After Dark

After Dark
Ungkapan Perasaan (Bagian Pertama)


__ADS_3

Saat mengerjakan kuis yang diberikan pak Gama tiba-tiba tanganku terasa sakit. aku lupa mengobati luka di tanganku semalam. Rasanya perih ketika menulis.


Bara mengumpulkan lembar kuis pertama, kemudian disusul oleh Nano dan Bintang.


Jawabannya sudah ada dikepala ku hanya saja tanganku terasa sakit ketika menulis.


Aku melihat ke kiri dan ke kanan anak-anak lain sudah mulai berangsur kedepan mengumpulkan lembar kuis.


Pak Gama melirik ke arahku, Bara juga memperhatikan ku dari luar jendela. Tangan ku mulai gemetar bukan karna aku telat mengumpulkan lembar kuis. Hal ini dikarenakan tanganku terasa semakin sakit,


"perasaan semalam tidak membiru seperti ini" tutur ku dalam hati


"Kenapa Lulu? apakah soal kali ini terlalu sulit untuk kamu?" Tanya pak Gama


Aku tak menjawab pertanyaan pak Gama, hanya diam dan terus berusaha menggerakkan tanganku. Hingga waktu kuis habis, dari 5 soal yang diberikan oleh pak Gama hanya 2 soal yang selesai aku kerjakan.


Aku mengumpulkan lembar kuis kedepan, pak Gama melihat lembar kuis ku. Kemudian, pak Gama kembali menatapku.


"Tidak biasanya kamu seperti ini? kenapa? ada yang tidak kamu mengerti dari penjelasan Nano tadi?" tanya pak Gama


"Enggak pak, Nano menjelaskannya dengan baik. Hanya saja saya tidak terlalu konsen pak" jawab ku.


"Kenapa? kamu tidak belajar semalam? Ibu Riana bilang ke bapak, kalau akhir-akhir ini kamu selalu telat ke sekolah. kamu ada masalah?" tanya balik pak Gama


Aku menggelengkan kepalaku sembari menjawab tidak. Pak Gama menyuruhku keluar ruangan.


Teng Teng Teng....


Bel istirahat pertama berbunyi,


Bara menungguku diluar ruang labor,


"kenapa Bara?" tanyaku


Bara memegang tanganku dan melihat telapak tanganku yang sudah membiru akibat jatuh semalam.


Tanpa berbicara sepatah kata pun, Bara menggenggam tanganku menuju taman belakang.


"Bara kamu mau ngapain?"


Aku bertanya berulang kali, tapi Bara tak menjawabnya.


Sesampai di taman belakang, Bara mengendongku naik keatas pohon.


"kenapa dia tahu tempat ini?" tanyaku dalam hati.


Bara melihat kembali telapak tanganku, kemudian mengolesinya dengan obat, entah kapan dia mengambil obat ini.


Saat Bara mengolesi obat ke telapak tanganku, aku memperhatikan muka Bara.


Kalau dilihat dari dekat gini, ternyata hidungnya lebih mancung dari yang kukira.


Tanpa kusadari Bara telah menatapku, aku mengalihkan pandanganku.


"Kalau sakit kenapa gak diobati?" Tutur Bara


"Kamu tahu dari mana kalau tanganku sakit?" tanya kubalik


"Selama mengerjakan soal tadi aku melihat kamu merintih kesakitan" jawab Bara


Bara menarik nafas cukup dalam, kemudian berkata,


"Ternyata duduk disini terasa lebih nyaman, pantas saja kamu sering kesini" Bara menoleh kearahku.


Aku terkejut, sejak kapan Bara mulai memperhatikanku. Selama ini aku tidak merasa ada orang yang mengikutiku.

__ADS_1


"Kamu tahu aku sering kesini dari mana?" tanyaku gugup


Bara tersenyum,


"Aku tahu semua hal yang kamu lakuin lulu" tutur Bara


Aku mengerutkan kening ku,


Tiba-tiba Bara memberikan kotak bekal kecil kepadaku,


"ambil,,,"


Aku termenung,


"Ha? apa ini?" tanya ku


Bara membuka kotak bakal tersebut, memberikan sepotong sandwich kepadaku. kemudian mengambil sepotong lagi dan memakannya.


Aku heran melihat sikap Bara, dia tak pernah seperti ini kepadaku. Dia kesambet apaan ya?


"makan... (Aku hanya diam) cobain dulu kalau kamu gak suka sandwich yang ini. besok aku buatin yang lain" ucap lembut Bara


Aku mencoba sandwich yang diberikan Bara, rasanya enak sekali. baru pertama kali ini aku mencoba sadnwich seperti ini.


"pelan-pelan makanya, kalau kurang nah (memberikan sandwich miliknya)"


Aku tertawa kecil.


Kami berbincang cukup lama, entah kenapa aku merasa nyaman berada didekat Bara.


sikapnya yang lemah lembut membuat aku teringat dengan kakak ku.


Bel jam kedua sudah berbunyi,


"Masih lapar?" tanya Bara


Bara turun terlebih dahulu dari pohon, kemudian mambantuku turun.


Kami berjalan menuju kelas, Bara memberikan obat yang dia olesi kepadaku tadi.


"Harganya berapa?" tanyaku


"Harganya... nanti pulang bareng aku" jawab Bara


"Ha?


Aku termenung, Bara berkata keras


"Aku tunggu di dekat parkiran"


"Tapi, Barrr..."


Bara berlari menuju kelas.


******


Semua ketua kelas diminta berkumpul diruang guru. sepertinya kali ini akan ada rapat dadakan.


Anak-anak dikelas sudah mulai ribut, semua kelas sama saja jika ada jam kosong suasananya akan terasa seperti pasar.


Kami diminta untuk belajar individu selama jam kosong ini.


Satu persatu anak perempuan menyeret kursi dan duduk berkumpul bersama dimeja Tamya. Aku tak ikut duduk bersama mereka, dikelas ini aku satu-satunya anak yang jarang bersosialisasi. Bukan karena aku tidak bisa beradaptasi hanya saja dari semester awal kelas 1 aku tidak punya waktu untuk bermain bersama mereka, jadi kami tidak begitu dekat.


Aku membolak-balikkan lembar buku tulis, sembari melihat kejendela.

__ADS_1


Karna jendela terbuka, angin berhembus masuk kedalam. Aku mulai mengantuk dan tertidur.


Aku tertidur pulas hingga bel istirahat kedua berbunyi, mataku masih saja terpejam dan melewatkan istirahat kedua.


Suasana kelas masih saja ribut seperti tadi.


"Nano nanti lu jadikan?" Tanya Bintang


"Jadi, tapi gimana gua takut kalau dia nolak" Jawab Nano


"Tenang aja, nanti sekalian kita bawa Bara"


Bintang menepuk-nepuk pundak Nano.


Bara yang baru saja memasuki kelas lansung menarik perhatian anak perempuan lainnya. Bara meminta sedikit waktu untuk menjelaskan hasil rapat.


"Teman-teman, sekolah kita akan mengadakan camping bersama" tutur Bara


Semua siswa bersorak menyambut acara camping ini.


"Kapan Bar?" Tanya salah satu siswa


"Camping akan diadakan setelah ujian semester minggu depan" tutur lagi Bara


"yahhh......


Semua siswa menjadi tidak bersemangat setelah mendengar kata ujian.


"Tapi mau gimana lagi. gak mungkin kalau diadakan sebelum ujian. nanti kitanya jadi gak fokus belajar" ucap Tamya


"Benar yang Tamya katakan (Tamya tersipu malu) jadi buat teman-teman yang ingin ikut mendaftar acara camping ini, silahkan hubungi wakil ketua " ucap Bara sembari menunjuk kearah Nano.


Nano yang semula terpaku diam, tiba-tiba menepuk meja dan membuat siswa lain terkejut.


"Sorry, seminggu sebelum ujian ini gua bakal sibuk banget. kalau kalian mau daftar camping silahkan temui perwakilan gua" ucap Nano sembari menunjuk Alea.


Bintang yang berada tepat dibelakang Nano, memukul kepala Nano.


Plakkkk


"Lu ngapain tolol"


Nano menatap Bintang,


"Lu ada masalah apa?" Teriak Nano yang sedang mengusap kepalanya


"Gua kaget tolol, pake acara mukul meja segala!" kesal Bintang


Bara menghela nafas melihat kelakuan dua sahabatnya itu. Sementara siswa lainnya tertawa melihat sikap mereka.


"Udah-udah gak usah pada ribut. kalau Nano gak bisa, kalian daftar ke Alea aja. pendaftaran bisa dilakukan mulai dari sekarang. penutupan pendaftaran hari terakhir ujian" Tutur Bara


Bara kembali duduk dikursinya.


Beberapa siswa mendekati Alea.


Alea Dwikana merupakan sahabat dekat Tamya, Alea menjabat sebagai sekretaris dikelas ini.


Anak-anak mulai berkerumunan dimeja Alea dan menjadi tidak kondusif lagi.


"Sabar !!!! gua catat satu persatu nama kalian" teriak Alea.


Perutku terasa lapar,


"Aku lupa belum makan apapun selain sandwich yang diberikan Bara tadi. apa kekantin saja ya" tuturku sembari memegangi perutku.

__ADS_1


Aku mengurungkan niatku untuk kekantin, rasanya dijam segini paling enak tidur kembali saja. Mumpung jam kosong kali ini lumayan lama, akhirnya aku tertidur hingga kelas berakhir.


******


__ADS_2