Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
Satu proyek


__ADS_3

Hari berikutnya, mata Regan masih terpaku dengan wanita yang kemarin menabraknya. Ucapan maaf atau sapaan tidak pernah terdengar ditelinga Regan dari wanita itu. Dan jujur saja Regan sedikit terganggu dengan itu.


Dari orang-orang disekitar, Regan mendapat perlakuan baik karena dirinya adalah penerus di perusahaan ini. Tapi wanita yang beruntung dapat magang disini itu malah berbeda sikap daripada yang lain. Dan disitulah kenapa Regan merasa wanita itu berbeda dari yang lain.


Mendapatkan id card wanita itu, Regan mengetahui Adeline sebenarnya. Seorang perempuan yang diasuh panti asuhan, dan besar bekerja sendiri sembari bersekolah. Regan takjub dengan apa yang ia ketahui tentang wanita itu, tapi tetap saja Regan merasa risih saat wanita itu diam saja saat bertemu dengannya.


"Tuan muda, sepertinya cukup sudah saya menyelidikinya. Karena ada proyek yang dimana dia mendapat promosi untuk ikut ke proyek yang akan anda tangani." ucap asisten Ares pada Regan.


Regan mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti maksud Ares. Dan sembari melihat id card yang ada di mejanya, Regan benar-benar ingin tau sebenarnya kenapa wanita itu bersikap tidak sopan padanya. Bahkan kalau dirinya meminta ayahnya agar dia dikeluarkan saja pasti bisa.


Dan benar saja, rapat kali ini membahas proyek yang akan Regan tangani. Bersamaan dengan itu, Regan cukup takjub karena wanita itu bekerja dengan profesional juga. Yah setidaknya tidak terlalu menjadi beban. Apalagi sekarang ayahnya meminta dirinya yang menangani.


"Tuan muda, setelah rapat selesai anda diminta Nyonya untuk pulang." ucap sekretaris Ares saat Regan baru saja akan keluar dari ruang rapat.


"Baiklah."


Sementara itu, Adel dengan wajah datarnya berpikir apa yang salah darinya. Pria didalam ruang rapat tadi terus saja memperhatikan dirinya. Setau Adel mereka pernah bertabrakan dan Adel sudah membungkukkan badan sebagai tanda maaf, apakah masih kurang dengan itu? Lagipula Adel mendengar kalau pria itu juga anak magang disini.


"Kalaupun dia anak pemilik perusahaan ini, memangnya pantas menatap orang seperti itu!" gerutu Adel yang kini baru akan keluar dari ruang rapat setelah pria menyebalkan itu keluar duluan.


Tapi Adel akui kalau pria itu berwibawa. Apalagi saat rapat berlangsung dirinya benar-benar menunjukkan aura yang berwibawa. Dan Adel benar-benar terpana dengan pemandangan itu. Setidaknya ada aura yang bagus dari pria itu.

__ADS_1


Karena rapat selesai, Adel diizinkan untuk pulang sekarang karena besok saatnya Adel datang untuk menjalani proyek yang sudah ditetapkan untuknya. Dan kini Adel perjalanan pulang dengan menaiki bis ke kos nya.


"Besok harus menjadi hari yang sempurna!" semangat Adel untuk menguatkan dirinya.


...****************...


Keesokan harinya, langkah seribu Adel memburu lokasi proyek. Pagi ini Adel benar-benar sibuk sampai dirinya hampir saja telat ke lokasi proyek hari ini. Dan sampai di lokasi, Adel benar-benar terengah-engah sembari menatap dari jauh bahwa sudah banyak orang yang datang.


"2 menit 15 detik."


"HAH?!" teriak Adel karena tiba-tiba ditelinganya muncul suara pria yang asing baginya.


Masih mengatur napas dan jantungnya, kini tubuhnya ditarik paksa oleh pria yang ia tau tapi tidak ia kenal. Dan orang itu adalah Regan, pria berjas maroon dengan ekspresi muka yang datar.


Adel yang sudah sadar sepenuhnya, menatap tajam ke arah Regan. Mata hazel itu kini bertemu lagi, bahkan lebih dekat daripada sebelumnya. Bukan hanya karena Adel terkejut karena perlakuan pria didepannya ini, tapi ekspresi datar itu membuatnya tidak nyaman.


"Bahkan kalau kamu meneriaki ku puluhan kali, aku tau ini bukan proyek biasa. Jangan pandang aku sebagai mahasiswa magang, tapi lihat aku sebagai seseorang yang bertanggungjawab." kesal Adel pada pria didepannya ini.


Tanpa mengucapkan apapun, Adel segera menjauh dari pria itu. Benar-benar pagi hari yang membuat moodnya jelek.


__ADS_1


Tugas Adel kali ini benar-benar diluar perkiraannya. Tapi memang benar sih kalau dirinya sedang magang di perusahan ternama, pastinya sudah hal lumrah kalau pekerjaan disini benar-benar berat. Tapi Adel benar-benar bersyukur bisa magang disini. Mendapatkan pengalaman yang sangat menguntungkan.


Setelah membaca informasi mengenai proyek kali ini, Adel baru akan melangkahkan kakinya ke ruangan yang disediakan untuknya. Dan siapa yang menduga kalau pria yang membuat moodnya hilang akan menjadi satu ruangan dengannya.


"Bagaimana bisa Ares menempatkan aku dengannya!" gerutu Regan sembari membolak-balik dokumen yang ia pegang.


"Inilah magang yang sebenarnya." balas Adel.


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Terimakasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...

__ADS_1


...See you next part:)...


__ADS_2