
"Siapa itu Mr.Corner?"
"Kau tidak mengenal ku nona?" Tanya nya berjalan ke arah ku.
"Sepertinya tidak"
"Kau tidak pernah dengar Mr.Corner? Dia itu bisa menggunakan semua Ability dan juga salah satu penjaga paling hebat di academy ini" Jelas Zwetta dengan antusias.
"Haha... Terimakasih nona Zwetta"
"Astaga...Kau mengenal ku Mr.Corner!?"
"Tentu saja^^, Aku mengenal seluruh pemimpin di setiap Ability"
"Aku merasa terhormat"
"Aku juga senang bertemu dengan Zwetta yang sangat semangat seperti ini^_^.
Kalau kau tidak mengenal ku berarti kau anggota yang berasal dari dunia luar itu?" Tanya nya balik pada ku.
"Benar, namaku Sherryl"
"Senang bertemu dengan mu Sherryl, kau pasti sangat berbakat sehingga baru saja datang kau sudah ikut menjalankan misi"
"Itu hanya kebetulan Mr.Corner"
"Hmm^_^. Baiklah bagaimana kalau kita langsung berlatih saja?"
"Tentu" Jawab Zwetta semangat
"Tapi sebelumnya Mr.Corner, mengapa bukan para senior yang melatih kami?" Tanya Ashton.
"Karena para senior sedang mengurus sesuatu"
"Apakah para Dankers?" Tanya Kevin
"Darimana kalian mendengar hal itu?"
"Sherryl"
"Sherryl?" Tatap Mr.Corner sinis ke arah ku.
"Ah ya..Aku juga mendengar nya dari salah satu teman ku"
"Kalian tidak perlu membahas atau mencari tahu hal itu, apa kalian mengerti?!"
"Iya Mr.Corner" Jawab kami serempak.
"Rachel, maksud nya Mr.Corner bisa menggunakan semua Ability ?" Bisik ku pada Rachel
"Sebenarnya dia itu pengguna Ability telekinesis sama seperti mu, tapi skill nya sudah sangat tinggi hingga dia bisa menggunakan ability nya untuk mengendalikan ability lain"
"Aku akan menunjukkan nya agar kau tidak penasaran lagi nona Sherryl"
"Ha? Ya..."
Ternyata Mr.Corner mendengar pembicaraan ku dan Rachel.
"Oke anak-anak tunjukkan kemampuan kalian yang paling hebat dan serang aku!!" Perintah Mr.Corner.
Zwetta pun maju duluan dengan menggunakan ability nya, dia pun melayang di udara dan melepaskan pukulan yang sangat kuat sehingga angin di sekitar kami berhembus dengan cepat. Aku pikir pukulan itu mengenai Mr.Corner tapi nyatanya Mr.Corner malah menangkis nya dengan tameng air seperti milik Ashton.
"Waw... Bagaimana mungkin? Bukankah dia pengguna ability telekinesis?!"
"Itulah yang ku jelaskan tadi, karena skill nya sudah tinggi dia bisa mengendalikan ability nya untuk membuat ability lain"
"Tapi bagaimana caranya?"
"Kau lihat bukan kolam yang ada di sana"
Rachel pun menunjuk sebuah kolam di antara pepohonan.
__ADS_1
"Ya, emangnya kenapa?"
"Coba perhatikan baik-baik"
Aku pun memperhatikan kembali kolam tersebut dan air nya mengalir ke arah tameng yang dibuat Mr.Corner.
"Aku mengerti! Satu tangan Mr.Corner menggunankan ability nya untuk membuat tameng dan yang satu nya lagi untuk menangkis serangan dari Zwetta"
"Tepat sekali!"
"Aku baru tahu ability ku bisa juga menggerakkan air aku pikir hanya benda-benda mati" Gumam ku
Zwetta pun terus mengirim pukulan yang bertubi-tubi pada Mr.Corner tapi hasilnya nihil karena tameng buatan milik Mr.Corner jauh lebih kuat.
"Ayo kita juga bantu Zwetta!" Ujar Ashton
Kami semua pun mengeluarkan Ability kami dan mengarahkan nya pada Mr.Corner. Tameng yang dibuat Mr.Corner pun semakin melebar karena kami menyerangnya dari segala arah.
Saat Eric mengeluarkan ability nya dan membuat petir yang besar sehingga menyelimuti tameng buatan Mr.Corner. Aku pikir itu akan menghancurkan tameng itu tapi ternyata serangan petir itu seperti mengenai cermin dan menyambar ke arah kami.
"Akhh.." Ucap Rachel meringis kesakitan karena terkena Sambaran.
"Rachel!!"
Saat hendak menolong Rachel aku pun hampir terkena petir milik Eric, untung saja Gabriel menolong ku.
"Kau tidak apa-apa?"
"Iya, terimakasih Gabriel"
Aku pun langsung berlari ke arah Rachel.
"Bagaimana keadaan mu?"
"Tidak terlalu sakit sih karena sebelum petir itu mengenai ku aku sempat mengirim pukulan untuk menghancurkan nya tapi tetap saja seperti terkena setrum"
"Syukurlah"
"Padahal kalian bertujuh tapi kalian bahkan tidak bisa mengalahkan satu orang"
"Itu karena anda terlalu kuat Mr!" Ucap Ashton
"Kalian ini sudah menjadi tim, apa kalian tidak bisa bekerja sama?"
"Maafkan kami Mr, sepertinya kami perlu belajar lagi" Pinta Gabriel
"Tentu saja, aku bahkan heran kalian berlima adalah pemimpin di setiap Ability.
Sudahlah sekarang kalian berlatih lah menghancurkan batu"
Mr.Corner pun membuat tujuh batu seukuran kami dan sepertinya itu bukan batu biasa.
"Kalian tidak boleh istirahat sebelum berhasil menghancurkan batu yang ada di hadapan kalian!" Perintah Mr.Corner
"Baik Mr.Corner"
"Aku akan pergi dulu dan Sherryl ikut lah dengan ku sebentar"
"Eh..Baik Mr.Corner" Jawab ku heran.
Aku pun berjalan ke luar ruangan dan mengikuti Mr.Corner. Dan setelah cukup jauh dari ruang latihan, Mr.Corner pun berhenti.
"Sherryl"
"Iya Mr.Corner"
"Menurut mu dari mana kau mendapatkan Ability mu?"
"Entahlah mungkin dari kakek saya Mr"
"Apakah orang tua mu yang berkata seperti itu?"
__ADS_1
"Iya"
"Kau sudah mendengar tentang Dankers, bukan?" Tanya Mr.Corner kesekian kalinya.
Aku pun mengangguk.
"Kau percaya mereka pengguna Ability kegelapan?"
"Saya tidak tahu Mr, yang saya dengar ability itu hanya sekedar rumor belaka"
"Ability itu memang ada"
"Benarkah??"
"Hmm"
"Jadi mengapa Mr memberitahu saya hal ini bukannya tadi Mr bilang kalo kami tidak boleh membahas hal itu!?"
"Karena aku butuh bantuan mu!"
"Ya?"
"Sepertinya ada mata-mata di academy ini "
"Maksudnya?"
"Ada pengkhianat di dalam academy ini yang bekerja sama dengan para Dankers untuk menguasai Academy dan perkampungan"
"Jadi apa yang bisa saya bantu?"
"Kau bisa membantu mencari petunjuk siapa pengkhianat itu"
"Bagaimana caranya? Dan mengapa Mr malah minta tolong pada saya yang masih baru di sini bukannya dengan para pemimpin atau orang yang lebih berpengalaman?"
"Justru karena kau masih baru mereka tidak akan curiga pada mu"
"Tapi Mr bagaimana saya bisa mengetahui kalo itu adalah mata-mata, saya kan belum mengenal semua orang di sini"
"Kau hanya perlu melaporkan pada ku jika ada seseorang yang bertindak aneh misalnya bertemu dengan seseorang secara diam-diam atau hal lainnya"
"Apa tidak masalah mempercayakan hal sepenting ini pada saya Mr?"
"Saya tahu kamu orang yang baik Sherryl karena kau sangat mirip dengannya"
Mr.Corner pun tersenyum hangat setelah mengatakan kalimat itu seperti sedang mengingat seseorang.
"Mirip dengan siapa Mr.Corner?"
"Sahabat"
"Hmm?"
"Lupakan saja yang barusan kukatakan. Kau tahu sampe sekarang para senior dan penjaga lainnya masih menyerang Dankers di perbatasan"
"Apa? Seberapa banyak jumlah mereka sehingga sampe sekarang belum selesai"
"Mereka tidak perlu berjumlah banyak karena satu orang Dankers bisa menghabisi sepuluh penjaga"
"Astagaa.. Mereka sangat kuat"
"Benar"
"Tapi mengapa mereka menyerang perbatasan?"
"Karena mereka ingin ke dunia mu"
"Untuk apa?"
"Mereka ingin membunuh orang-orang yang ada di dunia mu".
BERSAMBUNG....
__ADS_1