
Hari demi hari berlangsung dengan baik sesuai dengan firasat Adel. Dirinya dan Regan kini sudah berdamai, bahkan bisa dianggap sebagai teman. Karena Adel dan Regan sudah saling bercerita kalau sebenarnya mereka sama-sama anak magang.
Dan mengejutkan bagi Adel karena mengetahui kalau Regan adalah anak pemilik perusahaan ini. Cukup menyesal karena dirinya bersikap kurang baik selama ini pada Regan, tapi Regan menganggap semua itu karena dirinya dan Adel mungkin dipertemukan melalui perkelahian terlebih dulu.
"Setelah kuliahmu selesai, apa kau akan bekerja di perusahaan ini?" tanya Regan pada Adel.
Saat ini mereka berdua berada di coffee shop untuk merayakan keberhasilan proyek yang mereka tangani kali ini. Cukup mengejutkan bagi Tom and Jerry satu ini yang tiba-tiba berubah menjadi akur seperti sekarang ini.
"Entahlah, tapi kalaupun perusahaan ini menerimaku aku pasti akan bekerja disini." jawab Adel sebelum menyeruput matcha latte miliknya.
"Kau sudah memiliki orang dalam, yaitu aku." balas Regan membuat Adel tertawa tak mengerti jalan pikir pria didepannya ini.
Kali ini benar-benar sangat damai antara dirinya dan Regan. Bahkan mereka berdua tidak canggung lagi kalau bertemu, dan pasti sudah bertukar sapa. Mengejutkannya adalah respon dari semua orang kantor, yang sedikit was-was karena wajah pintu kulkas milik Regan seakan runtuh dalam sekejap.
"Oh baiklah, sepertinya aku tidak perlu repot mencari lowongan." ucap Adel menanggapi candaan Regan.
Pulang kerja yang biasanya akan dilakukan Adel adalah berisitirahat di kos nya. Tapi kini dirinya akan melewati jam istirahatnya dengan pria yang belum lama ia anggap teman. Regan Bhalla, anak pemilik perusahaan. Orang yang akan menjadi orang dalam untuknya nanti.
"Apa asalmu jauh dari sini?" tanya Regan saat mereka berdua sudah keluar dari mobil dan berjalan menuju ke tepi pantai yang tersorot matahari yang hampir terbenam.
"Bisa dikatakan seperti itu. Tapi ibuku asli orang sini, hanya saja aku besar di Utara." jawab Adel sembari melihat pasir putih mengelilingi kakinya.
"Sepertinya kita lumayan cocok saat bersama seperti ini." celetuk Regan yang sedikit membuat Adel terkejut. Tapi jujur saja Adel juga merasakan hal yang sama, seakan dirinya dan Regan adalah dua orang yang pernah bertemu sebelumnya.
Benar saja berminggu-minggu setelah celetukan Regan, kini Regan mengucapkan kata manis terdalamnya. Dan hubungan antara dirinya dan Adel semakin jelas, dan banyak juga yang mendukung Adel juga Regan untuk bersama.
__ADS_1
Lama-lama Adel berani untuk memposting foto dirinya dan Regan. Cukup mengejutkan karena banyak like yang dia dapat, juga jangan lupa komentar yang banyak mendukung mereka. Bahkan komentar paling banyak mengatakan kalau Adel mirip dengan Regan.
Tak selang berapa lama juga, Adel diajak Regan untuk menemui orangtuanya dan keluarganya. Bahkan Regan tak habis pikir lagi ingin cepat-cepat bersama Adel. Maka dari itu sekarang Regan mengajak Adel untuk pergi shopping, membeli pakaian yang akan Adel pakai untuk pertemuan keluarga nanti.
Padahal Adel segugup ini tapi Regan terus saja memohon agar Adel mau. Belum lagi sekarang di butik, Regan yang paling semangat memilih dress untuk Adel. Padahal saat satu dress yang Adel pakai, dirinya melihat harga yang terkejut dengan nominal angka yang berjejer.
"Regan, sepertinya kita bisa cari ditempat lain aja deh?" tawar Adel karena tidak mungkin bagi dirinya memakai dress semahal itu.
"Apa tidak ada yang kamu sukai disini? Coba kamu bilang seperti apa dress yang kamu suka, pasti langsung dikerjain sama designer nya." balas Regan dengan lembut pada kekasihnya.
"Bukan itu, disini dress nya bagus-bagus. Cuman dress disini mahal-mahal." ucap Adel yang langsung mendapatkan tonyoran dikeningnya.
"Kalau itu alasannya, maaf tapi alasan ditolak." ucap Regan final sembari memberikan dress yang simpel namun terlihat elegan jika dipakai.
Tanda-tanda langit menggelap menyelimuti perasaan Adel. Perasaan gelisah yang Adel rasakan, sepertinya jantung Adel yang berdegub juga mulai terdengar. Dan rasa panik Adel bertambah saat mobil yang dikendarai Regan dan dirinya kini sampai didepan mansion besar.
Langkah Adel yang malu-malu menghiasi kedatangan dirinya di mansion keluarga kekasihnya. Apalagi dress yang Regan pilihkan membuat dirinya menjadi seperti seorang putri dalam sekejap.
"Tenang saja, aku yang memilihmu pasti keluargaku juga akan mengerti." balas Regan berusaha menenangkan Adel walaupun tidak mempan.
Pintu ruangan terbuka dan nama Regan dan Adel disebutkan menambahkan rasa gugup di Adel. Tangannya mulai meremas tangan Regan, menandakan bahwa dirinya gugup. Tatapan mata orang dewasa menatap dirinya, Adel berusaha tersenyum sampai dirinya duduk di kursi yang dekat dengan Regan.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul, makanan bisa dihidangkan." ucap pria yang duduk di paling ujung dan sedikit mirip dengan Regan.
"Regan, apa kau akan terus memperlihatkan kemesraanmu didepanku seperti itu?" ucap wanita berambut putih dan tatapan penuh keibuan.
Ya, benar sekarang Regan yang terus memegang tangan Adel karena melihat kegugupan Adel. Tiba-tiba suara tawa terdengar dari sisi dekat Adel. Dan secara tiba-tiba pula....
__ADS_1
"BAGAIMANA BISA REGAN DAPAT WANITA SECANTIK KAMU!!" suara itu yang berasal dari sisi kanan Adel.
Mendadak hawa dingin yang Adel rasakan sekarang jadi menghangat. Semua tertawa setelah wanita berambut panjang dengan wajah yang mirip dengan wanita berambut putih didepannya berkata demikian.
"Hai, jangan tegang begitu. Aku tantenya Regan, dan didepanmu adalah neneknya Regan. Pria yang di sudut dan mirip dengan Regan sudah pasti ayahnya Regan. Lalu sebelah nenek ada adikku, dan juga ada suamiku." ucap wanita disebelahnya yang mengaku sebagai tantenya Regan.
"Saya Adeline...."
"Kekasihku!" sahut Regan seraya memeluk pundak Adel.
"Wow, tante lihat-lihat memang kalian ini mirip ya." ujar Tante Regan.
Makan malam kali ini berjalan lancar, dan Adel sudah mulai tidak canggung lagi dengan keluarga besar Regan. Dan disitulah Adel merasa keluarga Regan menerimanya dengan baik. Tapi Adel masih terpikirkan banyak orang yang mengatakan dirinya dan Regan mirip, dan Adel akui memang dirinya terlihat mirip dari segi mata dan bibir. Apa artinya Regan benar jodohnya?
Entahlah apapun yang terjadi tapi yang pasti dirinya akan mengakhiri magang kali ini dengan Regan disisinya. Bukan hanya sertifikat yang bisa ia dapatkan, tapi juga calon masa depannya.
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua ☺️...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...
...See you next part:)...