Aku, Ikhlas Mas

Aku, Ikhlas Mas
Jawaban Hilda


__ADS_3

... "Dan aku memilih seperti Sayyidah Fatimah Az-zahra yang menyimpan perasaannya dalam diam"...


Satu minggu berlalu,dan selama itulah Hilda sholat istiqarah untuk meminta yang keputusan yang terbaik,dan jawabannya ia harus menerima lamaran Gus Afnan tersebut. Hilda pun sudah menelpon sang ayah dan kakaknya perihal lamaran tersebut dab mereka pun setuju dan hanya mendoakan yang terbaik untuk Hilda.



Setelah menelpon sang ayah Hilda pun pergi ke rumah Ummi Khadijah untuk memberi tahu kan jawabannya.Begitu sampai ke rumah Pak Kiyai ternyata sedang ada tamu,Hilda pun memutuskan untuk kembali nanti.


"Tapi,Gus Afnan berkata akan menikahi saya" suara perempuan dari dalam rumah mampu menghentikan langkah Hilda yang hendak pergi. Wajah Hilda mendadak menegang,air mata yang hendak keluar ia tahan mati-matian agar tak menetes.


Ia pun hendak melanjutkan langkahnya tapi suara bariton menghentikannya kembali


"Loh mbak mau kemana?" ucapnya dengan nada khawatir,dia ialah Gus Afnan ia tidak sengaja melihat Hilda saat hendak kerumahnya namun tidak jadi.


Hilda yang saat itu masih menguasai ekspresi nya agar tak kelihatan akan menangis pun masih berdiri membelakangi Gus Afnan.Tak lama kemudian ia menghembuskan nafas pelan dan menoleh.


"Engga papa Gus,tadinya saya mau menemui Ummi tapi kelihatannya ada tamu jadi saya putuskan nanti saja" ucap Hilda dengan tersenyum.


"Ohh Ummi ada kok Mbak,mau saya panggilkan?" jawab Gus Afnan,karna ia tau pasti Hilda hendak memberikan jawaban akan lamarannya.


"Engga usah Gus nanti saja saya kesini lagi. Kalau gitu saya permisi dulu,


Assalamualaikum "ucap Hilda dan berlalu dari hadapan Gus Afnan.


"Waalaikumsalam"ucap Gus Afnan dengan dengan pelan,karna ia tahu bahwa Hilda mendengar ucapan Amanda.


Ya,tamu tersebut ialah Amanda teman sejak kecil Gus Afanan,ia bertamu bersama kedua orang tuanya untuk meminta Gus Afnan untuk menikahi putrinya tersebut.


Setelah berbincang dengan Hilda Gus Afnan pun kembali masuk ke rumahnya.


"Gimana Gus apa anda bersedia menikahi putri saya,saya sudah berbicara pada Pak.Kiyai dan ia berkata bahwa kamu sudah mempunyai calon istri,apa itu benar?" ucap Ayah Amanda.


"Pertama-tama saya meminta maaf pada ibu dan bapak terutama Amanda.Ya,memang betul saya sudah mempunyai calon istri,dan untuk saya berbicara akan menikahi Amanda itu perkataan saya di usia masih 10 tahun." Ucap Gus Afanan.


Gus Afnan memang pernah berbicara akan menikahi Amanda saat dirinya berusia 10 tahun.Namun,mungkin bagi Gus Afnan itu hanya perkataan anak usia 10 tahun yang belum mengerti apa pun. Tapi bagi Amanda itu di anggap serius.


Dengan hati kesal keluarga Amanda pun pamit pulang,sebelum pulang Amanda pun berbicara dengan Gus Afnan.


"Aku engga akan nyerah untuk mendapatkan kamu Afnan."ucap Amanda seraya berlalu,tapi baru beberapa melangkah ia menoleh kembali pada Gus Afnan.


"Oh iya,dan aku juga penasaran siapa wanita yang mampu meluluhkan seorang Afnan Al-farizi"ucapnya dengan tersenyum mengejek.


Amanda memang bukan dari keturunan atau keluarga pesantren. Kenapa Gus Afnan bisa kenal dengan Amanda itu dulu di saat Gis Afnan kuliah. Amanda sekarang jauh berbeda dengan Amanda yang dulu ia kenal saat kecil begitu pun dengan kedua orangtuanya.


Saat Amanda dan keluarga nya sudah pulang,Gus Afnan terduduk di ruang tamu dan melamun.


"Kenapa Af ko melamun"ucap Pak kiyai yang tak lain ialah Ayahnya.

__ADS_1


Gus Afnan pun sedikit terkejut dan beristigfar.


"Abi ngagetin aja"


"Makanya jangan melamun Af "


"Ada apa kok sepertinya kamu lagi banyak pikiran"lanjutnya dengan menyesap tehnya.


"Engga bi Afnan hanya khawatir,jika Hilda menolak Afnan,karna tadi ia mendengar perkataan Amanda."ucap Gus Afnan sembari menunduk.


"Sudah berdo'a dan serahkan semua nya pada Allah,jika ia jodoh kamu Allah tidak akan keliru."ucap Ayahnya seraya menenangkan putranya tersebut.


Sedangkan Hilda ia sedang duduk di salah satu bangku di taman dekat asrama putri.


Netranya menatap jauh ke depan sana dengan mata berkaca-kaca.


"Benarkah Gus Afnan sudah berkata untuk menikahi wanita lain,kalau begitu apa aku harus menyampaikan jawaban ini." Ucapnya dalam hati.


Ia pun memejamkan mata sesaat untuk menenangkan hati dan pikirannya,setelah beberapa saat ia pun membuka mata indahnya.


"Apapun keputusannya nanti aku akan terima,yang penting aku sudah menyampaikan jawaban ini."ucap Hilda pada dirinya sendiri.


Ia pun berdiri hendak pergi dari taman tersebut,tapi saat ia berbalik ada seseorang yang sedari tadi mendengar perkataanya.


Seketika Hilda pun kaget dan beristigfaf.


"Maaf yah mbak abisnya tadi mbak Hilda khusyu banget" ucap Gus Afnan seraya tersenyum.


"issshhh apa sih Gus,ada apa Gus kenapa sampai nyamperin saya kesini"ucap Hilda.


"Emang gak boleh nyamperin calon istri sendiri." Ucap Gus Afnan.


Seketika Hilda pun kaget dan reflek berbalik,seketika blussshhhh pipi Hilda merah bak kepiting rebus,karna saat ia berbalik di suguhkan dengan senyuman manis Gus Afnan.


Hilda pun langsung menundukan pandangannya.


"Kok pipi nya merah mbak,ada apa?" ucap Gus Afnan.Sadar Hilda tidak menjawab ia pun hanya tersenyum.


"Itu mbak di suruh Ummi ke rumah ada sesuatu yang mau Ummi tanyain,dan soal tadi yang Mbak denger jangan di anggap serius"ucap Gus Afanan serius.


"Kalau gitu saya duluan yah,takut jadi fitnah.


Assalamualaikum"lanjut Gus Afnan seraya pergi ke arah santri putra yang sedari menunggu dirinya,agar tidak jadi menimbulkan fitnah.


"Waalaikumsalam"ucap Hilda dengan pelan karna masih kaget,dengan ucapan Gus Afnan. "Calon istri" kata itu mampu membuat hati nya bergemuruh.


Stelah mengatur perasaannya,ia pun pergi ke rumah Pak Kiyai. Ia pun sudah di sambut oleh Ummi Khadijah dan Pak Kiyai.

__ADS_1


Ia pun duduk di ruang tamu bersama kedua orang tua Gus Afnan itu.


Dengan lembut Ummi Khadijah memegang tangan Hilda dan mengusapnya.


"Bagaimana Nduk apa sudah ada jawaban atas pertanyaan Ummi minggu lalu." Ucap Ummi khadijah.


Dengan menunduk Hilda pun menjawab " Sudah Ummi,dan Insyaalloh Hilda menerimanya."Ucap Hilda.


"Alhamdulillah,jika begitu minggu depan kita akan mengadakan lamaran"ucap Pak.Kiyai dengan tersenyum.


"Bgaimana dengan keluarga mu apa sudah di kabari?"lanjut Ummi khadijah.


"Sudah Ummi mereka juga setuju dan hanya berdoa yang terbaik"ucap Hilda dengan masih menunduk.


"Tapi maaf sebelumnya Ummi apa boleh Hilda bertanya?"ucap Hilda


"Silahkan Nduk"ucap Pak Kiyai


"Apa Gus Afnan berjanji akan menikahi perempuan lain?" ucap Hilda.


"Afnan tidak pernah berjanji kepada wanita mana pun untuk ia nikahi"ucap Pak Kiyai dengan tersenyum


"Jangan khawatir nduk Afnan anak baik percayalah pada Ummi,dan untuk masalah tadi,Afnan akan menjelaskannya jika waktunya tiba."ucap Ummi Khadijah seraya mengusap lembut kepala Hilda yang tertutup hijab.


Hilda pun tersenyum,hati nya sungguh tenang mendengar jawaban itu. Saat sedang berbincang terdengar ucapan salam. Ternyata itu Gus Afnan pulang mengajar.


Hilda pun pamit pada Ummi Khadijah dan Pak.Kiyai karna ia ada kelas.


Saat akan hendak keluar rumah Hilda berpapasan dengan Gus Afnan,Hilda hanya menunduk.Melihat ada Hilda ia pun segera menemui orangtuanya untuk menanyakan jawaban atas lamarannya.


"Assalamualaikum,,Ummi bagaimana"ucap Gus Afnan sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


"Alhamdulillah di terima Nak,minggu depan kita ke rumahnya untuk melamarnya."ucapa Ummi Khadijah.


"Alhamdulillah"ucap Gus Afnan seraya tersenyum.


Setelah berbincang dengan kedua orangtuanya perihal lamarannya ia pun pergi ke kamar untuk istrahat.


Hallo guys.


Semoga sehat dan sukses slalu yah.


Trimakasih untuk yang sudah mampir 😊


Jangan lupa like and komen yah.


Terima kasih.😊🥰

__ADS_1


__ADS_2