After Dark

After Dark
Tolong! Hentikan Waktu (Bagian Ketiga)


__ADS_3

Taman Kota,


Aku pergi bersama Kakak menuju Taman Kota. Disini banyak sekali pedagang berjualan berbagai macam jenis kudapan malam.


Kami memasuki satu persatu toko.


"Kak Aku ingin memakan semua cemilan yang ada disini" ucapku


Kakak tertawa melihat aku yang sangat bersemangat. Malam itu aku sangat senang, sudah lama sekali rasanya aku tidak keluar malam bareng Kakak.


Kami menyantap menu persatean terlebih dahulu. Pemilik toko ini sangat ramah, dulu setiap malamnya kami kesini.


Tepat disamping kami, ada dua orang laki-laki yang juga sedang makan. Mereka terlihat seperti ayah dan anak.


"Kak (kakak menoleh ke arahku) Kakak laki-laki yang duduk disamping bapak itu (Kakak menoleh ke arahnya) terlihat tampan bukan?" tutur ku sembari tersipu malu


Kakak menggelengkan kepalanya, kemudian memasukkan makanan kedalam mulutku.


"Kamu masih kecil" ketus Kakak


"Aku bukan anak kecil lagi kak" tuturku


Kakak menatapku sembari mengunyah makanannya.


"Kalau kamu kakak tinggalin dihutan sendirian mau makan apa kamu Anna" Ucap Kakak


"Aku bisa makan daging singa” ucapku sambil tertawa


Kakak juga ikut tertawa mendengarnya. Setelah itu, kami berpindah tempat ke gerai selanjutnya. Paling enak setelah menyantap persatean adalah mencicipi roti bakar di gerai Pak Niko.


Roti bakar ini dipanggang bukan menggunakan kompor biasa. Pak Niko memanggangnya dengan bahan yang masih alami yaitu arang.


Wangi roti bakar sudah tercium dari jarak kejauhan, semakin dekat maka baunya semakin wangi. Kami memesan menu seperti biasa yaitu coklat keju dan tiramisu grentea. Ketika suapan pertama memasuki mulutku rasanya sangat lumer dan enak.


Belum berenti sampai disitu, menu selanjunya yang akan kami cicipi adalah es krim vanila yang terletak diseberang jalan raya.


"Anna kamu tunggu disini, biar kakak yang kesana" ucap Kakak


"Tapi, aku mau ikut kak" rayuku


Kakak tidak mengizinkan ku ikut kesana. Karena, disini semakin malam semakin banyak motor dan mobil berlalu lalang.


"Baiklah, aku tunggu kakak disini" tutur melasku


Kakak melangkah maju kedepan, memperhatikan mobil sekitar disaat kakak siap untuk menyebrang aku memanggilnya.


"Kak, Aku ikut"


Aku berlari menuju Kakak. Aku hampir sampai ditempat kakak tiba-tiba kakiku tersandung. Kakak mencoba menyambutku agar tidak terjatuh. Tapi tetap saja pada akhirnya aku terjatuh. Telapak tanganku luka dan lututku berdarah.


"Kakak udah bilang kamu tunggu disana saja" Ucap keras Kakak


Kakak memarahiku ditepi jalan. Aku mulai merasakan sakit ditelapak tanganku.


"Kamu, untung aja cuma luka kecil. Kalau lukanya parah tadi gimana" panik Kakak


Aku merasa kesal melihat Kakak terus memarahiku,


"Bukannya aku yang terluka. Lalu sekarang mengapa Kakak memarahiku lagi?" ucap kerasku


"Anna, kakak..."


Kakak tak melanjutkan ucapannya, dengan muka panik kakak melihat lukaku.


"Kakak benci aku kan?" ucap kesalku


Kakak tak menjawab apapun, aku terus saja mengoceh mengatakan ulang semua kejadian tadi.


"Kamu ngomong apa" Tutur Kakak


Aku merasa sikap kakak sudah berubah. Dia tak pernah semarah ini sama aku. Aku melepaskan tanganku dari genggaman Kakak.


Kemudian berlari keseberang jalan.


"Anna kamu ngapain" teriak kakak

__ADS_1


"Aku mau pulang" tuturku.


Disaat Kakak ingin menyusulku tiba-tiba ada mobil lewat. Kakak memanggilku.


"Anna tunggu kakak"


Kakak berlari kearahku. Aku melihat mobil berlaju kencang kearahku. Aku mendorong Kakak, mobil itu tepat berhenti didepanku. Tetapi, mobil lainnya dari arah yang berbeda menabrak Kakak.


BRAAAKKKKKKK


DRAKKKK


CIITTTTT


Aku terdiam melihat kejadian itu. Kakak terlempar cukup jauh, tergeletak dengan simbahan darah mengalir dari kepalanya.


Aku berteriak


"KAKAKKKKKKK


"KAKKKKKK


"KAKKKKK


Aku berlari kearah kakak. Air mata membasahi pipiku,


"Kakkk (menggenggam tangan kakak)


Aku menangis terisak-isak


"TOLONGGGG.... TOLONGGGGGG


"Annaaa (darah menyembur dari mulut kakak)


Kakak meletakkan tangannya dipipiku sembari tersenyum,


"Kakak gak pernah benci sama Anna, Kakak sayang banget sama Anna. maafin kakak ya, belum bisa jadi kakak yang baik buat Anna" ucap Kakak sembari menahan sakit


Aku menangis semakin keras


Aku melihat kakak semakin kesakitan,


"Tolong siapa saja tolong, Kakkkkkkk"


Orang-orang mulai berlarian melihat kakak. Mereka juga menolong dua orang lainnya yang berada didalam mobil. Setelah mobil itu menabrak kakak, ia lepas kendali dan berujung menabrak pohon.


Aku terus menggenggam tangan kakak. kakak kehilangan kesadaranya sebelum ambulance datang.


Tiga Ambulance pun datang. Dengan kecepatan penuh ambulance membawa kakak menuju rumah sakit. Tetapi, sebelum sampai dirumah sakit. Kakak menghembuskan nafas terakhirnya.


Titttttttt


Apa ini? suara apa ini?


Kak aku takut, aku takut. Tolong jangan tinggalin aku sendiri kak. Tanganku, tubuhku dan pakaianku semuanya dilumuri darah. Aku pingsan dengan kondisi kejang-kejang.


******


Mama terbangun dari tidurnya,


"kenapa ma?" tanya Papa


Mama memegangi jantungnya yang berdetak kencang.


"Pa, Mama ngerasa gak enak" ucap Mama


Papa mencoba memenangkan mama.


"Ray sama Anna belum pulang pa?" tanya Mama


Papa belum sempat menjawab pertanyaan mama. tetiba handphone Papa berdering


Ringg ringg ringg


Panggilan telepon itu berasal dari rumah sakit. pihak rumah sakit memberitahu papa kalau kakak sudah meninggal.

__ADS_1


Setelah mengetahui hal itu, air mata papa berlinang. Mama berteriak sangat keras.


"RAYYYYYYYYY"


Papa dan Mama bergegas menuju rumah sakit. Selama perjalanan menuju rumah sakit mama terus menangis.


Papa dan Mama sampai dirumah sakit,


"Dokterrr, Anak saya mana?" teriak Mama


Mama melihat kakak yang sudah ditutupi dengan kain berwarna putih. Tangisan mama kembali pecah begitu juga dengan Papa.


"Dokter tolong sembuhkan luka anak saya" mohon Papa


"Rayy, kenapa kamu ninggalin mama sayang" Mama menggenggam tangan kakak.


Kondisi mama semakin drop, hingga akhirnya mama pingsan.


Suster membawa mama ke kamar tempat aku dirawat. Aku yang masih belum sadarkan diri. Selama 4 jam aku pingsan.


Pihak polisi datang kerumah sakit menemui Papa dan Mama. Menceritakan semua kejadian yang dikatakan saksi.


Aku bermimpi bermain bersama kakak disebuah taman. Tetapi, tiba-tiba kakak pergi begitu saja sambil tersenyum. Aku berteriak memanggil kakak. kakak sama sekali tidak menoleh.


Aku terbangun,


"Kakkk


Melihat sekeliling, tidak ada satu orangpun diruangan itu. Aku melepaskan infus yang terpasang ditanganku, kemudian berjalan keluar. Kondisiku masih sangat lemas, tetapi tidak ada lagi setetes darah ditubuhku.


Aku melihat Mama dan Papa,


"Ma....


Mama tak menyautku.


Aku berjalan perlahan, memanggil kembali Mama. Mama dan Papa hanya diam. Aku melihat kakak,


"Kak, kenapa wajah kakak pucat sekali" tuturku sembari mencoba menyentuh wajah kakak


Mama menepis tanganku,


"Jangan sentuh anakku" ketus Mama


Aku terkejut melihat sikap Mama.


"Ma" ucap lembutku


"Jangan pernah lagi kamu manggil saya Mama!!! saya tidak pernah melahirkan anak seperti kamu!" ucap Mama


Mama mengatakan hal itu tanpa melihat kearahku. Aku meneteskan air mata.


"Ma, maafin aku ma,, maaf ma"


Aku menangis sambil memohon maaf kepada mama


"Karna kamu anak saya MENINGGAL. Kenapa kamu bunuh anak saya!! Anak saya salah apa sama kamu!" ucap mama


mendengar perkataan mama tanganku gemetar. Papa mencoba menghentikan mama. tetapi, emosi mama tidak bisa dikontrol lagi. Mama melontarkan semua perkataan yang tak ingin aku dengar.


"Pa, Mama sudah bilang dari dulu jangan pernah mengkasihani anak orang lain!" teriak Mama


"Anak orang lain, maksud mama apa?" tanyaku


"Kamu dengar baik-baik, KAMU BUKAN ANAK KANDUNG SAYA!!! kami memungut kamu karna kasihan melihat kamu yang ditinggal sendiri oleh kedua orang tua kamu!"


Mama mengatakan hal yang selama ini tidak aku ketahui.


"Bukannn (Aku menutup telingaku) bukan (menoleh kearah Papa) bukann kan pa? Papa aku anak papa sama mamakan?" tanyaku


"Anna, kamu bukan anak kandung kami!" ucap papa.


Seketika aku terjatuh mendengar hal itu. Siapa saja tolong, tolong hentikan waktu saat ini. Aku tak ingin berada ditempat ini. Aku tak ingin tahu apapun tentang masa laluku.


******

__ADS_1


__ADS_2