Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
Sampai proyek selesai (?)


__ADS_3

Ruangan yang harusnya tenang dan serius, kini benar-benar tenang dan serius setelah asisten Ares datang. Karena sebelum dirinya datang, dia orang didalam ruangan itu benar-benar terlihat akan saling membunuh kalau tidak takut akan hukum.


Dua manusia itu kini duduk ditempat masing-masing dengan tangan mereka silangkan dan ekspresi kesal serta saling memunggungi. Benar-benar kini asisten Ares akan berubah menjadi baby sitter, setidaknya baby sitter sudah jelas mengurus bayi kecil nan imut, bukan bayi besar yang kumat.


"Bagaimana bisa kau menempatkan dia menjadi satu ruangan denganku?" tanya Regan pada Ares tanpa memalingkan mukanya.


"Yah karena disini minim ruangan tuan muda." jawab Ares dengan nada yang lembut.


Membayangkan yang terjadi saat asisten Ares datang, benar-benar membuat Ares merasa pusing sendiri. Bagaimana tidak pusing saat dia orang itu malah bertindak seperti tom and Jerry. Bahkan Ares yang biasanya mengikuti Regan yang jarang bicara, menjadi aneh saat melihat Regan berdebat dengan wanita yang satu ruangan dengannya.


"Apa tidak ada ruangan lain selain disini?" tanya Adel pada Ares. Ya setidaknya Adel tidak ingin ada pertikaian juga di masa magangnya ini.


"Sangat disayangkan semua ruangan penuh." jawab Ares membuat Adel mau tak mau harus tetap disini. Mungkin sekarang Adel lah yang harus memulai untuk berdamai terlebih dulu.


Adel memutar tubuhnya dan kini dirinya bisa menatap punggung Regan dengan baik. Adel berdiri dan menghampiri meja Regan, melihat Regan yang tidak ada respon padahal suara langkahnya pasti terdengar di telinganya.


"Apa kau akan terus bersikap seperti ini?" ucap Adel sembari menyilang kan tangannya.


"Apa pedulinya kau?" sahut Regan tanpa menolehkan kepalanya.


"Sampai proyek ini selesai." ucap Adel selanjutnya bersamaan dengan dirinya mengulurkan tangannya.


Regan yang mendengar kata itu, perlahan menolehkan wajahnya. Belum juga menatap wajah wanita didepannya, kini tatapan Regan fokus pada tangan putih dengan jari lentik yang diulurkan padanya.


"Apa maksudmu?"


"Hah, kau memang manusia kurang peka. Sampai proyek ini selesai, sebaiknya kita berdamai. Setelah itu, aku berharap kita tidak bertemu lagi." ucap Adel menjawab pertanyaan dari Regan.


Regan menimang-nimang sebentar dan pada akhirnya menerima jabatan tangan dari Adel. "Deal!"

__ADS_1


"Baiklah, karena masalah kalian berdua beres jadi aku akan pergi. Selamat bekerja semua!" ucap Ares yang akhirnya memilih meninggalkan Adel dengan Regan berdua.


Seperti kesepakatan, kini Adel akan berusaha profesional dalam mengerjakan tugasnya. Begitu juga dengan Regan, dirinya melihat potensi yang dimiliki Adel dan itu membuatnya akan turut profesional seperti yang ayahnya ajarkan padanya.


Satu hari yang panjang telah diselesaikan dengan baik. Regan juga takjub karena Adel yang teliti dengan semua proyek kali ini, tapi tetap saja Regan tak paham kenapa ada rasa mengganjal dalam dirinya saat melihat wanita itu.


"Apa kau pulang dengan naik bis?" tanya Regan saat dirinya dan Adel sudah berada di depan kantor.


"Ya."


"Ehem. Jam segini bis sudah tidak datang lagi, akan lebih baik kalau kau bersamaku." ucap Regan berusaha menawarkan bantuan pada Adel.


"Apa berjabat tangan denganku membuatmu jadi baik sekarang?" balas Adel sembari menatap Regan curiga.


Regan dengan wajah datarnya mengembuskan napas berat. Memang benar kalau wanita jarang dimengerti. Padahal dirinya berusaha baik tapi malah dikira berbuat hal aneh. Bahkan Regan menawarkan bantuan untuk Adel murni karena sesama rekan kerja harus saling membantu.


"Tunggu saja bis mu kalau begitu! Atau lebih baik kau jalan saja sampai saat kau sampai rumah jam sudah menunjukkan kau harus berangkat kesini lagi." kesal Regan yang kemudian memilih meninggalkan Adel karena harus mengambil mobilnya.


"Masuklah!"


Adel tanpa menjawab langsung berjalan ke kursi penumpang dan duduk disamping Regan. Tak habis pikir karena Adel memiliki hati yang lembut padahal dirinya dianugerahi wajah yang cuek.


"Maaf." ucap Adel mengawali pembicaraan.


"Sejak kapan kau mempelajari kata itu?" balas Regan membuat Adel yang ingin berdamai saat ini kembali ke mode judes nya.


"Apa ini balasannya kalau orang minta maaf?" sewot Adel karena tidak terima dengan jawaban Regan.


"Saat kau menabrak ku waktu itu, kata maaf tidak ada sama sekali." ketus Regan sembari fokus dengan jalan didepannya.

__ADS_1


"Saat itu aku sudah menunduk!" jawab Adel yang tak terima disalahkan.


Semua kembali terdiam sampai akhirnya Adel mengarahkan ke mana Regan harus mengantarnya. Yah, sampai tujuan pun Adel dan Regan tetap diam sampai akhirnya Adel membuka suara.


"Terimakasih, dan maaf kalau saat itu aku terlihat keterlaluan." ucap Adel sebelum membuka pintu mobil.


"Hmm, bersiaplah besok. Aku akan menjemputmu, lokasi kita lebih jauh dari yang tadi."


"Ehh ti...."


Ngengg......


Dan yah, kini Adel tidak bisa menolak penawaran Regan lagi. Tapi jujur saja, Adel memiliki firasat kalau besok dirinya pasti bisa berdamai dengan benar dengan Regan. Semoga saja.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Thank you for coming♥️...


...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...

__ADS_1


...See you next part:)...


__ADS_2