waktu meladenimu ceramah"
Setelah mengatakan kalimat itu, Eric pun pergi
"Tidak punya waktu? Bukankah dia sendiri yang mau datang ke sini"
Saat hendak menutup pintu kamar terdengar kembali suara Eric.
"Bagaimana pun juga ke terima kasih"
"Ya?"
Aku pun membuka pintu dan tidak melihat sosok Eric dimana pun.
"Hmmm, apa dia itu tsundere"
Aku pun tersenyum lucu mengingat kejadian itu.
~
~
Tak beberapa lama kemudian Rachel pun datang.
"Sherryl, aku sudah bawa obat nya. Mari aku bantu untuk mengikat perban di lengan mu"
"Baiklah"
Setelah kami selesai membersihkan diri, kami pun menemui Miss Azura di ruangan nya. Dan saat aku beserta Rachel masuk ke dalam ternyata para pemimpin sudah berkumpul duluan.
"Hai Sherryl, bagaimana keadaan lengan mu?" Sapa Gabriel khawatir
"Aku baik-baik saja 🤗"
"Syukurlah kalau begitu"
__ADS_1
"Itu hanya luka kecil Gabriel, bahkan kita saja sudah pernah mengalami luka lebih dari itu saat menjalani pelatihan" Ujar Zwetta ketus.
"Hei Zwetta, padahal kami sudah menyelamatkan mu lho. Kauau tidak bisa bersikap lebih manis?!" Pinta Rachel.
"Benarkah?Jadi kau sudah merasa hebat?!".
"Cukup Zwetta, bagaimana pun juga kita sudah berutang nyawa pada mereka" Celetuk Eric.
"Huh".
Aku pun tersenyum kepada Eric karena jarang-jarang dia membela aku dan Rachel tapi tentu saja dia tetap cuek.
"Wah jadi aku berutang nyawa pada si cewek bodoh" Bisik Kevin mendekati ku.
"Semuanya sudah berkumpul?" Tiba-tiba Miss Azura pun memasuki ruangan, Kevin segera menjauh dariku.
"Huft... Syukurlah Miss Azura sudah datang" Gumam ku.
"Iya Miss sudah" Jawab Gabriel.
"Sekali lagi aku berterima kasih pada kalian semua"
"Lalu dimana goblin yang kami tangkap itu Miss?" Tanya Ashton
"Sedang bersama Professor Parker"
"Professor Parker? Siapa dia?" Bisik ku pada Rachel.
"Dia itu salah satu Professor yang paling hebat di Academy ini, dia juga pemilik ability telekinesis seperti mu"
"Benarkah! Aku ingin bertemu dengan nya"
"Dia sangat jarang mau menemui orang kecuali hal yang penting"
"Yah...Sayang sekali"
"Baiklah anak-anak untuk penghargaan karena kalian sudah berhasil menyelesaikan misi kalian, maka kalian akan mengikuti latihan selama seminggu oleh para senior setiap Ability"
"Serius Miss?!" Ucap Zwetta dengan mata berbinar-binar.
"Tentu saja"
"Kapan kami akan mulai berlatih?" Tanya Kevin
"Mulai besok"
"Wah.. Aku tidak sabar menantikan nya" Ujar Gabriel
"Baiklah cukup sampai di sini pertemuan kita, kalian boleh kembali ke asrama masing-masing"
"Baik Miss" Jawab kami serempak
Aku dan Rachel pun meninggalkan ruangan dan berjalan menuju asrama
"Mengapa Zwetta begitu semangat? Siapa para senior?" Tanyaku
"Mereka itu lebih hebat dari para pemimpin, orang yang bisa berlatih dengan mereka hanyalah orang yang beruntung seperti kita sekarang ini"
"Wah..Mereka pasti sangat hebat"
"Tentu saja"
"Rachel aku mengingat perkataan mu saat kita berada di markas para goblin waktu itu"
"Yang mana?"
"Kau bilang kalau ada perkampungan di sini"
"Oh ya! Aku hampir lupa memberitahu mu, baiklah bagaimana kalo kita langsung saja ke sana"
Aku pun mengangguk.
Seperti yang dikatakan Rachel di balik academy ini ada perkampungan. Tempat itu sangat indah, lembah hijau membentang luas, juga petak sawah, aliran sungai, dan hutan lebat berselimut kabut.
"Ini sangat hebat"
__ADS_1
"Kau benar, ayo aku bawa kau berkunjung ke rumah ku"
"Baiklah"
Kami pun melewati rumah-rumah penduduk seperti yang ku kenal, beda nya disini penuh dengan sihir.
"Tada...Kita sampai"
kami pun berhenti di sebuah rumah cat biru yang cukup besar.
"Ayo masuk"
Aku pun masuk ke dalam, dan melihat isi ruangan itu sangat berbeda dengan yang ku kenal.
"Mengapa dinding ini kosong?"
"Di sini lah kami menonton"
"Maksudnya?"
Rachel pun mengambil sebuah remote dan ketika dia menekan tombol nya muncul gambar di dinding itu.
"Wah..Itu keren"
"Benar, tapi sayang nya siaran yang ditayangkan pun semua hanya tentang kehidupan nyata"
"Maksudmu?"
"Keadaan desa ini, petualangan para Ability, academy, dan juga kalo ada pun hanya beberapa kartun"
"Tapi aku rasa itu juga hebat"
"Tidak, itu sangat membosankan"
"Rachel? Kau di sini!" Sapa seseorang yang baru masuk ke ruangan.
"Mama"
"Mama tidak tahu kalau kau Berkunjung, dan siapa dia?"
"Perkenalkan ma dia teman sekamar ku namanya Sherryl, dan Sherryl ini adalah mama ku"
"Salam kenal Tante"
"Ah..Teman nya Rachel ya"
"iyaa"
"Tante belum pernah melihat mu sebelum nya, apa tempat tinggal mu cukup jauh dari sini?"
"Dia dari dunia luar ma, anggota baru di academy" Jawab Rachel terlebih dahulu.
"Benarkah! Sudah sangat jarang sekali ada anggota baru dari luar"
Aku pun mengangguk karena tidak tahu mau menjawab apa.
"Tante sudah lama sekali tidak pergi ke dunia luar"
"Jadi Tante dulu sering ke dunia ku" Tanya ku canggung karena masih belum terbiasa dengan sebutan dunia ku atau dunia mu.
"Benar, waktu Rachel masih kecil setiap minggu kami selalu membawa nya ke sana untuk melihat-lihat"
"Mengapa Tante tidak pergi ke sana lagi?"
"Karena sudah dilarang"
"Maksud Tante?"
"Dulu pernah ada makhluk buas keluar dari sini pergi menuju dunia mu untung saja cepat ketahuan karena makhluk itu masih di perbatasan"
"Perbatasan? Maksud tante tempat aku masuk ke sini"
"Benar, karena takut membahayakan manusia biasa Miss Azura dan para pengguna ability lainnya pun menutup perbatasan dengan sihir. Jadi tidak ada lagi yang bisa masuk atau keluar kecuali hal penting" Jawab Rachel terlebih dahulu.
"Ternyata seperti itu".
__ADS_1
BERSAMBUNG...