After Dark

After Dark
Tolong! Hentikan Waktu (Bagian Pertama)


__ADS_3

Aku berdiam diri duduk di atas jendela sembari mengayun - ngayunkan kakiku yang pendek.


"Ma, kak Ray kapan pulang" Teriakku


"Bukannya kak Ray bilang dia bakal pulang dua hari lagi" tutur Mama


"Kenapa lama sekali" gumam ku


Seharian ini aku hanya duduk dijendela, tak ingin melakukan apapun. Bahkan aku tak ingin mengganggu nenek sebelah rumah.


Papa menghampiriku,


"Mau ikut papa sayang?" Ajak papa


"Papa mau kemana?" tanyaku


"Papa mau ke super market" tutur papa


"Gak mau ikut, malas" ucap cuek ku


"Yaudah kalau gak mau ikut, padahal papa mau belikan cemilan yang banyak buat kak Ray" tutur papa yang sedang merayuku


Aku tersenyum, mengulurkan tangan, meminta papa menggendongku.


Kami hanya pergi berdua saja. Sesampainya disuper market, aku mengambil semua cemilan yang disukai kakak. Memgambil, dan terus mengambil hingga dua keranjang penuh dengan cemilan.


"Masih ada lagi yang mau dibeli?" tanya Papa


Aku menggeleng,


"Udah pa, segini cukup !" ucapku sembari mengambil snack dirak kasir.


Papa tak yakin dengan perkataanku. Mata kami saling bertatapan,


Aku menaikkan alisku, kemudian tertawa.


"Ambil sayang, kamu mau apalagi" tutur lembut Papa sembari tertawa


Aku mulai mengambil kembali snack-snack kesukaanku. Akhirnya, aku pulang kerumah dengan perasaan gembira.


******


Sudah tiga hari berlalu semenjak aku dan Papa pergi kesuper market. Jika malam ini kakak tidak pulang juga, maka kakak telah mengingkari janjinya.


Perasaanku sangat kesal,


Setiap hari rasanya aku ingin marah, tapi tidak ada tempat pelampiasan amarahku.


Mama selalu saja berkata kalau kakak sangat sibuk dengan tugas kuliahnya saat ini.


Aku tidak mengerti mengapa anak kuliahan sangat sibuk sekali? bukankah mereka hanya mengerjakan tugas seperti pekerjaan rumah yang setiap hari aku kerjakan.


"Anna, mau sampai kapan kamu berselimut seperti ini?"


Mama menarik selimutku, mengajakku keluar rumah.


"Malas" (Aku menarik kembali selimut dan menutupi semua tubuhku)


Mama menghela nafas kemudian keluar dari kamarku.


Siang berganti malam, hari berganti hari. Namun, Kakak tak kunjung pulang. Setiap hari aku menelpon kakak, menyuruhnya untuk pulang. Tapi, kakak terus saja berkata kalau dia sangat sibuk saat ini.


Siapa yang membuat janji dan siapa yang mengingkarinya. Sudah beberapa hari ini aku tidak berbicara kepada siapapun.


Aku marah, Kesal kepada kakak.

__ADS_1


Sekolah Nusa Bakti, Pukul 16.30.


Sepulang sekolah aku tak ingin pulang kerumah. Aku tidak suka lagi suasana rumah yang sudah terasa sepi, seperti kuburan.


Aku berjalan menuju taman kecil yang dulunya sering aku kunjungi bersama kakak. Suasana taman ini masih sama seperti dulu hanya saja kenangannya yang berbeda. Taman kecil yang menghadap lansung kesungai.


Aku duduk bersandar di sebuah pohon besar. Suara percikan air yang terus mengalir membuatku mengantuk.


Aku tertidur cukup lama ditaman ini.


"Annaaaa....


"ANNAAAAAA,


"ANNAAA, kamu dimana sayang"


Aku mendengar suara orang menyebut namaku. Tapi, suara itu terdengar samar-samar.


"ANNAAAAA


Aku membuka mata, melihat sekeliling sangat gelap. Tanpa terasa hari sudah malam. Aku berdiri dan melihat cahaya lampu yang semakin dekat denganku.


"Annnaa, Pa itu Anna" Ucap Mama


Mama berteriak memanggilku dan berlari ke arah ku.


Mama memeluk ku, memeluk sangat erat sambil menangis.


"Anna,, kamu kemana aja sayang" tutur Mama terbata-bata dengan isak tangisnya


Aku sedikit bingung, mengapa mereka mencariku. Bukannya aku hanya tertidur sebentar saja disini.


Papa menarik nafas cukup dalam.


"Ayo kita pulang" ajak Papa


"Anna, jangan pernah lakuin ini lagi ya sayang" ucap Mama


"Ma, aku cuma tertidur disini sebentar" tuturku


Mama memeluk ku lagi dan menggenggam tanganku, mengajakku pulang kerumah.


Malam itu untuk pertama kalinya aku melihat Mama menangis.


Setelah sampai dirumah, Mama menyuruhku mandi. Disaat aku mandi, Mama merapikan kamarku. melihat catatan buku tulisku. Kemudian, Mama memasukkan buku kedalam tas untuk jadwal pelajaran besok pagi.


Malam itu, Mama tak banyak bicara. Setelah meminum coklat panas buatan Papa, Kami tidur bertiga diranjang milikku.


******


Keesokkan harinya,


"Huwaaaa....


Aku menguap cukup lebar, Pagi ini terasa berbeda dari biasanya. Apa cuma perasaanku saja. Mama dan Papa sudah tidak ada lagi dikamar. Aku keluar kamar menuju dapur.


Suara grasak grusuk terdengar dari dapur. Aku melihat Mama sedang membuat sarapan untuk kami.


"Pagi Ma" ucapku


"Pagi sayang" senyum Mama


Papa duduk dikursi meja makan sembari membaca koran. Aku mengambil susu dari dalam kulkas, kemudian meminumnya.


"Ma aku keatas dulu ya, mau siap-siap ke sekolah" tuturku

__ADS_1


Aku mandi dengan sangat tenang pagi ini. Memakai sabun kesukaanku, wangi mawar ini sangat harum. Tak seperti biasanya, pagi ini aku ingin sekali mengunakan semua skincare yang Mama belikan untukku.


Aku menyetel musik sembari memakai skincare. polesan terakhir aku menyemprotnya dengan setting spray.


"Hmmmm, Rasanya sangat segar"


Aku siap berangkat sekolah. Disaat aku mengambil tas, aku menerima pesan dari nomor baru. Aku membuka pesan tersebut,


"Apa ini" ucapku


Pesan itu berisi sebuah foto. Aku melihat foto kakak bersama seorang perempuan.


"Siapa yang mengirimnya?"


Aku menghubungi nomor tersebut. tetapi, telepon dariku di reject.


Pingg....


Satu pesan masuk.


*Tolong jangan sering menghubungi Ray dulu, Ray lagi fokus buat kuliahnya. Kamu pahamkan? Jangan jadi beban buat pikiran Ray* Isi pesan tersebut


Membaca pesan tersebut aku kesal.


"Siapa yang mengirimnya" tuturku dengan nada bicara tinggi


Aku terus menelpon nomor tersebut. Tapi, tetap saja tidak diangkat. Malahan telepon dariku direject nya berulang kali. Emosiku semakin tak terkontrol.


Aku mencoba menelpon Kakak.


"Angkat kak, Angkat...


Kak Ray menjawab telepon ku,


"Kak, Tad..."


Aku belum sempat berbicara, seorang perempuan memotongnya.


"Kamu mau apalagi sih? Satu hari aja kamu bisa gak, gak usah ngehubungi Ray" Ucap tegas perempuan itu


"Kamu siapa? kenapa hp kak Ray ada sama kamu?" tanyaku


"Aku pacarnya Ray. Kamu tahu gak karna kamu Ray jadi stres disini. Tiap hari kamu nyuruh dia buat pulang. Kamu udah besarkan, Ray juga punya kehidupannya sendiri. Tolong buat ngertiin dia!"


Aku tak ingin medengar ucapan perempuan itu, Aku menanyai dimana kak Ray. tetapi dia menjawab dengat ketus,


"Ray lagi sibuk ngantri beliin minuman buat aku. Kamu dengar, mulai sekarang Ray juga punya hati perempuan lain buat dia jagain. Jadi, kamu sebagai adik yang baik tolong ngertiin kakak kamu...


Aku tak mau lagi mendengar ucapan perempuan berbisa ular itu. Aku mematikan teleponnya. Mataku mulai berkaca-kaca, aku tak ingin menangis.


"Aku sudah memakai semua skincare, kalau aku nangis skincare yang mama belikan akan terbuang sia-sia"


Aku mencoba tersenyum didepan cermin. Mama dan Papa gak boleh tahu soal ini. Aku menarik nafas, kemudian keluar kamar.


"Wahhh harum sekali, Mama masak apa?"


"Mama masak makanan kesukaan kamu, Kwetiaw goreng dengan beragam toping" senyum Mama


"Sini duduk sayang, kamu harus habisin semua kwetiawnya. Mama kamu bangun pagi banget untuk buatin kamu ini" ucap Papa


Aku mengangguk kemudian menyantap makanan tersebut dengan ekspresi bahagia. Aku mencoba untuk tak menghiraukan kejadian tadi, tapi tetap saja hatiku terasa sakit.


"Apa aku beneran menjadi beban buat kakak" Lirihku dalam hati.


Selama sarapan pagi, aku bercerita banyak hal kepada Mama dan Papa. Mereka tertawa mendengar ceritaku. Suara tawa mereka terdengar sangat bahagia. Tetapi, siapa sangka pagi ini adalah sarapan terakhir kami bersama.

__ADS_1


******


__ADS_2