
Vall berjalan di pasar kecil yang terletak jauh dari kota Agastias. Pasar itu berbeda dengan pasar yang ada di pusat kota. Mungkin pasar di pusat kota Agastias lebih pantas disebut supermarket karena berbeda sekali dengan pasar yang sedang Vall kunjungi.
Banyak sekali orang yang sedang melakukan kegiatan jual - beli di tempat itu. Ada pedagang yang sedang menjual dagangannya hanya dengan menggunakan alas yang diletakkan di tanah, dan ada juga pedagang yang berjualan di dalam bangunan.
Pasar tradisional ini entah apa namanya. Tidak pernah terlihat nama pasar yang terpampang baik di depan atau di dalam pasar. Hanya ramai orang berjalan keluar - masuk sambil membawa barang belanjaannya.
Keadaan pasar tradisional ini tidak seburuk seperti yang orang - orang bayangkan. Jika semua orang mengira bahwa pasar tradisional itu tempatnya becek dan kotor banyak sampah, tapi berbeda sekali dengan pasar ini.
"dibeli Buk, Pak."
"ada diskon silahkan mampir."
"silahkan dicek barangnya."
(suara penjual yang sedang menawarkan dagangannya)
Masyarakat kota Agastias beraktifitas seolah - olah tidak mengetahui apapun. Mereka terlihat seperti orang yang tidak mengetahui bahwa di sisi lain hidup kota ini terdapat makhluk yang berbeda dengan diri mereka.
Departemen keamanan masyarakat pasti sangat bekerja keras untuk bisa menengelamkan kasus - kasus kriminal dan abnormal yang selalu terjadi di sekitar warganya. Semua kerja keras mereka bisa dirasakan dari tingkah laku masyarakat yang merasa aman, meskipun disekitar mereka mungkin banyak monster yang sedang menyamar.
"jadi nostalgia dengan kerajaan Einhoren." ucap Vall
Di dunia sihir, tepatnya di kerajaan Einhoren mengingatkan Vall akan kegiatan transaksinya yang tidak jauh berbeda dengan kegiatan transaksi yang dilakukan di kota Agastias.
Pasar tradisional di dunia sihir juga menjual kebutuhan pangan dari beras, gandum dan lain - lain baik daging ataupun ikan begitu juga dengan di dunia manusia.
Tempat lelang di dunia sihir menjual barang - barang yang hampir tidak bisa ditemukan di pasar tradisional di dunia sihir. tempat lelang disana lebih mirip seperti supermarket di dunia manusia yang menjual barang - barang berkualitas yang tidak dijual di pasar tradisional.
"siapa yang sedang mengikutiku?"
"untuk apa juga dia menguntit?"
Vall yang sedang asik mengamati keramaian pasar merasa seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya dari belakang. feeling dia memang benar, bahwa ada seorang penguntit yang mengikutinya saat dirinya melihat ke arah belakang.
Orang itu memakai jaket berwarna hitam dengan mulut dan hidungnya yang tertutup oleh kain hitam bermotif batik emas. mencurigakannya lagi, dia juga memakai kaca mata hitam yang membuatnya terlihat seperti seorang intel departemen keamanan yang sedang menyamar.
"yang benar saja."
"aku belum mencari gara - gara seminggu ini." batin Vall
Vall berjalan dengan sedikit cepat. Dia menerobos orang - orang yang berada dihadapannya. Tidak peduli orang yang sedang berjalan santai atau sedang tawar - menawar dengan penjual Vall terobos paksa seperti orang tanpa bersalah.
Pria itu juga bergerak sedikit cepat. Dia seperti tidak ingin kehilangan sosok Vall dari pandangannya. Dia juga menerobos kerumunan orang - orang yang sedang melintas dihadapannya.
"aku kira sedang negatif thinking kalo ada orang yang stalker aku."
"ternyata negatif thinkingku tidak salah."
Merasa bahwa kerumunan orang - orang mulai berkurang tidak seramai sebelumnya. Vall memutuskan untuk berlari. Dia melewati orang - orang yang sekiranya cukup tempat untuk melakukan lari zig - zag disekitar mereka.
Entah kenapa, orang yang berada di belakang Vall juga mulai berlari menerobos orang - orang yang ada di pasar dengan cara zig - zag mengikuti Vall.
"hei pelan - pelan."
"tempat ini sempit, jangan berlari."
"awas banyak orang."
(keluhan orang - orang saat melihat mereka berlari)
Vall tidak memperdulikan ocehan orang - orang yang tidak sengaja dia tabrak. Selama tabrakannya tidak membuat orang itu terjatuh atau tersungkur ke tanah. Orang yang sedang mengejarnya juga sepertinya bodoh amat dengan ocehan orang - orang yang telah dia tabrak.
Ketika Vall berbelok ke gang sempit yang ada di antara 2 toko. Dia bertemu dengan 7 orang dewasa berpakaian seperti seorang preman. Keliatannya mereka adalah preman yang berkuasa di sekitar tempat ini untuk menjaga kawasan pasar.
Para preman itu berdiri di depan Vall sambil menatap ke arah Vall dengan tatapan tidak enak. Kedua mata mereka melotot tajam seperti orang yang tidak terima akan sesuatu masalah.
__ADS_1
"berani sekali kau buat kericuhan nak."
"kau kira lapangan apa kau bisa lari seenakmu?" ucap salahsatunya
Vall baru tahu kalau pasar ini ternyata memiliki gank preman yang berkuasa disini. Dia merasa ceroboh karena menurutnya gank di kota hanya dikuasai oleh gank GREED saja. Gank kroconya jadi kelupaan.
"maaf bang."
"saya sedang terburu - buru." kata Vall
Mereka mendengar perkataan Vall sepertinya tidak mempercayai itu. Tidak ada gesture mengangguk atau semacamnya yang mengisyaratkan perkataan setuju saat mendengar ucapan Vall barusan.
"kau pasti habis mencuri."
"mana ada orang panik kalo enggak kena masalah." ucap salahsatunya yang lain
"tidak bang."
"saya jujur tidak membawa apa - apa." jawab Vall sambil mengangkat kedua tangannya
Tujuh orang preman itu masih tidak percaya dengan apa yang telah Vall ucapkan. Dua orang dari mereka langsung menghampiri Vall untuk memeriksa barang apa yang sedang dirinya sembunyikan. Mungkin mereka masih tidak percaya bahwa ada orang lari dari kejaran sesuatu tanpa adanya sebab.
"enggak ada apapun bang."
"saya jujur sumpah." ucap Vall saat sedang diperiksa
Kedua orang itu memeriksa semua badan Vall dari depan dan belakang, tanpa terkecuali ****** ********. Bisa saja ada sesuatu barang yang disembunyikan di dekat belalai sana.
"nihil cuy." ucap preman itu
"betul kosong." tambah teman satunya
Vall sedikit kesal akan kejadian ini. Waktunya untuk pergi ke dunia sihir jadi terbuang banyak sekali. Apalagi ada seseorang yang sedang membuntutinya dari belakang tadi. Jika orang itu masih mengikutinya sampai portal maka akan ketahuan bahwa ada tempat untuk melakukan teleportasi menuju dunia lain.
"oke. Baiklah."
"tapi ingat. Kau sudah membuat kerusuhan di tempat ini."
"jadi kau masih harus dihukum oleh teman - teman kami." ucap orang yang pertama kali berbicara kepada Vall
Mengetahui acara pengadilan ini belum selesai. Vall merasa muak. Dia mengepalkan kedua tangannya sambil menutup kedua matanya.
"jangan berontak kalo kau mau selamat." ucap orang yang tadi mengeleda Vall
Orang itu memegang pundak Vall lalu mendorongnya agar dirinya mau ikut ke tempat base camp gank mereka berada.
"berisik kalian sialan." teriak Vall
Bukk... Pakk...
(suara pukulan Vall kepada dua orang itu)
Dua preman yang berdiri di sebelah Vall langsung tersungkur ke tanah. Vall memukul perut preman yang menyentuh pundaknya dan menendang preman yang berada dibelakang dengan kaki kirinya.
Lima preman yang sedari tadi hanya berdiri saja langsung terkejut. Mereka kaget sekaligus geram melihat kedua teman mereka dipukul oleh orang asing sampai jatuh tersungkur ke tanah.
"apa - apaan maksudmu bangsat." ucapnya
"cari gara - gara ini anak." ucap preman yang lain
Vall sudah habis kesabarannya. Dia daritadi sudah berusaha untuk tetap sabar dan berharap dapat dilepaskan dengan tanpa adanya perlawanan. Menyesal dirinya mempercayai segerombolan preman yang kenyataannya mereka bukan orang yang baik.
Preman itu maju satu persatu untuk membalaskan teman mereka yang telah Vall tinju. Preman pertama menendang Vall dengan kaki kanannya dari arah samping, tapi Vall bisa memegang kakinya lalu menghantam perut orang itu dengan kuat.
"uhh."
__ADS_1
(suara sakit orang itu)
orang yang menendang Vall tergeletak sambil memegangi dadanya. Pukulan tadi mengenai ulu hatinya yangmana organ itu termasuk tempat di badan manusia yang paling sakit jika dipukul.
setelah orang itu tersungkur di tanah sambil memegangi dadanya. Temannya yang lain juga ikutan maju untuk memberikan pukulan pembalasan. Tetapi Vall bisa menangkis dan memukul mereka semua.
Orang selanjutnya. Vall tendang langsung menuju ke pinggang bagian kirinya hingga terhuyung jatuh ke arah kiri sambil meringis memegangi pinggangnya, begitu juga dengan preman selanjutnya. Vall tidak memberikan kesempatan untuk mereka mendekat ke arahnya.
"panggil bantuan." teriak salahsatu dari mereka
Preman yang masih berdiri langsung berlari menuju lonceng kecil yang berada di perempatan jalan pasar. Dia mengambil batu yang berada di bawah lonceng lalu memukulkannya.
Ting... Ting... Ting...
(suara lonceng terdengar menggema)
Semua orang yang tadi hanya melihat perkelahian itu terlihat mulai panik, sedangkan orang yang tidak mengetahui bahwa terjadi perkelahian langsung mendatangi suara lonceng itu berasal.
"gawat."
"pasti mereka bakal bawa sirkel." batin Vall
Tanpa pikir panjang Vall langsung berlari menjauh dari tempat itu. Dia harus berlari ke perbatasan antara pasar dengan jalan raya agar bisa mendekati hutan untuk melakukan teleportasi ke dunia sihir.
...****************...
Orang yang tadi membuntuti Vall sampai di tempat Vall berkelahi. Dia sedikit penasaran, kenapa ada 3 orang preman yang tersungkur di tanah sambil memegangi bagian tubuh mereka.
"kenapa Vall berkelahi?" katanya
Dari arah kejauhan banyak gerombolan preman datang ke tempat suara lonceng itu berbunyi. Jumlah mereka sekitar 10 orang dengan membawa senjata balok kayu dan juga tongkat baseball.
"woy brengsek jangan macam - macam kau." teriak mereka
Orang yang tadi membuntuti Vall jadi terkejut. Para gerombolan preman itu berteriak sambil menunjuk ke arah dirinya. Dia merasa bahwa para preman ini sudah salah paham dengan apa yang sedang terjadi. Mereka sangka bahwa dirinya yang sudah menghajar anggota gank mereka.
"woy bang."
"bilang ke temanmu kalo bukan aku yang menghajar kalian." ucapnya kepada salahsatu preman yang sedang tersungkur di tanah
Preman yang dia ajak bicara tidak menjawab perkataannya. Preman itu lebih memilih tiduran di tanah daripada membantunya untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi sekarang.
"woy bang."
"bantulah."
Preman itu hanya tertawa kecil sambil meringis kesakitan saat melihat ada pemuda lain yang terkena masalah ini.
Pemuda itu yang sudah geram langsung menginjak - injak badan preman itu hingga pingsan. Dia menginjaknya berkali - kali meskipun preman itu berteriak kesakitan.
"mampus aja kau bangsat."
setelah menginjak - injak preman itu. Pemuda itu langsung berlari untuk kabur. Untung saja mukanya masih tertutupi oleh kain hitam yang dia gunakan tadi.
"arghhh."
"awas."
(teriak pembeli yang berada di tempat itu)
Pemuda itu memukul preman yang muncul menghadang di depannya. dua preman dia pukul di muka dan satunya di bawah dagu hingga kedua orang itu tersungkur di tanah.
"aku bunuh kau brengsek."
"woy bajingan."
__ADS_1
pemuda itu berlari menerobos orang - orang yang berada di depannya. Dia tidak peduli mau orang yang dia terobos terjatuh atau barang dagangannya berhamburan. Pokoknya dia harus selamat dari kejaran segerombolan preman ini.