After Dark

After Dark
Selebrasi Setelah Ujian


__ADS_3

Selama tiga hari ini aku beristirahat dirumah, sama sekali tidak melakukan kegiatan apapun. Setiap sorenya Bara selalu datang menjengukku bersama Nano dan Bintang.


Mereka saat ini sudah sangat akrab dengan Ibu Tina dan Pak Koko.


Bara selalu menitipkan catatannya untuk ku salin ulang. Nilai ujianku selalu bersaing dengan Bara. Aku terus berusaha untuk meraih juara pertama. Tapi, Bara terlalu jenius. Aku hanya berhasil menempati posisi pertama sekali disemester kedua kelas X, itupun berhasil kutempati karena selama ujian Bara terkena flu. Jadi, dia tidak menjawab lembar ujian dengan serius.


"Lulu, besok mau kita jemput?" tanya Bintang


"Gak usah Bin, aku udah ngerepotin kalian selama ini" tutur ku


"Gakkksszx (tersedak) sama sekali kok Lu" ucap Nano sembari menelan makanan yang ia kunyah.


"Makan aja dulu jangan ngomong, bikin jijik lu" Bintang memukul kepala Nano


Mereka berdua kembali beradu mulut, Nano kesel karna Bintang selalu memukul kepalanya.


Bu Tina mendamaikan mereka dengan gorengan. Nano menyukai semua gorengan yang bu Tina buat.


"Bu (mengunyah) Ibu mau gak buatin lagi buat saya bawa pulang" Ucap Nano


"Segini masih kurang?" tanya bu Tina


"Gak usah dengerin bu, anak saya satu ini emang rakus" ketus Bintang


Bu Tina tertawa


"Siapa yang anak lu" teriak Nano


"Ada-ada aja kelakuan kalian" tawa bu Tina.


Mereka hampir begitu setiap sorenya. Melihat kelakuan Nano dan Bintang membuat kami tertawa. Sore ini Bara tidak bisa datang menjengukku, katanya Bara ada urusan keluarga. Jadi, Bara menyuruh Nano dan Bintang datang untuk memberikan catatan miliknya. Besok pagi ujian akan dimulai. Bara juga menuliskan beberapa kisi-kisi ujian yang akan keluar nantinya.


"Lulu kalau gitu kita pamit dulu ya" ucap Bintang


"lain kali kesini lagi ya nak" tutur bu Tina


Bintang tersenyum kemudian berjalan menuju mobil, sementara Nano masih sibuk membungkus semua gorengan.


Bintang melirik kearah Nano, melempar topi yang ia kenakan ke arah Nano.


Bukkkk


Topi itu tepat dipunggung Nano.


"Sabar sebentar (melirik Bintang) bu, masih ada lagi gak?" Ucap Nano


Aku tertawa melihat tingkah Nano. Diantara mereka bertiga Nano yang selalu melakukan hal konyol. Akhirnya mereka pulang dengan membawa seplastik gorengan.


Malamnya aku mempelajari salinan catatan Bara hingga tertidur dimeja belajar.


******


Senin, 07.30


Upacara bendera ditiadakan senin ini.


Semua siswa dan siswi sudah memasuki ruangan ujian.


Ujian semester ini berlansung selama 7 hari berturut-turut. Selama ujian banyak siswa yang mengalami stres. Mereka harus berusaha keras untuk mempertahankan posisinya atau bahkan menaikan posisi rangking mereka.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya ujian pun selesai.


"Akhirnya penderitaan ini berakhir" tutur salah satu siswa


"Apa yang kita lakuin nanti malam?" Tanya Masha


"Pertanyaan seperti itu tidak usah ditanyakan lagi (Nano menundukkan kepalanya lalu berdiri) hal yang seharusnya kita lalukan adalah melakukan selebrasi seperti biasanya" jawab Nano dengan lantang


Anak-anak lain bersorak dengan semangat. Setiap selesai ujian kelas kami akan melakukan selebrasi, hal ini dilakukan sebagai rasa terima kasih kepada diri sendiri karena telah bekerja keras selama seminggu ini.


Tapi, setiap kali diadakannya selebrasi aku tidak pernah datang. Kesibukanku setelah selesai ujian masih bergelut dengan uang. Kadang aku iri melihat mereka yang bisa dengan bebasnya nongkrong kesana kesini tanpa perlu memikirkan uang.


Aku mengemasi barangku, memasukkannya kedalam tas. kemudian mengeluarkan handphone dari dalam tas. aku melihat satu notifikasi panggilan tak terjawab dari mama.


Dug dug dug dug....


Jantungku berdetak kencang.


Untuk pertama kalinya mama menghubungiku. Tanpa pikir panjang aku lansung menelpon mama balik.


Jantungku masih berdebar-debar, menunggu mama mengangkat telpon. Perasaan ini sangat senang sekali. Aku ingin tertawa namun aku juga ingin menangis.


Tutt tutt tutt


Mohon maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk.


Mama tak kunjung mengangkat telpon dari ku. Aku berusaha terus menerus menghubungi mama tetapi masih tetap tidak diangkat.


"Apa yang terjadi?" tanyaku dalam hati.


Aku mencoba mengirimi mama pesan,


Setelah mengirimi Mama pesan, aku tersenyum lalu mengalihkan pandanganku keluar jendela. Aku tak sadar selama aku tersenyum Bara memperhatikanku dari kursinya.


Bara berjalan kearah ku,


"Kenapa? Hal bahagia apa yang bisa buat senyuman kamu seindah ini?" Tanya Bara


Aku menatap mata Bara. Tatapan matanya mirip sekali,


"Mata kamu...


Bara mengerutkan keningnya, aku tak berani melanjutkan ucapanku. Meskipun Bara dan kakak sangat berbeda, tetapi cara Bara menatapku sama dengan kakak menatapku.


Entah kenapa aku ingin mencurahkan semua perasaan bahagia ku saat ini kepada Bara. Tapi, aku sadar untuk saat ini aku gak bisa percaya kepada siapapun selain diriku sendiri.


Pada akhirnya aku akan tetap sendirian.


"Mohon perhatiannya sebentar teman-teman" tutur Tamya


"Gak usah basi-basi Tamya, lansung aja kepointnya" ketus Bintang


Muka Tamya terlihat kesal,


"Gua cuma mau ngomong sebentar!! Buat selebrasi malam ini, gimana kalau kita adain dirumah gua aja?" ucap Tamya


Anak-anak lain setuju dengan ide Tamya, mereka sangat antusias sekali.


"Bentar, dirumah lu ada cemilan kagak? kalau lu tetap nyuruh gua bawa cemilan kerumah lu. sorry, lebih baik kita adain dicafe biasa aja" Ucap Bintang

__ADS_1


"Gua gak akan kerepotin lu kok Bin (Tamya semakin kesal) kalian semua cukup datang aja, semua persiapan soal cemilannya biar pake uang pribadi gua" jawab Tamya


"Okeyyy (Nano menepuk meja) ini yang gua suka. Jadi, semua teman-teman nanti malam jam 19.30 kerumah Tamya. Jangan lupa, buat kalian yang cewe-cewe pakai gaun ya" Nano tersenyum


Melihat Nano yang sangat bersemangat, Bintang malah jadi tidak semangat sama sekali. Sepertinya, perasaan mereka berkebalikan satu sama lain.


"Kamu datang Lu?" Tanya Bara


Aku lupa kalau Bara masih berdiri disampingku,


"Gak bisa kayaknya" tuturku


"Kenapa? Masih harus kerja part time?" Tanya Bara


Aku menganggukkan kepala,


"Maaf Bar, aku selalu gak bisa hadir kalau ada acara kelas" tutur ku


"Gak perlu minta maaf Lu, lagian acara begini gak diwajibkan untuk ikut juga" ucap Bara


Diselah pembicaraan aku dengan Bara tiba-tiba handphone ku berdering. Aku mengambil tas kemudian keluar dari kelas dan menerima panggilan tersebut.


Ucapan pertama yang aku katakan,


Apa kabar Ma? Aku kangen Mama...


Mama tak membalas sapaan ku, mama lansung mengatakan apa yang ingin dia katakan. Kemudian menutup telepon, setidaknya mama bisa berbasa - basi sedikit untuk menanyai kabarku.


Meskipun pembicaraan ini gak sampai 2 menit setidaknya aku bahagia bisa dengar suara Mama. Aku bergegas pulang kekosan.


******


Perumahan Anglora, 19.30 Wib


"Gimana bik semuanya udah siapkan?" Tanya Tamya


"Udah non, semuanya udah dipersiapkan sesuai dengan keinginan non" jawab bik Deli


Bik Deli adalah pembantu yang bekerja dirumah Tamya, beliau sudah bekerja bertahun - tahun disana.


Lampu yang terpasang disetiap sudut ruangan, dengan cahaya bintang berkelap - kelip terlihat sangat indah dan mewah.


Satu persatu teman - teman Tamya berdatangan. Tamya menyambut mereka dengan sepotong cokelat yang manis.


"Tamya lu cuma ngasih gua sepotong doang?" ketus Nano


Tamya tersenyum kesal kemudian pergi tak meladeni perkataan Nano. Orang yang ditunggu Tamya akhirnya datang juga. Bara terlihat sangat tampan. Semua anak perempuan menatap Bara tanpa berkedip.


"Gua makin penasaran sama bokap dan nyokap Bara, anaknya aja secakep ini. Apalagi Mama papanya" Tutur Alea


"Mangap semua mulut lu pada" ketus Tamya


Anak - anak lain tak berani menatap Bara lagi. Mereka takut kalau dimusuhi Tamya. Satu kelas bahkan satu sekolah udah pada tahu kalau dari dulu Tamya mengejar Bara. Hanya saja Bara yang tidak peka atau dia sengaja tidak memperdulikan perasaan Tamya.


Selebrasi pun dimulai dengan dinyalakannya kembang api. Sangat meriah, sepertinya selebrasi kali ini paling mewah dari sebelum sebelumnya.


Ada yang tertawa gembira sembari berdansa, ada yang bernyanyi dengan iringan tepuk tangan. Bahkan ada juga yang bermain bola sambil berenang. Malam ini semuanya merasa gembira.


******

__ADS_1


__ADS_2