
Setelah selesai berpikir, aku pun keluar dari kamar ku dan membantu mama untuk menyiapkan makan siang. Tak beberapa lama kemudian papa ku pun pulang dari kantor nya. Kami semua pun berkumpul dan bersiap-siap untuk makan.
"Hmm jadi apa isi surat nya Sherryl?" Celetuk mama membuka topik pembicaraan
"Bukan hal yang penting koq ma" Jawab ku
"Surat apa?" Tanya papa
"Tadi Sherryl dapat surat, tapi tidak tahu siapa yang mengirim nya" Ujar mama
'Aduh... Seharusnya aku bilang aja saat ditanya mama, kenapa malah bilang gak penting sih, ini kan penting banget!!!' Gumam ku
"Ada apa Sherryl? Apa ada yang mau kau katakan?" Tanya papa
'Aku harus bilang karena hanya ini satu-satunya kesempatan ku menjelaskan nya' Gumam ku lagi
"Kenapa nak?" Tanya papa sekali lagi dengan muka cemas
"Hmmm pa, ma" Aku pun mulai berbicara
"Iya sayang" Jawab mama dan papa bersamaan
"Sebenarnya aku mau bilang sesuatu tapi jangan kaget ya" Ucap ku
"Bilang apa sayang?" Tanya mama
Aku pun menyerah kan surat itu pada papa dan mama. Mereka pun membaca nya secara bersamaan. Tak lama kemudian mama pun mulai bicara.
__ADS_1
"Kamu percaya sama surat ini nak" Tanya mama
"Iya ma" Jawab ku lirih.
Padahal aku juga tidak tahu apakah surat itu benar benar bisa di percaya.
Mama pun menghela nafas. "Baiklah, jadi kau akan pergi?" Tanya mama sedih
"Emang nya mama percaya?"
"Kami percaya Sherryl" Ujar papa
"Bagaimana mungkin kalian percaya secepat itu?"
"Karena kami sudah tahu kalau kau mempunyai kemampuan, nak" Jelas papa
Papa pun mulai menjelaskan.
"Semenjak kau kecil. Saat kami hampir menjatuhkan mainan di atas kepala mu, ternyata mainan itu tidak jatuh malahan mengambang. Kami pun heran dan yang lebih membingungkan nya lagi mainan itu bergerak seolah olah mengikuti arah tangan mu"
"Jadi selama ini kalian sudah tahu, tapi kenapa kalian tidak memberitahu ku? Apa kalian tahu aku menyembunyikan nya dari dulu karena takut dianggap aneh oleh kalian?!" Ujar ku dengan mata hendak menangis
"Maaf kan kami nak" Pinta mama sedih
"Jadi kenapa aku mempunyai kemampuan ini?"
"Mungkin itu karena kakek mu" Jawab papa
__ADS_1
"Kakek?"
"Iya nak, kakek mu juga memiliki kemampuan seperti dirimu. Oleh karena itu, besar kemungkinan kau juga mewarisinya" Ucap mama
"Jadi kakek juga sekolah di Academy itu?"
"Benar. Maka nya kami pun tidak heran saat surat ini datang pada mu" Ujar mama
"Jadi Academy itu memang ada ya"
"Sebaik nya kamu bersiap-siap. Besok kami akan mengantar mu" Ucap papa
"Baiklah ma, pa. Maaf kan Sherryl karena meninggikan suara pada mama dan papa tadi. Dan juga makasih udah mau menceritakan semua nya pada Sherryl"
Mama dan papa pun memeluk ku. Mama mengeluarkan air mata nya karena dia harus melepas anak satu satunya besok.
Aku juga sedih harus pisah dengan mereka, tapi bagaimana pun juga aku harus tetap pergi karena disitulah aku bisa menemukan jati diriku yang sebenarnya.
~
~
~
Keesokan hari nya, akupun diantar orangtua ku menuju hutan pinggir sungai karena dari situlah gerbang menuju Academy seperti yang tertera pada surat.
Tempat nya cukup jauh dari daerah yang kutinggali, sebenarnya aku juga sudah sering melewati hutan itu tapi tidak menyangka bahwa di dalam nya ada sebuah Academy.
__ADS_1
BERSAMBUNG....