
gorong - gorong kota Agastias selalu membuang limbahnya ke laut. Semua limbah dari kota Agastias pasti dibuang melalui selokan yang terhubung ke rumah - rumah warga untuk dialirkan menuju ke selokan yang lebih besar lagi.
Selokan yang lebih besar itu disebut dengan istilah gorong - gorong. Gorong - gorong sengaja dibuat dibawah tanah agar terdapat tempat mengalirnya air banjir jika terjadi hujan yang lebat di kota, dan juga sebagai tempat untuk menaruh kabel - kabel serat optik agar pemandangan kota tidak gerah dengan kabel - kabel yang berjuntaian.
saluran air di kota Agastias selalu mengeluarkan limbah yang berbau busuk dan warnanya yang kecoklatan, tapi terdapat beberapa saluran air di kota Agastias yang mengeluarkan limbah yang bersih seolah - olah saluran air itu tidak digunakan untuk pembuangan limbah ke laut.
Tempat saluran air seperti itu digunakan sebagai Base Camp oleh para monster dari dunia sihir yang sedang bersembunyi di dunia manusia. Gorong - gorong dipilih oleh mereka untuk bersembunyi karena para manusia tidak suka mendekat ke tempat yang kotor, apalagi tempat yang digunakan sebagai saluran pembuangan limbah.
...****************...
Di perbatasan kota Agastias sebelah utara yang berbatasan dengan kota Orubis, tepatnya di sebuah hutan. 12 orang yang telah membuat keributan di Sma Blue Guardian berjalan memasuki hutan. Mereka berhenti di sebuah lubang yang ditutup oleh besi baja berbentuk lingkaran. Lubang itu mengarah ke sebuah gorong - gorong Base Camp tempat para monster berada.
mereka turun satu - persatu dengan menginjak tangga yang terbuat dari besi untuk bisa turun ke bawah. Meskipun di bawah selokan minim pencahayaan, tapi terdapat sebuah cahaya yang sedikit bersinar dari kejauhan.
Di tempat yang bercahaya itulah para monster berkumpul. Mereka menyulap tempat yang kumuh dan kotor menjadi sebuah tempat yang lumayan layak untuk ditinggali oleh makhluk seperti mereka.
"Gravaro."
"apa kabar?"
"habis membantai beberapa manusia kan" ucap orang yang menyapanya
semua monster yang berada di selokan ini, rata - rata memiliki bentuk rupa seperti manusia pada umumnya. Itu semua karena skill Evolusi yang yang mereka punya.
monster yang tidak memiliki bentuk manusia dikarenakan mereka tidak memiliki skill Evolusi. Bagi semua monster skill Evolusi sangatlah penting. Karena dengan skill Evolusi mereka bisa menjadi seorang manusia untuk menghindari deskriminasi ketika menjadi seekor monster.
skill Evolusi bisa didapat dengan menyelesaikan event sendiri atau dengan meminta sebuah berkah dari ketua monster yang sudah pernah menyelesaikan sebuah reward Event tertentu.
"tidak juga."
"kita habis memantau saja tadi." ucap Gravaro
Teman - temannya yang mengikutinya dari belakang mengangguk - angguk untuk memberikan isyarat, bahwa yang dikatakan oleh ketua mereka itu benar apa adanya.
"benarkah Gravano?" ucap orang lain yang datang menghampirinya
"negatif thinking mulu kalian. Zerit, Ruzba." kata Gravano kepada mereka berdua
Zerit dan Ruzba adalah penjaga tempat masuk gorong - gorong ini. Mereka selalu menyembunyikan hawa keberadaannya dengan berkamuflase seperti Bunglon. sebab skill berkamuflase itulah yang membuat mereka dipilih sebagai penjaga pintu masuk menuju gorong - gorong ini.
Mereka berdua sering berpatroli di wilayah tempat masuk gorong - gorong baik di luar ataupun di dalam untuk meminimalisir para manusia yang ingin mendekat ke base camp mereka.
"gimana kami enggak percaya."
"muka kalian aja ada bekas bonyok gitu." jawab Zerit
"lah iya."
"makanya kami bilang begitu." tambah Ruzba
__ADS_1
Gravaro hanya bisa menghela nafas. Ternyata kedua saudara ini mengkhawatirkan keadaan mereka yang sudah kembali ke Base Camp dengan muka sedikit bonyok. Mereka berdua mengira bahwa telah terjadi perkelahian dengan manusia di luar sana.
"oi Zerit, Ruzba."
"kalo sudah basa - basinya kami mau pergi." ucap Fandasa. Dia orang yang berdiri tepat di belakang Gravaro.
"basa - basi mulu kalian." ucap Robarta
"lah iya."
"kami mau lanjut jalan." Ucap Eboru juga
Zerit dan Ruzba yang mendengar perkataan barusan langsung menganggukan kepala. Mereka tidak ada niatan untuk mencegah langkah mereka semua untuk tidak datang ke Base Camp, hanya khawatir sebagai sesama saudara dari ras Monster saja.
"jangan terlalu gegabah brother."
"musuh kita bukan hanya gank GREED saja." kata Zerit
"pemerintahan juga sudah punya punya keamanan khusus juga."
"kalian harus berhati - hati." sambung Ruzba
Gravaro menepuk pundak Zerit. Dia tahu bahwa mereka semua yang berada di dunia manusia memiliki nasib yang sama. Mereka hanya ingin tinggal di tempat yang jauh dari deskriminasi akan ras monster.
"makasih bro." ucap Gravaro
gorong - gorong tempat mereka berada di tengahnya terdapat aliran air yang lumayan deras, tapi aliran air itu tidak berbau sama sekali. supaya tempat menjadi luas, di atas aliran air dibangun sebuah papan kayu agar semua orang bisa memanfaatkan seluruh isi ruangan di gorong - gorong tersebut.
Cahaya di sini dibuat menggunakan serabut akar pohon yang dibakar di wadah yang berisikan minyak berwarna kuning. Minyak yang ada di wadah itu terlihat sama dengan minyak zaitun yang ada di dunia manusia.
serabut akar pohon yang digunakan untuk menerangi gorong - gorong bukan tanpa sebab dipakai. serabut akar pohon itu memiliki khasiat untuk mengusir serangga karena baunya yang harum ketika dibakar, sedangkan jika memakai lampu LED terkendala dengan tempat untuk mencolokan listriknya.
Base Camp ini terlihat seperti sebuah pasar malam yang berada di dalam terowongan. Banyak sekali monster dari yang berwujud manusia dan yang tidak berwujud manusia. Mereka di Base Camp ini kebanyakan bekerja dengan berdagang, karena banyak sekali monster yang menganggap Base Camp selokan ini seperti kotanya para monster di dunia manusia.
tempat untuk masuk ke Base Camp ini terdapat beberapa cara : yaitu 1. dengan mencari lubang selokan yang terhubung dengan selokan pusat kota Agastias karena gorong - gorong yang ukurannya besar hanya terdapat di pusat kota Agastias, 2. Menggunakan kabut teleportasi berwarna putih, tapi kabut ini hanya menghubungkan dunia sihir dengan dunia manusia. Bukan tempat untuk orang dari dunia manusia untuk masuk ke dalam gorong - gorong, Kecuali cara pertama.
"Gravaro."
"ada informasi yang penting kah? tentang pergerakan GREED?" ucap seseorang
Gravaro berjalan memasuki sebuah terowongan disebelah kanan, kemudian dirinya berpisah dengan teman - temannya yang lain.
Di sebuah tempat paling depan di terowongan itu, terdapat sebuah tempat yang sudah disekat menggunakan kayu agar menjadi ruangan khusus. Disana dia bertemu orang yang sedang menyapanya.
"wilayah GREED masih terkendali tuan Prude." ucap Gravaro sambil duduk bersila di depan beliau
tuan Prude adalah penanggung jawab di gorong - gorong ini. Beliau lari dari dunia sihir ke dunia manusia karena ras beliau yang menjadi target pembunuhan oleh para petualang untuk berlatih. Beliau dari ras Goblin yang sudah sempurna menjadi ras Great Goblin.
Ras monster yang lemah tidak memiliki kepintaran. Mereka hanya bisa mengerang dan berteriak saja. tuan Prude dahulunya seperti monster Goblin pada umumnya yang hanya bisa mengerang dan berteriak, tapi setelah beliau bertemu dengan almarhum tuan Zarna, beliau mendapatkan kekuatan untuk menjadi Great Goblin.
__ADS_1
Tuan Zarna dahulunya juga seekor Goblin yang menjalin kontrak dengan manusia wanita. Suka duka mereka alami berdua dalam berpetualang di dunia sihir, sampai sebuah entitas yang menyebut dirinya Tuhan datang ke dunia sihir.
Tuhan itu memerintahkan beberapa utusannya untuk menyuruh semua makhluk hidup di dunia sihir untuk patuh terhadap kontraknya. Kontrak yang Dia bawa membuat dunia sihir berubah menjadi seperti di dalam Game.
Para petualang dan orang - orang yang tidak mau menerima keputusanNya akhirnya melawan, tapi kekuatan sihir mereka masih tidak ada apa - apanya dengan kekuatan sihir dari utusan Tuhan itu. Semua makhluk di dunia sihir akhirnya hanya bisa patuh dengan kehendak yang Dia buat.
Kehendak yang Tuhan itu buat adalah untuk dapat hidup di dunia sihir harus menyelesaikan Quest yang dibawa oleh Player Non Game, atau familiar dengan sebutan NPC. Mereka memiliki kredit score yangmana jika kredit score itu habis maka hukuman tertentu akan didapatkan. Ibarat sebuah karma.
"Grav."
"Kau habis ngapain di luar sana?." tanya tuan Prude
Beliau pasti penasaran, karena muka Grav terdapat luka lebam seperti habis berkelahi dengan orang lain.
"saya cuman berkelahi dengan sekolahan Blue Guardian tuan." jawab Gravaro
Beliau setelah mendengar kata Blue Guardian, langsung menunjukan ekspresi yang sedikit berubah dari sebelumnya.
"berhati - hatilah Grav."
"Blue Guardian adalah salahsatu pelindung kota ini dari Player dunia sihir dan dunia manusia."
"belum lagi badan keamanan yang dibuat oleh pemerintah."
"musuh kita para monster bukan hanya gank GREED, tapi juga para polisi itu." ucap tuan Prude
Sebagai Great Goblin. Tuan Prude memiliki dua tanduk kecil di atas kepalanya. Tanduk beliau berwarna seperti batu Ruby. Meskipun beliau sudah berumur ratusan tahun, tapi muka beliau masih seperti om - om berumur 25 tahun ke atas.
Beliau memiliki kebijakan yang lebih daripada monster lainnya setelah tuan Zarna memberikan seluruh kredit scorenya ke tuan Prude sebelum tuan Zarna meninggal dunia. Tuan Prude juga yang mendirikan Base Camp ini yang diberi nama Base Camp Agantara, menilik dari nama kotanya Agastias.
"saya berniat mencari manusia agar mereka mau berkontrak dengan kita tuan."
"kita harus menambah jumlah orang untuk bisa survive di dunia manusia ini." ucap Gravaro
Tuan Prude yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja. hati beliau merasa senang bahwa ada orang yang peduli dengan keadaan ras monster di dunia manusia.
"betul. Bersekutu dengan manusia itu hal yang bagus."
"tapi setelah para manusia itu mendapatkan kekuatan sebagai seorang Player."
"tidak memungkinkan juga mereka akan membuat gank seperti GREED untuk melawan kita."
Ras monster yang berada di dunia manusia kebanyakan terpecah - belah karena konflik antar ras yang terjadi sebelumnya di dunia sihir. Para monster yang ada di dunia manusia juga membuat ganknya sendiri dengan tempat Base Campnya masing - masing.
alasan Gratova mencari manusia yang ingin berkontrak dengan ras Monster adalah karena tuan Prude memiliki skill unik yang bernama Unity yang didapat oleh mendiang tuan Zarna. skill Unity membuat orang yang telah berkontrak dengan ras monster, ketika wafat akan bereinkarnasi menjadi monster.
Ras monster ketika lahir di dunia tidak memiliki kepandaian dan pemikiran seperti manusia, mereka bertabiat seperti hewan buas. Dengan adanya skill unik Unity membuat anak yang yang lahir dari ras monster menjadi seperti manusia karena roh mereka yang diambil dari roh para manusia yang telah berkontrak dengan mereka.
"terima kasih atas sarannya tuan Prude." ucap Gratova sambil sedikit menundukan kepala
__ADS_1