
Pagi yang indah dengan kicauan burung telah tiba,di depan cermin sebuah kamar seorang gadis cantik dengan gaun indahnya tengah terduduk menatap pantulan dirinya di kaca. Make up sederhana yang menghiasi wajahnya menambah kadar kecantikannya.
Ya,ialah Hilda hari ini adalah hari pernikahannya dengan Gus Afnan,Gus yang selama ini ia kagumi namun hanya mampu memendam perasaanya,tapi tanpa di sangka Allah menjawab rasa yang ia pendam dengan memberikan hati dan jiwa orang yang ia cintai. Yakni,Gus Afnan.
Rasa kagum yang berubah menjadi rasa cinta,entah kapan rasa cinta itu hadir krna ia datang dengan tiba-tiba.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Hilda,ia pun menoleh pada pintu. Lalu meyembul lah kepala Nayla.
"Assalamualaikum Hil" itu adalah suara Nayla teman satu kamar Nayla di pondok sekaligus sahabatnya.
"Waalaikumsalam,ehh Nay sini masuk,kirain aku kamu engga dateng"ucap Nayla sembari tersenyum.
"Dateng dong masa engga dateng,
subhanallah Hil cantik banget sih kamu."ucap Nayla dengan tatapan kagum.
"Hemmm,Alhamdulillah makasih"ucap Hilda sembari malu-malu.
"Gus Afnan makin klepek-kepek kaya nya nanti"ucap Hilda sembari tertawa.
"Ihhh apaan sii Nay." Ucapnya sembari tersenyum.
"Ehh Nay tau engga,kemaren ada tamu ke rumah Pak.Kiyai" Ucap Nayla dengan nada serius
"Tamu siapa Nay"ucap Hilda penasaran.
"Dari yang aku dengar sih sahabat baiknya pak.Kiyai. Berniat jodohin anaknya sama Gus.Afnan,tapi engga jadi karna Gus.Afnan udah pilih kamu" ucap Nayla dengan nada ragu-ragu.
Hilda pun merasa kaget atas kabar dari sahabat nya,tapi ia mencoba tenang dengan tersenyum.
"Masa sih Nay,kok aku engga tau ya"ucap Hilda dengan nada sedikit sedih.
Menyadari dengan nada sahabatnya yang terdengar sedih,Nayla pun mengerutuki bibirnya yang tidak tau situasi untuk bercerita. Ia pun coba menenangkan sahabatnya yang khawatir krna kabar darinya.
"Sudah Hil jangan sedih yang penting,Gus.Afnan udah milih kamu dan sekarang kalian akan menikah. Jadi jangan berfikir apa pun ok"ucap Nayla menengkan.
Hilda pun mengangguk dan tersenyum.
Suara pintu di buka dari luar membuyarkan obrolan mereka. Kakak Hilda datang untuk memberitahukan bahwa mempelai laki-laki sudah tiba.
"Hil kamu siap-siap yah,mempelai pria nya udah dateng"ucap kakak Hilda.
"Iya kak"ucap Hilda sembari tersenyum
__ADS_1
Sedangkan di luar para tamu sudah berdatangan,memenuhi kursi yang di sediakan. Gus.Afnan pun duduk berhadapan dengan Ayah Hilda dan penghulu.
Ayah Hilda mulai menjabat tangan Gus.Afnan dan sebaliknya.
"Muhammad Afnan Al-Farizi,saya nikahkan dan kawinkan engaku dengan anaku Hilda Maulidya binti Sandi Maulan dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai"ucap Ayah Hilda lantang dengan menahan tangis.
"Saya terima nikah dan kawinnya Hilda Maulidya binti Sandi Maulana dengan maskawin tersebut tunai"ucap Gus.Afnan.
"Bagaimana saksi sah"
Saaahhhhh
Suara orang-orang mengatakan sah.
Hilda yang mendengar kata sah telah di ucapkan merasa terharu,sedih,bahagia.
Sembari berdo'a ia menundukkan kepala sembari meneteskan air mata.
"Terimakasih Yaa Rabb,semoga ini awal yang baik untukku dan semua orang."ucapnya dalam hati.
Hilda pun keluar dengan dengan di apit oleh sahabat dan kakaknya.Ketika Hilda datang kekagum dari para tamu tak bisa di hilangkan. Melihat Hilda yang sangat cantik.
Ia pun duduk di samping Gus.Afnan dengan menunduk karna ia merasa gugup sekaligus jantungnya yang berdetak tak karuan.
Hilda dan Gus.Afnan pun hanya diam karna ini kali pertama mereka menyentuh wanita/laki-laki yang bukan mahramnya.
Setelah beberapa menit keduanya terdiam,Gus.Afnan memberanikan diri menghadap Hilda.
Hilda yang melihat gerakan dari Gus.Afnan pun reflek mengikuti nya. Dan kini mereka saling berhadapan. Gus.Afnan mulai memberikan tangannya,dan di sambut ragu-ragu oleh Hilda. Hilda pun mencium tangan Gus.Afnan dengan gemetar. Kemudian Gus.Afnan pun menyentuh ubun-ubun Hilda dan memanjatkan do'a.
Saat,akan kembali duduk dengan benar tiba-tiba fotografer menginterupsi untuk Gus.Afnan mencium kening Hilda.
Dengan malu-malu Gus.Afnan mencium kening Hilda.
"Jangan malu-malu Gus,udah sah ini kok"ucap salah satu teman Gus.Afnan dan di sabut gelak tawa para tamu undangan.
Gus Afnan pun hanya tersenyum.
Setelah sekian rangkaian acara,tibalah diamana kini Gus.Afnan dan Hilda sedang menyalami para tamu. Kini Hilda tengah duduk sembari memijat kakinya karna sedang tidak ada tamu yang bersalaman.
"Pegel yah Dek? sini biar Mas bantu pijit"ucap Gus.Afnan sembari hendak memijat kaki Hilda.
Hilda kaget dan reflek memegang tangan Gus.Afnan yang akan memijat kakinya.
__ADS_1
"Ahhh engga usah Gus,engga papa saya masih kuat kok,lagian malu masih banyak orang."ucap Hilda masih memegang tangan Gus.Afnan sembari memandang wajah laki-laki yang kini yang sudah menjadi suaminya.
"Masih siang Gus udah pegang-pegang aja"ucap teman Gus.Afnan.
Hilda reflek melepaskan tangan Gus.Afnan dan berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Hahaha bisa aja kamu ini,makanya nikah biar ngerasain gimana pegang-pegang pas udah halal"jawab Gus.Afnan sembari tertawa dan di sambut tawa oleh yang lainnya.
"Yaeeelaaahh Gus ini juga lagi ikhtiar,udah aaahh. Selamat ya Gus semoga mejdai keluarga yang sakinah,mawaddah dan warohmah"ucap temannya dengan memeluk Gus.Afnan.
"Makasih atas do'anya do'a terbaik juga buat ente"ucap Gus.Afnan.
Dan di sambung oleh teman-teman yang lainnya,sedangkan Hilda hanya menunduk dan menagkupkan kedua tangan saat bersalaman dengan laki-laki begitu pun sebaliknya dengan Gus.Afnan.
Hari mulai sore,tamu pun sudah mulai berkurang sedikit demi sedikit,dan kini hanya tinggal tersisa keluarga besar dari kedua keluarga,sampai Ummi dan Pak.Kiyai berpamitan karna harus pulang karna takut akan kemalaman di jalan jika menunggu
sampai sore sekali.
Ummi pun memeluk Hilda dengan sayang,,
"Terimakasih nak,sudah mau menerima anak ummi. Sekarang kamu anak ummi jadi jangan sungkan bila ada apa-apa hubungi ummi"ucap ummi sembari mengelus puncak kepala Hilda.
"Hilda yang terima kasih pada ummi karna sudah memberi Hilda kesempatan untuk menjadi wanita yang menjaga dan mencintai anak ummi"ucap Hilda sembari memegang tangan Ummi.
Setelah semua berpamitan keluarga Gus.Afnan pun pulang. Kini tinggal Gus.Afnan dan teman-teman Gus.Afnan.
Gus.Afnan menghampiri Hilda yang sedang duduk di kursi dan ia pun duduk di sebelah Hilda. Hilda yang menyadari ada yang duduk di sebelahnya pun menoleh.
"Ehh Gus,ada apa?Gus mau makan?biar Hilda ambilin yah"
Hilda hendak beranjak untuk mengambil makanan. Tapi lengannya di tahan oleh Gus.Afnan dan ia pun kembali duduk.
Gus.Afnan tersenyum sembari menggenggam tangan Hilda.
"Enggak dek Mas masih kenyang,mas cuma mau bilang adek duluan aja masuk nya,mas mau ngbrol duli sama temen-temen mas"ucap Gus.Afnan lembut.
Hilda pun tersenyum dan mengangguk.
Hilda pun masuk ke rumahnya untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya.
Jangan lupa komen dan like yah.😁😁
Makasih untuk yang menyempatkan baca tulisan amatir ku.
__ADS_1
Semoga suka dan sehat selalu untuk kalian. 🥰🥰😍😍🙏🙏