
Karena ruangan kelas hancur berantakan karena sebuah perkelahian. pelajaran murid kelas 3C diganti dengan pelajaran praktikum tentang bisnis. Pelajaran itu akan dilakukan ketika malam hari yang bertempat di toko cabang sekolah Blue Guardian.
Sekolah Blue Guardian memiliki beberapa cabang toko di kota Agastias. Cabang toko tersebut dibangun untuk membantu pemasukan keuangan sekolahan dan juga tempat murid - murid untuk belajar praktikum langsung tentang dunia kerja.
akibat kelas hancur dan Guru sedang berada di ruang UKS, terpaksa murid kelas 3C diliburkan dalam kegiatan belajar mengajar dan diganti dengan pelajaran praktikum nanti malam. mempertimbangkan kondisi kelas yang sedang porak - poranda dengan banyaknya bangku dan meja yang sudah hancur berkeping - keping.
...****************...
Vall turun di Halte Bus sebelumnya. Halte tempat dia menunggu bus setelah berteleportasi dari dunia sihir ke dunia manusia. Kegiatan di kelas setelah adanya perkelahian itu jadi free time, anak kelas 3C jadi bebas untuk melakukan apapun yang mereka mau karena tidak adanya pelajaran sampai waktunya pulang sekolah.
"lama juga tidak pulang ke rumah kontrakan."
Vall berjalan di trotoar menuju gang yang ada disamping jalan. tempat rumah kontrakannya berada agak jauh dari kota. Jika melihat rumah disekitar sini, tidak ada rumah yang sebesar dan semewah rumah di pusat kota Agastias.
Daerah yang jauh dari pusat kota Agastias banyak ditinggali oleh masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke atas. Penyebab itu karena faktor harga sewa rumah dan juga harga beli tanah yang sangat terjangkau.
Membangun rumah atau menyewa properti di tempat yang padat penduduk, apalagi di pusat kota pasti sangat mahal. Itu yang menyebabkan masyarakat yang masih betah untuk tinggal di kota Agastias lebih memilih untuk tinggal di tempat yang sedikit jauh dari pusat kota agar harga rumah yang mereka bangun jadi lebih murah.
"tok - tok - tok."
(Vall mengetuk pintu sebuah rumah)
Setelah berjalan masuk ke dalam gang beberapa menit. Ada rumah berlantai 2 yang terletak sedikit jauh masuk ke dalam gang. Rumah itu berwarna hitam dan abu - abu, berlantai 2 dan lumayan luas.
"adek Vall."
"kok lama enggak mampir?" ucap seorang nenek tua
Ketukan pintu tadi ditanggapi oleh seorang nenek tua. Beliau adalah pemilik rumah kontrakan ini bersama dengan suaminya yang sudah lanjut usia. Nenek itu bernama Enaya, sedangkan suaminya bernama Saruta. Tapi entah kenapa, kakek Saruta tidak keliatan ketika Vall mengunjungi rumah kontrakkannya.
"maaf Nenek."
"Vall ada acara keluarga di luar kota." ucap Vall
"bukannya kamu masih sekolah disini?"
"enggak capek mondar - mandir keluar kota terus?" tanya nenek Enaya
Vall hanya bisa tersenyum dan mengangguk - angguk saja. Aslinya dia masih bersekolah di kota Agastias, tapi tempat tinggalnya sudah bukan di dunia manusia lagi. sudah ada seseorang yang menunggu kedatangannya untuk pulang ke rumah sekarang.
"permisi Nenek." ucap Vall sambil mencium tangan kanan beliau
"iya. Selamat datang yah Vall." jawab nenek Enaya
Rumah kontrakan ini dipilih oleh Vall karena rekomendasi dari nenek Cia. Beliau menyuruh Vall untuk tinggal di rumah kontrakan yang jauh dari kerumunan manusia agar mereka tidak tahu mengenai sihir Teleportasi yang biasa Player Game pakai.
wilayah rumah kontrakan Vall masuk ke dalam sebuah gang dan dekat dengan perbatasan antara kota Agastias dan kota Gratova. Perbatasan antar kota pasti dipisah oleh sesuatu seperti perbatasan Agastias dan Gratova yang dipisah oleh sebuah hutan.
Apalagi tidak jauh dari gang ini, terdapat pasar tradisional tempat orang - orang disekitar sini untuk berbelanja. Membeli segala kebutuhan pokok di pasar tradisional jauh lebih murah daripada membeli di pasar yang berada di pusat kota. pokoknya tempat disini sangat strategis.
__ADS_1
"rasa kasur ini juga enggak berubah."
"udah ditinggal enam bulan baunya masih sama saja."
Vall meletakkan badannya di kasur lamanya. Setelah dia bersalaman dengan nenek Enaya dan pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 2 yang bertulisan nomer 3 dipintunya.
lantai 2 rumah kontrakan ini memiliki 6 kamar yang berukuran sedang. Vall kebagian kamar kosong nomer 3 disini. Entah kamar nomer lain apa masih ada penghuninya atau tidak. Semenjak sudah tidak pernah berkunjung ke sini selama 6 bulan, Vall sudah tidak tahu keadaan di rumah kontrakkannya ini.
kasur yang Vall tiduri mengingatkannya akan masa lalunya lagi. Ketika dia memasuki sebuah pintu di tempat yang terbengkalai yang ditunjukan oleh peta yang diberikan oleh ibunya dulu.
Ketika dirinya pertama kali bangun tidur dari pingsannya di atas kasur dan mengenal semua hal seperti monster, sihir, quest dan juga dunia sihir.
...****************...
akibat masuk ke sebuah pintu yang didalamnya terdapat kabut putih membuat Vall kecil menjadi kapok. setelah keluar dari sana, kepala dan tubuhnya serasa seperti mau terpisah. Ibarat meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi dari kendaraan tanpa menggunakan sabuk pengaman lalu berhenti secara mendadak.
"aduh pusing."
Vall kecil terlempar ke sebuah hutan. Dia bisa merasakan sensasi rumput ketika tubuhnya sudah mendarat di tanah. Aroma segarnya angin yang sedang berhembus dan bau alami tanah dapat tercium di hidung.
Ketika pendangannya sedang memudar. Vall kecil merasakan ada sesuatu yang sedang datang menuju ke arahnya. Langkahnya terasa berat dan hawa keberadaannya sangat berbeda dengan orang pada umumnya.
"siapa?" tanya Vall kecil sambil memegangi dahinya
tempat dirinya berada sekarang, ada di sebuah hutan, tapi hutan ini sangat berbeda dengan hutan yang pernah Vall lihat. Pohonnya besar - besar hingga ranting dan daunnya tumbuh rimbun.
"siapa itu?" tanya Vall kecil lagi
Dari balik semak - semak muncul seekor Gorila besar yang berbeda dengan Gorila yang ada di dunia manusia.
Gorila itu memiliki besi dibadannya seperti sedang menggunakan sebuah zirah perang, dan tidak memiliki bulu seperti Gorila pada umumnya, giginya bertaring tajam, dan kedua matanya berwarna merah menyala.
"argggggh."
(suara erangan Gorila itu)
Tadinya kepala Vall yang sedang pusing, mendadak sembuh setelah mendengar erangan Gorila aneh yang tidak jauh dari hadapannya.
Gorila itu bernafas hingga mengeluarkan uap dari kedua hidungnya. jika di film - film movie, hewan yang bisa bernafas sampai seperti itu tenaganya pasti sangatlah kuat. Kingkong dan Dinosaurus contohnya.
"hewan apa itu?" ucap Vall kecil
Dengan berdiri terbata - bata, Vall mencari pintu yang membawanya ke hutan ini. Di belakangnya terdapat banyak sekali barang yang sudah rusak mulai dari puing - puing pondasi atap bangunan, genteng lapuk dan juga sebuah pintu yang tergeletak di antara semua itu.
"buka pintu." ucap Vall kecil sambil menarik gagang pintu
Pintu yang dia buka ternyata hanya pintu kosong. kabut putih yang membawanya menuju ke tempat ini sudah tidak ada lagi. Vall yakin bahwa dirinya keluar dari pintu yang tergeletak dihadapannya ini.
"aku bakal dimakan." teriak Vall kecil sambil panik
__ADS_1
Vall melihat ke arah belakang untuk mengecek keberadaan monster Gorila itu. Monster itu berjalan perlahan menuju ke arahnya dengan tatapan tajamnya dan nafasnya yang mengeluarkan uap.
"petaku, petaku. dimana petaku?" tanya Vall kecil kepada dirinya sendiri
Peta yang tadi dia bawa ternyata sudah tidak ada. Kemungkinan peta itu terjatuh ketika Vall masuk ke dalam kabut putih tadi. Kondisi pusing dan gucangan yang dialami saat berada di dalam kabut itu membuatnya menjatuhkan petanya entah dimana.
"aku harus lari." ucap Vall kecil
Tanpa pikir panjang lagi, dimana peta itu berada. Dia langsung berlari menerobos semua semak belukar dan masuk lebih dalam ke hutan. Vall yakin dengan perkataan ibunya bahwa dia anak yang kuat dan hebat untuk menyakinkan dirinya bahwa dia biasa.
Berlari dan terus berlari hanya itu yang ada dipikiran Vall kecil saat itu. Dia menerobos semak - semak belukar lalu melompati setiap akar pohon yang menjulang keluar dari tanah. Untung saja cahaya dari rembulan masih bisa menerangi samar - samar pandangannya.
monster di belakang mengejarnya dengan melompati pohon - pohon. Untungnya tubuh Vall yang kecil itu bisa mengecoh pandangan monster itu dengan masuk ke sela - sela akar pohon yang keluar dari tanah.
"apa pura - pura mati juga bisa dilakukan ke Gorila yah?" tanya Vall kecil dalam hatinya
Siaran televisi mengatakan bahwa jika bertemu monster Beruang cara paling efektif untuk selamat adalah pura - pura mati. jika melawan seekor Singa cara paling bagus adalah mendekati Singa itu dan menakutinya, tapi hewan ini Gorila. Di televisi belum ada panduan survive dari serangan Gorila.
ketika sedang berfikir, Vall kecil tidak tahu bahwa ada jurang yang menunggu didepannya. Dia langsung terjatuh ke jurang yang ada dibalik semak - semak. Jurang yang sangat tinggi dan dibawahnya terdapat sebuah aliran sungai yang sangat lebar.
di tempat sebelum dirinya terjatuh. Di atas sana monster Gorila itu hanya melihatinya saja. Tempat dirinya keluar dari pintu ternyata berada di sebuah tebing yang disekitarnya terdapat hutan dan sungai - sungai yang sedang mengalir entah kemana.
Sebelum dirinya terjatuh ke dalam air. Vall kecil langsung menutup kedua matanya dengan kedua tangannya. Lalu ~
kriiiiiing.......
(suara jam weker berbunyi)
Vall langsung terbangun. Lagi - lagi dirinya tertidur ketika sedang bermimpi masa lalunya. sebelumnya di Bus sekarang di rumah kontrakannya.
"jam ini masih bisa menyala ternyata." dengus Vall
Setelah Vall pindah ke kamar ini. Alumni penghuni kamar sebelumnya meninggalkan beberapa barang, salahsatunya jam weker yang sedang berbunyi ini. Penghuni kamarnya dahulu sering bangun sekitar jam 12 siang untuk berangkat bekerja.
Vall menekan bagian atas jam weker itu agar suara berderingnya mati lalu menganti seragam sekolahnya dengan pakaian biasanya. Dia ingin pergi kembali ke dunia sihir melewati portal sebelumnya.
"aku sering mengantuk akhir - akhir ini." ucap Vall
Setiap kali dirinya melamun sebentar atau menutup mata sebentar pasti dirinya akan tertidur dan bermimpi tentang masa lalunya. Dari dulu dia ingin sekali bertemu dengan kedua orang tuanya yang sudah tidak pernah bertemu lagi dengan dirinya sejak insiden itu.
"tunggu saja."
"aku pasti akan menemukan mereka kembali."
Setelah berkata seperti itu. Vall perpamitan dengan nenek Enaya dan keluar rumah menuju ke pasar yang berada di tempat ini.
Vall ingin pergi melewati pasar untuk melihat - lihat keadaan pasar di tempat ini sebentar, meskipun dia bisa menggunakan skill Burning Call untuk mengubah dirinya menjadi partikel api dan langsung pergi ke portal di dalam hutan.
"waktunya berangkat."
__ADS_1