Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
Prolog


__ADS_3

Perusahaan ternama yang isi didalamnya hanya orang-orang berskill tinggi yang kompeten dan juga memiliki jiwa konsisten yang tinggi juga. Pertama kali juga bagi seorang mahasiswi biasa datang kesini sebagai mahasiswi magang. Dan semua itu berkat usaha Adeline sendiri yang bertekad sejak awal masuk perguruan tinggi.


Adeline, nama singkat tapi kini dirinya bisa membawa nama itu di dadanya. Dengan pakaian kemeja dan celana kain yang tidak membentuk badan, Adeline menarik napas dalam-dalam sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan ternama didepannya.


Mungkin efek dari para jenius, di perusahaan ini tidak terlihat adanya pembuat masalah. Bahkan menurut Adeline, ini adalah kantor dengan karyawan ter- ramah yang Adeline tau. Karena menurut analisis Adeline sebelum masuk magang, pasti banyak orang yang akan meremehkannya, tapi nyatanya malah semua ramah padanya.


"Adel, jadi tugas kamu itu membantu Kak Nira. Dia yang paling sibuk untuk saat ini." ucap ketua di divisi yang Adeline datangi.


"Baik, kak." balas Adeline dengan sopan.


Attitude disini benar-benar diperhatikan, benar-benar berbeda dari pandangan Adel mengenai kehidupan perkantoran. Mendadak Adel penasaran seperti apa bos terbesar di perusahaan ini. Apakah sebaik karyawan-karyawan nya?


Proyek yang Kak Nira kerjakan benar-benar perlu bantuan dari siapapun yang merasa waktunya ada. Benar-benar banyak banget, sampai Adel yang hanya bagian membantu ikut kesal sendiri. Apalagi saat revisian menumpuk di meja Kak Nira.


"Kakak mau minum sesuatu buat temenin bikin tugas ngga, kak?" ucap Adel menawari Nira yang terlihat kelelahan.


"Boleh, kopi ya. Dan gulanya sedikit aja." jawab Nira yang langsung dipanggil Adel.

__ADS_1


Sembari mengambil kopi, disini Adel juga mengamati setiap sudut ruangan. Menghafalkan letak-letak ruangan karena siapa tau dirinya akan disuruh kesana kemari nantinya. Dan yang memang benar-benar membuat Adel heran, ada perusahaan sebersih dan serapi ini.


Terlalu larut mengamati sekitar, Adel tidak memperhatikan jalan. Dan....


Brukk


Suara menggelegar di penghujung ruangan. Suara yang renyah dari ciuman lantai dengan tubuh dua orang. Ya, benar dua orang. Karena sekarang Adel berada di posisi yang membahayakan untuknya. Bagaimana tidak? tampak jelas pakaian berjas itu terlihat mahal untuk Adel yang dari kalangan biasa saja.


"Aww...." rintih Adel saat mencoba bangun dari lantai yang keras dengan tenaganya sendiri.


Tatapan Adel yang awalnya mengerut karena menahan sakit di tubuhnya, beralih pada pria dengan tubuh tegap dan mata hazel seperti matanya. Tatapan keduanya bertemu dan cukup lama saling menatap sampai akhirnya seseorang yang Adel duga adalah asisten pria itu datang membantu atasannya.


Didalam ruangan


"Tuan muda, bagaimana keadaan anda?"


"Aku baik-baik saja. Hanya saja tatapan wanita itu seperti aneh padaku sampai-sampai masih membekas di ingatanku."

__ADS_1


Regan Bhalla, penerus di keluarga Bhalla. Saat ini dirinya memang masih kuliah, dan beruntung dirinya bisa magang di perusahan milik keluarga sendiri. Dan sekarang Regan bertugas membantu ayahnya untuk menangani perusahaan selagi dirinya magang.


Bagi Regan yang sudah mendapatkan pendidikan bisnis dari kecil, bukan masalah besar melihat angka dan tata bahasa bisnis. Selagi tidak ada sabotase, Regan pastikan semua aman dalam kendalinya. Apalagi Regan tau kalau ayahnya workaholic tidak akan memaafkan dirinya kalau sampai perusahaannya anjlok.


"Pak Ares, tolong selidiki wanita tadi." ucap Regan sembari memberikan sebuah id card yang ia dapatkan sesaat setelah wanita yang bertabrakan dengannya pergi begitu saja.



"Baik tuan muda." balas asisten Ares sembari pamit pada Regan.



...Regan Bhalla...


Hai semua🔥


Selamat datang di Akhirnya Aku Mencintai Istriku 😘

__ADS_1


Jangan lupa ya buat like, komen dan vote 🌼


See you next part:)


__ADS_2