
"Vall."
(terdengar suara seseorang memanggilnya)
Vall yang sedang tertidur mendengar sebuah suara yang sedang memanggil namanya. Dia kemarin habis begadang di dunia manusia untuk mencoba hasil latihan sihir dan beladirinya.
waktu malam itu dia telah melawan beberapa manusia seperti preman sok jagoan dan salahsatu monster yaitu Goblin setengah manusia saat kemarin malam.
"Vall. Bangun dong."
(sambil mengoyang - goyangkan badannya)
Dia tahu siapa orang yang memanggil namanya. dia adalah teman perempuannya yang bernama Ireena, di tempat tinggal sekarang, tepatnya di dunia sihir.
"apa sih Ireena? Waktu berangkat sekolahku itu masih lama." ucap Vall. Dia menarik selimutnya yang berantakan akibat goyangan tangan Ireena untuk menutup badannya lagi. Selimutnya sedikit tidak menutupi badannya.
"hum. Ternyata Vall suka dibangunkan dengan cara yang tidak biasa ya." ucap Ireena sambil tersenyum manis.
Ireena naik ke atas kasur Vall. Dia duduk di atas badannya dengan bertumpuan kedua lututnya berada di sisi kiri dan kanan pinggul Vall, lalu kedua tangannya berada di sisi kepalanya bagian kiri dan kanan. Ireena bermaksud mencium Vall di atas badannya dengan posisi menungging.
"aku emuach loh." ucap Ireena. Dia memegang kepala Vall dengan kedua tangannya agar ciumannya tepat sasaran di wajah.
Vall yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Ireena kepadanya membuatnya terbangun. Dia langsung menghadang mulut Ireena dengan mengunakan telapak tangan kirinya.
Dihadapannya terlihat wajah imut Ireena dengan kedua bola mata yang sejernih birunya lautan sedang menatapnya. Dia mengunakan pakaian Lingerie Charming berwarna putih yang tidak terbuka saat itu.
"selamat pagi Vall." ucap Ireena ketika Vall sudah membuka matanya.
"iya. Selamat pagi juga Ireena." jawab Vall
"tidur lagi yah, nanti aku emuach brutal loh." tambahnya
Vall hanya bisa terdiam mendengar perkataan Ireena barusan, ditambah lagi dengan senyuman imut Ireena yang mempesona.
"iya Nona Ireena." jawab Vall
Ireena adalah gadis cantik berambut perak dengan telinga yang runcing. Dia adalah anak keturunan bangawan Elf dari negara bernama Kainon.
Meskipun wajahnya masih muda, tapi umurnya berkata lain. Umurnya sekitar 30 tahun yang jelas - jelas berbeda dengan rupa wajahnya yang masih keliatan cantik dan imut. Jika orang yang tidak tahu umur Ireena, mungkin mereka akan mengira bahwa dia masih berusia 15 tahun.
"nanti ke bawah yah Vall, jangan lupa sarapan pagi bersama." ucap Ireena.
Dia kemudian turun dari atas badan Vall yang masih terbaring di tempat tidur dengan selimut yang masih menutupi badannya.
Ireena berjalan menuju cendela untuk membuka gorden yang menutupi agar cahaya dari luar rumah bisa masuk menerangi kamar Vall.
Ireena membuka cendela kamar Vall berharap udara segar pagi hari dapat masuk untuk menghilangkan udara pengap.
Suasana pagi hari terasa segar dengan udara di dunia sihir yang masih bersih tanpa adanya pabrik - pabrik yang mencemari dunia ini. Dinginnya embun udara terasa memasuki hidung ketika mereka berdua menghirupnya.
"ahhh. Segarnya udara pagi ini." ucap Ireena sambil mengeluarkan kepalanya ke cendela untuk menghirup udara.
__ADS_1
Pagi hari itu sudah banyak orang beraktifitas di desa. Desa yang Vall tinggali itu masih belum memiliki nama, tapi orang - orang disana kebanyakan menyebut Desa dengan nama Desa Hutan Bergendy karena lokasi desa yang berada di dalam Hutan Bergendy.
Desa Hutan Bergendy terletak jauh di dalam hutan yang memiliki pohon tinggi dan besar. Pohon di hutan Bergendy kebanyakan besar - besar, bahkan jika mengukur dengan orang dewasa yang melingkar bergandengan tangan harus 5 orang yang melakukannya agar cukup untuk melingkari pohonnya.
"baiklah Vall. Aku mau ke bawah dulu." ucap Ireena. Dia berjalan menuju tangga untuk turun. Sesaat ketika Ireena sudah menghilang dari pandangan Vall, dia terlihat kembali di tangga, Mungkin dia sudah kelupaan sesuatu.
"jangan lupa kamarnya dirapikan yah." tambah Ireena lalu dia turun lagi ke bawah.
Mendengar itu Vall hanya mengacungkan jempol sambil mengangguk, mengisyaratkan iya dia akan segera melakukannya.
Vall bangkit dari tempat tidurnya untuk berjalan menuju cendela kamarnya yang sudah dibuka oleh Ireena barusan.
suasana Desa Hutan Bergendy terlihat sedikit ramai orang yang sedang melakukan aktifitas masing - masing di mata Vall. Jika ini di dunia manusia mungkin masih jam 3 malaman karena dunia sihir dan dunia manusia mengalami Dilatasi Waktu.
"aduh deh. Padahal aku tidur jam 4 malam tadi." keluh Vall.
Vall melihat ke arah langit, lebih tepatnya ke arah matahari yang masih tidak terlalu menyengat cahayanya. Dia tidak menyangka bahwa ada bintang lain seperti matahari yang sama persis seperti di bumi.
Anehnya lagi penyebutan nama benda - benda di dunia ini hampir sama dengan penyebutan benda - benda yang ada di dunia manusia, hanya saja hukum fisika di dunia ini sedikit Annoying.
Di dunia ini yang membedakan dengan dunia manusia adalah adanya unsur - unsur fantasy seperti yang selalu Vall lihat yaitu Ireena sendiri.
Di dunia manusia mana ada wanita cantik berumur 30 tahun dan masih seperti gadis remaja, apalagi dia adalah ras Elf yang ada di dongeng - dongeng dengan ciri khas telinga runcing mereka. Belum lagi hal fantasy lain seperti monster aneh dan juga sihir.
"sudahlah, biarkan yang lalu biarlah berlalu." ucap Vall. Dia masih teringat kejadian tempo dulu sebelum dia berada di dunia sihir sekarang. Kejadian yang sangat membekas untuk dirinya dan juga kelam.
"eh nak."
(suara seorang wanita memanggil Vall)
terlihat seorang wanita muda berambut panjang menggunakan dress berwarna putih dengan motif bunga warna - warni di bagian dada, dengan panjang rok selutut. Di pundak kirinya terdapat juga tas berwarna krim.
"ada apa tante?." ucap Vall sambil tersenyum.
Wanita itu tersenyum, mungkin untuk membalas senyuman dari Vall barusan, lalu menempelkan kedua tangannya di pinggang sambil mendengus. Sepertinya dia sedikit kesal akan sesuatu.
"kalo mau pamer badan jangan seperti itu juga. Banyak wanita yang nafsu nanti."
Vall yang paham tentang apa yang diucapkan oleh wanita itu langsung mundur sambil menutupi ****** ********.
Dia baru saja ingat bahwa tadi malam dia tidur hanya memakai ****** ***** saja. Pakaiannya kotor dan bau darah sehabis membunuh beberapa monster dan orang sok jago kemarin malam.
"maaf tante." ucap Vall
Dia langsung menutup cendela kamarnya dan juga kelambunya agar tidak terlihat dari luar. Vall tanpa sadar melihat ke luar ke arah cendela tanpa berpakaian terlebih dulu karena ucapan Ireena, jika udara hari ini terasa segar.
Jika Ireena merasakan udara pagi sejuk karena dirinya memakai pakaian Lingerie Charming yangmana bahannya tipis, hanya tanpa lengan dan bagian punggung yang keliatan sekali, sedangkan Vall merasakan udara pagi hari ini sejuk karena dia hanya memakai ****** ***** saja.
"lain kali tidak usah pakai apa - apa yah nak." ucap wanita itu sambil membenarkan tasnya ke pundaknya lagi lalu berjalan pergi.
...****************...
__ADS_1
Kejadian barusan membuat dirinya sedikit kesal, bukan malu tapi lebih tepatnya kesal karena orang - orang menertawakan kejadian yang barusan Vall alami tadi.
"mentang - mentang badan kamu bagus yah Vall. Kamu berani melakukan itu." ucap Kakek Damon sambil sedikit tertawa
"apalagi kalo keadilannya berdiri, pasti bakal terkejut itu tante Agatha." ucap Nenek Cia
Mereka bertiga sedang berada di ruang makan, bukan untuk mengejek si Vall tapi lebih tepatnya mereka akan makan pagi bersama.
keadaan saat itu sedikit lucu karena mendengar Vall tanpa sengaja terlihat oleh tante tetangga bernama Agatha di cendela cuman mengunakan ****** ***** saja.
"namanya juga enggak sengaja." ucap Vall dengan ketus
Kakek Damon dan nenek Cia cuman bisa mengangguk saja mengisyaratkan iya agar lelucon itu tidak bertahan lama.
Ketika makan bersama semua hal negatif harus disingkirkan agar hidangan yang akan dimakan terasa nikmat, hanya boleh ada hal positif saja saat makan bersama.
Rumah Vall di desa Kebun Bergendy terbuat dari kayu pohon Bergendy yang sangat kuat. Saking kuatnya kayu pohon Bergendy harus dipotong oleh orang yang memiliki skill berpedang atau skill memotong lainnya.
Jika kayu pohon Bergendy dibakar nyala apinya bisa lama sekitar 3 hari untuk membuat kayu pohon Bergendy jadi abu.
Di desa Pohon Bergendy juga terdapat 2 kepala desa yaitu kakeknya Vall : Damon Athan dan juga Ayahnya Ireene : Droin Dafna. tugas dari kepala desa ada 2 agar penanganan tugas bisa cepat terselesaikan.
Jika kepala desa pertama sibuk masih ada kepala desa kedua yang dapat dimintai bantuan. Karena mereka adalah kepala desa pasti rumahnya lebih besar daripada rumah penduduk lain di desa Burgendy yang berguna untuk tempat rapat desa dan juga untuk memberi ciri khas bahwa rumah ini milik tempat kepala desa berada.
"permisi kakek dan nenek." ucap Ireena sebelum ikut bergabung bersama mereka bertiga di meja makan.
"sini nak Ireena. Mari makan bersama." ucap nenek Cia sambil mengerakan telapak tangannya.
Ireena adalah anak putri bangsawan Elf yang pindah ke desa Burgendy karena terdapat konflik internal kerajaan Elf.
Mereka yang memiliki hubungan dengan Ayah Ireena terpaksa pergi meninggal kerajaan untuk melindungi beliau. Beliau adalah pangeran ke 2 dari kerajaan Kainon.
"nak Ireena. Bagaimana kabarnya?." tanya kakek Damon
"baik kok kek." jawab Ireena sambil tersenyum
Nenek Cia melihat bahwa sudah lengkap orang untuk makan. beliau lalu menepuk kedua tangannya.
Dari arah pemangangan antik terdapat sinar berwarna ungu bercampur biru. Sinar itu adalah wujud eksistensi dari sihir nenek Cia yang sedang mengambil makanan dari pemanganggan untuk diantar ke meja makan.
Sinar berwarna ungu dan kebiruan itu membawa makanan yang telah dimasak oleh Nenek Cio dari dalam pemanggangan.
Masakan itu adalah daging kambing utuh yang diletakkan di nampan besar yang terbuat dari besi. Di bawah kambing panggang itu itu terdapat nasi berserta sayur yang beraneka ragam, bahkan ada sup sumsum kambing yang berada di wadah kecil yang keliatannya terbuat dari batu. Dan tidak lupa roti tawarnya yang telah matang di oven di panganggan itu.
"haduh nenek. padahal aku loh makannya tidak banyak - banyak." kata Ireena
Dia bilang seperti itu karena di meja terdapat banyak sekali makanan yang terlihat lezat. Ireena menyangka bahwa makanan itu dihidangkan banyak karena dirinya akan ikutan makan bersama mereka.
"tidak apa kok. Kalo enggak habis bisa dikasih ke orang yang sedang kerja nanti di ladang." ucap nenek Cia
kakek Damon yang sudah lapar langsung mengambil piring, pisau, garpu dan sendok untuk mencicipi masakan nenek Cio pertama. Beliau hanya bisa mengagguk dan berkata "betul."
__ADS_1
Vall yang melihat moment saat ini mengingatkannya akan masa lalunya saat masih kecil. Sebelum dia bisa semua ini, dari sihir dan cara untuk bertarung mati - matian.
"kenapa hal seperti itu bisa terjadi?." tanyanya dalam batinnya. Vall membayangkan kejadian yang sudah menimpanya dahulu, bersama kedua orang tuanya.