
Di pagi harinya Guang Li terbangun dengan kepala berdenyut keras karna terlalu banyak minum, ia melihat sekeliling tapi tak menemukan Shuwan Wei ia ingat semalam Shuwan berjanji akan selalu disisinya ia pun segera bangun dan berlari keluar
diruangan lain pangeran ke 5 terbangun ,ia yg menyadari istrinya tidak ada merapikan jubahnya lalu keluar untuk mencari sang istri untuk membantu nya
didepan pintu kediaman "kaisar meminta Yang Mulia pangeran Guang juga pangeran Xin untuk pergi memenuhi panggilan" Gu Xiang menatap Shuwan seolah bertanya 'bagaimana ini ? mereka kan mabuk dan sepertinya belum sadar'
Shuwan menghela nafas "baik penasihat Jian, saya akan meminta Yang Mulia segera bersiap dan memenuhi panggilan kaisar" penasihat Jian tersenyum terimakasih"
"a Xiu !!" Shuwan berbalik terkejut "Yang Mulia..."
"istri ,kau pergi kemana pagi-pagi begini" Gu Xiang serta Shuwan menatap bingung , penasihat yg masih disana tidak menyangka akan melihat situasi ini
__ADS_1
"kalau begitu saya pamit ,anda berdua segera mengurus Yang Mulia" Shuwan mengangguk "duo Zhi antarkan penasihat Jian" dou Zhi mengangguk lalu mulai mengantarkan penasihat menuju keluar
Shuwan tidak bisa menahan diri untuk memukul Guang Li ,Gu Xiang sendiri segera berlari menghampiri pangeran ke 5 "astaga Yang Mulia anda belum merapikan rambut bagaimana bisa keluar begini" pangeran ke 5 menatap pakaian nya "hanya rambut ,tadi penasihat Jian kenapa dia datang ?"
gu Xiang melirik Shuwan yg sedang berhadapan dengan Guang Li ,"Yang Mulia anda melanggar aturan , tidak memakai pakaian dengan benar" Shuwan mengambil mantel yg diberikan Ling Ji dan memakai agar menutupi sebagian tubuh Guang Li.
"sudah tidak ada waktu ,anda berdua perlu bersiap memenuhi panggilan kaisar sekarang" Guang Li terdiam "ayah kaisar memanggil ? apa ada hal lainnya ?" Shuwan menggeleng "tidak ,tapi jika saya tidak salah itu karna pajak tahun ini juga bayaran untuk perdagangan kita dengan kerajaan timur" Guang Li tersenyum "istri ku benar-benar pintar, kalau begitu kita bicarakan sembari sarapan saja bagaimana ?"
"Yang Mulia patuhlah dulu, anda keluar dari kamar hanya berpakaian seperti ini ditambah anda tidak terlalu memperhatikan penilaian publik" Guang Li ingin menambah kan tetapi Shuwan sudah lebih dulu menatapnya untuk diam "ya saya tahu anda tidak memperdulikan hal itu karna tidak berniat dengan takhta tapi ,anda juga wajah kekaisaran juga bisa menjadi celah ,ini tidak bisa diabaikan hanya karena anda tidak peduli, ini soal kekaisaran Yang Mulia" Guang Li terdiam ia juga memikirkan itu tapi
"yang dikatakan istrimu benar saat ini kita juga punya andil" Guang Li menatap Shuwan yg tampak marah "baiklah, aku terlalu berlebihan maaf" Shuwan berbalik "saya tahu anda tidak berniat seperti itu, tidak apa-apa".
__ADS_1
setelah bersiap kedua pangeran meninggalkan kediaman untuk memenuhi panggilan, Gu Xiang tidak kembali ke kediaman karna ingin membantu penyelesaian membantu Shuwan untuk mencari cara
disiang hari kedua pangeran kembali Guang Li segera masuk ke ruang belajar "Shuwan..." Shuwan berbalik "anda sudah kembali, bagaimana ?" Guan Xin masuk dengan asistennya "itu benar ,ini mengenai pajak juga perdagangan katanya untuk pajak pihak saudara menteri Kinling yg memegang juga berpendapat untuk menaikkan anggaran pajak"
Shuwan terdiam "apa menteri akan menarik pendapatnya itu ?" Guan Xin menggeleng "ia meminta syarat dan...." Shuwan berdiri tegak "pernikahan kan ?, menteri benar-benar ambisius ya" Gu Xiang menatap bingung "tapi putri yg mana ? putri keduanya kan sudah menjadi selir lalu putri yg ma...." Guang Li menggertak "janda itu" Shuwan tidak tahan mencubit perut Guang Li
"Yang Mulia, lalu bagaimana tanggapan kaisar ?" Guan Xin menggeleng "kaisar menyuruh ku bertindak dia bilang tidak ada cara lain, aku harus memutuskan nya secepat mungkin" Shuwan menahan tangan Guang Li yg sepertinya kesal dari awal pertemuan
"jangan terburu-buru Yang Mulia, keadaan ini bisa dilewati dengan kepala dingin mari bahas masalah perdagangan lebih dulu" Guang Li menarik bahu Shuwan "ini lebih penting, aku jelas-jelas mengatakan tidak akan menerima selir juga menikah ,aku sudah bersumpah didepan dewa lalu bagaimana ?" Shuwan mendorong Guang Li "Yang Mulia, anda mengatakan sendiri akan percaya pada saya lalu maksud anda apa saya juga akan membiarkan itu terjadi ?"
Ling Ji mendekat dengan sebuah surat "maaf ,nyonya penatua mengizinkan pertemuan dengan anda besok" Shuwan mengangguk "baiklah, simpan suratnya" Ling Ji meninggalkan ruangan
__ADS_1
"penatua ? maksud anda Jendral besar bukan maksud nya kakek anda ?" Shuwan mengangguk ia beralih menatap Guang Li "saya sudah menyadari ini, kita hanya perlu bertindak tenang saja Yang Mulia" Guang Li yg mengerti tersenyum ia memeluk Shuwan dengan erat . "baguslah...aku tidak mengharapkan itu" Shuwan menghela nafas "karna sudah mari bicarakan perdagangan"