Akhirnya Aku Mencintai Istriku

Akhirnya Aku Mencintai Istriku
Terbukti


__ADS_3

Tes yang dilakukan sebagai pemilihan siapa saja yang pantas memasuki junior high school hari ini sudah selesai. Dan seperti yang diinformasikan kalau dalam tiga hari ke depan belum mendapatkan surat dari junior high school, maka dinyatakan tidak lolos.


Dan baru kali ini Ella merasakan menunggu dengan rasa gugup menjalar di seluruh tubuhnya. Karena ini sudah dua hari setelah tes berlangsung, tapi sampai saat ini Ella belum menerima kabar apapun. Disitulah mulai pikiran negatif Ella muncul, sampai-sampai membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Kedua orang tua Ella yang juga menyaksikan kegugupan anaknya, bercerita ke keluarga Bhalla saat makan malam bersama untuk yang kesekian kalinya. Dan tentu saja itu terdengar sampai ke telinga Alex. Tapi Alex tidak menduga akan reaksi Ella yang berlebihan baginya, padahal mengingat keluarga Welboen yang memiliki nama besar sudah pasti Ella akan lolos tes.


"Ella anak yang baik. Ini kali pertamanya bersaing dengan lainnya, sudah pasti putrimu itu akan gugup." ucap ayah Alex pada tuan Welboen.


Lebih tepatnya makan malam ini adalah makan malam bisnis kedua keluarga. Karena hanya para lelaki yang datang di makan malam ini. Secara otomatis, Alex juga hadir dalam makan malam ini.


"Bagaimana dengan sekolahmu Alex?" tanya tuan Welboen pada Alex yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan orang tua.


"Baik. Bahkan sebentar lagi Alex akan ada ujian kelulusan." jawab Alex dengan sopan pada ayah Ella.


"Padahal kalau kamu belum lulus, aku ingin menitipkan Ella padamu." ucap ayah Ella membuat Alex mau tak mau harus bersikap profesional menghadapi ucapan penuh jebakan ini. Bukan jebakan dari ayah Ella, tapi bisa jadi jebakan dari ayahnya sendiri.


"Iya perbedaan umur kami 2 tahun." jawab Alex.


Kembali pada topik bisnis, mereka berdua berbicara sedangkan Alex sekarang bisa keluar sebentar mencari udara sejuk. Kalau dulu Alex mengajak Ella taruhan supaya Ella berpikir kalau masuk junior high school itu susah sehingga dia tidak jadi masuk, tapi sekarang Ella sudah melakukan tes yang dimana namanya tercantum dengan marga Welboen, yang artinya kemungkinan besar pasti di terima Ella.


Alex yang berada di balkon sembari menikmati angin malam perkotaan, membayangkan seberapa tegangnya Ella saat ini. Apalagi besok adalah hari terakhir pengumuman, dan itu pasti semakin membuat Ella panik karena suratnya akan datang lebih telat dibandingkan yang lain.


"Benar-benar perempuan bodoh." gumam Alex yang benar-benar tidak menyangka kalau Ella sebodoh itu.


Dan semua gumaman Alex terbayarkan saat telinganya mendengar hasil tes Ella yang sesuai dengan dugaannya. Dan saat itulah Alex harus menepati janjinya pada Ella. Yah walaupun bukan hal sulit bagi Alex menemukan bunga crocus, tapi tetap saja rencana terlalu dini Alex gagal.


Karena itulah sekarang Alex berada di rumah yang tidak asing baginya, karena dari kecil dirinya sudah sering berkeliaran disini. Lebih tepatnya inilah rumah Ella, rumah dengan gaya klasik namun terkesan elegan. Apapun itu, fokus Alex sekarang pada gadis dengan baju berwarna pink yang berjalan kearahnya.


"Ya, sesuai dengan isi surat itu yang menyatakan kalau aku kalah taruhan." ucap Alex seraya menyodorkan buket berisi bunga crocus untuk Ella.


__ADS_1


Tampak raut bahagia dengan semu merah menjalar di wajah Ella. Seraya menerima buket dengan bunga crocus itu, Ella tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Alex.


"Baiklah karena kau menang, sesuai dengan taruhan yang kita sepakati maka aku akan menerima kenyataan akan bersamamu dimasa depan nanti." ucap Alex dengan datar yang kembali membuat Ella tersipu karena ucapan manis Alex.


"Berarti kakak sedang berada di fase bunga crocus ini ya? Terimakasih kakak sudah menepati janji ke Ella." jawab Ella dengan melihat bergantian antara Alex dengan bunga crocus yang ada dalam dekapannya.


"Okey, karena sudah aku tepati janjiku sekarang aku akan pulang. Bersiaplah menghadapi dunia luar." kata Alex mengakhiri pembicaraan karena dirinya langsung berbalik meninggalkan kediaman keluarga Welboen.


Ella yang melihat Alex sudah tidak terlihat lagi, barulah dirinya masuk kedalam rumah dengan wajah bahagianya karena mendapatkan bunga untuk yang pertama kalinya dari Alex. Bunga crocus yang indah dan memiliki makna yang mendalam.


"Aku pasti menjaga bunga ini sampai layu dan tumbuh lagi menjadi bunga yang baru lagi." gumam Ella seraya meletakkan bunga dari Alex di meja balkon yang terlihat lebih indah setelah dirinya meletakan bunga itu.


...****************...


Hari pertama untuk Ella masuk ke sekolah pada umumnya sudah tiba. Seperti saat dirinya mendaftar tes, sekarang juga banyak murid baru yang sama dengannya. Dan saat itulah Ella menyakinkan dirinya lagi bahwa dirinya bisa menghadapi dunia barunya.


Kelas 1-2 adalah kelas Ella saat ini. Saat masuk kedalam kelas, seketika yang sudah berada didalam kelas memperhatikan dirinya yang baru saja memasuki pintu kelas. Tentu saja Ella langsung berpikir apakah ada sesuatu diwajahnya atau ada yang aneh dengan dirinya. Tapi pemikiran itu hilang saat...


Benar, perempuan itu adalah Jessie. Pikiran Ella langsung teringat pada ucapan Jessie saat pertemuan pertama mereka, "Kalau kau kaya, pasti kau diterima. Itu sudah pasti!"


Ya, Jessie yang hanya tertidur saat tes masuk ke kelas yang sama dengannya. Apa seperti ini memang sistem masuk sekolah ini? Tapi sepengetahuan Ella, Junior high school yang Alex tempati ini memiliki akreditasi dan semuanya serba internasional. Yah mungkin itu namanya sistem promosi.


Sekarang Ella duduk disamping Jessie. Berbeda dengan situasi tes, sekarang semua terlihat serius memperhatikan guru yang mengajar. Apa cuma perasaan Ella saja? Tapi Jessie yang ia pikir pastinya akan tidur lagi, sekarang sibuk memperhatikan setiap penjelasan.


Dan sampailah pada jam istirahat yang dimana Ella bisa leluasa bertanya pada Jessie. Karena Jessie yang mengajak Ella lebih dulu ke kantin, sampailah Ella dan Jessie di kantin yang penuh dengan orang yang sedang makan.


"Jessie, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Ella yang membuat Jessie tertawa.


"Astaga, kau tidak perlu izin kan? Okey katakan apa yang mau kau tanyakan padaku?" ucap Jessie setelah mengehentikan tawanya.


"Kenapa semua lebih fokus sekarang daripada saat tes?" tanya Ella serius karena dirinya benar-benar ingin mengetahui apa saja yang terjadi di sekolah ini, atau lebih tepatnya rahasia sekolah ini.

__ADS_1


Jessie termenung sejenak sampai akhirnya dirinya menarik Ella ke suatu tempat yang mungkin akan lebih nyaman untuk berbicara dibandingkan di kantin yang ramai. Dan saat berjalan itulah tempat yang tepat untuk mereka berbicara, karena minim suara mereka terdengar yang lain karena mereka di tempat yang luas.


"Okey, jadi kau tanya padaku kenapa banyak yang lebih fokus di kelas dibanding saat tes. Benar?" tanya Jessie membuka suara. Sementara Ella menganggukkan kepalanya seakan mengatakan bahwa yang ditanyakan Jessie itu benar.


"First, karena kita konglomerat. I told you right? Kalau tes itu cuma formalitas, karena mereka hanya ingin mendata para konglomerat yang mendaftar. And for your question kenapa kita lebih fokus sekarang, itu karena kita konglomerat yang harus menjaga nilai kita. Kalau nilai sekolahmu disini bagus, itu akan membawa keuntungan besar untuk keluargamu." ucap Jessie yang langsung membuat otak Ella mencerna kata demi kata yang Jessie ucapkan.


"Jadi disini kita berbisnis?" tanya Ella yang mulai memahami konsep sekolah ini.


"Exactly!"


"Dalam sekolah ini, kalau tidak bisa maju dengan nilai, kau harus bisa mendekat pada konglomerat lain. Itulah bisnis!" sambung Jessie yang akhirnya Ella tau rahasia besar sekolah ini.


"Setelah tau kau dari keluarga Welboen, makanya aku mengajakmu berteman. Tenang saja ini bukan bisnis, tapi ayahku dan ayahmu kenal dekat." ucap Jessie.


Setelah berbincang-bincang, akhirnya jam istirahat mereka selesai. Saatnya bagi Ella dan Jessie kembali ke kelas dan kini Ella sudah tau rahasia besar sekolah ini. Dan itu kunci Ella untuk memasuki dunia baru ini. Ya setidaknya Ella sudah bisa berpikir tentang bisnis dan segalanya karena terlahir dari keluarga pebisnis.


.......


.......


.......


.......


.......


...Hai semua ☺️...


...Maafin aku yang telat up 😭...


...Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤭...

__ADS_1


...See you next part:)...


__ADS_2