Aku, Ikhlas Mas

Aku, Ikhlas Mas
Pulang Kampung


__ADS_3

..."Memilikimu adalah kebahagiaan sekaligus ujian bagiku"...


Setelah percakapannya bersama keluarga Gus Afnan,Hilda pun memutuskan untuk pulang kampung. Karna lamarannya bersama Gus Afnan akan di adakan satu minggu lagi.


Setelah perjalanan sekitar 3 jam Hilda pun sudah sampai di kampung halamannya.


Saat sampai ke rumah nya ia pun mengucapkan salam.


"Assalamualaikum"ucap Hilda seraya membuka pintu. Tapi tak ada yang menjawab satu orang pun.


"Mbak,Ayah "seru Hilda saat sudah mencapai ruang tamu.


Karna tak ada orang ia pun memutuskan untuk berbaring di kursi ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Saat sedang asyik memainkan ponsel nya satu sms masuk ke ponselnya.


[085634xxxxxx]


Assalamualaikum.


Ning apa sudah sampai?


[Hilda]


Waalaikumsalam.


maaf mungkin salah kirim,


saya bukan Ning.


[085634xxxxxx]


Engga kok saya,gak salah kirim


kan satu minggu lagi,Hilda akan resmi jadi Ning Afnan 😊


Dengan perasaan yang sulit di artikan,Hilda merasa bingung dengan balasan sms tersebut,ia pun memilih mengabaikan pesan tersebut dan memejamkan matanya.


Saat hendak menutup mata dari luar terdengar suara kakak dan ayahnya. Hilda pun segera berdiri membuka pintu.


"Loh Hil udah pulang,tadinya mau di jemput sama ayah." Ucap kakak Hilda seraya memeluk sang adik.


"Iyah. Tadinya mau jemput bareng sama kakak iparmu "ucap ayah Hilda.


"Engga usah yah,kasian Ayah kalau harus kesana nanti kecapean" ucap Hilda seraya mencium tangan sang ayah.


"Yasudah ayo masuk ke dalam,biar Mbak mu masak. Kasian kamu habis perjalan jauh pasti laper"


Mereka pun memasuki rumah,kakak Hilda pergi memasak sedangkan Hilda pergi ke kamarnya untuk membereskan barang bawaannya. Saat sedang memasukan pakaiannya ke lemari,Ayah Hilda pun memasuki kamar Hilda.

__ADS_1


"Lagi beres-beres Hil"ucap sang ayah sembari duduk di sebelah Hilda.


"Iya yah,bawaan dari pondok"


"Nak,apa kamu yakin menerima lamaran dari putra Pak.Kiyai ?"


"InsyaAlloh Hilda yakin yah,Hilda sudah meminta yang terbaik dari Allah Hilda yakin pilihan Allah yang terbaik dan tidak akan pernah salah"ucap Hilda dengan memegang tangan ayahnya.


"Ayah tak perlu khawatir,percayakan saja semua nya pada Allah,skenario Allah tak akan salah"


Dengan tersenyum ayah Hilda pun memeluk Hilda dengan penuh kasih sayang. Tanpa Hilda ketahui sang ayah meneteskan air mata.


"Ya Allah aku titipkan masa depan anakku hanya padaMu,ia putri yang sangat aku sayangi,tapi aku sadar rasa sayangku tak akan bisa menjamin masa depannya. Maka dari itu tolong lindungi putriku di saat ia jauh dariku." ucap Ayah Hilda dalam hati.


Di ruang makan Hilda dan keluarganya sedang makan malam,di barengi dengan canda tawa makan malam tersebut terasa hangat walau tanpa kehadiran seorang ibu.


"Mbak suapin Hilda dong"ucap Hilda seraya membuka mulutnya.


"Aduuuh adik mbak satu ini udah mau jadi istri orang kok masih manja" ucap sang kakak seraua menyendokan nasi ke arah mulut Hilda.


"Istri orang?mksudnya gimana mbak kan aku cuma mau lamaran aja,bukan nikah"ucap Hilda bingung dengan perkataan sang kakak.


Kakak Hilda yang sadar kalau Hilda belum mengetahui jika ia akan langsung di nikah kan pun panik,dengan cepat ia pun menenangkan Hilda.


"Ia kan lamaran juga sama aja mau jadi istri orang Hil."


"Sudah-sudah ayo cepat habiskan makanannya" ucap sang ayah


Setelah makan malam Hilda dan keluarganya pun menonton tv di ruang tamu ,saat sedang asyik menonton tv, Aqila keponakan Hilda pun datang bersama sang kakak ipar.


"Ateuu Hilda"ucap Aqila seraya memeluk Hilda.


"Uuhh keponakan ateu,,makin lucu aja"


"Ateu pulang mau nikah yah"ucap


Aqila dengan nada lucu.


"Aqila masih kecil tau nikah-nikah dari siapa siih?"ucap Hilda dengan menoel hidung Aqila.


"Kata mamah katanya ateu Hilda mau nikah sama om ganteng"ucapan Aqila.


Hilda yang merasa bingung pun,hanya tersenyum menanggapi ucapan sang keponakan. Karna merasa penasaran Hilda pun pergi menemui sang kakak yang sedang berada di dapur.


"Mbak,ada yang di sembunyiin yah dari Hilda?dari tadi Mbak sama Aqila ngobrolin pernikahan terus"ucap Hilda dengan nada serius.


"Memang kenapa sih Hil kalau ngomongin pernikahan,kan sebentar lagii kamu mau nikah"ucap sang kakak.

__ADS_1


"Maksud Mbak?"


Kakak Hilda menarik nafas pelan," Iyah kamu mau nikah jadi minggu depan itu kamu akan langsung menikah"ucap sang kakak dengan menatap Hilda dalam.


Hilda pun terkejut dengan pernyataan sang kakak. Namun, ia bingung harus memberi respon seperti apa.


"Gus Afnan dan keluarganya 2 minggu yang lalu datang kemari tujuannya untuk meminta izin melamar kamu,tapi satu minggu setelah itu mereka datang kembali dan memberitahu bahwa Gus Afnan akan langsung menikahi kamu"ucap sang kakak menahan ucapannya.


"Untuk alasan kenapa Gus Afnan ingin langsung menikahi kamu,dia akan menjelaskan nanti"ucap sang kakak mengelus kepala sang adik.


"Jadi pas Hilda nelpon Mbak sama Ayah kalian sudah tau?"


Dengan mengangguk "Kakak harap kamu jangan mengkhawatirkan apa pun,percayakan semuanya pada Allah. Kakak yakin Gus Afnan adalah calon suami yang Allah berikan untuk kamu"lanjutnya.


Dengan tersenyum Hilda pun balik memeluk sang kakak" Aamiin,semoga ini yang terbaik untuk Hilda kak"


Walau dengan tanda tanya besar ia meyakinkan hatinya bahwa ini semua pasti yang terbaik.


"Ya Rabb aku tak mengetahui apa rencana mu,tapi aku yakin semua rencanaMu pasti yang terbaik untukku."ucapan Hilda dalam hatinya.


Setelah perbincangan nya dengan sang kakak,Hilda pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Walau masih dengan perasaan bingung ia berusaha melupakannya dan berdo'a yang terbaik.


Setelah berwudhu dan membaca Al-Qur'an Hilda pun bersiap untuk tidur. Ketika hendak memejamkan mata.


Tiiiinggggg


Suara ponsel Hilda menandakan ada pesan masuk,ia pun meraih ponselnya. Ternyata yang mengirim pesan padanya nomor tadi yang ternyata Gus Afnan.


Ia pun membaca isi pesan tersebut.


[085634xxxxxx]


Semoga hatimu selalu teguh,sebagaimana keteguhan rasa ini untuk dirimu.


Itulah isi pesan dari Gus Afnan,Hilda pun memutuskan untuk tak membalas pesan tersebut. Ia hanya menyimpan no tersebut dengan nama Gus Afnan.


Hilda masih belum menyangka bahwasannya perasaan yang ia simpan dalam diam,kini perasaannya pun akan menjadi perasaan yang bila di ungkapkan pun akan berbuah pahala. Dengan jalan sebuah pernikahan.


Ia pun memutuskan untuk kembali tidur sambil membaca sholawat.


"Ya Allah aku serahkan masa depanku nanti PadaMu"ucap Hilda dalam hati,sebelum ia menutup mata untuk tidur.


Hay guys 😊


Makasih untuk yang mau membaca novelku.


Makasih sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen.😊🥰


__ADS_2