Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 21


__ADS_3

"Untuk apa mereka membunuh manusia biasa? Maksudku mereka kan tidak mempunyai ability!"


"Untuk menambah pengikut mereka, jadi mereka akan meminumkan darah manusia biasa pada seorang ability"


"Itu sangat mengerikan"


"Benar. Jumlah mereka semakin bertambah, sedangkan para penjaga ability dan penduduk malah berkurang"


"Mengapa bisa seperti itu?"


"Karena selain menyerang secara terbuka mereka juga melakukan penyerangan sembunyi-sembunyi. Dan caranya seperti yang ku jelaskan tadi"


"Menggunakan seorang mata-mata"


"Tepat sekali!"


"Aku tidak tahu apakah aku bisa membantu"


"Kau hanya perlu memberitahu jika ada hal yang tidak beres"


"Baiklah Mr.Corner"


"Kita sudah cukup lama mengobrol. Aku akan pergi melihat laporan tentang situasi di perbatasan, sekarang kalian istirahatlah. Besok kita akan melanjutkan latihannya"


"Baik Mr.Corner"


Aku pun kembali ke ruang latihan dan melihat batu dari Mr.Corner semuanya masih utuh.


"Sherryl, di mana Mr.Corner?" Ujar Rachel dengan nafas terengah-engah.


"Ah...Dia bilang kita sudahi saja latihannya karena dia ada urusan"


"Apa?! Dia bahkan belum mengajari kita untuk bisa menghancurkan batu sialan ini!" Ucap Zwetta mengirimkan pukulan berdentum ke batu di hadapannya.


"Sudahlah...Ayo kita harus istirahat" Pinta Gabriel meregangkan otot-otot tangannya.


Kami pun meninggalkan ruang latihan. Aku dan Rachel pun berjalan menuju asrama kami.


"Apa yang dibicarakan Mr.Corner, Sherryl?"


"Tidak ada. Dia cuman mau tahu tentang dunia luar" Jawab ku kikuk karena aku terpaksa berbohong pada Rachel.


"Oo kirain ada apa"


Sebelum sampai asrama aku Dan Rachel pun meminum es buah untuk melepas dahaga.


"Ini sangat manis dan segar"


"Benar"


Setelah sampai kami pun langsung berbaring di ranjang masing-masing.


"Gak terasa udah jam 6 aja"


"Iyaa"


"Bagaimana perasaan mu Sherryl?"


"Apanya?"


"Kau kan sudah seminggu berada di sini, apa kau mulai terbiasa?"


"Ya... Ini pertama kalinya aku seperti menemukan kebebasan"


"Apa maksudnya itu?"


"Aku bisa mengeluarkan ability tanpa harus takut dilihat orang lain"

__ADS_1


"Berarti kau sudah betah dong"


"Iya, tapi aku juga mulai rindu dengan orangtuaku. Karena sebelumnya aku tidak pernah berpisah dengan mereka"


"Aku turut sedih. Seandainya orang tuamu juga tinggal di sini"


"Ya... Tapi itu tidak mungkin karena mereka bukan pengguna ability"


"Aku masih heran sampai sekarang, bagaimana mungkin salah satu dari mereka tidak memilikinya kalo kakek mu saja punya?"


"Aku juga tidak mengerti"


"Tapi aku rasa kau tidak akan bisa bertemu dengan mereka karena kau tahu kan membuka perbatasan hanya akan membuat masalah"


"Maksudmu?"


"Kalo betul yang dikatakan Joy para Dankers menyerang perbatasan bukankah penjagaan akan semakin ketat"


"Benar aku sama sekali tidak terpikirkan hal itu"


"Tapi kau tenang saja, setahuku kalo kita meraih prestasi di academy pasti akan diberi hadiah. Kalo kau berhasil mendapatkan nya kau bisa minta agar diperbolehkan untuk mengunjungi orang tuamu"


"Benarkah bisa seperti itu?"


"Iyaa"


"Wah... Syukurlah"


"Sepertinya aku mulai mengantuk deh"


"Cepat sekali"


"Mungkin karena aku terlalu banyak menggunakan ability hari ini"


"Lebih baik kita makan dulu, lagipula ini udah jam 7" Ucap ku melirik ke arah jam.


Aku dan Rachel pun makan di kantin asrama. Setelah selesai kami pun membersihkan diri dan langsung pergi tidur.


~


~


~


Aku pun tersentak dari tidur ku karena hendak ke kamar mandi. Aku melihat ke arah jam dan masih pukul 2 pagi. Aku juga melirik ke arah Rachel yang sangat nyenyak dalam tidurnya. Setelah selesai dari kamar mandi, aku pun hendak melanjutkan tidur ku. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara..


"Suara apa itu? Siapa yang masih terbangun jam segini?"


"Aku pun membuka pintu dan memperhatikan sekitar ku dan tidak melihat siapapun. Kemudian aku melihat percikan cahaya dari taman dekat asrama ku. Karena penasaran aku pun langsung pergi ke taman.


~


Setelah sampai di taman aku melihat seseorang mengenakan jubah hitam dan mengeluarkan cahaya dari tangannya.


"Siapa kau?!"


Dia pun melihat ke arah ku, seketika dia pun langsung panik.


"Jangan-jangan kau penyusup?"


Aku pun hendak berteriak tapi dia segera menyambar tubuhku terlebih dahulu dan kami pun segera berpindah tempat ke tempat yang sunyi.


"Apa yang terjadi? Siapa kau? Apa kau baru saja menggunakan teknik teleportasi?"


"Kau tahu teknik itu anak kecil? Berarti kau yang menangkap salah satu goblin milikku" Jawab nya dengan suara yang berat dan tatapan sinis.


"Jadi kau ingin melepaskan goblin itu?"

__ADS_1


"Benar"


"Siapa kau?"


"Aku adalah seorang Dankers"


"Apa??"


"Kau harusnya merasa terhormat karena sebelum kau mati aku akan menunjukkan salah satu teknik ability kegelapan" Ucap nya tertawa dan mengangkat kedua tangannya.


Walaupun merasa takut, aku pun menyerang terlebih dahulu dengan menggerakkan seluruh benda yang ada di sekitar ku dan mengerahkan nya pada sosok berjubah hitam itu.


"Kau pikir anak kecil seperti mu bisa mengalahkan ku!" Ujar nya membelokkan seluruh serangan ku.


Semua serangan ku tidak ada satu pun yang mengenainya aku pun segera berlari sekuat tenaga meminta bantuan.


"TOLONG!!!TOLONG AKU!!"


"Berhenti lah berteriak!! Ucap sosok berjubah hitam itu yang tiba-tiba sudah muncul di hadapan ku.


Sosok itu pun mengarahkan pedang pada ku.


"Kau belum pernah melihat ini bukan"


"Itu cuman pedang biasa"


"Benar. Tapi ini adalah Hand blades"


Pedang itu pun mengeluarkan cahaya hitam dan sebuah tangan muncul dari pedang itu. Sosok itu pun mengarahkan nya pada ku dan tangan itu mulai mencekik ku.


"AKHHH"


Aku tidak bisa bernafas dan pandangan ku mulai memudar tapi dengan sisa tenagaku aku pun menggerakkan sebuah batu besar yang ada di belakang Dankers itu. Batu itu memang tidak mengenai nya tapi memberi waktu untukku melepaskan diri. Karena terkejut, pandangannya pun teralihkan dan membuat tangan yang mencekik ku terlepas. Aku pun memanfaatkan situasi itu dan berlari.


"Kau membuang waktu ku anak kecil!!" Teriak nya marah.


Dia pun Segera menangkap ku kembali.


"Lepaskan aku!!"


"Kali ini kau akan mati"


Karena tidak mempunyai tenaga lagi aku pun hanya bisa pasrah dan menutup mata ku. Ku pikir aku akan benar-benar mati tapi tiba-tiba datang seorang perempuan yang cantik.


"Lepaskan dia!! Dia bukan tandingan mu" Sahut perempuan itu.


"Siapa kau?"


"Tidak penting siapa aku! Aku hanya menyuruhmu untuk melepaskan anak itu"


"Kau berani sekali mencampuri urusan ku"


Perempuan itu pun mengeluarkan pukulan berdentum yang sangat besar dan mengarahkan nya ke arah Dankers itu.


"Kau pikir aku selemah itu bisa terkena pukulan mu!"


Dia pun segera menggunakan teknik teleportasi nya.


"Kau tidak lemah hanya saja bodoh" Ucap perempuan itu yang mengirimkan petir ke tempat teleportasi Dankers itu.


Dan petir itu telak mengenainya.


"Pukulan itu hanya serangan tipuan dan inilah serangan ku yang sebenarnya"


"Kurang ajar, kali ini aku akan membiarkan kalian"


Dankers itu pun pergi karena terluka akibat serangan petir itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2