Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 24


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf ya🙏🙏 karena jarang up. Akhir-akhir ini author ada urusan jadi gak bisa up deh😢..


Kalo berkenan mampir aja dulu ke novel author yang lain:


-Love story


-Horror story


Makasih untuk kalian yang masih setia sama novel ini😘


Happy reading guys....


Setelah selesai makan siang, kami pun ke ruang latihan tempat Mr.Corner. Mr Corner memang belum kembali, tapi dia menyampaikan pesan agar kami melanjutkan latihan yang kemarin belum selesai yaitu menghancurkan batu yang dibuat nya.


"Huh...lagi-lagi batu ini, kita kan sudah mencoba nya kemarin jangankan hancur bergerak sedikit saja tidak ada!" Ujar Zwetta ketus.


"Wah... Princess Zwetta sudah menyerah😂 padahal biasanya kau yang paling semangat" Ucap Ashton.


"Tau tuh kalo princess nya sudah menyerah apalagi kita dayang-dayang nya😏" Timpal Kevin.


"Isss kalian berdua itu ya berhenti mengolok ku dan jangan panggil aku princess!!!


"Tumben kau sudah tidak mau lagi?" Tanya Eric


"Karena itu hanya akan membuang tenaga kalo hasilnya saja sudah diketahui"


"Wah...Gak adil nih masa pas giliran Eric kau bicara lembut. Padahal aku sama Ashton tadi kau seperti orang yang kesurupan:v"


"Itu karena kalian mengolok ku!!!"


"Ooo aku pikir itu karena dia pangeran mu 😏" Ujar Kevin nyengir


Wajah Zwetta pun langsung merah padam.


"Teman-teman kita tidak akan bisa melanjutkan latihan kalo tidak menghancurkan batu ini" Ujar ku yang dari tadi hanya menyimak mereka berbicara.


"Kau berkata seperti itu karena kau tidak ikut kemarin menghancurkan nya!!" Jawab Zwetta sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Baiklah...Aku akan mencoba nya"


"Huh.. Silahkan"


Aku pun menggunakan telekinesis ku untuk menghancurkan batu itu. Aku pikir aku sudah mengeluarkan tenaga dalam yang cukup untuk bisa menghancurkan nya tapi kenyataannya batu itu malah tidak bergerak sedikit pun.


"Hahaha...Tidak ada yang terjadi, setidaknya batu ku bergetar saat kupukul" Ujar Zwetta dengan tatapan mengejek.


Aku tidak terima dengan ejekan Zwetta, aku pun mencoba sekali lagi untuk menghancurkan nya. Dan kali ini aku fokus dan membuat pikiran ku kosong, memusatkan tenaga dalam ke arah tangan ku. Seketika tangan ku bercahaya dan....


BRAKKK


Batu yang ada di hadapan ku hancur berkeping-keping.


"Bravo...Bravo..." Ujar Mr Corner yang memasuki ruangan sambil bertepuk tangan.


"Mr Corner"


"Itu sangat hebat Sherryl!"


"Terimakasih Mr"


"Bagaimana kau melakukan nya???" Tanya Rachel memandang ku takjub.


"Aku juga tidak tahu, itu terjadi begitu saja"

__ADS_1


"Itu hanyalah batu biasa anak-anak. Tapi batu itu hanya akan hancur jika kalian benar-benar fokus. Sherryl bisa menghancurkan nya karena dia pasti mengosongkan pikirannya dan hanya menargetkan batu yang ada di hadapannya, bukan kah begitu Sherryl?"


"Itu benar Mr.Corner"


BRAKKK


Tiba-tiba satu batu lagi hancur, dan ternyata Eric langsung mempraktekkan apa yang dikatakan Mr.Corner.


"Kerja bagus, Eric" puji Mr Corner


Yang lainnya pun mencoba sekali lagi menghancurkan batu di hadapan mereka masing-masing dan akhirnya semua batu pun sudah hancur.


"Hebat!! Ternyata kalian belajar dengan sangat cepat"


"Jadi apa kita bisa melanjutkan latihan nya" Tanya Zwetta sudah mulai semangat lagi.


"Tentu, tapi tidak hari ini"


"Lho? Jadi kapan?"


"Nanti malam aku akan mengirim kalian surat. Dan di dalam surat akan ada tugas yang menanti kalian"


"Mengapa seperti itu? Apa tugas nya berbeda-beda?"


"Kalian akan mengetahui nya nanti. Jadi sekarang kalian bisa istirahat dulu"


"Baik, terimakasih Mr.Corner" Jawab kami serempak.


"Apa kau sudah lelah Sherryl?"


"Belum"


"Aku juga, bagaimana kalo kita pergi ke rumah ku?"


"Sepertinya aku ada urusan, jadi kau bisa pergi duluan. Aku akan menyusul mu nanti"


"Iyaa"


Akupun pergi menuju taman yang dekat dengan hutan terlarang, karena disitu lah satu-satunya tempat yang sepi.


Aku mengeluarkan cincin yang diberikan oleh Miss Evelyn dan memanggil nama nya. Seketika di hadapan ku muncul sebuah cahaya.


"Hai Sherryl... Senang bertemu dengan mu lagi"


"Miss Evelyn"


"Mengapa kau memanggil ku? Aku pikir kau sedang dalam bahaya!"


"Tidak Miss...Maaf mengganggu waktu mu. Tapi aku ingin bertanya satu hal"


"Tentang apa?"


"Apa kau mengetahui legenda tentang Voodo?"


"Maksud mu Voodo yang haus akan kekuasaan itu?"


"Benar Miss...Apa dia hanya benar-benar sebuah legenda?"


"Mengapa kau ingin mengetahui hal itu?"


"Karena saat mendengar cerita nya aku merasa kalo dia bukan hanya sebuah cerita belaka"


"Kau benar..Dia dulu memang ada"

__ADS_1


"Benarkah? Kau pernah melihat nya?"


"Tidak, aku tidak pernah bertemu dengannya. Aku hanya tahu kalo orang tua ku pergi ikut melawan nya"


"Jadi orang tua mu tidak menceritakan bagaimana rupa nya"


"Semua orang yang ikut melawan nya sudah tiada"


"Maaf Miss aku tidak tahu"


"Tidak masalah. Aku memang tidak melihat Voodo tapi aku melihat seseorang yang mengalahkan nya"


"Siapa?"


"Aku tidak tahu namanya, Aku hanya melihat pria itu mengalahkan nya"


"Pasti pria itu lebih hebat"


"Entahlah yang aku tahu setelah mengalahkan Voodo dia membawa sparkling diamond bersama nya"


"Bagiamana bentuk sparkling diamond?"


"Aku masih bisa mengingat nya dengan jelas, permata itu berwarna merah yang diselimuti cahaya yang sangat terang"


"Tapi aku dengar hanya tubuhnya Voodo saja yang hancur, tapi jiwa nya masih ada"


"Itu benar, karena memang belum ada yang bisa mengalahkan nya. Bahkan pria yang menghancurkan nya itu pasti sudah tiada saat ini"


"Tapi mengapa di kalangan masyarakat itu hanya sebuah legenda?"


"Karena waktu itu terlalu banyak korban. Jadi agar tidak membuat khawatir itu hanya diceritakan sebagai legenda"


"Bagaimana kalo Voodo benar-benar kembali?"


"Aku tidak tahu harus bagaimana kalo hal itu benar-benar terjadi"


Saat aku dan Miss Evelyn masih tengah berbincang tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berjalan ke arah kami.


"Sepertinya ada yang datang! Aku harus pergi sekarang!"


"Iya Miss"


Miss Evelyn pun menggunakan teknik teleportasi untuk segera pergi. Walaupun terakhir kali aku sudah pernah melihatnya bahkan ikut teleportasi dengan Miss Evelyn, aku tetap saja mengagumi teknik itu.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Sapa Eric yang berjalan ke arah ku.


"Ternyata kau! Aku pikir entah siapa"


"Mengapa kau ada di sini?" Tanya nya dengan tatapan curiga.


"Hmmm aku hanya jalan-jalan tadi dan tidak menyadari sudah sampai ke sini"


"Kau tidak sedang berbohong bukan?"


"Mengapa aku harus berbohong? Dan kau sendiri apa yang kau lakukan di sini!?"


"Aku hanya lewat tapi aku mendengar seperti ada orang yang berbicara dari arah sini"


"Haha...Itu cuma perasaan mu saja. Aku tidak melihat siapapun dari tadi"


"Oo baiklah"

__ADS_1


Aku pikir Eric melihat ku sedang bersama dengan Miss Evelyn, untunglah dia tidak melihatnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2