After Dark

After Dark
Tolong! Hentikan Waktu (Bagian Kedua)


__ADS_3

Pagi ini Mama dan Papa mengantarku ke sekolah. Selama pelajaran berlansung perasaanku sama sekali tidak enak. Aku terus saja memikirkan perkataan perempuan tadi.


Aku menghela nafas,


Meletakkan pena, kemudian menutup mata. Terlintas dibenakku,


"Apakah kakak membenciku? Apakah aku membuat kakak merasa kesal dengan sikapku selama ini?"


Pikiran itu terus terlintas dibenakku hingga kelas berakhir.


Sepulang sekolah, Aku pergi ke toko. Aku meminta Papa membuatkan Latte kesukaanku, dan meminumnya sambil memainkan handphone.


Tiba-tiba handphone ku berdering, satu panggilan dari Kakak. Jantungku berdebar, aku takut untuk mengangkatnya. Apakah Kakak akan memarahiku seperti perempuan tadi.


Aku mematikan ponselku. Berdiri, mengambil beberapa cake untuk ku nikmati. Handphoneku terus saja berdering. Aku tak menghiraukannya, untuk pertama kalinya aku sungguh tak ingin mengangkat telepon dari Kakak.


Handphone itu berhenti berdering. Papa memanggilku,


"Anna (Aku menoleh) kenapa tidak mengangkat telepon dari kak Ray? Nah, Kakak Ray katanya mau ngomong sesuatu sama kamu" Ucap Papa


Papa memberikan handphonenya kepadaku. Aku menolaknya,


"Ambil sayang" tutur Papa


"Aku lagi megang cake gak bisa ngambil handphonenya. Papa bilang saja ke Kakak, kalau aku lagi sibuk" ucapku


Aku duduk kembali ke kursi.


"Ada apa dengan anak ini. tumben sekali dia tidak mau berbicara dengan kamu Ray. Sepertinya dia masih ngambek sama kamu" ucap Papa


Papa kembali kedapur,


"Oke, Anna kamu fokus aja ke hal yang lain. Tidak usah dipikirkan lagi" ucapku sembari memukul-mukul kepala.


Ping....


Satu pesan masuk, aku membaca pesan dari Kakak.


*Anna angkat telepon kakak sebentar ya, Kakak minta maaf atas ucapan Kak Sera tadi* Isi pesan


"Sera, nama perempuan itu Sera" tuturku


Aku membalas pesan dari Kakak,


*Gak ada yang mau aku bicarakan Kak, Kakak fokus aja sama kuliahnya. Maafin aku udah ngerepotin Kakak selama ini* Isi pesan dari ku


Aku mengaduk-aduk Latte menunggu balasan dari Kakak.


Ring..... ring.... ring.....


Kakak menelpon ku lagi. Mama melihatku dari kejauhan kemudian bertanya kepada Papa.


"Siapa yang menelpon Anna?" Tanya Mama


"Ray ma, Ray udah nelpon Anna dari tadi. Tapi Anna tidak mengangkatnya" jawab Papa sembari memasukkan cake kedalam kulkas.


"Ray bilang apa Pa?" Tanya Mama


"Katanya dia masih sibuk dengan tugasnya. Tapi, kalau Anna minta dia pulang sekarang mungkin nanti malam dia sampai dirumah" jelas Papa


"Jangan suruh Ray pulang malam ini Pa. Mama takut terjadi apa-apa sama Ray dijalan, suruh dia pulang besok pagi saja" suruh Mama


Papa menghela nafas,


"Mama tahu sendiri. Ray udah ingkar janji sama Anna berulang kali" ucap Papa

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 17.30 Wib


Sekarang sudah 189 panggilan tak terjawab dari Kakak.


"Anna bereskan barang-barang kamu sebentar lagi kita pulang" ucap Mama


Aku memasukkan buku-buku ku kedalam tas. Tak lupa juga sebelum pulang aku mengambil satu latte lagi, untukku minum diperjalanan pulang.


Kami pulang bersama, sesampainya dirumah. Handphone Papa berdering kembali.


"Kenapa Ray?" Tanya Papa


Kak Ray meminta Papa memberikan handphonenya kepadaku.


"Ambil Anna, Kakak kamu mau ngomong dari tadi" ucap Mama


Aku menerima handphonenya.


"Hallo" ucapku


"Akhirnya Kakak bisa dengar suara peri cantik satu ini" tutur bahagia Kakak


Kakak selalu saja seperti itu, selalu lemah lembut. Tetapi, kali ini aku tidak akan memaafkannya.


"Kakak mau apa?" tanya ku


"Maafin Kakak ya, Kakak gak tahu kalau Sera ngirim pesan ke kamu" tutur Kak Ray


Air mataku tak bisa kutahan lagi. Mama dan Papa terkejut melihatku menangis.


"Aku minta maaf kalau selama ini aku ganggu Kakak" tuturku sambil terisak-isak menangis


"Enggak Anna. Kamu jangan pikirin omongan Sera tadi. Kakak sama sekali gak mikir kamu beban kok sayang" ucap Ka Ray


"Ta...ttt...pp...pi... tadi dia bilang kalau kakak benci sama aku. Aku janji gak bakal nelpon kakak lagi (Tangisanku semakin keras) Aku gak akan ngerepotin Kakak lagi" Ucapku


"Mamaaaa.... Kakak benci sama aku. Kakak gak mau ngelihat aku lagi, Aku tahu aku.... akuuuuu... selama ini sering jailin kakak. Tapi, aku..." Aku menangis dipelukan Mama


"Anna, Kakak minta maaf sayang. Kakak harus ngelakuin apa biar kamu maafin kakak?" Tanya Kak Ray


Aku mengusap air mataku, kemudian berkata


"Kalau Kakak sayang sama aku, Aku pengen ngelihat Kakak sekarang. Kakak pulang sekarang! Kalau kakak gak pulang sekarang, aku gak mau ngelihat kakak lagi!"


"Iya, Kakak pulang sekarang ya" tutur Kak Ray


Mama mengambil handphone dari genggaman tanganku,


"Ray, pulang besok pagi saja. sekarang sudah malam" ucap Mama


"Ma aku bakal pulang sekerang!" tegas Kak Ray


"Mama bilang kamu pulang besok pagi aja Ray!" Mama terlihat cemas


Aku merebut handphone dari tangan Mama.


"Kakak Pulang sekarang" Teriakku


Aku mematikan handphonenya. Mama terlihat marah dengan sikapku.


"Anna kamu tahu sekarang jam berapa? perjalanan dari kos kakak kamu kerumah memakan waktu 5 jam. Kamu gak boleh kayak gini sayang, Mama enggak suka kamu bersikap egois gini! Pa, telepon Ray lagi" tutur keras Mama


Aku menangis dan berlari kekamar. Papa mencoba menghubungi Ray, tetapi tak diangkat. Mama semakin panik,


"Pa, Mama takut" ucap Mama

__ADS_1


Papa mencoba menenangkan Mama.


Aku terus saja memperhatikan jam, sudah empat jam berlalu. Kakak belum sampai juga.


Sebenarnya aku juga takut kalau terjadi sesuatu sama Kakak. Aku merasa bersalah telah berkata seperti itu kepada Kakak. Mama sama sekali tak menghampiriku kekamar.


APA AKU TERKALU EGOIS?


Sembari memperhatikan jam, aku terus menggigiti kuku ku.


"Kenapa lama sekali" tutur ku


Sekarang sudah lewat dari 5 jam, waktu menunjukkan pukul 23.25 wib.


Tanpa disadari aku tertidur, saat sadar aku berlari turun kebawah. Aku melihat Mama dan Papa yang sedang menunggu kakak dibawah.


"Ma..." ucapku


Mama tak menjawab sapaanku.


"Sini Anna duduk" ucap Papa


"Ma aku minta maaf" ucapku sambil menunduk


Papa mengelus-ngelus punggungku. Suara mobil terdegar dari luar rumah. Kami berlarian keluar,


"Kakakk..." ucapku


Aku melihat kakak keluar dari mobil. Mama menghela nafas kemudian terduduk diam. Papa tersenyum setelah melihat Kak Ray.


"Anna"


Kakak berlari menggendongku. Aku tertawa,


"Mama kakak pulang"


"Anna kamu lihat kakak bawa apa untuk kamu" ucap Kak Ray


"Appaaa kak,


Kakak memberikan ku boneka beruang yang sangat besar.


"Nah, untuk kamu. maafin kakak ya sayang" ucap Kak Ray sembari mengelus rambutku


"Masuk dulu, angin malam gak bagus" turur Mama


Kami masuk kedalam rumah, Aku dan Kakak sudah berbaikan.


"Ma ada makanan gak?" tutur Kak Ray


"Enggak ada sayang, kamu lapar? Mama tadi gak masak karna seharian di toko. Kamu mau apa? Mama buatin" tutur Mama


"Gak usah Ma, sekarang udah tengah malam. Mama istirahat aja. Anna mau temanin kakak keluar beli makanan di taman kota?" Ajak Kak Ray


Aku mengedipkan mataku sembari tersenyum.


"Kalian mau keluar sekarang?" Tanya Mama


"Ia Ma, Mama sama Papa mau ikut?" Tanya kak Ray


"Papa gak ikut Ray. Papa mau tidur" jawab papa sembari berjalan menuju kamar.


"yaudah, tapi hati-hati ya. pulangnya jangan terlalu malam" tutur Mama


Aku dan Kakak pun pergi keluar menuju Taman Kota.

__ADS_1


******


__ADS_2