
"Ya...kalo begitu aku pergi dulu"
"Kau mau ke mana?"
"Ke rumah Rachel"
"Jadi kau mau ke desa?"
"Iyaa"
"Aku ikut"
"Oke"
Aku dan Eric pun berjalan menuju desa. Sepanjang perjalanan aku dan Eric tidak mengobrol sama sekali, tapi menurut ku itu lebih baik karena mau ngobrol ataupun tidak pasti suasananya tetap canggung jika bersama nya. Dan saat aku sudah sampai di depan rumah Rachel, Eric pun masih berada di samping ku.
"Aku sudah sampai, aku duluan ya"
"Hmm"
Saat aku baru saja hendak masuk tiba-tiba ada sesuatu yang memegang tangan ku, dan ternyata Eric lah yang menarik nya.
"Ada apa?"
"Apa kau..."
"Ya?"
"Tidak jadi"
Eric pun melepas tangan ku dan langsung pergi.
"Dasar aneh!"
Aku pun masuk ke dalam rumah Rachel dan saat aku masuk, mama Rachel langsung menyuguhi ku cemilan yang dibuatnya.
"Mengapa kau lama sekali Sherryl?" Tanya Rachel yang sedang menonton sembari memakan cemilan
"Tidak ada, hanya ada beberapa urusan saja"
"Huh...kau mulai sok misterius ya!"
"Haha...Apaan sih"
"Kalian sudah tahu belum Dankers yang menyerang perbatasan kemarin sudah berhasil dikalahkan" Celetuk Mama Rachel
"Yang benar Ma!! Jadi ada yang tertangkap gak?"
"Emangnya ada sejarah para Dankers bisa ditangkap?"
"Gak sih ma.."
"Ya udah"
Selama di sana aku hanya berbincang sambil makan cemilan. Setalah beberapa jam, Rachel pun memutuskan untuk kembali ke asrama.
"Ma... Sepertinya aku dan Sherryl harus kembali"
"Mengapa cepat sekali? Ini kan belum terlalu sore?!"
"Ada yang harus kami urus, lagipula kami harus mempersiapkan diri karena nanti malam ada tugas yang menanti"
"Baiklah... Hati-hati di jalan ya"
"Iyaa Ma"
"Kami pamit Tante"
"Iya Sherryl"
Setelah berada di halaman rumah Rachel, aku pun bertanya kepada Rachel urusan apa yang dia maksud tadi.
"Rachel, emangnya kita ada urusan apa?"
"Sebelum aku sampai ke rumah tadi, aku berpapasan dengan salah satu senior kita"
"Siapa?"
"Senior Grace"
"Terus?"
"Aku mendengar kalo di dalam Academy ada seorang mata-mata dari Dankers"
__ADS_1
"Benarkah??"
Sebenarnya Mr.Corner sudah memberitahu duluan hal itu padaku, tapi aku tidak mungkin mengatakannya pada Rachel.
"Iyaa!!"
"Lalu, apa ada orang yang mereka curigai?"
"Mereka juga belum tahu tapi yang pasti dia itu seorang perempuan"
"Perempuan? Mereka tahu dari mana?"
"Sayangnya mereka sudah pergi menjauh, jadi aku hanya mendengar sampai itu saja"
"Terimakasih infonya. Rachel, kau sangat baik menceritakan semua yang kau ketahui padaku"
"Aku tahu itu, tidak seperti mu bukan?"
"Eh apa maksud mu?"
"Aku tahu Mr.Corner pasti menyuruh mu melakukan sesuatu walaupun aku tidak tahu apa itu"
"Mengapa kau yakin akan hal itu?"
"Yah...karena kalian sering sekali bertemu, dan Mr.Corner bukan orang yang mudah diajak bicara"
"Maaf Rachel Aku..."
"Tidak masalah, kau tidak perlu menceritakan nya pada ku. Tapi jika kau butuh sesuatu kau bisa mengandalkan ku, oke"
"Iyaa terima kasih banyak"
Aku dan Rachel pun berpelukan. Dan di saat kami masih berpelukan tiba-tiba seseorang tertawa di depan kami.
"Haha...kalian lagi drama ya" Ujar Kevin
"Kevin, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Rachel ketus
"Aku mau kembali ke asrama, tapi saat lewat aku malah melihat dua orang sedang berpelukan"
"Yah... terserah kami dong namanya juga sahabat"
"Ya..ya..ya persahabatan antar cewek memang gak bisa diukur"
Setelah mengatakan kalimat itu, Kevin pun pergi.
"Udahlah..kita juga kembali yuk"
"Huft...iya"
Kami pun kembali ke asrama saat sudah sampai, Rachel pun langsung kembali ke kamar. Sedangkan aku pergi ke kantin membawa beberapa Snack untuk kami makan nanti.
"Heii!!"
"Kevin"
"Dimana sahabat mu itu?"
"Dia sudah pergi ke kamar duluan"
"Hmm... Aku tadi lihat lho!!"
"Lihat apa?"
"Kau bersama Eric"
"Emangnya kenapa? Sekarang pun aku sedang bersama mu kan!?"
"Aku melihat kalian berpegangan tangan tadi"
"Bagaimana kau bisa tahu?"
Aku pun teringat kalo rumah Kevin tetanggaan dengan rumah Rachel.
"Terus kenapa? Kalo kau memang melihat nya, kau juga tahu kan tidak ada yang terjadi saat itu"
"Yah...."
"Udahlah aku pergi dulu"
"Padahal kau hanya cewek bodoh tapi kenapa orang seperti mereka malah...."
"Apaaa?? Kau bilang aku cewek bodoh?!"
__ADS_1
"Iyaa memang itu kenyataan nya kan"
"Huh.... Sudahlah bicara dengan mu hanya akan membuang tenaga "
"Oh ya!"
Setelah siap membawa Snack yang kusuka aku pun langsung meninggalkan Kevin. Entah kenapa setiap aku berbicara dengan nya pasti ujung-ujungnya berakhir dengan menyebalkan.
~
~
Malam pun tiba, dan seperti yang dikatakan Mr.Corner kami diberi surat yang berisi tugas yang akan kami kerjakan.
"Apa isi surat mu Sherryl?" Tanya Rachel
Akupun membuka surat ku
"Telepati"
"Ha? Hanya itu?"
"iya, bagaimana dengan mu?"
"Teleportasi"
"Apa maksudnya ini? Ini tugas apa?"
"Kita kan memiliki ability yang sama dengan Zwetta dan Gabriel, mungkin isi surat kita sama dengan mereka"
"Mungkin, ayo kita temui mereka"
Aku dan Rachel pun pergi menemui pemimpin yang lain. Sebelum sempat kami menemui mereka di asrama mereka, kami semua sudah berpapasan di gedung utama Ability.
"Ternyata kalian sudah berkumpul di sini ya.. Zwetta apa isi surat mu?"
"Untuk apa aku memberitahu mu!?"
"Heii kita kan memiliki Ability yang sama aku cuma ingin tahu apa tugas kita sama!!" Ujar Rachel ketus
"Iya Rachel tugas nya sama" Ucap Gabriel
"Benarkah?!" Tanya ku mendekati Gabriel
Aku pun juga melihat kata telepati di dalam surat milik Gabriel.
"Huh...Aku nyesel nanya sama Zwetta aku lupa kalo Sherryl dan Gabriel punya ability yang sama" Celetuk Rachel
"Lalu yang lain dapat apa?" Tanya ku
"Pirokinesis" Jawab Kevin
"Invisibility" jawab Ashton
"Dan kau Eric?" Tanya Rachel
"Levitation"
"Apa kalian sudah melihat isi surat nya" Ucap Mr.Corner menghampiri kami
"Mr apa maksudnya ini?" Tanya Zwetta
"Itulah tugas yang akan kalian lakukan"
"Maksudnya kami harus melakukan apa?" Tanya Rachel bingung
"Yang di dalam surat itu semuanya berkaitan dengan kemampuan ability kalian masing-masing"
"Maksudnya karena aku mempunyai ability telekinesis dan di dalam surat ku tertera telepati berarti itu saling berkaitan?!"
"Benar, menurut mu apa kaitannya Sherryl?"
"Telekinesis kemampuan yang bisa menggerakkan benda tanpa menyentuh nya sedangkan telepati semacam berkomunikasi tanpa perlu berbicara"
"Jadi?"
"Kaitannya apakah karena keduanya bisa dilakukan tanpa menggunakan indra"
"Yah...Bisa dibilang seperti itu"
"Lalu apa yang harus kami lakukan dengan ini?" Tanya Ashton
"Aku mau kalian memiliki kemampuan yang ada di dalam surat itu"
__ADS_1
"Bagaimana caranya?!" Tanya kami serempak
BERSAMBUNG.....