Aku, Ikhlas Mas

Aku, Ikhlas Mas
Pagi yang mendung


__ADS_3

... "Semakin aku ikhlas,semakin kuat pula ras sakit itu"...


Di ruang makan terlihat wanita cantik yang sedang menata makanan. Ya,dia Hilda,ia sudah beres menyiapkan sarapan.


"Nduk,panggil suami mu,biar kata sarapan sama-sama." Ucap sang Umi.


"Baik Umi."Hilda pun bergegas untuk membangunkan suaminya dan juga madunya..


Menghela nafas,ia memandang pintu di depannya dengan perasaan yang campur aduk,mencoba meyakinkan diri,ia lalu memejamkan matanya dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya..


Ktika dia akan mengetuk pintu,bersamaan dengan tangannya yang mengayun pintu itu pun terbuka.


Menampilkan suami dan juga madunya yang terlihat sudah rapih dan segar. Ya,karna terlihat dari rambut suaminya yang masih sedikit basah..


"aa-aahh maaf mas tadi Hilda di suruh Hilda untuk membangunkan mas" Ucap Hilda berusaha tetap tenang..


Dengan perasaan yang berkecamuk dalam hatinya Gus Afnan memandangi istrinya itu dengan tatapan yang sulit di artikan..


"Gapapa mbak, kami juga sudah bangun dari tadi,dan sudah mandi juga." Sebuah suara menjawab keterdiaman Hilda dan suaminya itu. Itu adalah suara Ning Latifah.


"oh baiklah,kalau begitu saya permisi" Dengan buru-buru Hilda pergi dari hadapan mereka.


Ketika Gus Afnan akan mengejar Hilda,sebuah tangan menghentikannya.


"Ayo Gus,gak enak sama yang lain pasti sudah menunggu di ruang makan" Tangan yang menahannya adalah tangan Ning Latifah.


Dengan terpaksa ia menurutinya..

__ADS_1


Di kamarnya Hilda termenung duduk di depan kaca meja rias.


"Aku ikhlas Mas,tapi maaf ternyata ikhlasku butuh waktu" Hilda bermonog di depan kaca,dan berbicara pada pantulan dirinya sendri.


"Rabb,maafkan aku jika hatiku masih blum ikhlas,maaf karna dari awal aku berbicara ikhlas tapi lain dengan hatiku." Ucap Hilda,air matanya menetes jatuh pada pipi mulus nan putihnya.


"Rabb,aku melihat pagi ini sangat begitu cerah dan indah. Tapi,kenapa suasana hatiku mendung dan berkabung?" Ucapnya menunduk dan meremas pelan gamisnya.


"Tapi aku harus tetap tersenyum,walau surga ku kini telah terbagi" ucapnya seraya menghapus air matanya..


Setelah selesai dengan keluh kesah nya di depan cermin,Hilda pergi ke ruang makan untuk sarapan.


Dari kejauhan ia melihat suami dan madunya tengah sarapan. Ia pun mencoba tetap biasa-biasa saj..


Ia menarik kursi di depan keduanya,hal itu mengalihkan atensi mereka dari makanan.


"Eh,mbak dari mana aja,kita udah sarapan dari tadi loh?" ucap Ning Latifah sambil memberikan air pada suaminya.


"Oh Iyah umi kemana Mas?" Tanya nya pada suaminya.


"Oh umi lagi ke pasar mbak,tadi sarapan duluan katanya" Bukan,bukan Gus Afnan yang menjawab tapi Ning Latifahlah yang menjawab.


Hilda merasa aneh,kenapa setiap ia bertanya pada suaminya,slalu Ning Latifah yang menjawab..


"Mbak kita duluan yah,soalnya kami mau pondok Abah saya,mau kunjungan sebentar" ucap Ning Latifah sembari menarik tangan Gus Afnan.


"Kamu duluan saja,saya tunggu disini" Ujar Gus Afnan,Ning Latifah hanya mengangguk dan ia kembali untuk mengambil tasnya di kamar.

__ADS_1


Sepeninggalan Ning Latifah,Gus Afnan melirik Hilda yang tengah asyik memakan makanannya..


"Sayangnya Mas?" Gus Afnan memanggil Hilda dengan lembut.


Ia memegang sebelh tangan Hilda.


Hilda mendongkak melihat suaminya yang kini tengah menatapnya.


"Maaf, sayang maaf,pasti pagii ini Mas nyakitin perasaan kamu kan?"ucap Gus Afnan dengan nada frustasi..


Dengan senyuman Hilda menjawab"Tidak Mas,jangan khawatir Hilda baik-baik saja".ucap Hilda sembari membalas genggaman suaminya..


"Mas ayo" Ajakan Ning latifah membuyarkan obrolan mereka.


Gus Afnan memejamka matanya sebentar,sebelum ia bersuara.


"Tunggu di mobil,mobilnya sudah di panaskan tadi oleh Mas santri"ujar Gus Afnan. Ning Latifah hanya bisa mengangguk,sebelum pergi ia sempat melirik tangan Hilda dan Gus afnan yang saling tertaut..


Tak lama Gus Afnan berdiri dari duduknya,dan beranjak mendekati Hilda. Dan tanpa di sangka Gus Afnan mencium kening nya.


Sembari memeluknya Gus Afnan berbisik.


"Sabar ya sayang,Samapi detik ini di hati Mas hanya ada nama kamu sayang" setelah nya Gus afnan berlalu pergi dengan menyisakan Hilda yang tersipu malu.


"Terimaksih semesta,setidaknya hari ini mendungku sedikit menampakan kecerahaan" ucapnya dan melanjutkan sarapannya..


Haii,semuanya aku balik lagii..

__ADS_1


haii...haii aja yah,meskipun aku yakin ngga ada yang nungguin cerita aku.😭😂


Tapi gpp,buat yang kalian suka sama tulisan aku,aku mksih banget pkoknya sehat selalu yahhh 🌹🌹


__ADS_2