Aku, Ikhlas Mas

Aku, Ikhlas Mas
Pernyataan mengejutkan.


__ADS_3

..."Aku mencoba menjadi zulaikha yang mengejar cinta Pencipta-Mu untuk mendapatkan hatimu."...


Setelah kejadian beberapa minggu lalu,ketika Hilda mendengar jika Gus Afnan sudah mempunyai calon istri,Hilda mencoba mengikis rasa yang ada di hatinya sedikit demi sedikit,walau mungkin akan sedikit susah.


Pagi yang indah dengan kicauan burung dan udara yang sejuk para santri sedang melakukan kerja bakti di area asrama dan halaman pesantren,itulah kegiatan mereka saat hari libur atau hari Minggu.


Hilda dan tiga santri lainnya termasuk Nayla di berikan tugas membersihkan rumah Pak.Kiyai.Hilda dan Nayla bertugas membereskan dapur sedangkan dua lainnya membersihkan halaman.


"Mbak, bisa tolong buatkan teh hangat?.


tolong antar ke kamar umi,umi sedang tidak enak badan soalnya." Ucap Gus Afnan pada Hilda,karna Nayla sedang keluar membuang sampah.


"Baik Gus akan saya buatkan."


"Makasih ya mbak,saya ke dalam dulu."ucap Gus Afnan dan berlalu masuk ke dalam.


Hilda menghembuskan nafas dan beristigfar


"Rabb rasa yang hadir dalam hatiku atas Kehendak-Mu dan jika rasa ini tidak terbalas. Aku mohon mampukan aku untuk mengubur perasaan ku dalam diam." Ucapnya dalam hati.


Setelah selesai membuat teh tersebut Hilda pun mengantarkannya ke kamar Ummi Khadijah,sebelum masuk ia tidak lupa untuk mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Setelah mendengar jawaban dari dalam Hilda pun masuk.


Saat masuk ia kaget,karna di sana ada Gus Afnan yang sedang memijit tangan Ummi Khadijah.


"Ummi ini teh hangatnya."ucap Hilda sambil menyimpan teh tersebut.


"Makasih Nduk,sini duduk di samping ummi" ucapan Ummi khadijah seraya mencoba bersandar di tempat tidurnya di bantu Gus Afnan.


Hilda menggeleng "Tidak usah Ummi,Hilda duduk di bawah saja"


"Jangan.ayo duduk di sini" ucap Ummi Khadijah seraya menepuk tempat di pinggirnya.


"Ayo Mbak gapapa duduk saja."Ucap Gus Afnan seraya berdiri.


"Ummi Afnan lihat santri lain dulu yah "lanjutnya, lalu mencium tangan Ummi nya yang di balas dengan anggukan dan senyuman.


Setelah Gus Afnan keluar Hilda pun duduk di samping Ummi Khadijah.


"Ummi sakit apa?mau Hilda pijit" ucap hilda seraya menunduk.


"Hanya tidak enak badan biasa,boleh Nduk Ummi ingin mencoba pijitan calon mantu Ummi "Ucap Ummi Khadijah seraya tersenyum.


Entah bagaimana sekarang ekspresi wajah Hilda yang jelas ia sangat terkejut dengan ucapan Ummi Khadijah.Ia masih bingung dengan ucapan "Calon Mantu".

__ADS_1


Dengan sedikit guguo Hilda bertanya


"Maksud Ummi cal..calon mantu gimana ya Ummi ?"tanya nya.


Ummi Khadijah tersenyum"Kamu adalah calon mantu Ummi yang di pilih langsung oleh anak Ummi sendiri Afnan"


Hilda tak bisa berkata-kata ia hanya diam membisu dengan mata berkaca-kaca,ia masih tak bisa mempercayai apa yang barusan di dengar nya.


"Kamu mau kan jadi mantu Ummi menjadi istri dari Afnan Al Farizi "ucap Ummi Khadijah sambil memegang tangan Hilda dengan lembut, mata nya pun ikut berkaca-kaca,karna salah satu santri yang sudah ia anggap anak sendiri akan menjadi istri dari anaknya,itu pun jika Hilda berkenan.


Hilda hanya menghembuskan nafas dan tersenyum "Bukankah Gus Afnan sudag mempunyai calon istri ?" Hilda hanya tak ingin menjadi penghalang untuk keduanya."ucap Hilda seraya menunduk mencoba menahan gejolak yang ada di dadanya.


"Iyah,dan calon istri nya itu kamu Nduk,


Afnan tidak berani menyatakan apa yang ia rasakan padamu nduk,jadi ia meminta Ummi untuk membicarakannya dengan Hilda "ucap Ummi Khadijah lembut.


"Ummi bolehkah beri waktu Hilda untuk istiqarah dulu meminta yang terbaik pada Allah" ucap Hilda.


"Silahkan Nduk Ummi tunggu jawaban baik dari yang terbaik" ucap Ummi Khadijah.


Di lubuk hatinya bagi Ummi Khadijah yang menjadi menantu nya tidak harus keturunan Kiyai seperti kebanyakan begitu pun dengan Pak.Kiyai sendiri,kebahagian anaknya yang utama bagi mereka. Namun,tetap akhlak yang utama,Gus Afnan pasti punya alasan kenapa ia punya Hilda salah satu santri ayahnya tersebut.


Setelah obrolannya dengan Ummi Khadijah tersebut, Hilda pun kembali ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk antara bahagia,sedih dan bingung.


Saat sampai kamar terlihat Nayla sedang membaca Al-Qur'an,sadar kedatangan Hilda Nayla pun menyudahi bacaan Al-Qur'an nya.


"Dari rumah Pak.Kiyai Nay tadi di suruh mijitin Ummi,soalnya lagi gak enak badan"ucap Hilda.


"Ohhh. Ehh ketemu Gus Afnan engga?"ucap Nayla dengan becanda.


Ketika mendengar nama Gus Afnan di sebut Nayla pun teringat obrolan bersama Ummi Khadijah,perasaannya pun kembali


bergemuruh.


"Rabb, apa ini semua jawaban atas semua do'aku? jika memang iya semoga menjadi awal yang baik"ucap Nayla dalam hati.


Melihat temannya melamun Nayla pun menepuk pundak Hilda "Hil...Hilda kok malah melamun,aku nya malah di cuekin sih. ucap Nayla bete.


Hilda yang tersadar dari lamunannya,menoleh pada Nayla.


"Uuuuhhhh Nayla ku sayang maaf yah,gak lagi-lagi deh beneran." ucapan nayla sambil mencubit pipi Nayla.


Nayla pun tersenyum lalu memeluk Hilda,

__ADS_1


"Iya,kalau ada apa-apa bilang yah.


insyaAlloh aku bakalan ada buat kamu."ucap Nayla sungguh-sungguh.


Hilda yang terharu mendengar ucapan Nayla pun matanya berkaca-kaca lalu ia memeluk Nayla.


"Makasih Nay kamu adalah sahabat terbaik aku." ucap Hilda lalu membalas memeluk Nayla.


Adzan ashar pun berkumandang,Hilda dan Nayla pun bergegas pergi ke masjid untuk sholat ashar berjamaah,karna masjid di pesantren tersebut hanya satu jadi jika sholat berjamaah semua santri putra mau pun putri akan bertemu.


Ketika hendak masuk ke halaman masjid karna terlalu serius mengobrol dengan Nyala tak sengaja Hilda menabrak seseorang.


"Astagfirulloh maaf saya tidak sengaja,sekali lagi saya...." ucapan Hilda terpotong ketika ia tau siapa yang ia tabrak.


Hilda pun langsung menunduk dan berulang kali meminta maaf.


Sedangkan orang yang ia tabrak hanya diam. "Gak papa. Lain kali Hati-hati yah,jangan sampai nabrak oranglain" ucapnya lalu berlalu pergi dan tersenyum tanpa Hilda ketahui.


Hilda pun yang sedari tadi hanya menunduk mengangkat kepalanya,tidak mengerti apa yang Gus Afnan katakan.


Ya,yang Hilda tabrak ialah Gus Afnan.


Nayla yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya merasa aneh. Pasalnya Gus Afnan yang di kenal cuek dan dingin pada siapa pun bisa tersenyum pada Hilda.


"Hil kamu ada hubungan apa sama Gus Afnan?"ucap Nayla penuh slidik "Jangan bilang kalian pacaran?"lanjutnya.


Hilda yang sedari tadi diam menoleh ke arah Nayla,merasa tidak nyaman di tatap penuh slidik.


"Husssssh apa sih Nay kalau ngomong suka ngawur."ucap Hilda sambil meneruskan langkahnya.


"Jangan ngomong sembarangan,bisa jadi fitnah nanti."lanjut Hilda sambil memasuki masjid.


Nayla yang merasa bersalah pun meminta maaf,karna sudah bicara sembarangan pada sahabatnya.


Hilda,Nayla dan para santri lainnya pun melaksanakan sholat ashar berjamaah dengan khusyu dan hidmat.


Hay guys


Untuk yang membaca novel ini aku ucapin maksih.😊😊


Sehat selalu guys.


jangan lupa like and komen yah.😍😍

__ADS_1


maaf jika novelnya kurang seru author baru pemula dan maaf kalau kata-katanya masih ambigu.


Boleh kasih masukan di komen yah jika ada kekurangan.Makasih 😊😊


__ADS_2