Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 15


__ADS_3

"Aku mengerti, apa dengan sentuhan tangan mereka saja sudah bisa membuka sel ini?"


"Sepertinya begitu" Jawab Eric


"Baiklah,Rachel kau masih punya tumbuhan itu?"


"Maksud mu Herbs Somnolentes?"


"Iyaa"


"Hanya tinggal 2 lagi"


Rachel pun mengeluarkan tumbuhan itu dari saku nya dan memberikan nya padaku


"Apa yang akan kau lakukan dengan ini Sherryl?"


"Kau bisa memotong akar nya?"


"Maksud mu?"


"Aku ingin kau memotong akar dari tumbuhan ini menjadi bagian-bagian kecil"


"Aku mengerti maksudmu kau pasti ingin membuat nya menjadi seperti serbuk kan, kemudian kau akan menabur nya pada goblin itu"


"Tepat sekali!"


"Ternyata kalian tidak bodoh-bodoh amat" Ucap Kevin Nyengir


Rachel pun memotong akarnya menjadi bagian kecil, itu sangat mudah baginya karena dia memiliki tangan yang ringan dan lincah yaitu keunggulan dari Ability terbang.


Setelah selesai melakukan nya aku pun menggunakan teknik telekinesis ku untuk menaburkan potongan akar itu ke seluruh ruangan, dan karena ukuran nya yang sangat halus tidak ada dari mereka yang menyadari tumbuhan itu berjatuhan seperti hujan di antara mereka.


Tak beberapa lama kemudian semua goblin yang sudah menghirup tanaman itu satu persatu ambruk tak sadarkan diri. Aku pun menggunakan teknik telekinesis ku lagi untuk mengangkat salah satu dari mereka untuk membuka sel.


Aku pun menempelkan tangan goblin yang kuangkat tadi ke arah sel dan sel itu pun lenyap seketika.


"Terima kasih Sherryl" Ucap Gabriel tersenyum


"Kita harus segera keluar, karena efek dari tumbuhan itu tidak akan bertahan lama" Pintaku


Agar cepat keluar dari ruangan itu Zwetta dan Rachel pun memegang tangan kami untuk ikut terbang bersama mereka yang dapat mempercepat gerakan kami.

__ADS_1


"Ayo Sherryl pegang tangan ku" Teriak Rachel pada ku yang tangan kiri nya sudah memegang tangan Gabriel


"Kita harus membawa salah satu dari mereka"


"Apa maksudmu?"


"Bukankah itu tujuan kita kemari?"


"Kau benar Sherryl, aku hampir lupa biar aku saja yang membawa nya " Ucap gabriel


"Dan letakkan sisa akar ini di atas kepalanya agar dia terus tidak sadarkan diri"


Gabriel mengangguk dan melakukan hal yang kukatakan, aku pun segera memegang tangan Rachel dan kami pun terbang. Sedangkan Zwetta yang memegang tangan Kevin, Eric, dan Ashton pun menyusul kami dari belakang.


Kami pun sudah tiba di ruangan yang dipenuhi kristal, dan hampir keluar dari gua itu. Tapi tiba-tiba 2 goblin yang berjaga di luar tadi melihat kami hendak keluar, mereka pun segera menghalangi kami dengan menghujani tombak yang runcing.


Kami semua pun melakukan pertahanan diri tapi hanya bisa dengan satu tangan karena satu lagi harus terus memegang Rachel dan Zwetta.


Kami pun berhasil melewati nya tapi efek dari tumbuhan itu sudah habis dan para goblin menyadari para tahanan mereka sudah tidak ada di sana, mereka pun langsung mengejar kami.


Melihat kami yang sudah berhasil keluar mereka pun melempari kami dengan tombak dan mengejar kami dengan teknik teleportasi nya.


"Ah....kalian harus melindungi ku" Ucap Rachel karena tangannya hampir terkena tombak


Aku pun membelokkan setiap tombak yang mendekat. Karena memiliki telekinesis, aku juga bisa menguasai setiap tombak yang dilempar oleh mereka dan memutar arah serangan nya dan cara itu pun berhasil.


Berbeda hal nya dengan kelompok yang ikut dengan Zwetta. Ashton memang bisa melindungi diri nya dengan membangun tameng air yang kokoh tapi masalah nya Eric hanya bisa mengeluarkan petir secara bergantian yang membuat tombak satu hancur dan tombak yang datang dari arah lain mengenainya. Sedangkan Kevin tidak bisa melakukan apapun karena harus memegang Zwetta dan Ashton.


Dan saat Eric sibuk dengan tombak yang ada di hadapannya dia tidak memperhatikan dari arah samping nya para goblin menghujam nya dengan kayu dan batu. Melihat hal itu aku pun menggerakkan tangan ku dan membelokkan arah serangan mereka. Karena berusaha melindungi Eric, aku tidak menyangka mereka juga menyerang ku dari sisi samping yang membuat lengan ku tergores tombak dan seketika mengeluarkan darah.


"Sherryl!!!! Apa kau baik-baik saja?" Teriak Rachel panik yang menyadari aku terluka.


"Maaf Sherryl aku tidak bisa membantu mu" Ujar Gabriel khawatir


"Tidak masalah kok, ini cuma perih sedikit" Ujar ku tersenyum agar tidak membuat mereka panik.


"Tahanlah sebentar lagi kita akan sampai" Ucap Rachel


Aku pun mengangguk.


Dan betul ucapan Rachel kami pun hampir sampai, karena mendekati gerbang hutan terlarang para goblin itu pun mundur mengejar kami dan masuk kembali ke dalam hutan.

__ADS_1


Setelah cukup lama hanya melihat kegelapan serta tulang belulang yang berserakan kami pun akhirnya sudah sampai kembali ke academy. Posisi kami saat ini sedang berada di taman belakang gedung utama.


"Kalian sangat berantakan" Ucap seseorang berjalan mendekati kami yang sedang terduduk di rerumputan karena lelah dengan aksi kejar-kejaran dengan para goblin.


"Miss Azura"


"Selamat datang kembali ke Academy dengan keadaan selamat walaupun di antara kalian ada yang terluka" Lirik Miss Azura ke lengan ku yang terus mengeluarkan darah


"Bagaimana bisa kau terluka, bukankah tadi baik-baik saja" Ujar Ashton bingung


"Itu karena Sherryl menyelamatkan Eric!"Jawab Rachel


"Apa maksudmu?" Tanya Eric mengernyitkan dahi nya


"Tentu saja kau tidak tahu, saat kau menghadapi goblin di hadapan mu kau tidak sadar goblin yang lain menyerang mu dari arah samping melihat hal itu Sherryl pun membelokkan arah serangan yang membuat nya terluka seperti sekarang" Jawab Rachel menjelaskan.


"Tidak, ini memang kesalahan ku yang tidak hati-hati. Kami berhasil membawa salah satu goblin Miss" Ucap ku mengalihkan pembicaraan.


"Iya aku melihat nya dan kalian membawanya dengan cara yang cukup pintar"


"Ini adalah cara Sherryl" Ucap Gabriel memuji ku


Gabriel pun menyerahkan goblin yang masih tertidur karena terus menghirup Herbs Somnolentes.


"Terima kasih murid-murid ku, kalian memang tidak pernah mengecewakanku. Bersihkan lah diri kalian terlebih dahulu setelah itu baru kalian menemuiku lagi"


"Baik Miss" Jawab kami serempak


Rachel pun membawa ku perlahan menuju kamar ku dan Rachel di asrama academy.


Ketika sampai ke dalam kamar Rachel pun menawarkan ku untuk memilih ranjang atas atau bawah karena di dalam ruangan itu terdapat 2 lemari, kamar mandi dan tempat tidur bertingkat seperti yang ku kenal.


"Aku ingin di bawah saja"


"Baiklah, aku akan mengambil obat dan perban di ruang kesehatan. Kau tunggulah di sini"


"Iyaa"


Rachel pun pergi untuk membawa obat sedangkan aku membersihkan luka ku di kamar mandi tapi belum sempat 5 menit kepergian Rachel terdengar suara ketukan pintu kamar.


Tok..Tok..Tok.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2