Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 26


__ADS_3

Mr corner keluar dari gedung utama, kami pun langsung mengikutinya dari belakang. Setelah beberapa menit kami berjalan melewati taman, dan rumah kaca, akhirnya kami berhenti di depan sebuah bangunan kayu di belakang rumah kaca tempat pertemuan pertama ku dengan Eric.


"Tempat apa ini?" Tanya Rachel


"Jangan lihat dari luarnya, kalian akan takjub saat masuk ke dalam"


Mr Corner membuka pintu bangunan dan tidak ada yang spesial. Kemudian dia berjalan menarik tuas yang tertancap di samping vas bunga yang ada di ruangan itu. Seketika dinding bangunan itu terbelah dan kami pun mendapati ruangan luas yang dipenuhi dengan peralatan dan cairan di dalam wadah yang berbeda.


"Wow...." Seru kami takjub


"Selamat datang di laboratorium Academy" Ujar Mr Corner


"Wah...Jadi ini ya laboratorium nya" Ujar Ashton


"Benar"


"Apakah kami akan melakukan eksperimen?" Tanya Zwetta semangat


"Hmm yah... Kira-kira seperti itu"


"Lalu apa hubungannya semua ini dengan surat yang kau berikan?" Tanya Eric


"Karena kalian akan kami beri suntikan yang akan membuat kalian memperoleh kemampuan yang ada di surat itu" Jawab Mr corner


"Apa? Jadi kami bukan melakukan eksperimen tapi malah jadi kelinci percobaan?!" Ujar Rachel


"Tentu saja tidak Rachel, suntik yang akan kami berikan hanyalah cairan vitamin yang akan mendorong kemampuan kalian sehingga bisa mendapatkan kemampuan yang ada di dalam surat kalian masing-masing" Jelas Mr Corner panjang lebar


"Cairan apa yang bisa membuat kami memiliki kemampuan itu?" Tanya ku


"Miracle" Jawab Mr Corner sembari menunjuk ke arah cairan berwarna biru


"Kau bilang tadi cairan itu hanya sebagai pendorong kemampuan kami terbangun kan?" Tanya Kevin


"Benar"


"Berarti kami tidak langsung mempunyai kemampuan yang tertera di dalam surat ini dong?!" Tanya Kevin lagi


"Tepat sekali. Cairan itu hanya membentuk kemampuan yang baru, sedangkan untuk mengembangkannya kalian sendirilah yang harus melatihnya"


"Apa hanya kami berenam yang harus berlatih? Atau murid yang lainnya juga ikut? Tanya Gabriel


"Ya, karena semenjak tugas pertama kalian di hutan terlarang kalian sudah menjadi sebuah tim yang lebih unggul dibandingkan murid yang lain"


"Tapi apa gunanya memiliki kemampuan itu?" Tanya Kevin


"Itu akan membantu kalian dalam situasi yang sulit"


"Aku tidak mengerti... Situasi apa maksudnya?" Tanya Rachel bingung


"Yah....." Ucapan Mr Corner berhenti

__ADS_1


"Situasi apa Mr Corner?" Tanya Rachel sekali lagi


"Bukankah lebih bagus kalo kalian mempunyai kemampuan lain untuk melindungi diri kalian? Jawab Mr Corner mengalihkan pembicaraan. "Jadi kemampuan ini sangat berguna. Tidak perlu banyak bertanya, kami akan segera menyuntikkan cairan itu pada kalian" Tambah Mr Corner.


"Baik Mr Corner" Jawab kami serempak


Mr Corner memanggil salah satu orang yang mengenakan jas putih di ruangan itu.


"Halo anak-anak perkenalkan aku adalah Scout, salah satu profesor di laboratorium akademi ini"


"Salam kenal Profesor Scout" Sapa kami bersamaan


"Salam kenal juga. Baiklah, aku akan langsung menyuntikkan cairan miracle itu pada kalian. Silahkan masuk secara bergantian ke dalam ruangan itu" Ujar Prof Scout menunjuk salah satu pintu yang berada di sudut ruangan.


Profesor Scout pun membuka pintu itu dan menyuruh salah satu dari kami untuk masuk.


"Siapa yang akan memulai pertama?" Tanya Ashton menatap kami bergantian


"Biar aku saja" Jawab Zwetta


"Tentu saja, ladies first" ucap Kevin cengengesan


"Ishh aku ingin sekali memukul kepala mu itu!!" Ujar Zwetta ketus


Kevin pun hanya membalas nya dengan tertawa terbahak-bahak.


Zwetta pun masuk ke dalam pintu itu bersama dengan Prof Scout. Ketika mereka sudah di dalam Prof Scout langsung menutup pintu.


"Memangnya tidak boleh ditengok? kenapa sampe ditutup segala? Bukankah kita juga akan mendapatkan suntikan yang sama?" Tanya Rachel


"Terserah aku dong, kalo kau tidak mau mendengar nya kau tinggal menutup telinga mu!" Balas Rachel ketus


"Dasar berisik!!"


"Dasar tukang ikut campur!!!"


"Kenapa kalian selalu berantem, padahal tetanggaan?" Ujar ku bersamaan dengan Gabriel


Aku dan Gabriel pun saling tatap dan tertawa karena mengucapkan hal yang sama.


"Wah...Padahal kalian belum memiliki kemampuan telepati, tapi pikiran kalian sudah sama. Apalagi kalo kalian memiliki kemampuan itu, pasti kalian bisa membicarakan sesuatu yang hanya kalian berdua yang mengetahui nya " Ujar Ashton panjang lebar


"Itu pasti menyenangkan, bukan kah begitu Sherryl?" Ucap Gabriel


"Eh haha ya aku rasa itu hal yang menarik"


"Kemampuan itu hanya digunakan saat dalam situasi yang sulit, jadi kalian tidak boleh seenaknya menggunakan kemampuan itu!!" Timpal Eric


"Iya aku setuju" Ujar Kevin


Dan di saat kami sedang berbincang, terdengar suara pintu terbuka. Zwetta keluar dari pintu itu dengan cengengesan.

__ADS_1


"Hai guys" Ujar Zwetta semangat


"Jadi kau sudah bisa teleportasi?" Tanya Ashton


"Tadi kan sudah dijelaskan kalo cairan itu hanya sebagai pendorong saja" Jawab Mr Corner terlebih dahulu


"Jadi apa yang harus kami lakukan agar kemampuan itu bangkit?" Tanya Ashton lagi


"Pertanyaan mu banyak sekali Ashton. Bagaimana kalo kau masuk saja?" Ujar Mr Corner


"Baiklah Mr Corner"


Ashton pun masuk ke ruangan yang dimasuki Zwetta sebelumnya.


"Bagaimana rasanya? Apa ada yang berubah?" Tanya Rachel kepada Zwetta


"Entahlah aku hanya merasa segar ketika menerima suntikan itu" Jawab Zwetta


"Ada apa sih di dalam? kenapa pintunya harus ditutup? Bukankah kita juga akan masuk ke sana nantinya?" Tanya Rachel


"Mana aku tahu, pikir aja sendiri!" Jawab Zwetta ketus


"Gak usah layani, nanti juga dia berhenti sendiri😏" Ucap Kevin


"Bisa gak sih kau gak ikut campur setiap aku bicara!!" Pinta Rachel


"Jangan-jangan Kevin suka sama Rachel?" Ucap ku tanpa sadar


"OGAH" Jawab mereka berdua bersamaan


"Jahat banget sih kau Sherryl! Masa aku dicocokkan sama anak yang satu ini!!" Protes Rachel


"Hei cewek bodoh, kau udah gak waras ya sampe bilang aku naksir sama teman cerewet mu itu!" Ujar Kevin sembari menyilang kan kedua tangannya


"Hahaha...Aku juga sependapat dengan Sherryl kalo melihat tingkah kalian berdua" Ujar Gabriel


"Tentu saja kau setuju Gabriel" Ujar Rachel cengengesan


"Ha? Apa maksudmu Rachel?"


"Kau kan suka sama Sherryl"


"Mana mungkin lah" Jawab ku terlebih dahulu


"Buktinya Gabriel gak protes tuh, malahan tersipu malu" Ucap Rachel


"Mengapa daritadi kalian berisik sih?!" Ujar Eric dengan nada tinggi


"Ada apa sih dengan mu Eric? Kau tidak perlu berteriak kali!!" Pinta Rachel ketus


"Eric benar, daritadi kalian itu memang berisik!!" Timpal Zwetta

__ADS_1


Ketika kami masih saling menyalahkan satu sama lain, Ashton pun keluar dan menyuruh salah satu dari kami untuk masuk selanjutnya. Begitulah seterusnya satu persatu dari kami masuk secara bergantian. Dan yang terakhir masuk adalah aku.


BERSAMBUNG...


__ADS_2