
Kesadaran ku pun hampir habis, dan wanita itu segera mengirimkan sesuatu pada ku yang membuat tubuh ku di selimuti oleh cahaya. Luka ku pun berangsur-angsur memulih.
"Siapa anda?"
"Bagaimana keadaan mu?"
"Sudah lebih baik, terimakasih"
"Tidak masalah, siapa nama mu?"
"Aku Sherryl"
"Bagaimana kau bisa terlibat dengan Dankers tadi?"
"Aku juga tidak tahu, saat dia melihat ku dia langsung membawa ku ke sini. Dan sebenarnya kita ada di mana?"
"Ini hutan yang berada di perkampungan"
"Apa? Dia bisa sejauh ini melakukan teleportasi!"
"Iya"
"Kau sangat cantik"
"Ya?"
"Maaf daritadi aku tidak bisa berpaling dari mu karena baru kali ini aku melihat wanita secantik diri mu"
"Haha.. Terimakasih pujian nya, walaupun seperti itu aku adalah seorang ibu lho"
"Apaa!? Serius?"
"Iyaa, bahkan anakku seumuran dengan mu"
"Tidak dapat di percaya, aku pikir anda masih berumur 20 tahun"
"Haha...Kau bisa memanggilku Miss Evelyn dan bicara santai saja tidak usah terlalu formal"
"Baik Miss Evelyn, apakah anak mu juga belajar di academy "
"Benar, tapi aku belum pernah bertemu lagi dengannya"
"Mengapa seperti itu?"
"Aku rasa dia tidak akan mau bertemu dengan ku, karena dia membenci ku"
"Kesalahan apa yang kau perbuat sampe anak mu membenci mu Miss?"
"Aku meninggalkan nya karena alasan tertentu"
"Aku yakin dia tidak membenci mu Miss karena bagaimanapun juga kau adalah ibu nya. Seorang anak tidak akan pernah bisa membenci orang tuanya"
"Aku harap seperti itu, kau pasti sangat menyayangi orang tua mu"
"Tentu saja Miss, tapi aku juga sudah cukup lama tidak bertemu dengan mereka"
"Mengapa seperti itu? Bukankah kau tinggal berkunjung?"
"Aku berbeda Miss, orang tua ku tidak tinggal di sini"
"Apa maksud mu?"
"Mereka berada di dunia luar"
"Jadi kau pengguna ability dari dunia luar"
"Benar"
"Sejak adanya Peperangan hebat waktu itu, tidak ada lagi pengguna ability dari dunia luar"
"Peperangan?"
"Iya, itu sudah lama terjadi dan semenjak saat itu semua pengguna ability masuk ke sini karena perbatasan akan ditutup"
"Aku baru mendengar hal itu"
"Apa ability mu?"
"Telekinesis, dan kau pasti pengguna ability petir kan Miss?"
"Benar"
__ADS_1
"Tapi mengapa kau bisa ada di sini?"
"Aku tadi hanya jalan-jalan saja dan melihat ada asap hitam dari sini makanya aku segera datang"
"Ini pertama kalinya aku melihat ability kegelapan"
"Kau masih belum melihat semuanya Sherryl "
"Aku tahu itu Miss, karena 10 orang saja mereka sudah membuat kewalahan para penjaga perbatasan"
"Oo hal itu aku juga mendengar nya, mereka menyerang perbatasan untuk ke dunia luar bukan?"
"Iyaa Miss, aku takut mereka berhasil melewati nya karena bagaimanapun juga mereka akan membunuh orang dari dunia luar yang tidak tahu menahu hal ini"
"Kau tenang saja, mereka tidak akan bisa melewati perbatasan. Bukankah di academy memiliki pengguna ability yang hebat seperti Mr.Corner?"
"Kau mengenal Mr.Corner?"
"Tentu, dia adalah seorang teman lama"
"Itu sangat hebat!!"
"Sudah mau pagi, bukankah kau harus kembali ke asrama sebelum mereka mengetahui kau hilang?"
"Astagaa.. Aku lupa tapi bukankah akan sangat jauh kalo berjalan dari sini"
"Aku akan membantu mu"
Miss Evelyn pun memegang tangan ku dan seketika kami sudah berada di belakang Academy.
"Kau juga bisa teleportasi?"
"Iyaa"
"Wah.. Itu sangat keren"
"Tapi sebelumnya apa kau bisa tidak menceritakan hal ini pada orang lain"
"Maksudnya?"
"Kau bisa menceritakan tentang Dankers itu tapi bisakah kau merahasiakan tentang diri ku?"
"Tentu saja Miss, kau sudah membantu ku kalo itu mau mu aku tidak akan mengatakannya pada orang lain"
"Tapi apa kita bisa bertemu lagi?"
"Tentu, kau bisa menemui ku"
"Tapi bagaimana caranya?"
Miss Evelyn pun mengeluarkan sebuah cincin dari saku nya dan memasangkan nya di jari ku.
"Kalo kau ingin menemui ku , kau bisa memanggilku dengan ini"
"Baiklah Miss"
"Kembalilah, sebelum mereka menyadari kau tidak ada"
"Iyaa"
Aku pun langsung berlari ke kamar ku dan mendapati Rachel masih tertidur pulas.
"Huft... Syukurlah Rachel masih tidur"
Aku pun melirik ke arah jam dan sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
"Aku seperti mengalami mimpi buruk saja bertemu dengan Dankers tapi karena leher ku masih terasa sakit membuat ku sadar kalo ini bukan mimpi"
Karena mengalami malam yang panjang aku pun langsung tertidur.
~
~
~
"Sherryl!! Bangun Sherryl!"
"Hah?"
"Kau sudah kesiangan makanya aku membangunkan mu"
__ADS_1
Aku pun langsung bangun dan meregangkan otot tangan ku.
"Tidak biasanya kau telat seperti ini"
"Yah...Kau benar"
"Apa kau tidak tidur semalam?"
"Semalam...Ah ya aku harus segera bertemu dengan Mr.Corner!"
"Apa? Kenapa tiba-tiba?"
"Ada yang harus aku bicarakan"
Aku pun langsung membersihkan diri di kamar mandi dan segera menemui Mr.Corner, Rachel pun mengikuti ku.
'Rachel tidak boleh mengetahui hal ini karena Mr.Corner bilang kalo Ini rahasia! Tapi aku tidak mungkin melarang nya ikut dengan ku' gumam ku pelan
Karena memikirkan hal lain aku tidak sadar dan menabrak seseorang ketika sedang berjalan.
"Ah.. Maaf"
"Seharusnya kau tidak melamun saat sedang berjalan!"
"Tante Lucy?" Sahut Rachel.
"Ternyata kau Rachel"
"Iya Tante, apa Tante mau menemui Zwetta"
"Tidak, aku hanya ingin berbicara dengan Azura"
"Aku rasa Miss Azura ada di kantor nya"
"Dan juga Aku mau minta tolong kau bisa menyuruh Zwetta untuk menemui ku di taman belakang nanti"
"Tentu saja"
"Baiklah terimakasih Rachel, aku pergi dulu"
"Silahkan Tante"
"Siapa dia? Bagaimana bisa kau mengenal nya? Tanya ku setelah perempuan yang kutabrak tadi pergi.
"Dia itu mama nya Zwetta sekaligus salah satu penjaga Academy"
"Yah...Dia memang mirip dengan Zwetta"
"Aku harus memberitahu Zwetta hal ini, jadi aku tidak bisa menemani mu untuk bertemu Mr.Corner"
"Tidak masalah, pergilah"
"Baik, sampai ketemu nanti Sherryl"
"Iyaa"
Rachel pun pergi.
"Syukurlah..Mama nya Zwetta datang pada saat yang tepat. Tapi entah kenapa aku merasa dia memiliki aura yang aneh...Mengapa aku peduli akan hal itu aku harus segera menemui Mr.Corner!!"
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya aku sampai di ruangan Mr.Corner.
"Permisi Mr.Corner" Ujar ku sembari mengetuk pintu ruangan.
"Ah.. Ternyata kau Sherryl"
Aku pun melihat Eric berada di dalam ruangan Mr.Corner.
"Eric? Apa yang kau lakukan di sini?"
"Itu bukan urusan mu"
"Huh..Aku kan cuma nanya"
"Jadi Sherryl ada apa?"
Aku pun hampir lupa dengan tujuan ku datang ke sini karena melihat Eric.
"Ah...Aku tidak bisa mengatakannya di sini"
Mr.Corner pun segera mengerti maksud dari ucapan ku.
__ADS_1
"Baiklah ikuti aku".
BERSAMBUNG....