
Waktu telah berlalu tiga minggu sejak camping kemarin. Kami diizinkan untuk beristirahat dirumah dan kembali kesekolah setelah liburan kenaikan kelas ini selesai. tepatnya besok pagi kami sudah masuk sekolah.
Aku dengar kondisi Alea sudah membaik, hanya saja orang tuanya pernah datang kesekolah untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah terjadi.
Selama liburan ini aku mengambil satu perkerjaan tambahan lagi. Pagi sampai sore aku bekerja di Honey Market dan malamnya aku bekerja di Coffe Cafe.
Aku mendapatkan rekomendasi dari pak Koko bekerja di cafe ini, katanya ini milik keluarga temannya. Jarak dari sekolah juga tidak terlalu jauh jadi aku bisa mengirit ongkos dengan jalan kaki.
******
Coffe Cafe, pukul 20.44 wib
Banyak sekali anak sekolahan yang nongkrong dicafe ini setiap malamnya. Selain menjual minuman disini juga ada cemilan dan makanan berat.
Tempat tongkrongan yang cocok untuk anak sekolahan.
Aku belajar cara membuat kopi disini, meskipun sedikit sulit diawalnya tetapi lama kelamaan aku mulai bisa.
"Lulu dua americano, satu macchiato dan dua espreso" Tutur Joy
Joy adalah barista tetap disini. Joy sudah bekerja cukup lama di cafe ini, jadi dia yang selalu mengajarkan aku cara membuat kopi.
Sementara bagian dapur ada Selly dan Gina. Mereka bertugas untuk memasak cemilan yang dipesan oleh customer.
Aku membuat pesanan yang dibacakan oleh Joy tadi. Gerakanku masih lambat, jadi Joy yang membuat 3 kopi lainnya.
Dicafe ini aku bekerja sampai jam 22.15 wib setiap malamnya.
"Lulu aku ke kamar mandi bentar" tutur Joy
Ada pelanggan yang ingin memesan minuman. Aku bertanya ingin pesan apa.
"Cappuccino dua, tunggu sebentar ya kak (melihat kedepan pintu) Bara lu mesan apa?"
Aku melihat Bara yang lagi sibuk menelpon.
"Latte" ucap Bara
"Cappuccino dua, Latte satu kak"
"Baik, tunggu sebentar ya" tutur ku
Aku segera membuatkan pesanannya.
"Udah selesai lu?" tanya Joy
"Masih satu lagi lattenya belum Joy" jawabku
Joy membuat satu latte dan memberikan pesanan tersebut kepada pelanggan.
Dicafe ini memiliki dua ruangan, yaitu ruangan indoor dan outdoor. Aku melihat Bara duduk diluar bersama dua temannya tadi.
"Cowok yang barusan pacar kamu lu?" tanya Joy
"ha? bukan bukan kok" ketusku
Joy tertawa
"Terus kenapa lihatin dia terus?" tanya Joy
"Aku cuma lihat cowok yang disampingnya (Joy meliriknya)" jawab ku
"Dia pacar kamu?" tanya Joy lagi
"Bukannn, teman sekelas aku" tuturku
"Kalau pacar juga gak papa kali Lu" ledek Joy
Aku tak menghiraukan ledekan Joy lagi,
"Noh ada yang mau pesan" ketusku
Malam inipun akhirnya selesai, seluruh tubuhku rasanya mau ambruk. Berdiri seharian sangat pegal.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan cafe, kamipun pulang.
Sebelumnya aku sudah mengatakan kepada Joy kalau aku sudah masuk kelas besok pagi. Aku tidak perlu mengatakan kepada owner lagi tentang ini, karna disaat awal masuk kontrakku hanya tiga minggu. Jadi, gajiku telah diberikan oleh Joy malam ini.
Aku mengucapkan terima kasih kepada Joy, selly dan Gina karna telah membantuku selama bekerja disini.
Sebelum pulang aku mampir sebentar ditoko buku depan sekolah. Aku ingin membeli peralatan alat tulis yang baru.
Setelah membayar, tak sengaja aku bertemu dengan Bara lagi.
"Lulu (melihat jam) jam segini kenapa masih diluar?" tanya Bara
"Aku baru pulang kerja Bar" jawabku
"Kerja? Bukannya kamu kerja di Honey Market depan gang kosan kamu" tutur Bara
"Selama liburan aku nambah pekerjaan lagi dicafe depan situ (menunjuk kearah Coffe Cafe)" ucapku
"Kamu kerja disana? Barusan aku dari sana, kalau aku tahu"
Ucapan Bara belum selesai tiba-tiba seorang perempuan dengan potongan rambut pendekya keluar dari toko dan memeluk Bara.
Aku sedikit kaget, karna setahuku Bara belum punya pacar.
"Ehh kalau gitu aku pulang duluan ya Bar" tuturku
"Tunggu bentar Lulu" Bara melespakan pelukan perempuan itu.
"Apaan sih" ucap perempuan itu
"Kamu ngapain (Bara mengalihkan pandangannya kearahku) Lulu udah malam aku antar kamu pulang ya" ajak Bara
"Gak usah Bar, kamu juga lagi samaaa pacar kamukan" tuturku
Perempuan itu tertawa terbahak-bahak. Aku bingung kenapa dia tertawa. Bara terlihat kesal melihatnya.
"Kakk dia bilang aku pacar kakak" ucapnya
"Lagian kamu ngapain datang lansung meluk-meluk" ketus Bara
"Ayokk kak masuk" ajaknya
"Aku duduk dibelakang aja" ucapku
"Gak usah kak, biar aku aja yang dibelakang"
Didalam mobil rasanya sedikit canggung.
"Kak, nama kakak siapa?" tanya perempuan itu
"Lulu, Luluanna Marley" jawabku
"Lulu, kenapa gak manggil Anna aja lebih bagus" ketusnya
Mendengar kata itu aku kaget.
"Aku manggil kakak Anna aja ya (Mendekatkan mukanya kepadaku kemudian tersenyum)"
Bara menyuruhnya duduk diam di belakang.
"Boleh kalau kamu mau" ucapku
Bara melirikku. Perempuan itu mengulurkan tangannya kepadaku,
"Salam kenal kak Anna, nama aku Letty. Aku adek kandung kak Bara" ucapnya
"Kamu punya adek Bar" tanyaku
Bara menghela nafas,
"Adek aku satu-satunya Lu" jawab Bara
Aku mengangguk,
__ADS_1
"Kak Anna, kakak suka sama kak Bara?" Tanya Letty
"Ha? (Aku memegang leherku)"
"Kamu ngomong apaan lagi Letty" ketus Bara
"Soalnya kak Bara suka sama kakak" ucap Letty
Bara menghentikan mobil, kemudian menyumbat mulut Letty dengan tisu menyuruhnya agar diam. Aku tertawa melihat kelakuan mereka. Persis seperti yang aku lakukan dulu saat bersama kakak.
"Apaannn sih kakkkk" ketus Letty
"Kamu diam aja gak usah ngomong lagi"
Bara terlihat malu dengan kelakuan Letty.
"Kakakk, gak usah mau pacaran sama dia. Lihatkan sama adeknya kasar banget"
Letty memintaku untuk memarahi Bara. Aku berkata kepada Bara untuk tidak menindas Letty lagi.
Kemudian Bara meminta maaf pada Letty. Didalam mobil Letty banyak bercerita tentang masa kecilnya bersama Bara.
Aku baru tahu kalau Bara hanya terlihat cuek diluar saja, tapi ternyata dia seperhatian itu kepada Letty.
Letty meminta nomor teleponku, menyimpannya dengan nama Anna.
"Aku suka kakak" tutur Letty
Bara melirik Letty, kemudian mengelus rambutnya.
"Anak pintar" ucap Bara
Letty kesal
"Aku bukan anak kecil lagi kak" teriak Letty
Aku tertawa sangat keras mendengar ucapan Letty. Dulu aku juga seperti itu dihadapan kakakku. Bara dan Letty terdiam melihatku tertawa.
"Kakak ada yang lucu?" tanya Letty
"Bukan, kakak cuma ingat kalau kaka juga pernah teriak kayak kamu tadi didepan kak Ray" tuturku sambil tertawa
"Kak Ray" ucap Bara
"Kak Ray siapa kak?" tanya Letty
"Ha? (mereka berdua menatapku)"
Aku mengalihkan pandanganku keluar,
"Udah sampai ya Bar" ucapku
Aku membuka pintu mobil kemudian turun dari mobil.
Letty berteriak didalam mobil
"Kakkk, kak Ray siapa?"
"Kamu tunggu disini aja" ucap Bara yang juga ikut keluar mobil
"Bara makasih ya udah ngantar aku pulang" ucapku
Bara mengangguk
"Besok pagi kamu mau aku jemput?" tanya Bara
"Gak usah Bar" tolakku
"Oke, kalau gitu selamat istirahat ya. Aku pulang" ucap Bara
"Iya, hati-hati dijalan"
Aku mengetok kaca mobil, melambaikan tangan ke Letty.
__ADS_1
Bara dan Letty pun pulang. Selama perjalanan pulang Letty menyuruh Bara untuk menyelidiki Kak Ray. Letty takut kalau Ray bakalan menikung kakaknya.
******