
Rambut panjang dengan poni menutupi jidat, warna mata hazel yang menyatu dengan bulu mata yang lentik. Gadis cantik itu bukan lain adalah Rosella Welboen, gadis yang digadang-gadang bisa memikat pangeran negara lain.
"Apa kau sudah membaca buku yang aku berikan?" tanya pria yang duduk dihadapan Ella. Dirinya di kediaman keluarga Welboen yakni sebagai guru privat Ella.
"Pak guru, apa aku terlihat seperti gadis pemalas? Semua buku yang anda berikan sudah ku baca." jawab Ella sembari membaringkan kepalanya dengan tangan ia jadikan tumpuan.
Pak guru yang mengajar Ella, terlahir di keluarga biasa saja. Tekadnya yang tinggi, akhirnya memiliki kesempatan untuk masuk ke akademi dan belajar disana sampai memperoleh peringkat yang tinggi. Makanya keluarga Welboen mempercayainya untuk mengajar Ella.
"Menurut pak guru jika aku bunga, apa bunga yang mirip denganku?" tanya Ella membuat pak guru itu memandang Ella dengan benar. Lumayan aneh dengan pertanyaan mendadak Ella.
"Seperti namamu, Rose yang artinya mawar."jawab pak guru tanpa berpikir panjang lagi.
Ella tertawa kecil, sudah menduga pasti itu jawaban yang akan pak guru berikan padanya. Mawar, artinya dirinya berduri walaupun indah. Padahal Ella tidak menanyakan arti namanya, tapi banyak yang mengatakan dirinya mawar. Seperti keluarganya yang memanggilnya dengan sebutan "mawar kecil".
Saat ini dirinya sudah kelas 5, jadi Ella rasa dirinya sudah terlihat tinggi dibandingkan 4 tahun yang lalu. Tapi akhir-akhir ini dirinya tidak berkunjung ke rumah Alex, Ella merasa kalau Alex belum bisa menerima dirinya. Padahal harusnya selama bertahun-tahun mereka bersama bisa mengubah sekecil apapun sikap Alex padanya, tapi tetap saja Alex dingin pada Ella.
Bahkan sampai pelajaran selesai, Ella lebih memilih menikmati matahari terbenam di taman rumahnya. Sampai pada makan malam keluarga, kedua orangtuanya langsung menyadari wajah Ella yang terlihat tidak menikmati hari ini.
"Rosella ku kenapa tidak makan? Apa ada yang mau Ella makan sekarang? Atau Ella mau makan nanti biar dibawakan ke kamar Ella saja?" tawar mama Ella yang sangat tidak bisa kalau harus melihat anaknya terlihat sendu.
"Ma, kalau aku sekolah seperti yang lain bisa?" tanya Rosella to the point.
Mama dan Papa Ella terkejut sampai mereka saling bertukar tatap. Seperti apapun, karena mereka sudah menjodohkan Ella dengan Alex, keluarga Welboen ingin Ella selalu dalam keadaan aman. Bukan maksud mereka untuk mengekang Ella, hanya saja Ella harus benar-benar aman sampai ke tangan Alex.
"Ella hanya mau sekolah seperti kak Alex." sambung Ella membuat Papa dan Mamanya menyesal membuat Ella merasa terkekang.
"Kalau Ella mau menunggu 2 tahun lagi, Papa janji akan memasukan Ella ke sekolah seperti Alex." ucap Papa Ella membuat Ella langsung mendongak dan tersenyum.
__ADS_1
Jujur saja, keluarga Welboen adalah keluarga yang terkenal sangat baik dan rendah hati. Bukan hanya gosip belaka ternyata, karena kenyataannya didalam rumah keluarga Welboen mereka mengerti cara membahagiakan dan mencari kebahagiaan bersama.
...----------------...
Sepertinya sudah saatnya Ella kerumah Alex, karena dirinya akan mengatakan yang sebenarnya pada Alex. Kabar membahagiakan yang dirinya terima dari kedua orangtuanya, kabar dimana Ella akan keluar melihat dunia luar seperti Alex.
Seperti apa yang Ella rencanakan, sekarang akhir pekan yang membuat Ella langsung bisa menjumpai Alex dirumahnya. Di taman hanya ada Alex dan dirinya saja, jadi Ella merasa bebas untuk bertindak sekarang.
"Kak Alex! Kakak tau tidak kalau akhirnya mama sama papa bolehin aku sekolah diluar?!" riang Ella karena akhirnya dirinya akan melihat dunia luas.
Tanpa gubrisan dari Alex, Ella masih tersenyum sembari berayun di tiang lampu dengan satu tangannya yang memegang tiang lampu taman itu. Ella harus menikmati saat ini, dan bersemangat untuk menjalani 2 tahun ini supaya dirinya bisa segera masuk ke sekolah.
"Menurut kakak, aku harus sekolah di lain sekolah atau satu sekolah sama kakak?" tanya Ella yang berhasil menarik perhatian Alex. Pasalnya sekarang Alex langsung melirik tajam pada Ella.
"Kan aku baru aja sekolah, sepertinya aku bakal butuh bantuan kakak." lanjut Ella dengan cengiran khasnya.
"Merepotkan." ucap Alex sesuai dengan dugaan Ella.
Ella tersenyum sembari duduk dihadapan Alex. Kali ini Ella menikmati indahnya ciptaan Tuhan, bagaimana wajah dingin anak laki-laki didepannya ini menyatu dengan wajah tampan. Ella memang masih kecil, tapi Ella tau mana yang tampan dan tidak. Dan juga Ella tau bagaimana menghadapi manusia seperti Alex.
Alex yang merasa ditatap, berusaha tetap fokus pada buku yang ia baca. Sebagai laki-laki yang mulai memasuki remaja awal, Alex tau kalau anak perempuan didepannya ini hanyalah anak kecil yang sok tegar dan pastinya tidak lama lagi anak perempuan itu akan menangis dirumahnya.
"Kakak tunggu saja, aku pasti bisa masuk ke sekolah yang sama seperti kakak. Aku akan rajin belajar agar kita bisa satu sekolah." ucap Ella tak peduli walaupun suara Alex berdecih terdengar menembus telinga Ella.
"Kau bodoh, lebih baik kau sekolah di sekolahan biasa." ucap Alex setelah dari tadi diam saja tidak memperdulikan Ella.
Ella tersenyum sembari mengangkat kedua pundaknya. "Pak guru selalu memujiku, katanya aku pintar mempelajari banyak hal. Jadi aku yakin aku pasti bisa." balas Ella.
__ADS_1
"Apa saat ini kau mengajakku taruhan?" tanya Alex dengan mengeluarkan smirknya seakan meremehkan Ella.
"Kalau itu bisa membuat kakak yakin, aku mau taruhan dengan kakak." balas Ella tak lupa dengan senyumannya.
"Kalau kau gagal, langsung katakan pada orang tuamu untuk berhenti menjodohkan kita." ucap Alex dengan senyum mengejeknya.
"Kalau aku berhasil, kakak harus memberiku bunga crocus." sambung Ella membuat Alex mendengus tak percaya dengan syarat Ella. Itu hal yang mudah baginya.
"Deal!"
.......
.......
.......
.......
.......
...Hai semua 🔥...
...Terimakasih buat yang udah baca😘...
...Jangan lupa like, komen dan vote 🌼...
...Jangan lupa subscribe ♥️...
__ADS_1
...See you next part:)...