
Setelah ujian semester selesai, maka diadakanlah perlombaan antar kelas. Setiap harinya masing - masing kelas sibuk mempersiapkan peserta untuk ikut berpartisipasi.
Perlombaan sudah berlansung selama 4 hari berturut-turut. di beberapa perlombaan sudah terdapat pemenangnya. Untuk siang ini hanya tersisa 2 perlombaan, pertama lomba lari putri kedua lomba debat antar kelas.
Aku hanya mengikuti satu perlombaan yaitu lomba cerdas cermat. Aku mengikutinya bersama Nano dan Bintang, dan kami berhasil menduduki posisi pertama.
Bara sebagai ketua osis tidak diperbolehkan untuk mengikuti lomba apapun. Bukan hanya Bara tetapi anggota osis lainnya yang memiliki pangkat tinggi juga tidak diperbolehkan.
Ruangan kelas Ipa 2, pukul 13.15 wib.
"Sampai hari ini kenapa belum ada yang mendaftarkan diri untuk perlomba lari putri, siapa yang bersedia ikut? disini kita butuh 2 orang lagi, selain Tamya yang lain boleh mendaftarkan diri" ucap Bara
Semuanya terdiam, suasana kelas menjadi sunyi. Tak ada yang mau ikut lomba lari diterik sinar matahari yang panas ini. Akupun ikut diam, pura - pura tak mendengar yang dibicarakan Bara.
"Siang bolong begini lomba lari, mana ada yang mau ikut" ketus salah seorang siswa
"Barrr aku aja aku" Unjuk Tamya
Bara tak mengizinkan Tamya untuk ikut lagi, karena Tamya telah mendaftarkan diri di 4 perlombaan. Pertama lomba catur putri, kedua lomba puisi, ketiga lomba melukis, dan keempat lomba debat antar kelas.
"Gua bilang selain Tamya!!" nada bicara Bara sedikit tinggi
Anak - anak lain masih tetap diam, akupun enggan rasanya berlari saat cuaca panas seperti ini.
"Bar, selain Tamya gak ada lagi yang mau ikut. Kalau begini yang ada kelas kita selain kurang satu poin juga akan di blacklist diperlombaan berikutnya. Malah jadi dua poin yang kurang" Tutur Nano
Bara membuat gulungan kertas dan memasukkannya kedalam gelas. Diantara gulungan tersebut ada dua nomor yang ditulis Bara. Satu persatu anak perempuan selain Tamya disuruh maju mengambil satu gulungan kertas. Siapa yang mendapatkan dua nomor tersebut maka dia yang akan mengikuti perlombaan ini.
Aku maju mengambil gulungan tersebut, berdoa dalam hati semoga bukan aku yang terpilih. anak - anak lain membuka gulungan miliknya, satu nomor didapati oleh Alea dan tinggal satu nomor lagi.
"Untung aja bukan gua" tutur Masha
Aku yang masih berdiri didepan meja guru, melihat sekeliling hanya Alea yang mendapatkan nomor tersebut. Bara melihatku menyuruh aku untuk membuka gulungan tersebut. Aku tersenyum kecil, melihat kearah gelas.
"Gulungannya habis Lulu" tutur Bara
Aku tertawa, kenapa harus aku yang mengambil gulungan terakhir. Aku membuka gulungan tersebut dan benar nomor terakhir itu digulungan kertas milikku.
"Oke, sekarang kita udah punya dua peserta lomba lari. Buat kalian berdua nanti ikut Nano untuk mempersiapkan diri" tutur Bara
"Sial, kenapa harus aku yang ngambil gulungan terakhir" tutur pelanku
Bara mendengar ucapanku, kemudian tertawa.
Aku dan Alea mengikuti Nano keruangan osis. Banyak siswa lain yang sudah berkumpul disini, setiap kelas diberikan tali dengan warna yang berbeda. Kelas kami mendapatkan tali berwarna ungu.
Tali tersebut boleh di ikatkan di tangan, di kaki, dan boleh juga di kepala. Alea menyuruhku untuk mengikatkannya dirambut untuk dijadikan sebagai ikat rambut. Aku menuruti perkataan Alea.
Aku sedikit kesusahan untuk mengikatnya, karena aku selalu menyanggul rambutku jadi talinya tidak cukup. Akhirnya aku memutuskan untuk menggerai rambutku mengikatnya seperti anak perempuan lain mengikat rambut tanpa sanggulan.
Rasanya aneh mengikat rambut seperti ini, rambutku terlalu panjang jika digerai seperti ini. Aku terus memegangi leher bagian belakang selama berjalan menuju lapangan. anak - anak lain memperhatikan aku berjalan.
"Apakah sungguh terlihat aneh" lirihku dalam hati
Mc memanggil semua peserta yang ikut perlombaan siang ini. Siswa - siswi lainnya berdiri ditenda yang sudah disediakan di lapangan untuk memberi semangat kepada teman sekelasnya.
__ADS_1
Ada yang mengenakan pakaian seperti badut, ada yang membawa mikrofon lengkap bersama alat gendangnya, ada juga yang menyanyikan yel - yel kelas mereka.
"Aleaaaa.... semangat!!!!" tutur keras Tamya
"Semangat!!! semangat Alea..." ucap keras semua anak perempuan
Mereka hanya memberi semangat kepada Alea,
"Mengapa tidak ada satu orangpun yang memberi semangat kepadaku" geruti aku
"Semua peserta harap berdiri diposisinya masing - masing" Tutur Gani
Gani adalah mantan ketua osis tahun lalu, sekarang disetiap acara sekolah beliau kerap menjadi MC. Selain Gani, MC lain untuk perlombaan kali ini adalah Vera.
Vera satu tingkatan dengan Gani, ada rumor yang mengatakan bahwa mereka telah menjalin hubungan selama setahun ini.
"Untuk peraturannya sesuai dengan penjelasan dari kakak tampan yang duduk dikursi ruangan ber AC didalam (sembari menunjuk Bara)" ucap kak Gani dengan nada bicara ngeledek
"Benar, kita disini berpanas - panasan sedangkan beliau duduk santai didalam sambil menikmati ice leci" sambung kak Vera
Bara mendengar suara mic mereka dari dalam ruangan, kemudian tertawa dan melambaikan tangan.
"Begitulah kalau orang penting (tersenyum kearah Bara) jangan terlihat kesal begitu (menepuk pundak Kak Vera) Sebelum matahari semakin panas, kita mulai saja perlombaan lari putri kali ini" ucap kak Gani
"Okee,, semuanya bersiap" tutur kak Vera
"satuuuu,,, duaaaa,,, tigaaaa...
Prettttttt
Semangat!!!! semangat!!!
Banyak siswa yang berteriak memberi semangat, diawal perlombaan aku sengaja mengurangi sedikit kecepatanku. Rasanya sesak kalau berlari sangat cepat diawal. Di pertengahan perlombaan ada beberapa peserta yang tidak sanggup berlari lagi, mereka berhenti dan melambaikan tangan.
Di akhir perlombaan Alea terjatuh, aku berhenti melihat kaki Alea. Bertepatan dengan Bara yang datang kelapangan. Bara lansung menyuruh anggota PMR membawa Alea keluar dari lapangan.
Selagi anggota PMR membawa Alea keluar lapangan, Bara menyuruh Tamya dan Masha untuk keruangan lomba selanjutnya. 5 menit lagi perlombaan debat antar kelas akan dimulai.
Sementara aku berhenti, siswa lain terus berlari hampir sampai digaris finish. Kalau sampai lomba lari kali ini kalah, maka tahun kemarin adalah tahun terakhir kami mendapatkan posisi kelas terbaik. Aku tak ingin mendengar ocehan panjang dari pak Fajar.
Aku mulai berlari kembali, dengan kecepatan penuh.
"Sedikit lagi kita akan mendapatkan pemenangnya" teriak kak Gani
Aku hanpir menyusul siswa lain,
"oh tidak sebentar, siapa yang mengenakan tali berwarna ungu itu?" tanya kak Vera
"Benar, dia berasal dari kelas Bara. ohh.. oh... ohh.. dia berlari cukup cepat" tutur kak Gani
Aku mengerahkan semua tenagaku, sepertinya tidak sia - sia aku berlari setiap hari kesekolah. Aku berlari terus berlari hingga mengejar satu persatu peserta.
"oh... Lulu berlari dengan sangat cepat" ucap Bintang sembari berteriak
Bara melihatku berlari, kemudian berteriak memberiku semangat. Siswa lain juga ikut mulai memberiku semangat.
__ADS_1
"Semangat Lulu!!!
"Semangat!!!
"Sedikit lagi, sedikit lagi kita mendapatkan pemenangnya" tutur Kak Gani
"Sedikit lagi" tuturku dengan nafas terengah - engah
Aku berteriak sambil tertawa,
yeahhhhh!!!
"Selamat!!! Pemenangnya Luluanna Marley berasal dari kelas Ipa 2" ucap keras kak Gani
"yeahh kelas kita menang" teriak Nano
Anak - anak lain mulai mendekatiku, Aku tak sanggup lagi berdiri. Di depan garis finish aku terduduk dengan nafas tak karuan. Bara memberiku air mineral.
"Makasih Bar..." ucapku terengah - engah
"Masih bisa jalankan?" Tanya Bara
Aku tersenyum kemudian menganggukkan kepala.
"Oke berhubung lomba lari sudah selesai, selanjutnya kalian silahkan pergi keruangan debat. Berikan semangat penuh kepada Tamya dan Masha. Kita hanya butuh satu poin lagi untuk mendapatkan posisi terbaik" ucap Bara
Dengan penuh semangat mereka berjalan menuju ruang debat. Bara mengulurkan tangannya, membantuku berjalan.
"Rambut kamu,"
Bara menatapku, aku juga menatap Bara. Mata kami saling bertatapan.
"Aneh ya begini?" Malu aku
"Kenapa aneh? (Sembari tersenyum) cantik kok, terlihat cantik dari biasanya" Tutur Bara dengan muka memerah
"Kenapa muka kamu memerah?" Tanya polos ku
Bara tertawa mendengar pertanyaanku. Aku menanyakannya kembali, tetapi Bara tak menjawabnya. Bara malah mengacak-acak rambutku.
******
Ruangan debat
Perlombaan telah dimulai, Tamya dan Masha memang ahli dalam menyusun strategi debat begini.
Selain strategi hebat yang mereka miliki, mental mereka juga sangat kuat untuk mempertahankan pendapat mereka.
Tamya dan Masha berhasil memenangkan perlombaan debat kali ini. Akhirnya kami sekelas tidak perlu mendengar ocehan panjang pak Fajar.
Pak Fajar terlihat bangga dengan anak didiknya. Kami semua berkumpul kembali diruangan kelas.
"Berhubung bapak sangat bahagia hari ini. Bapak akan mentraktir kalian semua malam ini" teriak pak Fajar
Kami semua bersorak gembira. Hari - hari seperti ini sangat menyenangkan. Hari dimana kami tidak perlu berpikir keras untuk pelajaran. Setiap harinya hanya bermain, tertawa dan bersenang - senang bersama.
__ADS_1