Academy Special Ability

Academy Special Ability
Episode 23


__ADS_3

"Apa kau menemukan sesuatu?" ujar Mr.Corner setelah kami cukup jauh berjalan


"Aku bahkan bertemu dengan mereka"


"Apa maksud mu?"


Aku pun menceritakan kejadian kemarin secara detail kepada Mr.Corner kecuali pertemuan ku dengan Miss Evelyn.


"Bukankah sudah kubilang kalo kau melihat hal aneh harus melapor langsung padaku"


"Aku juga tidak tahu kalo itu Dankers, saat dia melihat ku aku langsung dibawa ke hutan yang ada di belakang perkampungan"


"Jadi bagaimana kau bisa lolos darinya?"


"Ah .. Itu ada seseorang yang lewat. Karena takut ketahuan dia langsung pergi"


"Langsung pergi begitu saja?!"


"Ya..."


Aku tidak mungkin memberitahu Mr.Corner, karena aku sudah berjanji pada Miss Evelyn untuk merahasiakan nya.


"Baiklah, kau beruntung bisa selamat setelah bertemu salah satu dari mereka. Tidak ada yang mengetahui kejadian ini, bukan?"


"Tidak ada kecuali Aku dan kau Mr.Corner"


"Bagus, mulai sekarang kau harus hati-hati karena bisa saja Dankers itu kembali lagi dan mengenali wajah mu"


"Iyaa"


"Aku akan pergi melapor kejadian ini kepada pemimpin Azura, kau bisa kembali ke asrama tapi sebelum itu kau bilang pada Eric bahwa aku akan menemui nya nanti. Jadi dia tidak perlu menunggu ku"


"Baik Mr.Corner"


Sebelum kembali ke asrama Aku pun pergi ke ruangan Mr.Corner terlebih dahulu untuk memberitahu Eric bahwa dia tidak perlu menunggu Mr.Corner.


"Eric, Mr.Corner mempunyai urusan jadi kau bisa mengobrol lagi dengannya nanti"


"Mengapa setiap Mr.Corner berbicara dengan mu pasti ujungnya dia mempunyai urusan!" ujar Eric menatap ku sinis.


"Eh...Ah..Mana aku tahu! Itu cuma kebetulan aja"


"Benarkah?"


"Terserah deh..Aku harus pergi!"


"Heiii!"


"Apa?"


"Kau mau kemana?"


"Menemui Rachel"


"Emangnya dia ada di mana?"


"Dia tadi menemui Zwetta"


"Tumben mereka bisa akrab"


"Itu karena Mama nya Zwetta datang"


"Maksudmu Tante Lucy?"


"Benar. Mengapa kau terlihat khawatir?"


"Aku tidak khawatir"


"Hmm...Aku pikir kau gelisah karena calon mertua mu datang berkunjung"


"Apaaaa???" ujar nya berteriak


"Kau tidak perlu berteriak seperti itu idiot!! Gendang telinga ku hampir pecah!"


"Huh...Siapa suruh mengoceh tidak jelas"


"Untung saja saat kau berteriak ability mu tidak ikut keluar. Bisa-bisa aku gosong nanti"


"Haha... Apaan sih"


"Itu gak lucu tahu!! Kalo tidak benar bukannya kau tidak perlu marah"


"Sejauh mana kau tahu hubungan ku dengan Zwetta, pasti Rachel yang memberitahumu kan?!"

__ADS_1


"Walaupun Rachel tidak memberitahu ku, aku juga akan tetap tahu karena Zwetta kan selalu menempel pada mu"


"Sherryl!" Sapa Gabriel yang berjalan ke arah ku.


"Oh...Haii"


"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"


"Tidak ada, aku mau kembali ke asrama menemui Rachel"


"Sepertinya aku melihat Rachel ada di taman belakang"


"Benarkah!"


"Iyaa"


"Terimakasih infonya"


"Tidak masalah 🙂"


"Ekhemm..Apa kau hanya melihat Sherryl di sini?" Ujar Eric ketus.


Aku sendiri bahkan lupa kalo tadi sedang bersama Eric.


"Haha...Maaf Eric aku lupa menyapa mu"


"Aku pikir kau sengaja melakukan nya"


"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti!"


"Benarkah!"


"Apa Kalian sedang bertengkar? Mengapa aku merasa atmosfer di sini berubah?!"


"Haha...Tidak Sherryl, aku dan Eric tidak bertengkar"


"Oo... Kalo Gabriel sendiri sedang apa di sini?"


"Aku hanya lewat saja, karena melihat mu jadi aku datang untuk menyapa"


"Baiklah...Aku harus pergi sekarang"


"Bolehkah aku menemani mu kalo tidak keberatan?" Tanya Gabriel.


"Tentu saja"


"Apa itu masalah? Aku dengar Tante Lucy datang ke sini..."


"Aku tahu!"


"Baguslah 😁"


'Apa cuma perasaan ku saja kalo mereka sedang menyerang satu sama lain dengan tatapan mata yang sinis' Gumam ku pelan


"Oke, ayo pergi Sherryl 🙂"


"Ah ya...Kami duluan Eric"


"Hmmm"


Gabriel pun menemani ku ke taman belakang untuk menemui Rachel dan saat menuju ke sana Gabriel membahas topik tentang seberapa dekat aku dengan Eric.


"Apa kau dekat dengan Eric?"


"Aku rasa tidak"


"Benarkah??"


"Hmmm"


"Apa kau menyukai nya?"


"Haha... Pertanyaan macam apa itu!?"


"Kau tahu kan dia itu populer"


"Aku mengerti. Maksud mu apakah aku tergoda dengan ketampanan nya kan?"


"Hmmm"


"Benar sih...Eric memang tampan tapi aku hanya mengagumi hal itu tidak sampai jatuh cinta seperti para fans nya"


"Sungguh!!"

__ADS_1


"Iyaa... Tapi mengapa kau bertanya hal itu?"


"Tidak ada😁"


"Kau juga kan populer"


"Kau merasa aku seperti itu"


"Tentu saja"


"Terimakasih 🙂"


"Sama-sama"


"Itu Rachel!!" Ujar Gabriel


"Rachel"


"Sherryl, Gabriel"


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Sepertinya aku mendengar hal yang seharusnya tidak boleh didengar"


"Apa maksud mu?"


"Kalian sudah tahu bukan legenda tentang Sparkling diamond?" Tanya Rachel.


"Tentu" jawab Gabriel


"Apa itu?"


"Sparkling diamond adalah sebuah permata yang memiliki kemampuan untuk membuat hidup abadi dan kekuatan yang tidak terkalahkan" Jelas Gabriel.


"Ternyata ada yang seperti itu di sini"


"Tapi semua orang tahu itu hanya sebuah legenda" Jelas Gabriel lagi.


"Tapi aku tadi mendengar Tante Lucy menyebut permata itu ketika berbicara dengan Miss Azura"


"Kau yakin kau tidak salah dengar!"


"100% tidak Gabriel!!"


"Aku masih belum mengerti" Ujar ku bingung.


"Aku pernah mendengar permata itu pernah jatuh ke tangan pengguna ability yang haus akan kekuasaan"


"Apa maksud mu Rachel?"


"Ada sebuah legenda seorang pengguna ability telekinesis yang bernama Voodo"


"Voodo?"


"Benar, dulu nya dia adalah seorang pengguna ability yang lebih unggul dibandingkan yang lain jadi karena tidak puas hanya sebagai murid di Academy ini, dia pun mengambil Sparkling diamond yang tersimpan di ruang bawah tanah Academy"


"Ada ruang bawah tanah di Academy ini?"


"Aku juga tidak tahu. Semua orang hanya mengetahui itu hanya legenda atau cerita yang dibuat untuk membuat Academy ini menjadi menarik"


"Lalu apa yang dia lakukan dengan permata itu?"


"Dia menggunakan permata itu untuk membunuh semua orang yang menghalanginya untuk menjadi pemimpin di dunia ini"


"Terus?"


"Para pengguna ability yang menentang hal itu pun menggabungkan kekuatan mereka untuk mengalahkan Voodo. Saat kejadian itu permata itu hilang dan Voodo pun hancur tapi banyak yang mengatakan jiwa Voodo masih ada"


"Aku baru tau ada cerita seperti itu, tapi entah kenapa saat kau menceritakan nya aku merasa itu memang pernah terjadi maksud ku bukan hanya sebuah legenda"


"Itu cuman legenda Sherryl, kalo itu memang nyata pasti sudah ada yang terjadi dari dulu tapi sampe sekarang semuanya berjalan normal" Ujar Gabriel.


"Benar apa yang dikatakan Gabriel, aku rasa aku cuma salah dengar"


"Hmm mungkin..."


"Mengapa aku malah membuat suasana nya menjadi tegang sih! Bagaimana kalo kita makan saja, ini kan sudah siang? Kau ikut kan Gabriel?"


"Tentu saja"


"Ayok Sherryl!!"


"Iyaa..".

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2