Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
Dua lelaki?


__ADS_3

Di hari-hari Ella sekolah, dirinya bersama Jessie selalu mendapatkan perhatian dari yang lain. Tapi saat dirinya melihat ke arah Jessie, Jessie terlihat santai seakan mengabaikan semua tatapan itu. Tapi Ella belum seterbiasa seperti Jessie.


"Apa kau tau kalau sekolah ini punya dua kandidat anak laki-laki yang terkenal?" tanya Jessie yang Ella tanggapi dengan gelengan kepala.


"Okey, jadi ada dua kakak kelas kita yang diincar banyak orang. Yang satu ramah, dan yang satunya lagi sangat dingin. Tapi aku tidak tertarik dengan keduanya." lanjut Jessie yang antusias bercerita pada Ella.


Ella menunggu kalimat selanjutnya dari Jessie, padahal dirinya penasaran tapi malah sekarang Jessie tidak melanjutkan ucapannya. Sekejap Ella berpikir apakah sopan jika ia meminta Jessie mengatakan alasan kenapa dirinya tidak tertarik? Dan Ella memilih opsi akan bertanya walaupun Jessie akan menganggapnya tidak sopan.


"Kenapa kamu tidak tertarik?" tanya Ella yang langsung membuat Jessie tertawa. Dari situ giliran Ella yang bingung karena melihat Jessie bukannya menjawab tapi malah tertawa.


"Aduhhhh!! Kan aku sudah bilang santai saja sama aku. Kenapa jeda tanyamu itu lama ya?" ucap Jessie setelah mengehentikan tawanya.


"Aku takut kamu tersinggung kalau aku tanya." balas Ella yang langsung mendapat tepukan dipundaknya.


"Yah setidaknya kau terlihat berbakti pada orang tuamu." ujar Jessie sembari menepuk-nepuk pundak Ella dengan bangga.


Jessie mengatur napasnya, berusaha kembali mengingat topik yang sedang mereka bahas. Dan Jessie merasa takjub karena dirinya bisa mengenal Ella yang sangat polos. Jujur Jessie sudah tau kalau Ella sangat polos sejak awal ketemu, dan itulah kenapa Jessie menyukai Ella.


"Okey, jadi nama kedua pria itu adalah Alex dan Raka. Mereka itu sebenarnya punya geng, ada 4 orang di geng itu. Tapi hanya Alex yang paling dingin, yang lainnya seperti biasa tapi yang paling waras hanya Raka. Kalau kau ingin dekat, lebih baik kau memilih Raka saja." ucap Jessie panjang yang langsung membuat otak Ella mencerna semua yang dikatakan Jessie.


"Alex siapa?" tanya Ella berusaha memastikan apakah Alex yang dimaksud adalah Alex yang ia kenal.


"Alex Bha...."


Duukkkk.....


"ADUH!!!"


Suara Jessie berhenti saat suara jidat yang menabrak buku tebal dengan cover buku seperti buku kuno. Dan suara itu berasal dari samping Jessie atau bisa dikatakan suara itu berasal dari Ella. Dan sekarang Ella dengan kesakitan di jidatnya menatap si pelaku yang membawa buku dan berbelok tanpa melihat terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maafkan aku, apa kepalamu sakit?" tanya seseorang didepan Ella dengan tangan yang kini mulai ingin menyentuh jidat Ella.


"Sangat sakit. Tapi tak apa, masih bisa aku tahan." ucap Ella seraya menghalau tangan yang berusaha mendekati jidatnya.


"Oh, sekali lagi maafkan aku. Kalau begitu, kenalkan aku Raka dari 3-2. Kalau terjadi apa-apa, jangan sungkan untuk menghampiriku." ucap si pelaku yang tak lain bernama Raka.


Ella yang dari tadi belum sempat melihat wajah si pelaku, kini dirinya mendongak dan mendapati wajah tampan dengan senyum manis membuat Ella terdiam sejenak. Karena selain Alex dan ayahnya, ini kali pertama Ella memperhatikan wajah lawan jenis nya.


"Baiklah, lain kali hati-hati kak. Permisi aku dan temanku mau ke kelas sekarang." balas Ella yang kini mulai melangkahkan kakinya seraya tangannya menarik Jessie.


Sementara Jessie yang melihat kejadian dari awal sampai akhir, kini pasrah ditarik Ella entah benar ke kelas atau tidak. Tapi dalam hati Jessie yang terdalam, dirinya ingin memberitahu Ella bahwa Raka yang ia maksud adalah Raka yang itu.


Merasa sudah jauh dari lokasi kejadian tadi, Ella baru melepaskan tangan Jessie yang membuat Jessie kembali tersadar jika ada sesuatu yang harus ia katakan segera pada Ella. Dan sudah pasti yang harus Jessie katakan adalah memberitahu Ella bahwa pria tadilah yang Jessie ceritakan.


"El? Kau emang aneh sih. Semua cewe lain pasti akan teriak kalau jadi kau!" pekik Jessie membuat Ella memicingkan matanya berusaha memahami maksud Jessie.


"Dia Raka! Kau inget kan kalau aku tadi cerita tentang dua cowo keren di sekolah ini? Nah dia itu Raka!!" geram Jessie karena melihat wajah penuh tanya Ella.


Ella mengerti kalau Raka tadi memang tampan, tapi dalam hati Ella masih ada Alex yang menurutnya lebih menarik. Apalagi dirinya belum bertemu Alex di sekolah ini, entah dirinya yang tidak melihat atau memang Alex yang tidak keluar kelas.


Yah lupakan itu, yang terpenting sekarang adalah bel sekolah yang menandakan kalau Ella dan Jessie harus segera masuk ke dalam kelas. Bagus sekali karena Ella sendiri lelah melihat tatapan orang-orang diluar kelasnya.


Tapi tak sesuai ekspektasi Ella, karena sekarang malah terisi organisasi-organisasi yang berdatangan mencari anggota. Ella yang sebenarnya ingin tidur, tapi saat ini terlalu berisik jadi membuatnya ikut memperhatikan beberapa organisasi yang berdatangan ke kelasnya.


"Kau ngga tertarik ikut organisasi?" tanya Jessie pada Ella yang sejak tadi diam menatap lurus ke organisasi yang mempromosikan organisasinya.


"Sepertinya tidak." jawab Ella.


Tapi mendadak salah satu organisasi masuk dengan menampilkan salah satu anak laki-laki yang Ella kenal. Langsung saja yang awalnya Ella malas, langsung semangat menatap kedepan. Dan itu diketahui Jessie, yang sekarang membuat Jessie mengikuti arah tatapan mata Ella.

__ADS_1


"Kau kenal Alex? itu Alex yang aku ceritain tadi." ucap Jessie membuat Ella langsung menatap Jessie.


"Dia yang aku bilang sangat dingin." lanjut Jessie membuat Ella manggut-manggut karena memang benar Alex sangat dingin.


Dan tanpa sengaja, tatapan Ella dan Alex bertemu. Namun tak berapa lama, Alex langsung memutuskan pandangan itu karena dirinya harus segera mempromosikan organisasinya dengan baik sebagai ketua organisasi.


"Organisasi kami mengusung tema bakat kalian adalah kekuatanku. Jika kalian merasa memiliki bakat terpendam, bisa kalian curahkan dalam organisasi kami. Kami memiliki beberapa ruang untuk kalian yang menyukai musik dan juga tarian. Jika kalian berminat, datangi talent room siang ini." ucap Alex tanpa memfokuskan matanya pada Ella, atau lebih tepatnya dia mengabaikan Ella yang sedang menatapnya.


Setelah itu kelas ramai karena banyak yang berdiskusi ingin mengikuti organisasi apa. Tapi Ella langsung fokus dengan organisasi yang ada Alex didalamnya, walaupun Ella tau kalau dirinya tidak memiliki bakat tapi Ella bisakan berlatih disana nantinya?


"Jangan bilang kau mau ikut organisasi tadi?" tanya Jessie membuat Ella tersenyum seperti menandakan bahwa memang itu yang Ella akan lakukan. Dan cukup Jessie berpikir kalau temannya ini benar-benar aneh, karena kenyataannya Ella lebih aneh daripada air es yang tetap bertahan dibawah matahari.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Maafin aku yang telat up ya😭...


...Saat ini aku UAS🥲...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭...

__ADS_1


...See you next part:)...


__ADS_2