
...tidak ada kepuasan yang bertahan lama di dunia ini. Semua makhluk akan selalu mencari lebih dan lebih meskipun harus memakai cara yang berbahaya....
...karena hal itu sesosok entitas yang menganggap dirinya setara dengan Tuhan ingin memenuhi semua keinginan mereka, karena dirinya merasa bahwa Tuhan yang asli sudah tidak memperdulikan mereka lagi....
...Tetapi Tuhan baru itu tidak memberikan semua itu secara gratis, ada hal yang harus mereka bayar untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan....
...Tuhan baru itu membuat sebuah perjanjian kepada setiap makhluk yang dia temui di seluruh dunia....
...Dia tawarkan kepada mereka apapun bisa mereka miliki asal mau memainkan sebuah permainan yang dia ciptakan....
...Permainan yang bisa membawa petaka bagi kehidupan umat dunia lain jika kemampuannya disalahgunakan, tapi akan menjadi sebuah berkah jika digunakan dengan bijak....
...****************...
Bruak......
(Suara mobil yang menghantam sebuah benda dengan keras)
Di bagian samping mobil, tepatnya di bagian pintu mobil yang berwarna hitam terlihat seorang manusia yang memakai pakaian layaknya orang pada umumnya, tapi setengah dari tubuhnya terlihat seperti monster Goblin.
Makhluk itu merintih kesakitan, mungkin ada beberapa tulang ditubuhnya yang patah akibat hantaman mobil tadi.
"apa yang kau mau dariku?." tanyanya sambil merintih kesakitan
Seorang pria datang menuju tempat makhluk itu dengan santainya sambil berjalan kaki. Suasana malam yang sunyi membuat derap langkahnya terdengar jelas.
Malam saat itu sepi dan hanya terlihat cahaya lampu jalanan yang menyala berwarna putih untuk menyinari gelapnya pinggir jalan. Tanpa terlihat adanya seseorangpun yang berlalu lalang.
Pria itu duduk jongkok di depan manusia setengah Goblin itu. dia mendekatkan wajahnya ke wajah si Goblin hingga sangat dekat.
"kenapa kau ada disini?." tanyanya
Goblin itu menatap kedua matanya. dia memiliki kedua mata yang berbeda warna, mata kiri berwarna biru dan mata kanan berwarna merah.
"aku hanya menyelesaikan misi dari Non Player Survivor untuk mendapatkan reward." ucap Goblin itu. Dia berkata dengan nada yang sedikit gemetar, mungkin karena takut.
Di saku celananya terlihat sebuah dompet yang sedikit menyembul keluar dari saku miliknya. sepertinya, dompet itu keluar akibat tendangannya tadi kepada si Goblin hingga membuat goncangan yang menyebabkan bergeraknya dompet untuk keluar dari saku celana.
Dia mengambil dompet si Goblin untuk mengecek ada apa didalamnya.
Isi dompet itu hanya terdapat uang 200 Rybel dan sebuah kertas yang dilipat sebanyak empat kali agar muat masuk ke dalam dompet.
Kertas itu adalah sebuah peta yang digunakan untuk mengecek Shop Non Player atau Shop Player dan Quest Non Player Survivor.
"baiklah. Kau aman sekarang. aku tidak mencurigaimu."
"enyahlah dari hadapanku." ucap pria itu.
Dia merasa bahwa Goblin ini hanya menyelesaikan quest dari Non Player Survivor seperti apa yang telah dia ucapkan.
pria itu melempar kertas yang telah diambilnya tadi kepada si Goblin lalu berdiri dari jongkoknya. Dia berjalan sedikit menjauh dari si Goblin agar ketika Goblin itu berdiri, kepala mereka tidak saling bertatapan.
"terima kasih tuan." ucap Goblin itu sambil memasukan kertas tadi ke dompetnya.
Ketika dia sedang memasukkan dompetnya ke sakunya, sebuah cincin emas terjatuh di aspal. Bunyi itu membuat pria tadi menoleh.
Goblin itu langsung memasang raut wajah cemas. Dia takut jika aksinya tadi ketahuan, bahkan didahinya mengalir keringat dingin yang sedang keluar membasahi mukanya.
"cincin siapa yang kau ambil?." Dia melihat ke arah si Goblin sambil melotot. tangan kanannya mencengkram pergelangan tangan kanan si Goblin dengan sangat kuat.
"aku membelinya di toko perhiasan emas."
"jangan berbohong. Kalian para monster ke dunia manusia hanya untuk mencari reward untuk pertukaran."
__ADS_1
"aku tidak percaya ada monster yang jauh - jauh datang ke dunia manusia hanya untuk membeli perhiasan emas. di duniamu malahan lebih banyak emas daripada di dunia ini."
Goblin itu mengubah tangan kirinya menjadi sebuah senjata tajam untuk memotong tangan kanannya yang sedang dicengkram oleh pria itu.
dia berlari dengan sangat cepat tanpa menghiraukan darah ditangannya yang sedang bercucuran di jalan, mungkin dia merasa sudah tidak punya pilihan lagi selain melarikan diri, karena jika tidak, dia akan diintrogasi lebih lama atau mungkin dirinya akan dibunuh.
"tunggu kau monster sialan." teriak pria itu. Dia langsung berlari untuk mengejar Goblin tadi. Dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.
Goblin itu berlari sambil mengubah penampilannya menjadi manusia dengan seutuhnya agar identitasnya sebagai monster tidak diketahui oleh lebih banyak orang.
Dia takut jika ada orang selain Player Game yang melihat wujud monsternya, karena jika dia tidak mengubah seluruh penampilannya pasti manusia yang melihatnya akan lari ketakutan.
dia berpikir bahwa hanya ada satu cara untuk bisa lolos dari kejaran anak gila ini.
Dia harus mencari seorang manusia untuk meminta sebuah pertolongan seolah - olah dirinya sedang dianiaya oleh orang lain.
jika meminta pertolongan ke sesama monster sepertinya akan sia - sia, karena para monster di malam hari ini sedang menyelesaikan quest yang sama seperti dirinya.
"aku harus mencari seseorang manusia disekitar sini. Jika tidak anak gila ini akan menyiksaku lagi." batin si Goblin, tapi di sepanjang perjalanan tidak ada seorangpun yang dapat dia mintai tolong karena saat ini sudah larut malam.
"Black Inferno."
(terdengar ucapan)
Dari atas langit muncul bola api hitam yang melesat kepada si Goblin.
Bola api hitam itu mengenai punggungnya lalu meledak hingga membuat Goblin itu tersungkur. sampai, tulang punggungnya terlihat akibat panasnya bola api hitam tadi.
"sepertinya kau menjual mayat manusia itu kepada para monster bukan?." tebaknya. dia turun dari langit seolah tadi dirinya mengejar Goblin itu dengan terbang.
"aku tahu kalau kau bukan manusia. Kau itu sama seperti kami." ucap si Goblin
"jangan pernah samakan aku dengan kalian."
pria itu tersenyum mendengar ucapan si Goblin barusan. lalu, menginjak tulang yang terlihat dipunggung Goblin itu akibat serangannya tadi.
"suatu saat kau akan melihat dunia ini akan kami kuasai."
"duniamu akan kami hancuran dan kalian akan menjadi hewan ternak buat kami." teriak si Goblin lalu dia tertawa.
"sudah selesai pidatonya?."
"tertawalah sampai puas. Waktu hidupmu akan segera berakhir sekarang."
tangan kanan pria itu berpose seperti sebuah pistol, dengan ketiga jari tengah, jari manis dan jari kelingkingannya tergenggam sedangkan kedua jari tengah dan jempolnya terbuka.
Api hitam kecil muncul ditelunjuknya lalu mengarahkan telunjuknya ke kepala si Goblin.
"good bye." ucapnya
"Dus."
(suara api melesat)
Kepala Goblin itu meledak dan terbakar ketika api hitam kecil tadi mengenai kepalanya.
Pecahan isi otak Goblin itu hancur berceceran di aspal dengan api hitam yang sedang menyala membakar sisa isi otaknya.
"huh."
(suara ketika menghela nafas)
"aku penasaran. Hal menarik apa yang akan terjadi nanti." kata pria itu sambil menatap ke arah bulan.
__ADS_1
Bulan di langit malam terlihat bundar dan bersinar kuning terang, itu menunjukan bahwa waktu malam benar - benar telah larut. Semakin kuning sinar bulan pertanda bahwa jam sudah melewati jam 12 malam.
Ketika dia sedang melihat bulan, suara sirine mobil Polisi terdengar sedang menuju kemari. mungkin, ledakan dari Black Fire tadi terdengar hingga membuat Polisi menyelidiki asal sumber suara itu berasal, atau bisa saja ada yang melihat kejadian barusan lalu melaporkannya kepada kepolisian.
Mobil Polisi berhenti ketika lampu mobilnya menyinari sesuatu.
Sesuatu itu adalah seorang pria yang sedang terkapar di aspal, tapi Polisi itu masih belum mengetahui keadaan orang yang mereka temukan
"bro. Ada mayat disini." ucap salahsatu Polisi yang sudah keluar dari mobil untuk mengecek kondisi mayat tersebut.
"astaga kepalanya hancur. Sepertinya dia terkena tembakan senjata api di kepalanya." ucap salahsatu Polisi lagi.
Jumlah mereka yang ikut mengecek kejadian berjumlah 4 orang.
"aku akan menghubungi Ambulance untuk membawa ke rumah sakit agar dilakukan otopsi nanti." ucap Polisi disebelahnya
Ketika 3 Polisi itu sedang mengecek si mayat untuk mencari kartu identitasnya, salahsatu Polisi terlihat sedang mengamati sekeliling.
Dia menoleh ke kiri dan ke kanan sambil mengeluarkan senjata pistolnya.
"bro. kau merasakan sesuatu?." tanya temannya. Dia penasaran kenapa temannya bisa sewaspada itu.
(dia menggelengkan kepala)
"tidak. Tidak apa." jawabnya.
Polisi itu memasukkan pistol ke tempatnya yang berada di paha sebelah kanan, lalu dia berjalan ke arah bagasi belakang mobil untuk mengambil penutup plastik berwarna kuning agar mayat yang mereka temukan tidak diliat oleh orang lain yang mungkin sana akan melewati tempat ini.
"feeling Polisi itu tajam sekali."
pria itu sudah berada di atas atap rumah warga yang paling tinggi.
Dia melihat 4 Polisi tersebut sedang melakukan pemeriksaan kepada mayat yang mereka temukan.
Ada yang sedang menyusuri sekitar tempat kejadian, mungkin untuk mencari barang bukti yang tertinggal dan ada juga yang sedang menelpon di handphone.
Sebelum mobil polisi itu sampai di tempat kejadian.
dia langsung memadamkan api hitam yang masih membakar sisa isi otak di aspal lalu pergi menjauh dari sana dengan melompat ke setiap atap rumah warga.
Beruntungnya rumah warga di kota ini berukuran besar dan kokoh dibagian atapnya.
Rumah di kota ini memiliki 2 model atap : atap yang terbuat dari beton yang luas karena digunakan untuk tempat menjemur pakaian dan juga tempat menaruh tanki air, lalu model atap dari genteng yang kokoh.
Rumah yang memakai model atap genteng yang kokoh itu sudah memiliki tempat sendiri untuk menjemur pakaian dan tanki air tanpa harus menaruhnya di atap rumah.
dari atas atap rumah yang dia singgahi, pria itu melihat ada beberapa orang dan monster yang sedang berlari untuk bersembunyi.
mereka adalah Player Game yang mungkin saja sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari reward. sepertinya, mereka semua bersembunyi karena melihat ada beberapa Player Game yang berlari menjauh dari suara sirine mobil Polisi.
Reward atau ada yang menyebutnya dengan poin itu digunakan untuk menukarkan sesuatu dengan hal lain seperti uang, obat yang mujarab bahkan sesuatu yang terdengar tidak masuk akal seperti nyawa atau kekuatan.
Reward biasanya didapatkan dengan cara menyelesaikan quest dari Non Player Game yang berkeliaran disekitar kita atau dengan membunuh Player Game lain untuk mencuri poin mereka.
"masih banyak orang ternyata meskipun sudah jam segini."
"baiklah waktunya kembali pulang."
Pemuda itu memejamkan matanya lalu muncul sebuah api hitam menyelimuti seluruh tubuhnya. setelah itu, dirinya menghilang bersama kobaran api yang telah tersapu oleh angin.
Bukan hanya dia saja yang bisa melakukan hal seperti itu.
Semua makhluk yang terikat perjanjian dengan Tuhan palsu itu pasti akan diberi keistimewaan olehNya.
__ADS_1
Keistimewaan yang Dia berikan kepada makhluk lain jadi malapeta, karena Dia ingin semua makhluk hidup seperti di dalam sebuah game.
Hidup untuk mengejar sesuatu untuk memuaskan nafsu diri meskipun harus saling menghancurkan satusama lain.