
semburat jingga membentang indah di atas langit menampakan keindahan sore hari. Setelah berbincang dengan teman-temannya Gus.Afnan pun masuk kerumah untuk membersihkan badannya yang sudah lengket. Saat memasuki rumah Gus.Afnan berpapasan dengan Ayah Hilda.
Gus.Afnan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya karna ia bingung letak kamar Hilda dimana. Sadar akan kebingungan sang menantu Ayah Hilda pun berniat menunjukan kamar putrinya.
"Gus kamar Hilda ada di sana,pintu sebelah kiri"ucap Ayah Hilda sembari tersenyum.
"Aahhh Iya terimakasih pak saya belum tau soalnya"ucap Gus.Afnan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak apa nak,jika kamu butuh sesuatu jangan sungkan bicara pada Hilda atau pun bapak"ucap Ayah Hilda.
"Baik pak terimakasih"ucap Gus.Afnan.
"Tidak usah canggung nak,sekarang kamu juga anak bapak"ucap Ayah Hilda menepuk pelan pundak Gus.Afnan sembari tersenyum,dan berlalu pergi.
Setelah kepergian Ayah Hilda Gus.Afnan pun menuju kamar yang di tunjukan ayah mertuanya tadi. Dengan ragu ia mengetuk pintu itu dan mengucapkan salam.
Hilda yang sedang duduk di meja riasnya kaget,dan tiba-tiba dadanya dag dig dug tak menentu,dengan langkah perlahan Hilda membuka pintu dan munculah wajah sang suami.
"Waalaikumsalam Gus,teman-temannya sudah pada pulang?"ucap Hilda sembari masih berdiri di depan pintu.
"Sudah dek mereka sudah pulang"ucap Gus.Afnan dengan senyuman menawannya.
Hilda yang tiba-tiba mendapatkan senyuman itu pun diam kaku dengan irama jantung yang tak karuan. Gus.Afnan pun yang merasa istrinya melamun pun,memajukan wajahnya pada telinga sang istri.
"Saya tau saya tampan dek,tapi apakah saya tidak di perbolehkan masuk?"ucap Gus.Afnan di telinga sang istri.
Hilda pun tersadar dari lamunannya dan reflek memundurkan langkahnya dan tak sengaja akan menabrak pintu jika saja Gus.Afnan tak memegang pinggangnya.
"Ekhemm"Hilda pun berdehem mencoba menghilangkan rasa gugupnya sambil mencoba menjauhkan badannya dari rengkuhan Gus.Afnan.
"Aaahh iya silahkan masuk Gus,maaf"Ucap Hilda dengan menunduk,Gus.Afnan yang melihat itu pun hanya tersenyum dan berlalu masuk ke dalam kamar Hilda.
__ADS_1
Hilda pun menutup pintu kamarnya dan menghampiri Gus.Afnan yang kini tengah duduk sambil melihat-lihat kamar Hilda.
"Gus mau mandi?biar Hilda siapkan bajunya"ucap Hilda akan beranjak untuk menyiapkan baju nya.
"Iyah saya mau mandi dulu,nanti kita sholat Maghrib berjamaah"ucapnya sambil mengambil handuk yang berada di atas meja rias.
"Emmm maaf Gus,itu handuk punya Hilda biar Hilda ambilkan yang baru"ucapnya dan hendak mengambil handuk baru dalam lemari namun di cegah oleh Gus.Afnan.
"Tidak papa dek,biar pake punya kamu saja,toh ini punya istri sendiri"ucap Gus.Afnan sembari tersenyum dan berlalu pergi.Beda dengan Hilda yang kini pipinya sudah memerah bak kepiting rebus.
"Istri ? Rabb beginikah bahagianya setelah halal?"ucap Hilda dalam hati sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit Gus.Afnan pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya memakai handuk yang di lilitkan sebatas pinggangya.
Hilda yang melihat hal tersebut pun reflek membelakangi Gus.Afnan dengan pipi yang sudah memerah,karna ini baru pertama kali dalam hidupnya melihat pemandangan seperti itu. Gus.Afnan yang melihat itu pun hanya tersenyum dan merutuki dirinya yang tidak memakai baju tadi di kamar mandi. Setelah mengambil pakaian yang di siapkan oleh Hilda dan memakainya.
"Udah pake baju kok dek,ga usah di tutupin lagi"seru Gus.Afnan seraya mendekati Hilda.
Adzan Maghrib pun terdengar dari pengeras suara di dekat rumah Hilda. Gus
Afnan dan Hilda bersiap-siap untuk melaksanakan sholat maghrib,sedangkan Gus.Afnan pergi ke masjid bersama ayah Hilda dan tak jadi sholat di rumah.
Hilda pun sholat Maghrib sendirian,setelah sholat ia pun membaca Al-Qur'an dengan khusyu sampai tak terasa adzan isya pun telah berkumandang,setelah melaksanakan sholat isya ia pun berbaring di atas ranjangnya seraya melihat ponselnya yang dari tadi banyak notifikasi dari teman dan saudaranya mengucapkan selamat.
Karna terlalu lelah ia pun menyimpan ponselnya. Karna terlalu lelah Hilda pun ketiduran,niat hati ingin menunggu sang suami tapi ia malah ketiduran.
Saat pukul kurang lebih setengah sembilan malam,Hilda mendengar suara kamarnya terbuka,karna masih dalam keadaan setengah sadar ia menghiraukannya.
Ketika Hendak menutup mata kembali,tubuhnya menegang ketika tangan kekar memeluk pinggang rampingnya dan deru nafas hangat menerpa lehernya yang tertutup jilbab.
Dengan sedikit berbisik Hilda bertanya
__ADS_1
"Gus sudah pulang?maaf tadi Hilda ketiduran"
"Emmm,tadi saya mengobrol dulu dengan remaja pengurus mesjid disini"ucap Gus.Afnan dengan tetap memeluk Hilda.
"Oh emm,,e...e..Gus mau Hilda ambilkan atau minum?"ucap Hilda terbata karna jantungnya berdegup kencang dengan perlakuan Gus.Afnan.
"Tidak terimakasih,saya hanya ingin seperti ini sebentar saja"
"Kenapa jilbabnya masih di pakai?"ucap Gus.Afnan beranjak sambil bersandar.
Hilda pun ikut duduk di depan Gus.Afnan dengan menduduk,dan perlahan mulai melepaskan jilbabnya,setelah jilbabnya terlepas tampaklah rambut indah dengan warna hitam dan lurus. Gus.Afnan yang melihat itu pun tak mampu mengedipkan matanya.
"Gus jangan lihat seperti itu,saya jelek ya"ucap Hilda seraya hendak memakai kembali hijabnya,namun tangannya di pegang oleh Gus.Afnan.
"Tidak,kamu cantik,saya sangat beruntung bisa mendapatkan kamu." Ucap Gus.Afnan seraya memajukan wajahnya dan mengecup kening Hilda.
Hilda yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun tak mampu lagi menahan air matanya.
"Terimakasih Gus karna sudah mengizinkan saya menjadi wanita yang mengisi hati dan juga melayanimu"ucap Hilda terbata karna menahan air matanya yang terus mengalir.
Gus.Afnan pun mengusap air mata di kedua bola mata indah milik sang istri lalu mengecup kedua mata indah istrinya dengan lembut.
"Saya juga berterima kasih karna mengizinkan saya untuk menjadi laki-laki ynag meneruskan tanggung jawab ayahmu untuk menjaga dan membimbingmu,kita sama-sama belajar yah"ucap Gus.Afnan seraya memeluk sang istri.
"Suuttt sudah jangan nangis lagi,sekarang kita istirahat yah,saya tidak akan meminta hak saya malam ini"ucap Gus.Afnan dengan mengelus pelan pipi sang istri.
Hilda pun menunduk dengan wajah yang sudah memerah karna perkataan sang suami. Mereka pun tidur dengan Gus.Afnan memeluk Hilda begitu pun sebaliknya.
Haii guys jangan lupa like,komen dan vote yah. Terima kasih untuk kalian yang menyempatkan membaca tulisank amatir ku. Sehat dan sukses selalu.
Terima kasih.🥰😊
__ADS_1