
*Selamat malam permirsa kami akan melaporkan mengenai cuaca buruk yang akan melanda kota ini. Telah diprediksi bahwasanya hujan badai disertai petir akan melanda kota ini nanti malam. Kami harapp....* Berita ramalan cuaca
Titttt
Ray mematikan televisi,
"Ray bawa bubuk susu itu kemari" ucap Mama
Ray memberikan setoples bubuk susu kepada mama. saat itu Ray masih berusia 5 tahun. Ray salah satu anak yang sudah cukup dewasa diusianya yang masih kecil.
Setiap harinya Ray membantu Mama membuat cake di toko. Ray juga selalu mengajak main anak kecil yang datang ke tokonya. Ray sangat menyukai anak kecil, ia pernah meminta sekali kepada mamanya untuk memberikannya seorang adik. Hingga suatu ketika mama hamil, usia kandungan mama sudah empat bulan. Tetapi, mama keguguran karna terjatuh dari tangga. Hal itu membuat mama sulit untuk hamil lagi.
Sore itu banyak pedagang lainnya yang menutup tokonya lebih awal. Berita tentang prediksi cuaca buruk membuat orang-orang panik.
"Ma, apa malam ini kita akan pulang cepat?" tanya Ray
"Malam ini, mama harus membuat pesanan cake untuk besok pagi sayang. Jadi mungkin kita akan pulang sedikit lebih lama dari biasanya" tutur mama sembari mengaduk cream butter
Papa tidak ada ditoko saat ini, papa akan datang nanti malam. Ray meletakkan mainannya, kemudian duduk bersimpu didekat mama.
"Kenapa Ray?" Tanya mama
"Berita cuaca hari ini mengatakan bahwasanya nanti malam akan ada hujan badai disertai petir ma. Tante Misa dan Kak Danu sudah tutup dari tadi. Hanya toko kita saja yang belum tutup" Tutur Ray
Mama terseyum,
"Bukannya sekarang kita berada didalam toko, kalau hujannya nanti cukup deras kita bisa tidur disini sayang"
Mama mencoba menenangkan Ray yang terlihat panik.
"hmmmm, baiklah. Aku akan menelpon papa dulu ma. Supaya papa segera datang menemani kita disini" Senyum Ray
Ray berlari kemeja kasir mengambil handphone, kemudian menelpon papa. Saat itu ditoko belum ada karyawan. Hanya Mama dan Papa yang setiap hari berada ditoko. Mama membuat cake dan roti sementara papa melayani pembeli.
Setelah menelpon papa. Suara petir yang keras mengagetkan Ray. Ray menutup rapat pintu toko, menghidupkan semua lampu kemudian berlari kedapur.
Duarrrrrr
Suara petir berulang kali terdengar. Langit mulai terlihat sangat gelap karna ditutupi oleh awan hitam. Angin kencang membuat pintu toko terbuka kembali.
Brakkkkkk
Hembusan angin masuk kedalam toko, membuat semua barang bergerak.
"Maaaa" teriak Ray
Mama memeluk Ray, berjalan kedepan pintu kemudian menguncinya. Ray melihat keluar jendela, hujannya sangat deras.
"Mengapa papa lama sekali datang" panik Ray
__ADS_1
"Ray sayang, sini gak usah takut. Papa bakal datang kok" mama mengelus-ngelus kepala Ray
Karna hujan semakin deras, papa berhenti disebuah swalayan terlebih dahulu. Kaca mobil yang buram akibat hujan membuat papa sulit melanjutkan perjalanan. Papa menelpon mama mengatakan kalau akan terlambat sedikit.
Mama memutuskan untuk menutup toko. Disaat Mama dan Ray berjalan menuju dapur tiba-tiba mati lampu. Pemadaman listrik dilakukan sementara untuk menghindari terjadinya hal buruk.
Mama tidak bisa melanjutkan membuat cake lagi. Mama dan Ray pun duduk dikursi kasir dengan penerangan senter handphone. Mama mengelus-ngelus rambut Ray yang duduk dipangkuannya sembari menyanyikan sebuah lagu agar Ray tertidur.
Mama dan Ray tertidur dikursi kasir. Semakin larut hujan semakin deras. Kilat disertai petir keras membuat Mama terbangun. Tanpa disadari Mama dan Ray sudah tertidur cukup lama.
Cringgg cringgggg cringgg
Suara lonceng toko berbunyi, mama melihat kearah pintu.
"Kenapa ma?" tanya Ray sembari mengucek mata
"Sepertinya ada orang didepan pintu" ucap Mama
Mama dan Ray berdiri, berjalan kearah pintu.
Kriettt
Mama membuka pintu,
Huwekkkk huwekkk huwekkkk
Tangisan seorang bayi didepan pintu toko membuat mama dan Ray terkejut.
Mama mengambil bayi tersebut yang diletakkan didalam keranjang, kemudian membawanya masuk kedalam toko. Mama menganti pakaian bayi tersebut dengan kain seadanya ditoko. Pakaian yang dikenakan bayi itu basah terkena air hujan.
Bayi itu terus saja memangis, Ray memberikan susu yang ada didalam keranjang. Tangisannya pun berhenti.
"cup cup cup anak manis jangan nangis lagi" tutur mama
Tak lama setelah itu, suara mobil terdengar berhenti didepan toko.
"Akhirnya papa datang" ucap Ray yang berlari untuk membukakan pintu
Papa terdiam didepan pintu melihat mama menggendong seorang bayi.
"Anak siapa ma?" tanya Papa
"Gak tahu pa, tadi tiba-tiba ada didepan toko" ucap Mama
Papa melihat bayi tersebut. Gadis kecil yang memiliki mata bulat sangat cantik.
"Ray punya adik Pa" sorak Ray
"Ray kita tidak tahu ini anak siapa. Sebaiknya besok pagi kita bawa kekantor polisi saja pa" ucap mama
__ADS_1
"Jangan ma, biarkan jadi adik Ray aja" ucap Ray
"Lihatlah (Mama dan Papa menatap Ray) Ray terlihat senang sekali (Ray memainkan tangan bayi tersebut)" tutur Papa
Ray yang sudah lama ingin mempunyai adik dan sekarang tiba-tiba didepan toko ada seorang bayi. Mama bersikeras untuk membawa bayi itu kekantor polisi. Tetapi, Papa melarangnya.
Papa ingin mengadopsinya menjadikannya seorang adik perempuan untuk Ray.
"Pa, kita gak tahu kedepannya bakal gimana. Gimana kalau anak ini...."
Mama tak sempat melanjutkan omongannya sudah dipatahkan oleh Papa.
"Ma, jangan berprasangka buruk. Mungkin orang tuanya sengaja meletakkannya di depan toko untuk kita rawat" tutur Papa
"Iya mama paham. Tapi kita gak tahu asal usul keluarganya seperti apa. Kalau mau ngadopsi anak lebih baik dari panti asuhan saja. Lebih jelas Pa" ketus Mama
Papa tak menghiraukan omongan Mama lagi. Papa dan Ray sibuk bermain dengan bayi tersebut.
Hingga akhirnya Mama bersedia untuk mengadopsi bayi itu. Bayi itu diberi nama
LULUANNA MARLEY. Semua keluarga Ray memiliki nama MARLEY dibelakang.
Seiring berjalannya waktu Anna tumbuh semakin besar. Ray dan Anna menjadi kakak adik yang tidak bisa dipisahkan sedari kecil. Kemanapun Ray pergi, Anna selalu mengikutinya dari belakang.
Hujan badai disertai angin kencang itu membawa Anna ke keluarga yang sangat hangat dan harmonis.
"Anna ayok lempar bolanya" ucap keras Ray
Anna mengangguk, kemudian melempar bola. Bola itu tepat berhenti di perut Papa.
"Papaaaa"
Anna berlari memeluk Papa. Papa datang untuk mengajak Rah dan Anna pergi bermain ditaman. Setiap sorenya papa meluangkan waktu untuk menemani kedua anaknya bermain.
Semenjak itulah Anna menyukai taman kecil ditepi sungai dekat rumahnya. Banyak kenangan masa kecil yang dilaluinya ditaman itu bersama Ray.
******
*Kembali kemasa sekarang*
Papa menceritakan semuanya kepadaku. Aku masih terduduk diam dilantai mendengar cerita papa.
"Kenapa? Kenapa?" lirih pelanku
"Sekarang kamu sudah tahukan, kalau kamu bukan anak kandung saya. Jadi, saya harap kamu keluar dari rumah saya secepatnya" teriak Mama
Aku berdiri, berjalan keluar ruangan. Kakiku rasanya sangat lemas. Aku ingin menangis, berteriak sekeras mungkin.
"JIKA MEMANG BISA AKU INGIN MENUKAR JIWA DAN RAGAKU UNTUK KAKAK. AKU INGIN KAKAK TETAP HIDUP"
__ADS_1
Tetapi, sekeras apapun Aku ingin kembali kemasa indah itu. Jawabannya Tidak akan pernah bisa. Karena, Kakak satu-satunya orang yang aku sayangi telah tiada. Mama dan Papa juga tidak akan pernah bisa memaafkanku lagi.
******