Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
7 dan 9 hanya angka


__ADS_3

Ruangan penuh nuansa emas menyapu pemandangan mansion khas Italia. Aroma mewah tercium di setiap sudut ruangan. Bukan hal yang istimewa lagi bagi gadis kecil dengan rambut yang digerai bebas dan gaun biru yang sangat menawan di badannya.



Jepit kupu-kupu dengan aksesoris leher kalung putih polos. Senyumnya tak pernah pudar seraya memasuki mansion gaya Italia dengan langkah anggun seperti telah diajarkan sebelumnya.


Gadis berusia 7 tahun itu berada di sebelah ayahnya dan bergandengan tangan dengan ibunya yang tak kalah anggun dan cantik darinya. Mungkin buah jatuh tak jauh dari pohonnya adalah definisi gadis itu dengan sang ibu.


"Wow apa ini keluarga Welboen yang datang? Astaga dan apa itu Ella?" sambut si pemilik rumah yang tak bukan adalah Laura Bhalla, istri dari Jordi Bhalla.


"Hai, Tante Laura!" sapa Ella kecil dengan anggunnya memainkan gaun yang ia pakai.


Laura yang melihatnya, menganga seraya menutup mulutnya saking gemas melihat Ella kecil yang menggemaskan. Dan tiba waktunya sekarang Ella berkeliling rumah keluarga Bhalla mencari seseorang yang ia kenal dekat.


Bhalla dan Welboen sudah sering bertemu dari dulu, makanya tidak asing bagi Ella kecil untuk mengelilingi rumah yang besar ini. Ella menyukai segalanya yang ada dirumah ini, lebih tepatnya tuan muda Bhalla yang sangat tampan tapi pintar juga.


Ella kecil dengan langkahnya yang kecil pula, melewati lorong-lorong yang dimana ia yakini akan menemukan tuan muda yang ia sebut-sebut dari tadi. Kalau tidak salah, ini sudah ke-24 kalinya Ella berjalan sendiri mengitari rumah sebesar ini.


Dan benar saja, di balkon belakang rumah ada laki-laki dengan pakaian rapih seperti pangeran. Wajahnya yang tak nampak dari belakang, tapi aroma yang sama seperti saat terakhir kali Ella ingat membuatnya tau kalau laki-laki itulah yang sejak tadi ia cari.


"Kakak Alex?!" panggil Ella dari kejauhan yang mampu membuat anak laki-laki yang termenung di balkon itu seketika menolehkan kepalanya.


Dengan senyumnya, Ella lanjut mendekati Alex. Alex Bhalla, penerus keluarga Bhalla yang sudah terlihat tampan dari kecil. Alex yang tumbuh di keluarga kaya, ekspresi datar yang maskulin seperti sudah tertempel jelas pada Alex.


"Kakak ngapain disini? Kan hari ini kita akan makan bersama?!" ucap Ella penuh riang pada Alex yang berwajah datar.

__ADS_1


Usia mereka berjarak 2 tahun lebih tua Alex. Alex melirik Ella dengan acuh, yah bagaimana tidak Alex melakukan itu. Ella yang masih polos tidak mengerti kalau hari ini bukanlah makan malam biasa. Alex kecil yang berpikiran dewasa, tau artinya pertunangan. Karena benar hari ini adalah waktu dimana dirinya dan Ella akan melakukan pertunangan. Padahal masih kecil, tapi untuk keluarga kaya hal ini sudah wajar demi kemajuan bisnis dan keturunan.


"Kakak tau tidak? Hari ini mama sama papa aku bilang pada pak guru untuk libur khusus hari ini. Jadi tadi mama ajak aku shopping, happy banget aku." celoteh Ella yang padahal tidak mendapatkan feedback apapun dari Alex.


"Lalu tiba-tiba mama ajak aku juga buat perawatan gitu, eh ternyata aku mau diajak ke rumah kak Alex. Dan sekarang liat kakak pakek baju yang membuat kakak tampan, aku jadi inget sama film Alice jadinya aku pakai dress warna biru." lanjut Ella seraya memutar-mutar dress yang ia pakai seperti meminta Alex untuk memberikan tanggapan mengenai penampilannya sekarang.


"Ya, kau cantik. Tapi kau bodoh." ucap Alex dengan ekspresi datar.


Alex hanya ingin gadis yang ada disampingnya ini tau dan menangis sampai merengek ke orang tuanya tidak mau menemui dirinya sekarang. Alex tidak mau menjadikan gadis kecil ini alat bisnis antar keluarga ini. Lihat saja wajah polos yang mudah diculik dengan rayuan permen.


"Akhirnya kakak bicara! Makasih, aku pilih dress ini karena ini dress yang paling cantik disana. Kakak punya penilaian yang bagus!" balas Ella dengan senyum tak pudar dari wajahnya.


Alex memutar matanya seraya melangkahkan kakinya ke tempat dimana keluarganya berkumpul. Tentu saja Ella kecil akan mengikuti Alex dengan senang hati. Dan begitu sampai, sambutan dari nyonya Laura dan mama Ella seperti gembira dengan kedatangan Alex dan Ella bersama.


Seperti yang Alex pikirkan, sekarang Ella dan Alex yang masih kecil benar-benar dijodohkan. Terbukti sekarang Ella menerima kalung simbol keluarga Bhalla yang sekarang sudah menggantung di leher Ella. Alex ingin sekali menolaknya, tapi ayahnya pernah berkata kalau keluarga Bhalla harus terus berlanjut dengan Alex sebagai penerusnya.


Alex berdecih, Alex paham jalannya kehidupan konglomerat. Contohnya keluarganya yang memilih Rosella Welboen sebagai menantunya, karena keluarga Welboen memiliki nama dan pandangan yang bagus dari berbagai pihak. Makanya dengan begitu, orang tuanya akan membuat Alex sebagai penerus dengan menjodohkan sekarang anak mereka dengan putri keluarga Welboen.


Para tante yang turut hadir di pertemuan keluarga ini, terlihat jelas memberikan senyum palsu karena akan mendapati kegagalan untuk menjadikan anaknya sebagai penerus. Yah tidak salah keluarganya juga sih, toh anak dari tante dan om nya Alex adalah perempuan.


Acara pertunangan anak kecil ini sudah berakhir, dan dengan bangganya keluarga Alex akan mengadakan pesta para nyonya sosialita. Disitu Alex mulai menyadari, betapa pentingnya posisi ibu untuknya. Urusan Ella, melihat Ella yang menyukainya sangat mudah bagi Alex jika ingin memanipulasi perasaan gadis kecil itu.


...----------------...


Anak laki-laki berambut hitam, hidung mancung, pipi sedikit chubby tapi anak laki-laki itu memiliki proporsi wajah yang sempurna. Namanya Alex Bhalla, anak laki-laki yang Rosella tau dari kecil.

__ADS_1


"Ya, kau cantik. Tapi kau bodoh."


Perasaan Ella sedikit tersentil dengan itu, tapi Ella yakin kalau Alex adalah anak laki-laki yang sejatinya baik. Mengabaikan kata bodoh, lebih baik Ella fokus pada pujian Alex. Memang sejak dulu Alex selalu menghindar darinya sih.


"Akhirnya kakak bicara! Makasih, aku pilih dress ini karena ini dress yang paling cantik disana. Kakak punya penilaian yang bagus!"


Dengan jawaban ini, walaupun kak Alex akan kesal tapi setidaknya aku tidak boleh menunjukan ekspresi kesal pada kak Alex selama acara kali ini. Ella tau kalau dirinya akan menjadi istri Alex dimasa depan, tapi inikah jalannya?


Walaupun begitu, kalau Ella menolak pasti mama dan papanya akan marah besar padanya. Maka dari itu, daripada Ella menolak lebih baik Ella menerima dan akan mengajak Alex untuk melewati semua ini bersama. Ya, semua harus bahagia bukan?


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Lupyu buat yang udah dukung♥️...


...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...

__ADS_1


...See you next part:)...


__ADS_2