Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 17


__ADS_3

"Sudahlah, mengapa kau membahas hal serius seperti itu Rachel. Seharusnya kau membawa Sherryl menikmati pemandangan di sini"


"Ah, benar. Maafkan aku Sherryl"


"Tidak masalah kok, justru aku malah berterimakasih karena kau sudah memberitahu ku mengenai hal itu"


"Baiklah Rachel, kebetulan kau ada di sini"


"Emangnya kenapa ma?"


"Mama hari ini memasak kue terlalu banyak, jadi mama ingin memberikan nya pada paman dan bibi mu"


"Jangan bilang mama menyuruh ku mengantar nya"


"Tumben anak mama pintar"


"Ma.... Bukannya mama bilang untuk membawa Sherryl jalan-jalan"


"Kalian bisa melakukan nya setelah mengantar kue ini, bukan kah begitu Sherryl??🤗"


"Tentu saja Tante"


"Lihat.. Sherryl aja gak keberatan"


"Huh 🙄 seharusnya kau berpihak pada ku" Pinta Rachel ketus padaku.


"Kalo menggunakan Ability mu tempat yang harus nya ditempuh selama setengah jam bisa menjadi 15 menit, jadi cepat sana antar kue ini gak usah protes lagi!"


"Huft..Iya deh, setiap aku pulang pasti selalu disuruh hal begini"


Aku pun berpamitan pada mama nya Rachel.


"Kami pergi dulu Tante"


"Sering-sering mampir ya Sherryl"


"Iya Tante"


Mama Rachel pun mengasih kotak makan pada ku.


"Ini apa Tante?"


"Ini kue, kau harus mencicipi nya"


"Walaupun cerewet mama ku itu pintar masak lho Sherryl"


"Haha mama anggap itu sebagai pujian"


"Sekali lagi makasih Tante"


"Iya hati-hati di jalan"


Kami pun segera keluar. Dan saat tiba di depan halaman rumah Rachel, Rachel pun berhenti.


"Mengapa berhenti?"


"Sherryl bukannya aku tidak mau mengajak mu tapi aku rasa lebih baik kau jalan-jalan di sini daripada ikut dengan ku ke rumah paman"


"Benarkah? Apa tidak Masalah?"


"Iya, aku takut kita akan kehabisan waktu dan tidak sempat lagi jalan-jalan karena paman ku tidak akan membiarkan ku pergi sebelum aku mendengar cerita nya"


"Haha... Paman mu pasti orang yang asyik"


"Yah seperti itulah, lain kali aku akan mengajak mu"


"Baiklah, aku akan jalan-jalan di sekitar sini saja"


"Iya. Kita akan bertemu lagi sekitar setengah jam di depan rumah ku, itu pun kalo bisa "


"Oke"


Setelah Rachel terbang aku pun pergi lanjut melihat-lihat aktivitas di desa itu. Tempat itu sangat unik seperti menyaksikan film-film sihir yang kulihat di TV, dan untuk pertama kalinya semua ini nyata di depan mata ku.

__ADS_1


~


~


Kira-kira setelah 15 menit aku meninggalkan rumah Rachel, aku pun tiba di depan taman yang di pinggir nya juga terdapat rumah penduduk. Taman itu sangat indah dan di tengahnya ada pancuran dengan air berwarna-warni.


"Wah..Sangat indah"


"Kau tidak perlu menatap nya sampai seperti itu, bisa-bisa mata mu nanti yang keluar!" Ucap seseorang dari belakang ku, aku pun langsung berbalik dan kami pun saling menatap.


"Kevin"


"Yo, cewek bodoh"


"Mengapa kau ada di sini? Dan siapa yang kau sebut bodoh?"


"Tentu saja kau"


"Aku itu punya nama, mengapa kau terus- menerus memanggil ku seperti itu?"


"Karena ada cewek bodoh yang menghina ku untuk pertama kalinya"


Aku pun langsung teringat pertemuan pertama ku dengan Kevin, situasi saat itu juga sama seperti saat ini yaitu di taman saat aku mengatainya dengan cebol.


"I-itu karena kesalahan mu juga, kau juga sudah mengatai ku bukannya itu sudah impas!"


"Aku merasa belum tuh"


"Huh...Jadi kau ada di sini hanya untuk mengganggu ku"


"Gak usah geer deh cewek bodoh, jangan berpikir aku mengikuti mu. Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi"


"Aku kan tidak bilang apa-apa kau sendiri yang mengakui nya"


"Rumah ku itu di dekat sini"


"Aku gak nanya"


"Aku gak butuh"


"Oh ya? Tentu saja kau harus mengetahui nya karena nanti kau berpikir aku mengikuti mu"


"Terserah lah, aku gak punya waktu meladeni mu"


Aku pun segera pergi karena tidak mau mood ku rusak karena Kevin.


"Hei cewek bodoh! Kenapa kau pergi? Aku belum selesai bicara" Kejar Kevin yang tiba-tiba sudah berada di samping ku.


"Jangan buat aku beranggapan bahwa kau mengikuti ku"


"Aku tidak mengikuti mu, mengapa kau cepat sekali geer sih!"


"Kalo begitu ngapain kau terus berjalan di samping ku"


"Aku mau ke rumah ku dan kebetulan arah nya juga ke sini, apakah itu salah?"


"Masa bodoh deh!"


Aku pun terus berjalan menikmati suasana di desa itu.


"Kau betulan datang dari luar" Tanya Kevin membuka percakapan kembali


"Benar"


"Mengapa kau tidak datang dari dulu?"


"Aku juga baru mengetahui Academy ini beberapa waktu yang lalu"


"Jarang sekali masih ada pengguna ability dari dunia luar"


"Apa maksudmu?"


"Semua ability dilahirkan di sini, apa orang tua mu juga pengguna ability?"

__ADS_1


"Tidak, hanya aku"


"Bagaimana mungkin? Setidaknya salah satu dari mereka memiliki nya itulah yang membuat keturunannya mewarisinya"


"Orang tua ku memang tidak memiliki ability tapi dari penjelasan mereka aku mewarisinya dari kakek ku"


"Kakek mu?"


"Iya"


"Apakah dia masih hidup?"


"Entahlah, bahkan aku belum pernah melihat foto nya"


"Ooo"


"Mengapa tampang mu seperti itu?"


"Maksud mu?"


"Kau seperti orang yang bersalah, apa jangan-jangan kau bersalah telah menanyakan hal tadi?"


"Huh...Mengapa kau terus-terusan geer sih!"


"Haha... Aku bercanda"


Entah sejak kapan aku malah santai berbincang dengan Kevin padahal sebelum nya aku selalu berusaha menghindari nya.


"Disini sangat segar..."


Aku pun mengangkat kedua tangan ku untuk menikmati angin yang berhembus tapi tiba-tiba Kevin pun berteriak.


"AWAS!!!"


"Apa? Kenapa?


Belum sempat aku mengerti situasi, Kevin sudah mendorong ku ke tanah dan ternyata ada yang terbang di atas kami.


"Apa itu?"


"Itu seekor naga 🐉"


"Wow..Hebat itu naga sungguhan!!"


"Hebat apanya kau hampir celaka gara-gara nya"


"Aku tidak menyangka aku melihat seekor naga"


"Apa kau akan terus duduk di situ?"


Aku pun baru sadar dari tadi aku sedang duduk di tanah karena Kevin mendorong ku ketika naga itu lewat.


"Mengapa dia terbang sangat rendah?Bagaimana kalo itu mencelakai para penduduk?"


"Entahlah sepertinya dia kehilangan keseimbangan nya"


"Dan yang lebih mengherankan nya lagi...." Ujar ku bingung.


"Apa? Mengapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu?"


"Mengapa kau menolong ku?"


"Siapa yang menolong mu? Aku hanya menolong diriku sendiri karena kau ada di samping ku makanya kau ikut terdorong"


"Hmm... Kalo seperti itu apakah perlu berteriak?"


"Baiklah kalo kau menganggap seperti itu, berarti aku udah membayar balas budi waktu kau menyelamatkan ku dari para goblin"


"Haha... Aku bercanda bagaimana pun juga terima kasih ya"


"Hmm".


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2